(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Ujian Kita


__ADS_3

Ctek


Dinda terbangun di tengah malam dan menyalakan lampu kamarnya karena ingin buang air kecil. Dengan malas ia turun dari tempat tidurnya lalu menuju ke toilet.


Setelah keluar dari kamar mandi, ia melirik sebentar pada jam dinding yang menunjukkan bahwa saat itu pukul 02.00 dinihari. Dinda pun kembali ke tempat tidurnya untuk melanjutkan mimpi indahnya tadi. Ia melirik sebentar pada suaminya yang pulang 3 jam lalu.


Kamu pasti cape banget sayang.


Dinda membetulkan selimut suaminya lalu mencium sekilas pipi kanan Nanda. Dinda pun ikut membetulkan selimutnya lalu memejamkan mata, namun entah mengapa ia menjadi tak bisa tidur. Dinda pun akhirnya gelisah karena di malam yang selarut ini mau melakukan apa lagi. Tapi matanya tak bisa di ajak kompromi, hingga akhirnya Dinda kepikiran untuk sholat tahajud.


Dinda pun bangun lagi dan kembali ke toilet, namun kali ini untuk mengambil wudhu. Setelah itu Dinda pun sholat dengan khusyu'. Setelah sholat ia hanya mampu memanjatkan do'a dengan singkat karena secara tiba-tiba saja ngantuk berat menyerangnya sejak saat sedang sholat. Mungkin ini salah satu godaan setan, pikirnya.


Dan saat Dinda kembali merebahkan tubuhnya di kasur, tiba-tiba lagi ngantuknya hilang. Karena Dinda yang hampir frustasi, ia pun mengalihkan pikirannya lalu bermain ponsel. Sampai bosan bermain ponsel dan saat itu juga sudah hampir pukul 04.00 pagi, akhirnya Dinda berusaha untuk tetap terjaga sampai subuh saja, karena mau tidur di rasa sangat nanggung.


Dinda pun meletakkan ponselnya di bawah bantal, kini hatinya berasa menggebu-gebu ingin memainkan game online di ponsel suaminya. Karena yang ia tahu, suaminya sangat suka dengan permainan tersebut. Apa sih serunya, jadi kepo.


Dinda pun memainkan game tersebut, beberapa kali percobaan ia selalu mati sia-sia. Dan juga, di malam selarut ini ternyata yang main banyak juga. Saat sedang asik-asiknya bermain sambil berlatih, tiba-tiba muncul notifikasi whatsapp di layar tersebut.


Dari nomor yang tidak di kenal, dan Dinda mampu melihat foto profil pengirimnya walau hanya muncul beberapa detik. "Perempuan?"


Dinda pun akhirnya menyudahi permainan onlinenya. Ia buru-buru membuka aplikasi whatsapp milik suaminya itu. Menurutnya tidaklah salah membuka whatsapp suaminya. Toh selama ini di antara keduanya memang membebaskan masing-masing untuk membuka atau memainkan ponsel milik pasangan.


Tapi walau begitu, Dinda dan Nanda memang belom pernah mengotak-atik ponsel pasangan. Dan kini Dinda yang jadi orang pertama yang melakukannya.


Saat aplikasi whatsapp itu sudah terbuka, tentu yang terpajang paling depan adalah tampilan chatnya. Dinda pun langsung mengarahkan jempolnya memencet ke nomor yang baru saja mengirim pesan pada Nanda.

__ADS_1


+62823*****188


Kapan2 bisa ketemu lagi kan?


"Ini siapa sih?" Dinda melihat foto profil si perempuan itu. Berkali-kali ia zoom tetap saja ia yakin tidak mengenalnya.


"Ketemu lagi? Berarti udah pernah ketemu" Hati Dinda mulai panas. Ini kali pertama dirinya menemukan sesuatu yang tak mengenakkan dari Nanda. Dan tentu Dinda tak boleh mengambil kesimpulan sembarangan. Karena hubungan pernikahan dan pacaran itu berbeda.


Kalau kondisinya masih pacaran, gak seneng dikit bisa ngomong putus. Tapi pernikahan, tidak semudah itu, kawan! Ujiannya banyak, setan bakal senang kalau berhasil menghancurkan rumah tangga orang. Dan perihal perceraian, Dinda berharap penuh agar rumah tangga yang ia bina tidak berakhir dengan perceraian. Saat ini pun ia sebisa mungkin tetap berpikir positif tentang suaminya. Laki-laki yang ia yakini hanya akan mencintai dirinya sepanjang hidupnya.


Dinda pun menggerakkan jarinya di layar ponsel Nanda. "Gak bisa, setiap hari saya sibuk" dan terkirim. Tak lama perempuan yang sedari tadi online itu pun langsung mengetik kembali balasan pesan dari Dinda.


+62823*****188


Aku samperin kekantor aja ya


"Nih cewek ngotot amat, udah dibilangin sibuk tiap hari masih gak ngerti juga"


+62823*****188


Terserah, aku tetep mau ke kantor kamu😋


Dinda keluar dari aplikasi pesan tersebut. Ia mendekap ponsel Nanda dan meremas kuat ponsel Nanda di depan dadanya. Menurutnya, apakah Nanda dan perempuan itu sudah sering berhubungan atau baru kenal? Tapi baru kenal kok udah tahu kantor Nanda? Dan kenapa cewek itu menyebut Nanda dengan istilah "kamu"? Kalau cewek itu kenal Nanda di kantor polisi dan tahu posisi Nanda secara profesional pasti manggilnya "Pak", lalu? Apa mereka memang sudah sedekat itu?


Dinda memijit keningnya karena pusing menduga-duga sesuatu yang ia sendiri belum tahu sudah sejauh apa. Dinda berjalan putar balik di sisi samping tempat tidurnya. Nanda yang terbangun karena alarm ponsel Dinda yang terletak di bawah bantalnya pun mau tak mau membuka mata dengan enggan demi mematikan alarm itu.

__ADS_1


Ia juga melihat istrinya sedang berjalan bolak-balik tapi sama sekali tak mendengar nada alarm di ponselnya sendiri. Malah kini Nanda melihat Dinda yang menggenggam ponselnya. Aneh, pikirnya.


"Sayang, kamu udah bangun?" tanya Nanda dengan suara bariton khas orang bangun tidur.


Dinda yang terkejut akan suara Nanda pun menjadi tergagap dan malah menjatuhkan ponsel Nanda. Namun segera ia pungut lagi ponsel yang tidak kenapa-napa itu.


"Kan, jadi jatuh. Kamu sii ngagetin aku" ucap Dinda sambil membolak-balik mengecek keadaan ponsel Nanda. Ada rasa gak enak karena sudah menjatuhkan ponsel suami tapi ada rasa puas juga karena nih ponsel sudah membuat dirinya agak dongkol pagi ini.


"Maaf maaf, aku kan gak sengaja. Taro lagi aja hapenya. Kan kita mau sholat" ucap Nanda sambil menunjuk nakas di samping tempat tidur.


"Ada yang mau aku omongin" ucap Dinda yang terkesan tak ada waktu lain lagi untuk segera membahas perempuan yang mengirimi pesan pagi buta pada suaminya.


"Nanti aja sayang. Masih pagi juga" Nanda lalu bergegas bersih-bersih dan mengambil wudhu.


Dinda hanya duduk di sisi tempat tidur sembari menunggu suaminya itu selesai memakai toilet. Padahal dirinya ingin buru-buru menanyakan siapa perempuan itu, kenalnya dimana, dan ada hubungan apa? Namun semua itu harus ia tahan dulu karena memang waktunya agak kurang pas untuk membahas sesuatu yang berat sepagi ini.


Nanda sudah selesai dengan kegiatannya di toilet, ia melihat di lantai belum ada apa-apa. Biasanya sejadahnya akan selalu siap terbentang kalau ia sudah keluar dari toilet. Tapi yang ia lihat malah kini Dinda hanya duduk dan melamun saja di atas kasur.


"Ehem..." Nanda menegur Dinda yang masih terdiam di tempatnya. Akhirnya Nanda pun memercikkan sedikit sisa air wudhu di tangannya. Dan hal itu berhasil membuat Dinda terperanjat.


"Udah selesai ya?". Tanpa mendengar jawaban dari Nanda, Dinda langsung nyelonong masuk ke dalam toilet. Nanda heran dengan sikap Dinda yang tak biasanya. Apakah istrinya mengalami mimpi buruk semalam hingga mempengaruhinya sampai sekarang?


●●●


Dilanjut besok yaa, biar pada penasaran wkwkwk...

__ADS_1


Jangan lupa sawerannya. Berupa vote, like, dan komen.


Favoritin sekalian biar kalian tahu kalo ada update terbaru.


__ADS_2