(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Mencari Dukungan


__ADS_3

Mohon like dan komennya ya guys👀👍👍


...***...


Nanda memulai misinya tepat saat ia tahu bahwa kasus Yono dipermainkan dan dibuat-buat seolah kesalahannya sangat fatal. Misi Nanda ternyata tidak mudah, ia kewalahan mendekati beberapa pejabat dan atasan di kepolisian untuk bisa diajak bersama-sama menuntaskan serta memberantas seluruh tindak kejahatan yang dilakukan oleh banyak pejabat secara sembunyi-sembunyi tapi melibatkan banyak oknum.


Tanpa di ketahui istrinya, karena tidak mau membuat Dinda cemas dan khawatir akan keselamatannya sendiri. Nanda mulai sering lembur dengan alasan ada kegiatan untuk menyambut kedatangan salah satu jenderal ke kantornya. Dinda pun percaya-percaya saja karena memang dirinya tidak terlalu paham dengan tradisi penyambutan jenderal tersebut.


Setelah kedatangan orangtua Yono ke Jakarta, Nanda semakin merasa tertekan dan harus segera bertindak cepat sebelum Yono benar-benar di jatuhkan vonis 14 tahun penjara atau bahkan lebih berat. Nanda baru ingat, bahwa papanya Rama adalah mantan seorang menteri. Dengan begitu, pasti ia memiliki link agar Nanda bisa merekrut orang-orang berpangkat tinggi untuk bisa memerangi ketidakadilan ini.


Nanda berangkat dari rumahnya tepat saat setelah berbicara dengan bapak Yono. Ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit milik Rama.


"Halo Ma, gue di rumah sakit. Lo dimana?" tanya Nanda melalui sambungan telepon.


"Biasa, diruangan. Langsung ke atas aja" ujar Rama.


"Oke oke" Nanda memutuskan sambungan telepon dan mulai menyusuri satu demi satu koridor rumah sakit.


Minggu kemaren gue habis dari sini. Kok cepet banget suasananya berubah.


"Astaga" pekik Nanda sambil memukul keningnya. Ia lalu memutar badan dan kembali ke mobil.


Akibat banyak pikiran membuatnya salah rumah sakit. Pantas saja saat dirinya masuk terasa seperti tempat baru, suasana baru. Untung saja Nanda tidak melengos masuk sampai ke ruang jajaran pengurus rumah sakit. Bisa malu kalau sampai ketahuan nyasar.


45 menit kemudian barulah Nanda sampai ke ruangan Rama. "Lama banget, cek kandungan dulu?" tanya Rama sambil duduk di sofa tamu ruangannya.


"Gue nyasar. Salah rumah sakit" sahut Nanda sambil menggulung lengan kemejanya hingga ke siku.

__ADS_1


"Hah? Kok bisa? Lo lagi ada masalah?" tanya Rama.


"Ada" Nanda pun langsung menceritakan tentang kebun bunga dan Yono sampai ke kasus Yono yang di buat-buat.


"Sialan banget tuh orang. Dia yang salah, orang lain yang kena. Terus lo kesini mau curhat?" tanya Rama dengan memicing.


"Iya, sekalian gue mau minta tolong bokap lo. Ma, bokap lo kan mantan menteri tuh. Dan bokap lo kan sebenarnya kalo sehat pasti masih aktif di dunia politik. Nah gue rencananya mau minta daftar nama-nama pejabat yang kira-kira mau mendukung dan ikut bantu gue biar semua kasus ini bisa dipertanggungjawabkan sama pelakunya. Dengan begitu, wartawan pasti bakal menyoroti kasus ini dan rakyat pasti jadi tahu terus dukungan untuk membongkar kasus ini jadi lebih banyak" ungkap Nanda menyampaikan usulannya.


"Bokap gue masih terhambat bicaranya, tapi lebih baik lo kerumah aja langsung. Kalo mau sekarang, ayo gue temenin"


Rama dan Nanda pun tak ingin membuang-buang waktu. Mereka langsung berangkat menuju kediaman orangtua Rama.


Sampai disana, ART yang menyambut kedatangan Rama terkejut karena baru kemarin sore Rama pulang ke apartemen kini sudah kembali lagi. "Bi, papa dimana?" tanya Rama membuyarkan pikiran ARTnya itu.


"Ada mas di kebun belakang" jawab ARTnya.


Rama dan Nanda langsung berjalan cepat menuju kebun belakang. Arse yang senang melihat mobil Rama terparkir dihalaman rumahnya pun ikut mengejar Rama ke kebun belakang.


Nanda pun ikut menyalami sekaligus memperkenalkan diri.


"Ada apa mas?" Melihat Rama yang tampak datang tiba-tiba dan terkesan mendesak membuat mama Rita jelas bertanya-tanya.


Rama mengambil sebuah kursi panjang yang terbuat dari papan dan kayu untuk mereka duduk. Lalu Rama langsung meminta Nanda menjelaskan maksud dan tujuannya menemui papa.


Papa pun mengangguk pelan, tanda bahwa dirinya paham dengan yang sudah dijelaskan oleh Nanda. Karena Papa Rama tak mampu bicara, mereka pun membuka laman pencarian di google untuk mencari daftar para petinggi di negeri ini. Ini juga untuk memudahkan agar foto-foto pejabat yang bisa dipercaya bisa ditunjuk langsung oleh papa Rama.


Saat itu juga, Arse sudah sampai di kebun belakang dan tengah berdiri menguping di belakang papa sambil ikut memperhatikan kegiatan orang dewasa itu. Kedatangan Arse disadari oleh mereka namun tidak begitu dihiraukan.

__ADS_1


Saat papa menunjuk foto Om Romi, Arse tiba-tiba berteriak. "Nggaaak! Om Romi jahat!" setelah itu Arse berlari cepat meninggalkan semua yang ada disana.


Nanda, mama, serta Rama sama-sama masih diam memperhatikan kepergian Arse. Lalu Rama meminta mama untuk membujuknya. Mama pun pergi menyusul Arse yang sudah pasti kabur menuju kamarnya.


Rama pun meminta papa melanjutkan menunjuk-nunjuk mana pejabat yang kira-kira mau diajak bekerja sama dengan Nanda. Namun dikepala Nanda sendiri, ia belum memasukkan nama Romi Maha Jayardi kedalam list orang-orang yang akan ia hubungi.


Setelah selesai dengan tujuannya, kini tiga orang itu masuk ke dalam rumah. Rama yang mendorong kursi roda papanya. Sampai di ruang keluarga, mama turun dan melaporkan bahwa Arse mengunci pintu kamarnya dan tidak mau membuka pintu. Mama sudah berusaha membujuk tapi Arse tetap tidak menjawab.


Rama pun naik. Ia kali ini harus bisa menenangkan adiknya itu lagi.


"Nanda, mohon maklum ya sama tingkah Arse" hanya itu yang mampu mama ucapkan atas rasa tak enak hati karena tamunya melihat langsung anak bungsunya mengamuk.


"Iya tante, gakpapa" ucap Nanda tersenyum.


Mama pun mengajak Nanda duduk di sofa dan meminta ART menyajikan Nanda segelas minuman dan beberapa cemilan. Karena ditunggu-tunggu Rama tak kunjung turun. Mama lah yang akhirnya menemani Nanda berbincang santai.


Satu jam kemudian akhirnya Rama turun. Dengan nafas menderu karena tengah menahan emosi, Rama langsung mengajak Nanda pergi dari sana. Mama menawari Rama untuk makan siang dirumah namun tak dihiraukannya. Bahkan Rama tanpa pamit langsung mengajak Nanda segera pergi. Akhirnya Nanda hanya menengok sebentar pada mama Rita dan tersenyum singkat tanda pamitnya.


Diperjalanan, Rama menyetir dengan penuh emosi. Nanda hanya diam tidak mau cepat-cepat bertanya. Takut malah Rama makin terpacu lagi untuk lebih ngebut.


Sampailah mereka ke apartemen Rama. Pikir Nanda mereka akan ke rumah sakit, ternyata salah.


"Ma, ada apa sebenarnya?" Nanda baru berani bertanya saat mereka sudah sampai di dalam unit apartemen Rama.


"Lo tau? Ternyata bokap gue bukan diracuni sama lawan politiknya. Tapi sama sahabatnya sendiri yang bahkan sudah kami anggap keluarga. Om Romi, dia yang udah racunin bokap gue lewat cairan infusnya. Anj*ing, bang*sat. Gue dokter tapi gue gak pernah curiga dengan kesehatan bokap gue yang sama sekali gak ada perubahan. Bokap gue masih begitu-gitu aja sampe kami mengira itulah kemajuannya. Arse bilang ke gue, dia lihat dan dengar sendiri kalo si Romi itu gak suka karena bokap gue milih ngambil keputusan sendiri tanpa bicara dulu ke dia. Gue gak tau ini perihal keputusan apa, tapi setelah Romi pergi, Arse bilang ke bokap gue bakal ngadu ke gue tentang Romi. Bokap gue cuma geleng kepala, Arse ngira itu larangan buat dia jangan ngomong ke gue. Dan Romi tau ulahnya pernah kepergok Arse, dia ngancam mau patahin tangan Arse biar Arse gak bisa ngelukis lagi. Itulah yang ditahan-tahan Arse selama ini sampe gak mau ngomong sama siapapun" Rama menarik nafas dan membuangnya kasar.


"Gue akan gabung sama lo. Akan gue bantu lo, Nan. Tapi setelah itu, lo bantu gue balas dendam ke si Romi ban*gsat itu"

__ADS_1


...***...


Tbc ya guys...


__ADS_2