(Siapa) Aku Tanpamu

(Siapa) Aku Tanpamu
Membongkar Rahasia


__ADS_3

Bocil lagi-lagi dilarang membaca bab ini ya. Bukan karena adegannya tapi karena tips and triknya👀


...*...


...**...


...***...


Pagi hari yang cerah, matahari menerobos masuk ke dalam kamar Rama. Pasangan sejoli itu masih nyenyak dalam selimut yang menambah rasa nyaman selain lengan yang saling mengunci.


Feza mengerjapkan mata saat dirinya merasa ada yang bergerak diatas tempat tidur. Ia pun mengucek kedua matanya dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul.


"Kamu gak sholat subuh, parah parah parah" ujar Rama sambil memasang celana trainingnya karena dirinya akan pergi lari pagi di sekitaran rumah.


"Kamu kenapa ga bangunin aku?" tanya Feza sambil menyenderkan tubuhnya di headboard dan menahan selimut agar tidak turun dari tubuhnya.


Rama tidak menjawab, malah masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan bersikat gigi.


"Aku lari pagi dulu ya. Oh iya, aku juga sebenarnya gak kebangun hehe" Rama pun lalu bergegas keluar dari kamar mereka.


Feza akhirnya bangkit dari tempat tidur dan segera mandi. Dirinya turun hendak mencari Puput yang menjadi teman dekatnya dirumah ini.


"Cari siapa, Za?" tanya Mama yang menemukan Feza celingak-celinguk.


"Puput mana ma? Aku cari-cari kok gak ada?" ujar Feza.


"Puput lagi ke apotek. Biasa, beli obat buat papa" kata mama.


"Oh gitu ya ma" hanya itu yang mampu Feza ucapkan.


"Za, kamu gak sarapan?" tanya mama.


"Eh udah kok ma, aku biasa cuma makan sehelai roti aja. Gak bisa makan nasi-nasian kalo masih pagi"


"Nasi goreng juga gak bisa?" tanya mama.


"Iya ma, karena udah terbiasa dari kecil kaya gitu" tutur Feza tersenyum canggung.


"Gak papa, besok mama siapin roti buat kamu"


"Gak usah ma, biar Feza siapin sendiri. Kan aku udah gede, udah punya suami juga" tolak Feza halus.


"Mama mau kalian tuh betah disini. Kamu liat kan semalam papa makan bubur sampe tandas, itu karena papa seneng banget kamu sama Rama mau nginap disini. Papa tuh emang gak bisa lagi ngomong tapi mama tau papa tuh bahagia ada kalian disini" ujar Mama mengusap pundak Feza.


"Rama separah itu ya ma? Gak pernah sama sekali nginjak rumah ini bertahun-tahun?" tanya Feza.

__ADS_1


Keduanya kini beralih duduk di ruang tv.


"Bukan salah Rama, tapi salah mama. Mama hadir di kehidupan Rama menjadi istri papanya. Tapi mama sama sekali tidak menjadi ibu yang baik untuk Rama. Mama acuh sama dia. Mama memperlakukan dia dan Puput berbeda itu yang bikin dia akhirnya sampe gede masih anggep mama orang asing kan? Beruntungnya, gara-gara kalian menikah, dia mulai mau manggil mama dengan sebutan mama. Terharu banget mama waktu itu Za" ucap mama dengan mata berbinar.


"Aku bakal ajak Rama sering-sering nginap sini deh ma. Mana tau papa bisa cepat sembuh dengan kehadiran Rama"


Saat tengah asik berbincang, Rama datang dari arah luar.


"Udah selesai lari paginya?" tanya Feza.


"Udah, bikinin kopi dong Za" pinta Rama sambil berlalu menuju tangga.


"Tumben Rama olahraga" ujar mama heran. "Setau mama dari dulu dia paling anti sama yang namanya olahraga" sambung mama lagi.


"Feza bikinin Rama kopi dulu ya ma, nanti kita lanjut lagi ceritanya" ujar Feza tersenyum simpul mengingat apa yang sebenarnya menjadi alasan Rama tiba-tiba mau olahraga.


Setelah membuatkan Rama kopi, Feza membawakannya ke kamar. Hening, tak lama terdengar suara air mancur dari shower di kamar mandi.


Feza pun meletakkan kopi di atas nakas lalu kebawah lagi untuk lanjut mengobrol dengan mama.


"Ma, masih kepo gak sama yang tadi?" tanya Feza duduk di samping mama.


"Tentang yang olahraga itu?" tanya mama.


Feza mengangguk.


"Jadi, setiap kali kami berhubungan Rama tuh keluarnya cepet banget ma. Karena itu terus berulang sampe sekarang, akhirnya dia cemas sendiri. Ngira dia tuh gak suburlah, gak apalah. Karena dia sendiri kan dokter kandungan, jadi dia tuh udah pressure duluan ma, sampe stres karena takut gak bisa punya keturunan. Padahal aku udah cek sper*ma dia diam-diam, ternyata aman-aman aja, gak ada masalah. Begitu juga sama aku.


Nah, setelah aku tau. Ternyata masalahnya ada di aku"


"Lho, kan tadi katanya kamu juga normal. Terus kok masalah tiba-tiba ada di kamu?" tanya mama tambah heran.


"Sebelum nikah, aku sempet searching tentang senam kegel ma. Itu lho, senam buat memperkencang otot ***** *. Jadi, tiap kali huha huha, aku praktekin terus. Nah, si Rama tiap baru masuk gak berapa lama udah keluar. Dia insecure karena selalu kecepatan dari aku" ujar Feza.


"Astaga kamu ini Za. Dia jadi pressure beneran kan" pekik sang mama sekaligus kasihan sama Rama.


"Hahaha, nanti deh aku kasih tau. Biar dia gak stres. Eh tapi, aku cerita begini boleh gak sih ma?" tanya Feza polos.


"Sebenarnya gak boleh, tapi tenang aja. Mama bisa jaga rahasia" ucap mama sambil mengunci mulutnya.


"Ah habis cerita gini aku jadi merasa bersalah" ujar Feza lemah.


"Udah ih, biasa aja. Oh iya, mama kasih satu rahasia biar kita impas" tutur mama dengan semangat.


"Apa ma?" tanya Feza.

__ADS_1


"Laki-laki itu suka banget kalo kita rema*s pant*atnya" ujar mama berbisik di telinga Feza.


"Ih mama" Feza memukul pelan lengan mama mertuanya reflek karena tidak menyangka mama mertuanya akan sevu*lgar itu.


Lalu mama Rita tertawa karena wajah Feza yang merona malu. Lalu Feza berlari ke atas menuju kamarnya dengan tetap diiringi tawa mama yang begitu puas menertawainya.


Sampai dikamar, wajah Feza masih merah merona akibat ulah mama. "Kenapa muka kamu kaya kepiting rebus begitu?" tanya Rama yang sedang membaca koran di balkon kamarnya.


"Habis dikerjain mama" jawab Feza.


"Hm?" raut wajah Rama seolah tidak percaya.


"Ah udah gak usah di bahas. Mas lagi ngapain?" tanya Feza sambil berjalan menuju balkon dan tiba-tiba duduk nyantai di pangkuan Rama.


"Kamu nih kenapa sih? Tiba-tiba ganti panggilan, terus tiba-tiba gelosor di pangkuan orang. Berat tau" ujar Rama sambil meletakkan korannya ke meja.


"Gak boleh?" tanya Feza dengan tak suka.


"Boleh" jawab Rama menghindari tatapan tajam Feza.


"Kamu tuh normal tau" ujar Feza sambil menyenderkan keningnya di samping pipi Rama.


Enak bener nih orang bersender kaya gini. Gak nyadar kalo tubuhnya berat apa?


"Ya iyalah. Emang ada yang bilang aku ho*mo?" tanya Rama.


"Bukan itu. Selama ini aku mempraktekkan senam kegel. Senam yang kaya orang lagi nahan kencing. Terus kamu keenakan jadinya cepat keluar" ungkap Feza.


"Senam kegel?" tanya Rama minta kepastian.


"Iya" Feza mengganguk mantap.


"Ya ampun Za, aku pikir aku punya masalah sama kejan*tanan aku" ucap Rama.


"Nggak tau ya? Aku udah cek ke lab. Kamu tuh normal gak ada masalah sama sekali" peluk Feza erat.


"Syukurlah aku gak kenapa-napa. Tapi jangan cepet-cepet praktekin senamnya. Tunggu agak lama dikit aku di dalem baru kamu nyut-nyutin" tukas Rama gemas sambil merem*as pan*tat Feza.


Hm, bakal aku bales, bisik Feza sambil tersenyum menyeringai.


...*...


...**...


...***...

__ADS_1


Pembaca yang udah pada nikah, mana jempolnya.............


__ADS_2