(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
16. Marah


__ADS_3

Boleh baca setelah tap jempol hehe, terus komenβœŒπŸ˜—


...$...


...$...


...$...


3 bulan setelah jadian


Siang itu setelah Ariel makan siang bersama Dinda, Ariel meminta izin untuk menonton turnamen sepak bola nanti sore sepulang kantor. Dan tidak bisa menjemput Dinda dikampus. Namun, sebagai gantinya di hari Minggu nanti Ariel akan menemani Dinda kemanapun Dinda pergi. Hal ini hanya iming-iming Ariel saja agar di izinkan pergi dengan mudahnya oleh Dinda. Karena yang ia tahu Dinda sangat jarang keluar rumah dan tak suka keluyuran. Ariel perlu merayu Dinda dengan ekstra sebab 1 bulan terakhir ini Dinda mulai sering mengacaukan janji nongkrongnya bersama teman-teman.


Oleh sebab itu, Ariel perlu siasat agar Dinda tidak lagi menahannya untuk pergi nonton turnamen sepak bola bersama temannya. Alhasil rayuan Ariel ternyata berhasil. Dinda menyatakan dirinya mengizinkan Ariel pergi dan hari Minggu nanti ia pengin ditemenin nonton bioskop sekaligus pengin nyobain minuman boba yang baru buka di Mall dekat kampusnya.


"Makasih ya sayang udah izinin aku nonton bola entar sore. Pacar aku baik bangettt" ucap Ariel sambil mencubit pipi Dinda yang kini mulai tembem karena sering di cubit Ariel. Tumben banget sih mau jalan, biasanya juga mendep dirumah, batin Ariel.


"Iya, tapi inget! Minggunya waktu kamu sama aku" sahut Dinda yang setengah tak ikhlas mengizinkan Ariel pergi bareng temannya.


"Iya sayang, aku janji. Kamu percaya aja sama aku. Lagian kita kan belom pernah juga nonton berdua" ucap Ariel berusaha meyakinkan Dinda.


"Ya udah, yuk antar aku balik ke kampus" titah Dinda yang telah duluan berdiri dari meja tempat mereka makan siang tersebut.


"Ayo sayang" ajak Ariel yang merangkul bahu Dinda sambil tersenyum.


Saat diperjalanan Dinda hanya memainkan ponselnya dan ponsel Ariel. Dinda hanya membuka-buka galeri handphone Ariel. Dinda tak pernah ngecek sosial media Ariel termasuk whatsapp sebab memang Dinda orang yang cuek dan sangat percaya pada Ariel. Ariel pun juga tak pernah ngecek handphone Dinda meski handphone Dinda tergeletak di hadapannya dan juga tak di kunci. Mereka saling percaya meski disuruh pun kadang tetap segan juga.


Ariel yang paling sering minta Dinda untuk cek-cek sosial medianya, dan Dinda kadang menuruti kadang juga tidak. Sebab, ya buat apa. Bagaimanapun di kekang kalau wataknya tidak setia, pasti tetap selingkuh. Tapi sekalipun dibebaskan kalau wataknya setia, pasti tidak akan gampang tergoda.


Sampai saat ini Dinda setia, Ariel setia. Ariel percaya sama Dinda begitu pun sebaliknya. Namun, Dinda ini tipenya suka chatingan. Dan Ariel, kalo lagi nongkrong sama temannya pasti ga bakalan urusin handphone. Dan lagi, handphonenya selalu di silent atau bahkan ditinggalin dirumah.


Itu yang membuat Dinda sering kesal dan marah-marah.


Bedanya dengan Ariel, kalau Dinda ngumpul di kost-an temannya, dan tak balas-balas chat. Ariel memilih diam, tidak membesar-besarkan masalah. Tapi malah tetap Dinda-nya yang kadang suka marah-marah ga jelas padahal dia yang suka lama balasnya. Ariel sering dibuat serba salah, terlebih sikap Dinda sekarang sudah mulai berubah tak lagi seasyik dulu.


Namun, Ariel tidak menjadikan hal itu sebagai alasannya untuk mendua atau meninggalkan Dinda. Ariel tetap setia dan menerima Dinda apa adanya. Karena memang ia sangat mencintai Dinda.

__ADS_1


Β 


Hari minggu


Pagi itu Dinda yang telah selesai sarapan dan bersih-bersih kamarnya segera menuju keluar rumah. Karena ia ingin menghirup udara segar sekalian mau menyiram tanaman yang sudah tumbuh subur dipekarangan rumahnya. Saat ia telah selesai dengan aktivitasnya, ia melihat kerumah Ariel. Karena rumah dalam keadaan tertutup, sepertinya Ariel masih tidur.


Agak siangan, Dinda ngechat Ariel untuk memastikan jam berapa mau pergi kebioskopnya.


πŸ‘©:"Sayang, nanti jadi kan mau nonton?" tanya Dinda yang entah mengapa ia punya firasat buruk.


5 menit kemudian, barulah ada balasan dari Ariel.


πŸ‘¦:"Maaf sayang, nanti aku kekantor. Soalnya mau ambil berkas papa yang ketinggalan. Terus disuruh aku yang periksa berkas-berkasnya"


Tuh kan, pantesan aja ada firasat buruk. Kesel banget.


πŸ‘©:"Iya sayang" balas Dinda singkat.


πŸ‘¦:"Kamu ga marah kan sayang?" tanya Ariel yang justru membuat Dinda emosi jiwa saat membaca chatnya.


πŸ‘¦:"Sayang, kok singkat-singkat banget ngetiknya?"


"Ya menurut lo? Udah tau orang kesel masih aja nanya-nanya. Kenapa ga bilang dari semalam kalo ga jadi nonton" gerutu Dinda sambil ngetik balasan chat buat Ariel.


πŸ‘©:"Lg mls ngtik syg"


πŸ‘¦:"Ya udah gakpapa sayang, nanti aja chatingannya kalo gitu" balas Ariel yang tak tahu jika Dinda sudah naik darah dikamarnya (Dirumahnya Dinda ya gengs, ga mungkin Dinda berani nongol kerumah Ariel).


Karena kesal tak jadi nonton bareng Ariel, Dinda pun mengurung diri dikamar dan tak mau mandi sebab buat apa mandi ga ada juga yang ngajakin jalan, pikirnya.


Dinda yang uring-uringan dikamar, memilih bermain ponsel saja sambil buka-buka sosmed.


Saat asyik meng-scroll instagram, nongollah postingan teman basket Ariel. Dari caption-nya Dinda jadi tahu bahwa siang ini ada latihan basket bareng anak-anak SMA yang akan ikut pertandingan basket tingkat nasional.


"Hmm, paham banget aku tuh. Jadi alasannya mau kekantor ambil berkas papa terus mau periksa berkas sekalian. Mulai pandai ya Ariel. Ayo kita lihat, masih bisa berkilah ga nanti?" ucap Dinda berbicara dengan mulutnya yang manyun 5cm.

__ADS_1


Dinda bergegas mandi karena hari ini ia punya misi penting dan tak boleh gagal membongkar kebohongan Ariel.


Setelah mandi dan bersiap-siap, Dinda memantau dari balkon kamarnya apakah Ariel sudah pergi atau masih dirumah. Sebab chat Dinda yang barusan ia kirim tak di balas Ariel. Setelah menunggu lumayan lama, handphone Dinda berdering. Ariel menelepon.


Dinda :"Halo sayang"


Ariel :"Maaf sayang ga balas chat kamu, aku baru aja selesai mandi soalnya"


Dinda :"Gakpapa sayang. Btw jam berapa kamu mau kekantor sayang?" tanya Dinda dengan tenang.


Ariel :"Sebentar lagi sayang, kenapa?"


Dinda :"Gakpapa sayang. Kamu jangan lupa makan siang ya"


Ariel :"Iya sayang, urusan makan ga mungkin lupa"


Dinda :"Ya udah, kamu siap siap aja. Wassalamu'alaikum sayang" ucap Dinda tanpa membuat Ariel curiga.


Ariel :"Wa'alaikumsalam" tut. Panggilan dimatikan.


"Arrggg, baru selesai mandi rupanya. Aku udah nungguin lama di sini, ternyata dia aja belom apa-apa. Duh, mau ke dalam takutnya malah ga liat dia berangkat.


Apa tungguinnya di mobil aja kali ya" pikir Dinda agar bisa langsung ikutin Ariel pergi.


Masalahnya, yang namanya di bohongin itu pasti bikin kesel. Kenapa ga jujur aja coba.


Inilah yang kini Dinda rasakan, kenapa sih pake bohong segala.


...$...


...$...


...$...


Terimakasih bagi yang sudah like dan komen, maafin Otor yang gak bisa balas satu-satu. But iπŸ’‹u

__ADS_1


Kasih vote sama hadiahnya dong gengs😍


__ADS_2