(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
12. Asik-asik


__ADS_3

Yang di atas tadi udah di like? Belom? Apa? Belom? MAU DISATE? Cepat like, sebelum kemarahan otor memuncak😈


...$...


...$...


...$...


Kriiingggg... kriiiiingggg


"Hoaaammm"


Dinda terbangun pagi itu karena mendengar alarm yang ia setel semalam. Tumben sekali Dinda menyetel alarm seperti saat ini. Alasannya agar tak terlambat bangun, sebab ia mau berangkat ke kampus pagi ini bersama Ariel.


Dengan lincahnya Dinda bergerak kesana kemari mematikan jam alarm, lalu membereskan tempat tidurnya dan segera mandi. Setelah selesai mandi, Dinda pun memilih pakaian yang akan ia kenakan. Pilihannya pun jatuh kepada dress selutut yang berwarna peach dengan lengan panjang. Setelah memakai perawatan kulit dan pakaiannya, Dinda menyisir rambutnya yang panjang kemudian ia ikat sedikit bagian rambutnya dibelakang. Tak lupa memoleskan bedak diwajahnya yang putih mulus agar tampak segar dan tambahan lipstik berwarna merah ceri agar tampak merona dan tak pucat. Hari itu, Dinda benar-benar berdandan feminim. Sebab tak biasanya ia menggunakan dress dan lipstik warna merah ceri. Dinda adalah gadis yang serba kasual. Sukanya pakai kemeja, jeans, hoodie, sepatu kets. Dengan tampilan barunya hari ini, pasti membuat seluruh penghuni rumahnya akan terkejut dan kagum karena kecantikannya yang tersembunyi itu kini telah terpancar.


Sebelum turun untuk sarapan, Dinda mencari sepatu yang akan ia pakai, yaitu flat shoes satu-satunya yang ia miliki yang berwarna nude. Setelah ketemu, Dinda memakaikan di kaki jenjang miliknya dan malah asik berkaca-kaca karena ia pun takjub dengan penampilannya hari ini. Baru hari ini ia menyadari bahwa ternyata ia cantik juga. Ya meskipun tetap banyak ditemukan perempuan yang lebih cantik dari Dinda. Seperti kata pepatah, diatas langit masih ada langit.


Saat menuju ke meja makan hendak sarapan, semua mata yang ada di sana tertuju pada Dinda. Mama, Papa, Bibi, serta kucing-kucing peliharaan papa ikut menatap Dinda dan mengacuhkan makanan di depannya. (Udah kebayangkan betapa cantiknya Dinda, ya sama juga kaya Author hehe...)


"Apa lu liat-liat" ucap Dinda saat melewati si kucing yang di beri nama Boy dan Angel itu.


"Kamu tuh, jalan udah kaya bidadari eh giliran liat Boy sama Angel mukanya langsung judes" tegur mama yang tadinya mau memuji eh malah ga jadi.


"Hehe... lagian si Boy udah ada Angel masih berani lirik-lirik aku" canda Dinda yang seolah jadi wanita penggodanya si Boy.


"Udah udah, buruan sarapan" ucap papa menengahi.


Mereka pun makan tanpa berbincang sedikitpun, hanya terdengar meong-meongnya si Boy dan Angel saja.


Sekilas info tentang Boy dan Angel. Mereka adalah turunan ketiga dari "pasangan kucing" Oppa dan Oci namanya. Mereka kucing kampung yang Papa pelihara sampai beranak pinak dan pada besar-besar karena nutrisi mereka sangat tercukupi sebab Papa sangat memperhatikan gizi dan kesehatan mereka. Dan sekarang Angel sedang hamil besar. Entah siapa bapaknya, sebab 1 bulan terakhir ini Angel sering nongkrong di pagar rumah tetangga. Yang kebetulan mereka memiliki kucing anggora berjenis kelamin jantan. Papa sih curiganya anak kucing tetangga. Tapi bisa jadi anaknya Boy juga, karena kandang Angel sama Boy kan sebelahan. Terus bisa aja kalo orang rumah lagi pergi dan Bi Hanum lagi sibuk, maka terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan, eh salah... sesuatu yang diinginkan.


Pokoknya, saat ini orangtua Dinda sedang bahagia menanti-nanti kelahiran cucu pertama mereka, sampai-sampai Angel diizinkan tidur di kamar mereka dan segala mainan, tempat tidur, tempat pup di bawa ke kamar Papa. Untung saja kamar orangtuanya itu besar, jadi Angel tetap bisa bergerak bebas mengeksplor segala tempat yang ia inginkan. Mulai dari ruang kerja papa, kolong tempat tidur papa, sampai kamar mandi pun di razia sama Angel.


Berbeda dengan Dinda, Angel dan Boy tidak boleh memasuki kamarnya, makanya Dinda lebih memilih kamar atas dibanding kamar bawah, biar Angel dan Boy ga patroli di kamarnya.


(oppss udah dulu ya kisah babang Boy dan dedek Angel, Dindanya udah kelar sarapan soalnya)


Setelah selesai sarapan, Dinda berbincang sebentar dengan orangtuanya. Sekaligus Dinda ingin mengatakan bahwa pagi ini ia berangkat bareng Ariel lagi.


"Ma, Pa, nanti Dinda berangkat ke kampusnya bareng Ariel, boleh ga?" tanya Dinda hati-hati, meski ia sebenarnya yakin pasti orangtuanya memperbolehkan saja, toh Ariel bukan lagi orang asing, Ariel kan anak tetangganya, yang mana Om Setyo pun jadi teman Papa sekarang. Sebab Dinda beberapa kali melihat papa pulang jalan kaki bareng Om Setyo waktu ikut sholat maghrib berjamaah di masjid.


"Oh, bareng si Ariel lagi" ucap mama yang memang selalu begitu, kepo dan menggoda-goda anaknya terus.


"Ma, anaknya udah gede. Jangan digodain terus" kata papa membela Dinda.


"Mama cuma nanya pa" sanggah mama.


"Huuu, papa baik mama ngga" ucap Dinda yang menjahili mamanya dan memuji sang papa karena memang jarang sekali papa memperbolehkan Dinda dekat sama laki-laki.


"Kamunya aja yang ga tau. Papa tuh kepo akut, tapi caranya aja yang ga keliatan" ucap Mama yang mendapat cubitan kecil dari papa.

__ADS_1


"Hah?" ucapku heran.


"Udah udah, kenapa papa yang dibawa-bawa. Kamu belom mau berangkat? Udah jam berapa ini" sela Papa berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Eh iya, aku ke atas dulu ya ma pa, mau ambil tas sama buku" ucap Dinda terburu-buru karena takutnya Ariel sudah menunggu di depan.


Setelah mengambil tas dan buku, Dinda mengecek handphonenya sekilas saat ditangga, dan ternyata sama sekali tidak ada pesan atau panggilan dari Ariel. Karena ingin memastikan lebih lanjut, Dinda langsung saja menuju ke depan apakah sudah ada Ariel atau belum.


Ternyata Ariel sudah berdiri tepat depan pagar rumahnya dengan posisi berdiri di depan mobilnya sambil memainkan ponselnya.


Saat Dinda membuka pagar, barulah Ariel sadar dan menyimpan kembali handphonenya lalu menyapa Dinda.


"Selamat pagi, Nyonya" ucap Ariel yang mempersilahkan Dinda untuk masuk ke mobilnya.


Kian hari makin tampan saja, pikir Dinda.


"Nyonya nyonya, emang aku udah setua itu?" tanya Dinda sambil duduk di kursi penumpang.


"Aku sih berharapnya gitu, cepet tua cepet bisa dihalalin" ucap Ariel yang pandai sekali membuat jantung Dinda hampir tukaran tempat sama usus. Apalagi senyumnya ketika mengatakan yang itu barusan, uhh bikin senam jantung.


"Kalo mabok, jangan nyetir" celetuk Dinda yang mendapat pelototan Ariel seketika.


"Hahaha... Ampun Tuhaaan, nih cewek ga bisa digombalin kayanya" ucap Ariel yang memandang kearah langit dan menangkupkan tangannya seolah sedang mengeluh pada Tuhannya.


Dinda yang melihatnya sok serius pun tertawa terbahak-bahak.


"Kamu tuh kocak banget siii, kenapa ga jadi pelawak aja?" tanya Dinda asal karena ngomong sama Ariel ga perlu pake otak.


"Ishhh ga kreatif, ya udah buruan jalan yok ntar telat" timpal Dinda yang kalo dibiarkan pasti mereka ga bakalan berangkat, sibuk debat.


"Berangkat" sahut Ariel ala-ala sinetron Ojek Pengkolan.


Selama di perjalanan, mereka tetap bicara ngalor-ngidul. Tidak ada yang kenal sama yang namanya jaim. Dua-duanya punya jiwa "gila" dan sefrekuensi sekali. Yang satu cantik gokil, satunya lagi tampan kocak.


"Sebelum aku lupa, aku mau bilang sesuatu" ucap Ariel yang diikuti dengan mimik wajah seriusnya.


Ariel mah mau ekspresi apa aja cocok, soalnya tetep tampan.


"Mau ngomong apa?" tanya Dinda yang tak begitu serius menggubris omongan Ariel. Sebab entar diseriusin ternyata cuma bercanda.


"Cantik banget kamu hari ini, tapi kamu sehat kan?"


"Hahaha, ihh baru tau ya aku cantik?" jawab Dinda dengan begitu semangat karena jarang-jarang nih di puji Ariel.


"Tapi kamu sehat kan?" tanya Ariel penuh penekanan.


"Emang aku kenapa? Pucat ya?" tanya Dinda bingung sambil menatap Ariel yang menyetir disampingnya menanti jawaban.


"Biasanya orang keliatan berubah kan kalo mau meninggal?" tanya Ariel sambil tertawa dan langsung mendapat pukulan keras dibahunya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Dinda.


"Becanda kamu ngeri banget, kalo aku mati siapa lagi yang bisa pukulin kamu kaya gini" oceh Dinda yang kesal tapi ga bisa marah juga.

__ADS_1


"Ampun ampun, kamu cantik banget. Ga ada yang bisa ngalahin pesona kamu di hati aku"


"Gombal teroos"


"Aku serius, kamu jangan cantik tiap hari ya"


"kenapa?"


"Mata aku butuh istirahat, masa pelototin kamu terus"


"Kureng siiih" ejek Dinda


"Mau lagi? tawar Ariel


"Ogah"


"Kamu mau denger aku nyanyi ga?" tawar Ariel lagi.


"Ya udah boleh" jawab Dinda pasrah


"Tapi kalo suara aku bagus gapapa ya" pungkas Ariel yang membuat Dinda kesal sekaligus geram pengen nabok tapi takut di tabok balik.


"Ga usah nyanyi deh, sumpah aku ikhlas banget kalo kamu ga jadi nyanyi" ucap Dinda yang seolah lelah menghadapi Ariel. Namun justru membuat Ariel makin senang menjahilinya.


"Hahahaha, jangan gitu dong. Aku udah hafalin lagunya dari semalam lho"


"Kalo mau nyanyi ya nyanyi aja kenapa pake izin segala siih" sewot Dinda yang gemas dengan kelakuan Ariel.


"Eh udah sampe, yaaah ga jadi nyanyi" ucap Ariel yanh sok sedih padahal memang dianya aja mengulur-ulur waktu.


"Aku tagih ya entar, harus nyanyi. Awas kalo ngga" ancam Dinda yang kemudian turun dari mobil Ariel.


"Kamu hati-hati dijalan" sambungnya sebelum meninggalkan mobil Ariel.


Ariel pun memutar balik mobilnya untuk segera ke kantor. Di perjalanan ia mencari ide mau nyanyi lagu apa yang tepat buat di nyanyiin depan Dinda.


Ariel memiliki suara pas-pasan dan tak begitu jelek, namun ia sendiri pun jarang sekali bernyanyi. Hanya bersenandung sesekali itupun tanpa sengaja, dan mengalir begitu saja. Yang disenandungkan pun lagunya tak jelas lagu apa.


Setelah dipikir-pikir, semua orang kayanya menyukai lagu Sheila On 7, alhasil Ariel pun memutuskan untuk nyanyi salah satu lagu dari Sheila On 7 saja. selain liriknya mudah dihapal, lagunya pun enak di dengar.


...$...


...$...


...$...


Gais, tolonglah. Jadi pembaca yang baik budiman ya.


Aku tuh cape ingatin kalian terus buat like oy, komen oy, votenya mana? Bagi kopinya oy. Kalian inget sendiri aja lah ya.


Tapi kalian ini gak bisa dipercaya, kusuruh inget sendiri pasti nanti beneran nihil. Yang ngelike ga ada, yang komen gak ada, apalagi vote sama hadiahnya, boro-boro😐😥

__ADS_1


__ADS_2