(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
73. Kumpul Bareng


__ADS_3

Malam minggu menjadi malam paling di nanti-nanti bagi sepasang kekasih. Hal itu di sebabkan karena tidak ada kewajiban yang perlu di kerjakan esok harinya karena libur. Dan sepasang kekasih akan saling bertemu untuk melepas kangen setelah 1 minggu menjalani aktifitas masing-masing.


Sepasang itu adalah Nanda dan Dinda. Meski status mereka masih gitu-gitu aja tidak ada kemajuan, namun keduanya seringkali kompak dan terlihat akur seperti pasangan kekasih pada umumnya. Tidak ada kecanggungan di antara mereka kalau harus berada di tengah-tengah keramaian seperti saat ini.


Malam ini, Dinda begitu bahagia karena sehabis maghrib tadi ia di jemput oleh Nanda karena katanya Sherly dan teman-temannya mau bikin acara bakar-bakaran di rumahnya. Iseng aja sih, ga ada perayaan khusus gitu. Alhasil Disinilah sekarang Dinda berada. Ia ikut gabung dengan perkumpulan anak SMA itu. Ada 3 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan termasuk Sherly.


Saat Dinda baru saja sampai, Dinda sempat di kenalin Sherly kepada semua teman-temannya. Lalu ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada Sherly, dan Dinda kebetulan mendengarnya.


"Sher, kakak itu siapanya abang lo?" tanya bocah yang bernama Jovan itu pada Sherly.


"Lo tanya langsung aja sama bang Nanda" sungut Sherly. Karena ia memang tidak terlalu ambil pusing dengan urusan abangnya itu. Menurutnya, siapapun wanita yang akan menjadi pilihan bang Nanda, ia akan sepenuhnya mendukung.


Karena tidak mendapat jawaban yang ia inginkan akhirnya Jovan pun diam dan tak melanjutkan rasa penasarannya.


Dinda, Sherly, dan 2 orang teman Sherly menyiapkan bumbu untuk mengolesi ayam yang nanti mau di bakar. Sedangkan laki-laki menyiapkan api dan mengupas jagung untuk di bakar.


Tak lama kemudian, datanglah 1 mobil yang sorot lampunya sangat terang ke arah Dinda dan yang lain. Hal itu membuat semuanya melihat ke arah mobil yang memasuki halaman rumah Nanda lalu parkir di sana.


Tak lama, keluarlah seorang wanita berambut pendek dan berbusana sangat modis. Ternyata itu adalah Lita. Dinda yang menyadari kehadiran Lita langsung melirik ke arah Nanda. Karena ia tahu pasti Nanda akan sangat terpikat dengan penampilan aduhai sahabatnya itu.

__ADS_1


Berbeda dengan Dinda. Ia hanya datang dengan pakaian kasual karena mau nongkrong dekat perapian jadi tak perlu berpakaian terlalu feminim, yang penting pantas dan sopan saja.


Kemeja kotak-kotak di padu padankan dengan celana jeans lalu rambut ia ikat setengah saja. Sisanya ia biarkan tergerai.


Melihat Nanda yang masih terpesona dengan penampilan Lita, membuat hati Dinda menjadi sedih. Tapi ia sendiripun mengakui bahwa Lita memang sangat cantik di tambah lagi tubuhnya sangat proporsional.


Pasti dia rajin olahraga, puji Dinda dalam hati.


Lita berjalan mendekat ke arah mereka berkumpul. Lalu Lita menghampiri Nanda dan berpelukan. Nanda terlihat kaget dengan pelukan yang tiba-tiba itu, ia pun memeluk singkat Lita lalu langsung melepaskannya.


Dinda pun sadar keberadaannya tidak lagi di perlukan, namun ia tidak mau merusak suasana dengan kabur dari sana. Makin lari makin kelihatan kalahnya, jadi lebih baik ikut saja dalam drama yang di bintangi oleh Lita dan Nanda.


Dinda pun duduk, kembali melanjutkan kegiatan mengolesi ayamnya. Dan yang lain pun ikut berjongkok lagi untuk mengatur api dan lain-lain.


Emangnya ga tau apa kalo ini acara bakar-bakar. Udah tahu yang namanya acara bakar-bakar tuh kaya gini, bisa-bisanya dia datang malah pakek rok sependek itu. Kan jadi repot sendiri, omel Dinda dalam hati.


Dinda dan beberapa teman Sherly yang perempuan duduk lesehan di teras samping rumah Nanda sambil mengolesi ayam di dalam sebuah baskom. Di sampingnya, Sherly menuangkan saos untuk di oleskan ke jagung bakar.


Sedangkan Lita duduk di atas sebuah kursi sambil meneteskan jeruk nipis di atas potongan ayam yang akan di bumbui oleh Dinda. Posisi duduk Lita kini sudah anteng berkat jaket Jovan yang Dinda pinjamkan untuknya.

__ADS_1


Dinda dan Lita masih saling diam-diaman. Sherly dan yang lain, termasuk Nanda juga menyadari hal ini. Karena sewaktu Lita belum datang, Dinda terlihat ceria dan tidak canggung bercanda bersama teman-teman Sherly yang cowok. Tapi begitu Lita datang, Dinda mendadak jadi lebih pendiam dan terkesan dingin.


Jovan menyentuh pundak Nanda, menberi isyarat bahwa 2 perempuan itu sepertinya sedang memperebutkannya.


"Gue harus ngapain ya biar mereka bisa akur?" tanya Nanda yang membuat Jovan mengangkat bahunya karena tidak berpengalaman di perebutkan 2 cewek.


"Lagian, lu sih bang. Udah tahu mereka ga akur, malah dua-duanya lu undang. Ngundang penyakit namanya" ujar Anton dengan ringan tanpa beban menceramahi Nanda.


"Kalian kalo ga bisa kasih solusi, mending diem" pungkas Nanda yang menyesal bertanya pada 2 orang itu.


Mereka pun akhirnya memulai bakar-bakarannya. Jovan menata jagung di sisi kiri lalu Dinda menata beberapa potong ayam di sisi kanan. Melihat Dinda yang matanya kena asap, Nanda pun berjalan mendekat lalu menarik Dinda menjauh dari api.


"Sini, aku tiup dulu mata kamu" ujar Nanda yang melihat mata Dinda memerah dan sudah pasti perih.


Dinda pun tak banyak berkata, ia hanya menurut saja dan menerima setiap perlakuan Nanda padanya.


"Udah, kamu duduk aja. Dari tadi aku lihat kamu sibuk terus. Ini biar aku aja" ujar Nanda mengambil wadah yang berisi potongan ayam yang siap untuk di bakar dari tangan Dinda.


Dinda pun duduk di kursi yang tadi Lita pakai, karena Litanya sudah tidak menggunakannya lagi. Dinda hanya menatap kegiatan orang-orang di hadapannya. Seru sekali memiliki pengalaman seperti ini. Dan mirisnya, Dinda baru pertama kali ikut turun tangan di acara bakar-bakaran seperti saat ini. Dan pengalamannya yang sering membantu Bi Hanum masak sangat-sangat berguna malam ini. Dinda sangat telaten ngupas-ngupas bawang dan lainnya. Terlihat sudah seperti jago masak padahal masih belajar.

__ADS_1


Nanda sangat serius dengan kegiatan membolak-balik ayam dan jagung, sesekali Lita ikut membolak-balik bersama Nanda, tapi ia rada canggung kalo harus membungkukkan badannya lagi-lagi karena rok yang ia pakai.


Di tambah lagi Jovan yang sengaja mau lihat paha Lita, jadi ia buru-buru meminta jaketnya kembali dan di saat itu, Dinda menatap tajam ke arah Jovan karena mengetahui isi kepala Jovan. Sedangkan Jovan hanya tersenyum kecut karena akal bulusnya sudah ketahuan.


__ADS_2