(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
18. Godain atau Godaan


__ADS_3

Sebelum lupa, baiknya absen jempol dulu dong. Terusjangan lupa komen yaau🙄


...$...


...$...


...$...


Sekembalinya Ariel dari memberikan kunci motor kepada temannya, Dinda dan Ariel langsung menuju ke mobil Dinda untuk jalan-jalan. Waktu mereka pun tak banyak sebab sekarang sudah sore dan tak mungkin pulang habis magrib. Pasti orangtua mereka akan khawatir terutama orangtua Dinda.


Saat mereka sama-sama sudah duduk nyaman di dalam mobil, Dinda baru sadar jika ternyata minuman es tebu yang ia beli tadi belum di minum, dan sekarang sudah mencair semua batu esnya.


"Haiisshh, gara-gara ngikutin kamu kesini aku sampe lupa dong" ujar Dinda yang mengangkat es tebu tersebut depan mukanya.


"Yah, aku salah lagi ya?" tanya Ariel dengan tampang lugunya.


"Iya, kamu harus ganti rugi nih" ucap Dinda yang kemudian turun dari mobil untuk membuang es tebunya ke tempat sampah yang tak jauh dari mobilnya.


"Tenang aja sayang, apa aja yang kamu mau aku beliin. Sekarang kita berangkat yaa, waktu kita mepet soalnya" sahut Ariel yang langsung melajukan mobilnya setelah Dinda kembali ke mobil. Sambil jalan-jalan sore menuju bakso Bujangan langganan Dinda dan keluarganya.


Saat dijalan mereka tak banyak bicara, sebab Ariel yang kelelahan namun tetap ia paksakan untuk pergi ngebakso bersama Dinda sedangkan Dinda sibuk mengamati langit sore sambil pegang ponsel. Ya ngapain lagi kalo bukan buat instastory. Mumpung langitnya lagi indah banget, pikir Dinda.


Dinda kemudian menguploadnya di sosial media miliknya serta tak lupa menautkan akun sosial media milik Ariel.


Tugas Ariel selanjutnya adalah me-repost ulang snapgram yang di buat oleh Dinda. Karena jika tak begitu, bisa ngamuk lagi macan cantiknya ini.


Setelah sampai di tempat baksonya, Dinda segera turun lalu menggandeng Ariel karena meski tadi sempat bete sama Ariel namun kini kembali membaik. Lagi pula jika tak digandeng, selalu ada saja mata-mata jahannam yang menggoda Ariel seolah Ariel tidak ada yang memiliki. Kini, kemana pun pergi harus selalu di gandeng. Biar cewek-cewek segera menyingkir.


Dinda yang kini telah duduk di kursinya bersebelahan dengan Ariel dan sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba saja mendengar bisik-bisik tetangga dari arah belakang posisinya duduk saat ini.


Ternyata mereka sekumpulan Sales Promotion Girl perusahaan rokok yang sedang nongkrong disana dengan pakaian super ketat dan rok mini sedang memperhatikan Ariel dan coba memanggil-manggil Ariel.

__ADS_1


"Sssstttt"


"Ehemmm"


"Dek, abangnya boleh buat kakak gak ?"


Begitulah mereka yang dari tadi dicuekin sama Dinda dan Ariel. Tapi kini Dinda menatap mereka dengan tatapan sadis, karena mereka mengira kalo Ariel dan Dinda adek kakak. Memang tampang dan pembawaan Ariel yang terlihat dewasa saat ini sedangkan Dinda seperti anak SMA maka wajar saja jika mereka salah paham.


Setelah ditatap Dinda cukup lama, kemudian Dinda sengaja berbicara kepada Ariel dengan suara yang cukup lantang sehingga kira-kira bisa terdengar sampai ke telinga mereka.


"Sayang, habis ini kita pulang ya" ucap Dinda sambil nyentuh-nyentuh bahu Ariel dekat.


Ariel yang tahu penyebab gelagat mencurigakan kekasihnya itu hanya mengangguk saja. Sebab, Ariel lagi ngunyah sedangkan Dinda sudah tak mempedulikan makanannya. Padahal yang mau makan bakso sore ini adalah Dinda. Malah dia sendiri yang tak menghabiskan makanannya.


Ini kok makin nempel aja, pikir Ariel.


Setelah keluar dari tempat makan tersebut, Dinda dan Ariel menuju mobil tapi kini Ariel semakin tak kuat menghadapi Dinda yang tadi pas masuk gandengan, sekarang pas keluar makin ganjen aja.


"Sayang, kamu kenapa sih tadi?" tanya Ariel saat mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah.


"Aku gakpapa" jawab Dinda yang justru di olok-olok Ariel.


"Aku gakpapa, aku gakpapa apanya ? Aku tahu kok kamu ga suka kalo ada yang goda-goda aku" kata Ariel yang kemudian menggenggam tangan Dinda lalu mengecupnya.


"Aku ga suka liat cewek ganjen, terus kamu juga diem aja. Suka ya di godain?"


Duh, salah lagi. Sayang kamu jangan ngomel terus dong. Aku tuh lagi capek pengen istirahat, tapi kamu kalo kaya gini terus bisa-bisa aku kepancing emosi entar. Lama-lama aku ga kuat sayang kalo terus-terusan kamu giniin, batin Ariel.


"Nggak dong sayang, aku diam karena kalo diladenin nanti malah makin jadi" terang Ariel yang memang cuek saja. Sebab hanya kepada Dinda-lah ia bisa menunjukkan sisi pedulinya.


"Kamu percaya sama aku, di hati aku cuma ada kamu. Satu lagi, aku punya hobi olahraga udah dari dulu sayang, dari zaman sebelum kenal kamu. Aku mohon kamu izinin aja ya kalo aku mau main sama temen-temen aku. Kan akunya ga macem-macem juga. Semua teman-teman aku juga udah pada tahu kalo kamu pacar aku" sambungnya.

__ADS_1


"Iya" jawab Dinda pelan.


"Aku ga mau kamu marah-marah terus sayang, aku mau hubungan kita ini langgeng. Satu-satunya wanita yang mau aku jadiin istri ya cuma kamu. Kita latihan saling pengertian dari sekarang ya, aku aja bisa ngertiin kamu kalo kamu lagi nongkrong bareng temen-temen kamu" ajak Ariel bernegosiasi.


"Iya sayang, maafin aku ya kalo aku marah-marahin kamu terus. Tapi kan aku gini juga gara-gara kamu" titah Dinda.


Bener-bener ya, cewek ga pernah salah.


"Iya sayang, aku salah. Huuuh (Ariel menghebuskan nafas berat). Aku juga minta maaf ya karena salah aku banyak banget ke kamu. Tapi hebatnya kamu selalu maafin aku. Semoga aku ga ngecewain kamu lagi" ucap Ariel yang memuji Dinda biar cepat kelar masalahnya, pikir Ariel.


"Iya sayang, aku sayang kamu" balas Dinda yang refleks mencium pipi Ariel yang lagi nyetir.


Ariel yang mendapat serangan dadakan tentu kaget. Apalagi ini kali pertama di cium Dinda.


Btw, kalo di cium cewek lain udah sering.


Ariel pun tersenyum terlebih melihat muka Dinda yang kini memerah dan tampak salah tingkah akibat ulahnya sendiri. Ariel pun kembali mengganggam dan mengecup jemari Dinda lagi. Ariel senang dengan tindakan Dinda barusan, sebab memang itu yang ia inginkan sejak lama. Hanya saja ia takut untuk memulai duluan. Takut Dinda meninggalkannya karena berani menciumnya.


"Cium lagi dong" goda Ariel cengengesan menawarkan pipinya ke arah Dinda.


"Ishh, aku ga sengaja" gumam Dinda pelan sekali. Beruntung telinga Ariel ga congean.


"Ya udah, sekarang yang sengajanya" goda Ariel lagi.


"Tantee, Ariel minta cium" jerit Dinda yang sengaja ngerjain Ariel karena mobil sudah sampai rumah dan mobil juga masih tertutup rapat. Jadi sebebarnya masih aman.


...$...


...$...


...$...

__ADS_1


Habis komen terbitlah vote😍


__ADS_2