(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
36. Wisata Kuliner (1)


__ADS_3

Sore hari sebelum Dinda beranjak pulang menuju rumah, Dinda mengajak Ariel nanti malam untuk menemaninya ke taman sambil cari-cari makanan lezat yang biasa berjejer di pinggir taman itu. Dan karena ingin menebus dosa serta berharap hubungan mereka kembali harmonis seperti sedia kala maka Ariel pun mengiyakan ajakan Dinda.


Pukul 19.00 di ruang tamu Dinda sudah mendudukkan dirinya sambil menggenggam kaca kecil di tangan. Malam ini ia merasa sangat centil.


Tak biasanya ia memegang kaca kecil itu dan berkaca terus. Sisi cuek terhadap penampilannya mulai luntur.


Apa ini karena beberapa kali di selingkuhi makanya Dinda jadi begini ? Mau memperbaiki diri, mulai peduli dengan penampilan, dan sudah lebih pandai berdandan mulai malam ini.


"Ternyata di selingkuhi pun ada hikmahnya" gumam Dinda yang menyadari dirinya sendiri kini mulai "aneh". "Buat Ariel menyesal Tuhan karena sudah berani-beraninya selingkuhin cewek secantik ini" lanjutnya lagi sambil merapikan sedikit poni yang berantakan.


"Udah, udah nyesel banget" sahut Ariel depan pintu. Ternyata laki-laki itu sudah beberapa menit berdiri di sana.


Menatap kekasihnya yang kini jauh lebih mempesona di banding sebelumnya dan sedang berbicara sendirian. Ariel terpaku sejenak, ia berpikir memang telah sangat kejam kepada Dinda.


Wanita di hadapannya ini tak memiliki kekurangan dalam hal apapun. Maksudnya ada, tapi bagi Ariel semua jadi kelebihannya yang mudah bagi untuk menerimanya.


Lalu, apa alasanku selingkuh ? Pikir Ariel. Dinda baik, penurut, ga pernah ngeluh (kecuali kalo Ariel tiba-tiba ngilang), selalu jujur, dan apapun keputusan kecil maupun besar pasti di bicarakannya ke Ariel. Ariel bagai sosok yang sangat penting di hidupnya.


"Iiih, kamu ngagetin aja" pekik Dinda yang kaget mendengar suara Ariel tiba-tiba.


"Kamu tuh asik ngaca aja, makanya sampe ga sadar aku udah di sini" sahut Ariel sambil berjalan menghampiri Dinda lalu duduk di sampingnya.


"Kita ga langsung berangkat aja ?" tanya Dinda yang heran si Ariel kok malah duduk.


"Panggilin pama sama mama, aku mau izin dulu bawa anak gadisnya" jawab Ariel dengan wajah tenang dan cool.


"Duhhh, baiknya. Meleleh hati adek bang" ucap Dinda seraya berjalan meninggalkan Ariel dan masuk ke ruang tengah memanggil orang tuanya.


"Om, tante Ariel mau izin bawa Dinda jalan-jalan ya, mau ke taman" ucap Ariel saat selesai menyalami kedua orang tua Dinda.


"Kamu Riel, di jaga ya anak tante. Jangan sampe berantem lagi kalian, nanti bisa-bisa ada banjir air mata lagi di depan pagar tante" ucap Mama Dinda yang mendapat senggolan kecil dari papa.


"Hehe, ga usah di bahas Tante. Ariel malu" ucap Ariel polos.


"Tadi kalo kamu sebut nama tante 3 kali pasti tante langsung bantuin" pungkas mama Dinda yang membuat Ariel makin malu. Sedangkan papa cuma senyum-senyum aja. Pasti udah di ceritain sama mama. Ah, kalo ngintip tuh ya ngintip aja, jangan di gosipin pula. Malu aku, pekik Dinda dalam hati.


"Ga usah di panggil 3 kali, di panggil sekali juga kayanya langsung datang. Toh mama kupingnya punya radar kenceng" gumam Dinda pelan.

__ADS_1


"Udah udah, kalian jadi pergi ga ni ? Apa mau nunggu tante berubah pikiran dan malah mau ikut sama kalian jalan-jalan ?" sahut papa Dinda yang kasihan juga lihat Ariel di godain istrinya.


"Jangan deh om, bisa gagal romantisan nanti" ucap Ariel yang otomatis mendapat cubitan kecil di pinggangnya oleh Dinda.


"Oh, harus ikut kalo gitu. Ayo pa buruan siap-siap" tutur mama yang berbalik ke dalam untuk siap-siap dan langkahnya kemudian di ikuti oleh papa.


"Kamu ih, tuh kan ga bisa senang-senang deh kita. Masa jalan kaya anak TK. Di pantau orang tua" ujar Dinda sambil cubit-cubit bahu Ariel dan yang punya bahu cuma ketawa sambil meringis.


"Lah, kan emang itu tujuan aku. Om sama tante kalo di ajak pasti ga mau. Akhirnya ya pake cara lain deh" ucap Ariel beralasan.


"Tapi kamu ga bilang sama aku mau ajak papa mama" ujar Dinda cemberut.


"Tenang sayang, kita jangan 1 meja aja sama pasangan itu" rayu Ariel biar Dinda ga bete. Sebab kalo mau di batalin ajak orang tua Dinda kan gak mungkin. Mereka aja udah rapi. Nih mereka udah nongol buktinya.


"Hei, ayo" sahut Mama Dinda dengan tas hermes tergantung di sikunya.


"Ma, ini cuma makan pinggir jalan, itu tasnya bisa bikin pedagangnya kabur lho" ucap Dinda yang merasa aneh dengan tampilan mamanya yang seperti ingin pergi arisan sosialita.


"Lho, tapi cantik kan ?" jawab sang mama.


"Iya siiih, tapi ntar di kira istri pejabat yang mau gusur lahan mereka" pungkas Dinda.


"Huft, istri papa gini amat" gumam Dinda.


"Huft, istri om gini amat" gumam Ariel.


"Riel, berani kamu ?" ucap Papa Dinda dengan wajah di sangar-sangarin biar Ariel takut.


"Om, Dinda boleh gitu. Kok aku ga boleh" ujar Ariel yang membuat Dinda tertawa ngakak di sampingnya.


"Ya kamu anak tetangga saya, Dinda anak saya. Ya beda dong" ucap Papa sambil elus-elus kepala Dinda.


"Ehem, udah pas belom ?" tanya mama yang baru saja sampai ke ruang tamu.


"Nah ini baru mama aku, ayo ma" ucap Ariel yang langsung mempersilahkan mama Dinda berjalan lebih dulu.


Mereka pergi pukul 20.00, dan sepanjang perjalanan mereka sibuk menertawai kekonyolan papa dan Ariel.

__ADS_1


Ternyata tanpa Dinda ketahui, selama Dinda dan Ariel putus. Papa dan Ariel pernah pergi ke Bandung tidak janjian tapi hanya papasan 1 pesawat karena urusan pekerjaan masing-masing.


Pov Ariel dan Papa Dinda


Jadi ceritanya, Papa hendak ke Bandung mau bahas tentang proyek pembangunan yang sudah di approve oleh perusahaan papa. Sedangkan Ariel ke Bandung buat membuka perusahan sendiri miliknya. Bukan milik papanya.


Tapi begitu sampai bandara mau ke Bandung, mereka tak sengaja bertemu dan akhirnya malah nempel mulu. Sampailah pada pemesanan hotel. Papa maunya ikut Ariel saja, nginap di hotel yang sama saja dengan Ariel. Perusahaan papa sudah memberikan pelayanan lengkap mulai dari penjemputan hari pertama papa di sana sampai hari terakhir. Tapi papa ini orangnya susah di atur memang. Apalagi kalo pergi tanpa pawangnya. Ada saja hal di luar dugaan yang ia kerjakan.


Papa memilih ikut Ariel saja, nginap di hotel yang sama dengan Ariel toh jarak hotel yang Ariel ingin pesan tidaklah jauh dari tempat papa meeting nanti. Ariel pun iya-iya saja. Karena enak juga pikirnya akan ada teman ngobrol.


Eh ternyata, Ariel ini baru mau pesen hotel di aplikasi dan ternyata semua hotel yang berdekatan dengan tempat yang mereka tuju penuh semua. Alhasil carilah hotal bintang menurun, alias ga ada yang bintang 5 ya bintang 4, ga ada bintang 4 ya bintang 3. Dan begitu seterusnya.


Dan di sinilah mereka. Di hotel melati, kamar yang sama terbaring 2 laki-laki dengan hanya menggunakan boxer. Yang satu berusia 45 tahun dan 1 lagi 24 tahun.


Saat itu sudah pukul 22.00. Setelah lelah seharian, mereka hendak ingin istirahat. Mereka sama-sama tidak memperdulikan setelan tidur minimalisnya masing-masing. Yang penting urusan besok pagi lancar, itu saja pikir mereka.


2 jam kemudian, pintu terdengar di ketok dengan tidak santai. Dan ada suara...


"Buka, buka. Ngapain kalian di dalam"


"Hei buka pintunya"


"Lampunya juga di matiin, ngapain kalian ini"


Mendengar hal itu, papa sama Ariel beranjak bangun dan barengan buka pintu, uuh so sweet.


"Pasangan gigolo ya ?". Itulah pertanyaan yang di dengar mereka begitu pintu terbuka.


"Hah ?" ucap Papa dan Ariel bersamaan.


"Buruan pake baju dan ikut ke kantor" ucap petugas Satpol PP itu lagi.


Papa dan Ariel sempat bengong, kemudian saling melihat ke bawah.


"Astaga" pekik mereka bersamaan.


Setelah berpakaian lengkap, papa dan Ariel di bawa ke kantor tempat pembinaannya dengan beberapa pasangan muda-mudi lainnya. Papa masih bisa ketawa ngakak lihat ekspresi Ariel waktu itu. Sedangkan Ariel sudah cemas kalau-kalau orang tuanya tahu pasti dia akan kena sanksi dari orang tuanya itu.

__ADS_1


Saat sampai di kantor, papa mencoba menjelaskan dengan detail dan jujur bagaimana dia dan Ariel bisa menginap di hotel tersebut. Namun urusan tidak selesai begitu saja, hingga akhirnya Papa harus mengeluarkan uang sekian agar ia dan Ariel bisa segera di bebaskan dan cari tempat yang layak untuk menginap malam ini.


Pov Ariel dan Papa Dinda (end)


__ADS_2