
Dinda dan Ariel telah lama berbaikan. Mereka sudah kembali menjadi seperti sedia kala yang masing-masingnya selalu mengabari, selalu perhatian, dan selalu khawatir jika sedang berjauhan.
2 tahun berlalu setelah kejadian 3 bulan saling diam itu kini mereka sama-sama sedang di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Ariel yang awalnya berniat menikahi Dinda saat Dinda baru saja lulus kuliah harus di tunda karena keuangan Ariel yang sedang memburuk waktu itu.
Tapi kini sebenarnya sudah kembali stabil, hanya saja mereka berdua belum ada lagi membahas yang namanya pernikahan. Untuk mengabari dalam sehari saja paling hanya 2 kali.
Saat jam makan siang dan jam pulang kerja. Ariel yang kini menjadi CEO di 2 perusahaan, yaitu perusahaan teknologi (IT) milik papanya dan perusahaan konstruksi yang Ariel bangun sendiri.
Sedangkan Dinda, karena ia ingin mandiri dan tidak ingin bergantung dengan papanya. Jadi, ia memilih untuk bekerja di tempat lain yang mana tempat ia bekerja itu adalah sebuah firma hukum milik Aidil, suami Ayu.
Dinda bekerja di bagian pembuatan perjanjian atau kontrak. Ia setiap harinya bekerja dari Senin-Jum'at. Masuk pukul 08:00 dan pulang paling cepat jam 17:00. Kalau ada internal meeting dadakan, Dinda bisa lembur bahkan sampai jam 22:00 malam.
Ariel tak keberatan Dinda mau bekerja dimana. Bahkan bekerja di perusahaannya pun juga boleh. Tetapi malah Dinda sendiri yang keberatan dengan tawaran itu. Karena ia tak mau menjadi salah satu karyawan yang di spesialkan, katanya.
Hingga pada suatu siang, Dinda yang saat itu sudah selesai dengan segala pekerjaannya pun mencoba menghubungi Ariel. Ia begitu rindu dengan kekasihnya itu.
Karena meski rumah mereka berhadapan, mereka bertemu hanya 1 minggu sekali, yaitu pas malam minggu saja. Tidak seperti dulu, yang kapanpun bisa bertemu.
Kalau sekarang pulang kerumah buat istirahat, karena lelah setelah seharian bekerja. Belum lagi kalau Ariel yang lebih banyak lembur di banding Dinda. Dan Dinda pun cukup tahu dan mengerti bagaimana pekerjaan Ariel. Ia pasti lebih lelah di banding Dinda. Oleh sebab itu, Dinda tidak pernah menuntut untuk malam mingguan keluyuran. Mentok-mentok ya di teras rumah Dinda atau nongkrong di bawah pohon mangga Ariel.
Dinda:"Sayang, udah makan siang?" ketik Dinda pada ponselnya.
Selang 1 menit, balasan dari Ariel pun masuk. Ting...
Ariel:"Udah sayang"
Dinda:"Kamu lembur ga hari ini?"
Ariel:"Iya sayang"
__ADS_1
Dinda:"Kamu kok cuek banget sih?". Dinda mulai rada kesal karena tak biasanya Ariel cuek begini dan tak bertanya balik kepadanya.
Gapapa sibuk, tapi sesekali luangin waktu kek buat hubungin aku duluan. Selama ini aku terus yang duluan chat. Kamu ga pernah inisiatif duluan. Apa jangan-jangan Ariel selingkuh lagi?, gerutu Dinda mengomel sendiri di meja kerjanya. Untung saja semua karyawan sedang berada di luar, kalau tidak bisa di provokasi mereka.
Ariel:"Aku lagi periksa berkas sayang"
Dinda:"Bukan selingkuh?" tanya Dinda akhirnya karena memang sudah beberapa kali di selingkuhi membuat Dinda jadi sering curigaan dan ga percayaan sama Ariel.
Ariel:"Kamu apaan sih? Aku kerja ya bukan selingkuh. Kalo ga percaya ya udah, sini". Membaca kalimat tersebut membuat Dinda makin emosi. Karena Ariel seperti memarahinya dan ini kali pertama Ariel melakukan itu pada Dinda.
Dinda:"Kok kamu marah? Aku kan cuma nanya. Kalo emang ga ya ga usah ngegas dong. Anda merasa?" balas Dinda yang tak ingin kalah dengan Ariel.
Lama pesan Dinda tak kunjung di balas. Namun Dinda selalu keluar masuk Whatsapp untuk melihat status online Ariel.
Nyatanya, Ariel selalu online dan tak membaca pesan yang Dinda kirim. Dinda yang kesal akhirnya kembali mengirimi Ariel pesan.
Dinda:"Tumben online terus, biasanya pegang handphone sejam sekali"
Ting...
Ariel:"Aku ngecek berkas yang di kirim via WA"
Dinda:"Mana? Aku mau liat"
Sekitar 10 menit tak kunjung di balas. Yang membuat Dinda resah itu status Ariel yang online terus dan sama sekali tak mengirimi berkas apa yang ia periksa. Makin kalut hati Dinda. Untunglah ia tak punya deadline untuk hari ini. Kalau saja ada, pasti ia akan kesulitan mengerjakannya karena tak bisa konsentrasi.
Dinda keluar masuk whatsapp demi ngecek status online Ariel. Nyatanya tertulis "online" terus menerus.
Dinda:"Mana berkas yang kamu periksa itu. Gimana aku bisa percaya 100 persen sama kamu kalo kamunya aja kaya gini. Ngomong ga ada bukti. Ingat ya! Aku curigaan sama kamu juga karena kelakuan kamu sendiri"
__ADS_1
Tak lama masuk lah pesan dari Ariel. Sebuah foto.
Setelah Dinda cek, makin membuat Dinda yakin bahwa Ariel menyembunyikan sesuatu darinya.
Karena yang Ariel kirim adalah berkas hardcopy yang tergeletak di atas meja kerjanya. Padahal tadi Ariel sendiri bilang bahwa yang ia periksa adalah berkas yang di kirim di WA. Dan itu artinya berkas tersebut haruslah berbentuk softcopy atau Ariel bisa mengirimkan screen shoot berkas yang ia periksa.
Dinda yang tak bisa sabar dengan keadaan pun akhirnya memilih untuk memblokir Ariel. Ia sengaja melakukan itu. Sebagai bentuk betapa ia kesal dan marah terhadap Ariel.
Dinda bukan wanita bodoh yang bisa di tipu dengan cara seperti itu. Ia tidak suka di permainkan. Dan Ariel sudah membuat kesabarannya teruji hari ini.
1 bulan kemudian
Ayu sengaja siang itu main ke firma hukum milik Aidil, suaminya. Meskipun sebenarnya suaminya tidak bekerja di sana melainkan suaminya memilih bekerja mengurus perusahaan milik keluarganya.
Ia datang untuk bertemu dengan Dinda. Karena ia sudah cukup lama tidak bertemu dengan Dinda semenjak menjadi seorang Ibu. Mungkin sudah sekitar 2 bulanan ia tidak bertemu Dinda.
"Din..." sapa Ayu saat ia telah berada di depan pintu kaca ruang kerja Dinda.
"Oy oy oy, lama banget lo ga jengukin gue di sini. Kemana aja lo? Nambah anak?" ucap Dinda yang memang semenjak bergaul dengan para seniornya yang isi kepalanya pelecehan seksual dan pembunuhan kini ucapannya sudah kelewat batas. Di atas rata-rata.
"Sembarangan. 1 anak aja cape ngurusnya apalagi kalo nambah" ucap Ayu yang duduk di depan meja kerja Dinda.
Ayu memang bisa sesantai itu masuk ke ruangan kerja Dinda. Karena siapa yang berani menegurnya. Dia adalah istrinya bos. Yang artinya Ayu juga adalah bos mereka secara tidak tertulis.
"Kirain, kesini mau nunjukin test pack" ledek Dinda.
"Gue kesini karena kangen lo, kangen Ariel juga sih sebenernya" ucap Ayu yang memang 1 tahun terakhir sejak Dinda bekerja di sini ia sudah sangat akrab dengan Ariel. Apalagi dulu memang Ariel antar jemput Dinda terus kalau sedang tak bepergian keluar kota.
"Gue putus sama Ariel. Udah sebulan" ucap Dinda lesu.
__ADS_1
"Halah, paling juga ntar balik lagi. Lagu lama itu mah. Gue sama Aidil udah hapal sama kisah kalian. Putus nyambung mulu. Ga cape apa?" tanya Ayu yang gemas sekaligus geram dengan pasangan Dinda-Ariel ini. Udah dewasa tapi kelakuan masih gitu-gitu aja. Ga berubah dari jaman Dinda kuliah.