
Selamat membaca... Semoga kalian suka dan jangan lupa tekan likenya๐๐
...ยค...
...ยคยค...
...ยคยคยค...
Tak terasa kini mobil yang di kendarai oleh Ariel sudah memasuki komplek perumahan menuju masjid tempat di laksanakannya ijan kabul. Dengan petunjuk yang Dinda diktekan, Ariel pun patuh saja membelok-belokkan arah mobil.
Karena selama menjalin kasih dengan Dinda, Ariel sama sekali tak pernah berkunjung atau menjemput Dinda di alamat sini. Meski Dinda sering ke rumah sahabatnya yang satu ini.
Dinda selalu di jemput Ariel di kafe depan komplek atau di ruko tempat sahabatnya itu membuka usaha butiknya. Kini telah banyak sahabat Dinda maupun Ariel yang telah naik pelaminan.
Sisa beberapa lagi saja yang masih setia dengan status jomblo. Ada juga yang sudah lama pacaran namun belum ada tanda-tanda akan menyusul ke pelaminan seperti yang lainnya.
Dinda telah lebih dulu menginjakkan kakinya ke ubin masjid. Sebab Ariel masih harus mencari lahan parkir yang pas dan tidak terlalu panas tempatnya.
Karena lahan parkir masjid saat itu sudah lumayan penuh dan Ariel harus memarkirkan mobil di pinggir jalan dengan berdampingan bersama beberapa mobil lain yang juga tak kebagian lahan parkir di dalam pagar masjid. Terlebih yang menikah ini, si mempelai prianya adalah anak seorang pejabat, maka wajar saja jika sangat banyak tamu yang berdatangan dari kalangan politikus maupun orang biasa.
Setelah selesai memarkirkan mobil, Ariel sedikit merapikan rambutnya agar tetap klimis dan rapi. Lalu, ia keluar dari mobil dan menyusul Dinda masuk ke dalam masjid melalui pintu yang berbeda dengan yang Dinda lewati.
Di sana terlihat sudah banyak tamu yang duduk lesehan di lantai dengan formasi menghadap ke meja akad yang telah tersedia dan terpisah antara tamu laki-laki dan tamu perempuan. Ariel pun memilih duduk di deretan pemuda yang seumuran dengannya yang mungkin merupakan teman dari kedua mempelai.
Sedangkan di sisi Dinda, ia duduk berjejer dengan beberapa ibu-ibu muda yang juga menunggu kapan acara ijab kabul di mulai. Dinda memperhatikan sekitar hingga hatinya merasa sejuk melihat pemandangan dekorasi ijab kabul yang begitu indah dengan hiasan serba putih yang melambangkan kesucian dan lokasinya di dalam masjid pula.
Bertambah khidmat rasanya. Ada getaran hebat dalam dada Dinda yang seperti membuncah ingin seperti ini juga jika nanti ia menikah.
__ADS_1
Tatapan mata Dinda berubah cerah ketika melihat sang mempelai pria yang berjalan masuk di dampingi kedua orang tuanya. Ini pertanda jika acara ijab kabul akan segera di mulai.
Mempelai pria duduk di hadapan meja akad, lalu di susul beberapa pria lainnya yang ikut mengerubungi meja tersebut. Dan terakhir, ayahnya Ayu yang duduk berhadapan langsung dengan mempelai pria yang bernama Aidil, yang sebentar lagi akan resmi menjadi suami Ayu.
Setelah terdengar kata "Sah" yang di takbirkan oleh para bapak-bapak yang menjadi saksi dalam pernikahan Aidil dan Ayu, mendadak mata Dinda menjadi berembun karena ikut merasakan hawa kebahagiaan dan rasa haru kala ia melihat Ayu yang berjalan dengan menggunakan kebaya putih khas orang Sunda dan tak lupa pula hijab yang ia kenakan membuatnya tampak anggun dan membuat takjub siapapun yang mengenalnya.
Sebab di kesehariannya, Ayu bukanlah wanita yang berhijab. Melainkan sama seperti Dinda.
Terlalu terbuka juga tidak, hanya saja Ayu dan Dinda sama-sama belum memantapkan hatinya untuk berhijab. Namun di hari spesial Ayu, gadis itu mantap memilih untuk mengenakan hijab.
"Sungguh cantik" puji Dinda yang kini tersenyum ke arah Ayu yang bersitatap dengannya kala Ayu lewat di hadapannya.
Setelah selesai rangkaian acara ijab kabul tersebut, Dinda dan Ariel mendekati pasangan yang kini telah resmi menjadi suami istri itu untuk berfoto bersama.
"Ayuuu selamat yaa, akhirnya niat nikah muda lo kesampean" tutur Dinda yang menghambur kepelukan Ayu.
"Gue masih lama, tunggu lulus kuliah dulu" ujar Dinda sambil melepas pelukannya.
"Ehem". Ariel memberi kode sebab dari tadi ia hanya berdiri dan planga plongo saja memperhatikan interaksi 2 sahabat yang lagi asik sendiri itu.
"Hehe maaf ya sampe di cuekin" sahut Dinda pelan sehingga hanya Ariel yang bisa mendengarnya.
"Kalian kenalin, ini Aidil" ucap Ayu yang memperkenalkan Dinda dan Ariel kepada suaminya.
"Ini Dinda sahabat aku, sama Ariel pacarnya" sambung Ayu yang menjelaskan ke suaminya.
"Selamat ya" ucap Dinda dan Ariel yang menyalami pasangan tersebut.
__ADS_1
Dinda memang tidak mengenal Aidil. Sebab Aidil bukanlah pacar Ayu. Mereka menikah karena di jodohkan. 2 bulan terakhir, Ayu hanya sempat cerita jika ia akan di nikahkan oleh Ayahnya dengan seorang pria mapan yang merupakan anak seorang anggota DPR. Ayu pun yang notabene-nya merupakan calon istri Aidil saja sangat jarang bertemu dengan Aidil. Selama mempersiapkan pernikahan, hanya Ayu dan kakaknya Aidil saja yang sibuk hilir mudik menemui pihak terkait pernikahannya. Sedangkan Aidil, ia hanya memberi uang dan modal kepercayaan saja kepada Ayu.
Dinda yang mendengar kisah Ayu dan Aidil saja sampai geleng-geleng kepala. Sebab si Aidil ini kesannya seperti tidak ada niat mau menikah, tapi ia pun tidak menolak perjodohan itu.
Ah, entahlah.
Dinda cukup berdoa yang baik-baik saja agar pernikahan Ayu dan Aidil ini langgeng, sakinah, mawaddah, warahmah.
Setelah usai berfoto ria bersama sang pengantin, Ariel pun mengajak Dinda untuk segera pulang karena sudah lumayan lama mereka berada di sana.
Saat di perjalanan pulang, Dinda dan Ariel asik berceloteh ngalor ngidul hingga akhirnya percakapan mereka mulai serius ketika Ariel menanyakan pendapat Dinda tentang pernikahan.
"Kamu mau ga nikah sama aku?" tanya Ariel yang menatap serius ke mata Dinda lalu pandangannya kembali fokus ke depan menatap jalanan.
"Ya maulah, berapa kali aku bilang. Aku ke kamu itu ga main-main. Makanya waktu kamu nyakitin hati aku, aku kecewa banget sama kamu. Sampai situ harusnya kamu paham" sahut Dinda yang menatap intens ke arah Ariel meski Ariel tak menatapnya balik karena Ariel sedang fokus menyetir.
Sadar jika Ariel tak merasa sedang di tatap, Dinda pun memiringkan sedikit badannya sehingga ia bisa mencium bahu Ariel. Tindakan Dinda tersebut membuat Ariel tercekat dan menoleh heran dengan tingkah Dinda yang tak seperti biasanya.
"Aku minta maaf, aku janji ga akan buat kamu terluka lagi. Aku juga serius jalin hubungan sama kamu" ujar Ariel sambil mengelus puncak kepala Dinda dan mencium tangan Dinda sekilas.
"Nanti kalo kita nikah, aku pengennya tepat pas hari ulang tahun aku ya?" ucap Dinda dengan raut wajah bahagia karena membayangkan 2 momen penting dalam hidupnya yang di rayakan berbarengan.
...ยค...
...ยคยค...
...ยคยคยค...
__ADS_1
Tbc kalo banyak yang kasih dukungan berupa like dan komen ya guys, ๐