(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Balas Dendam


__ADS_3

Jangan lupa di like dan komen ygy🙂


^


^


Beberapa hari setelah lamaran


"Jadi urusan lo sama Maudy beneran udah selesai kan?" tanya Nanda pada Rama.


Mereka berdua memang janjian bermain billiard bersama di malam ini.


"Udah, tapi tetap gak baik-baik. Gue pikir setelah gue ajak makan malam dan gue perlakukan dengan baik, tetep aja saat gue bilang gue mau minta maaf karena sudah menggelar acara lamaran sama Feza. Akhirnya dia marah-marah terus nangis. Gue tuh suka iba kalo liat cewek nangis tapi ya gimana dia juga mancing emosi gue"


Flashback on


Di dalam mobil yang terparkir di depan sebuah rumah sederhana, Rama mengantarkan Maudy pulang kerumahnya seusai pergi makan malam bersama. Sebelum Maudy turun, ia ingin mengutarakan sesuatu.


"Dy, aku sengaja ajak kamu makan malam ini buat minta maaf. Maaf untuk kejadian beberapa bulan lalu saat aku mangkir dari acara spesial kita. Aku memang masih ada rasa buat kamu, tapi aku gak mau mengulang kesalahan yang sama. Aku sudah lamaran beberapa hari lalu"


"Kamu jahat Ma, jadi kamu sengaja perbaiki hubungan kita akhir-akhir ini buat menebus kesalahan kamu waktu itu? Hiks... Kamu sendiri Ma yang bilang kalo hubungan kita ini udah lama, apa gak ada pertimbangan buat aku? Siapa wanita itu? Apa dia lebih baik dari aku? Hiks..." Maudy menangis sambil memukul-mukul dada bidang Rama. Ia pikir selama ini pria itu serius ingin kembali merajut kasih dengannya namun ternyata dugaannya salah.


Selama ini Rama begitu perhatian seperti menyambung jalinan kasih mereka yang terputus, membuat Maudy terbuai akan sikapnya. Kini Maudy merasa bahwa Rama hanya sedang memainkan dramanya untuk membalas dendam pada Maudy.


"Jawab aku, siapa wanita itu? Apa dia lebih baik dari aku? Kamu jangan diam aja, apa kamu pikir dengan diam begini aku akan berpikir kamu orang yang baik? Kamu tuh jahat. Tega kamu sama aku Ma, kamu buat aku terluka saat aku sudah mulai percaya sama kamu. Aku gak mau maafin kamu, biarin kamu nikah sama dia. Aku bisa jamin kalian gak akan bahagia" geram Maudy.


"Dy, lo jangan egois. Apa lo lupa? Dulu lo juga ngelakuin hal yang sama kaya gue. Lo yang dengan gampangnya mutusin hubungan kita padahal gue udah bilang berkali-kali gue cuma minta di undur bukan dibatalin. Salah lo sendiri gak percaya sama pacar lo ini, malah lo nurut sama perintah orang buat dijodohin. Sekarang apa? Gue lebih dulu lamaran dibanding lo. Nyesal gak tuh?" Rama terpancing emosi dengan kata-kata Maudy. Tiba-tiba saja dia menyebut lo-gue yang sebenarnya bukan panggilan mereka banget.


"Jadi lo dendam sama gue? Lo sengaja ya? Brengsek lo Ma" Maudy tidak tahan untuk tidak mengumpat pada Rama.


"Dy, kita tuh gak sebanding. Masih enakan lo. Inget gak, sehabis lo putusin hubungan kita dalam waktu satu minggu lo udah jalan kan sama laki-laki itu. Lo gak galauin gue. Hidup lo baik-baik aja. Sedangkan gue, gak akan terpikir sama lo betapa menderitanya gue. Saat gue balik ke Jakarta gimana sikap lo ke gue? Apa gak bikin gue semakin menderita. Gue gak bermaksud buat adu galau sama lo, tapi intinya gue sadar cinta lo gak pernah tulus buat gue. Gue jahat ada sebabnya" Maudy hanya mampu terdiam saat dirinya benar-benar tak kuasa akan dibuat seperti ini hatinya oleh Rama.


"Jahatnya lagi, gue menunggu lo terluka" ucap Rama dengan wajah datar tanpa rasa bersalah.


"Makasih buat semuanya, semoga lo bahagia"

__ADS_1


Braak


Maudy turun dan menutup pintu mobil dengan sekuat tenaga. Sedangkan Rama hanya mampu mengusap wajahnya kasar. Ia sadar sikapnya barusan itu salah, ia hanya tidak menyangka dengan respon Maudy yang menangis sampai mengumpat padanya yang membuatnya ikut terpancing emosi.


Flashback off


"Yang penting lo udah usaha mengakhiri semuanya. Memang susah kalo mau di akhiri baik-baik, gak akan bisa kalo gue liat-liat" kata Nanda.


"Ahhh, udahlah gue gak mau bahas dia lagi. Kini gue cuma mau fokus sama persiapan pernikahan gue" ucap Rama mendesah pelan.


"Tapi gue masih penasaran sama sesuatu" Nanda tidak jadi mendorong bolanya, ia menatap intens pada Rama.


Rama mengernyit bingung.


"Lo cinta sama Feza?" tanya Nanda akhirnya.


"Itu ... Em, gue belum sepenuhnya cinta sama Feza. Tapi gue akan mencoba dan mau mempertahankan rumah tangga gue selamanya sama Feza" ungkap Rama.


"Baguslah, jangan sampe lo jadi duda. Bisa-bisa adek gue bangkit lagi semangatnya buat ngejar lo" canda Nanda. Tapi bisa jadi sih, pikirnya.


"Hahaha, jadi lo tau?" sambut Rama dengan wajah yang sudah kembali normal.


"Kalo gak jadi duda, poligami bisa juga sih" ucap Rama.


Tak Tak Tak


Nanda memukulkan tongkat biliardnya pada tongkat Rama. Seolah memperingatkan jangan berani-beraninya lo.


"Santai aja kali, gue kan cuma bercanda"


Beberapa hari kemudian


"Sayang, masak apa?" tanya Nanda saat dirinya baru saja pulang dari bermain futsal bersama Jovan.


"Masak rendang, kamu lapar?" tanya Dinda sambil meletakkan ponselnya ke atas nakas lalu menyambut kedatangan sang suami.

__ADS_1


"Iya, siapin ya. Aku mau mandi dulu" Nanda pun berlalu setelah mencium singkat bibirr istrinya.


Dinda dengan telaten menyiapkan makanan untuk suaminya. Hatinya juga senang bisa membuatkan masakan yang baru kali ini mampu ia buat setelah membeli bumbu instannya di situs belanja online.


Nanda datang setelah membersihkan diri, memeluk istrinya dari belakang lalu meniup-niup tengkuk istrinya. "Makasih udah masak yang enak-enak buat aku"


"Sama-sama sayang, udah sini duduk" titah Dinda lalu Nanda pun dengan patuh mengikuti instruksi dari istrinya.


Mencium aroma sedap dari masakan itu, membuat Nanda buru-buru mencuci tangan di westafel dan hendak makan dengan tangan.


Dinda pun meletakkan kembali sendok garpu ketempatnya karena sang suami tidak membutuhkan dua alat makan itu lagi.


Nanda pun makan dengan lahap. Sedangkan Dinda hanya duduk diam menemani sang suami di meja makan.


"Sayang, kamu kayanya dari awal emang gak suka ya sama aku?" tanya Nanda ditengah-tengah kegiatan makannya.


"Hah, kok nanya gitu?" tanya Dinda dengan ekspresi bingung.


"Kamu kan tau aku suka daging, tapi kamu gak pernah masak daging. Selalu sayur, telor, ayam. Kenapa gak sekalian aja ngira aku vegatarian, biar masaknya sayuuur terus" ungkap Nanda kesal.


Mendapati protesan suaminya, Dinda malah tertawa. Setelah dipikir-pikir, iya juga sih. Selama menjalani pernikahan dengan Nanda, dirinya selalu masak sayur, telor, ayam, plus ikan. Tidak pernah masak daging.


"Hahahah, aku terbiasa naro yang terbaik di paling akhir Yank" sahut Dinda menyanggah suaminya.


"Jadi ini kali terakhir kamu mau masak?" tanya Nanda lagi.


"Eh enggak enggak, maksudnya gak kasih yang terbaik di awal-awal, gitu" jawab Dinda lagi.


Nanda pun tak protes lagi, ia makan dengan konsentrasi penuh. Apalagi ini adalah daging masakan Dinda untuk pertama kali.


*


*


*

__ADS_1


Terimakasih sudah memberi support😍


Ditunggu juga vote dan hadiahnya🙄


__ADS_2