Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Hal Tidak Terduga


__ADS_3

Malam hari dengan hembusan angin yang dingin, di sebuah pelataran rumah mewah yang besar dengan aksen khas jepang terlihat dua orang sedang berdiri saling menatap namun terdiam.


Empat mata saling menatap dengan perasaannya masing - masing, tatapan dari dua orang sahabat yang begitu dekat namun seperti ada kekakuan karena apa yang sudah Selena katakan kepada Naomi. Naomi sangat menampakan wajah terkejutnya ketika Selena mengatakan ingin memiliki dan merebut Jester dari dirinya, namun Selena sepertinya sudah tidak dapat menahan perasaannya lagi.


"Selena..." hanya itu kata yang mampu Naomi sampaikan dengan begitu pelan untuk memecahkan keheningan diantara mereka berdua untuk waktu yang agak lama, Selena kembali melangkah mendekati Naomi.


"Kamu tidak menyukainya kan? hubungan kalian tidak akan benar - benar berlanjut kan?" Selena menekan Naomi dengan pertanyaannya, Naomi tanpa dia sadari beberapa kali melangkah mundur menjauhi Selena kembali.


"Tapi kenapa? sejak kapan kamu menyukainya?" tanya Naomi penasaran, Selena menunduk dan wajahnya mendadak memerah


"Aku sudah menyukainya sejak SMA, aku pernah bilang kalau dia kakak kelasku. Dulu aku tidak tahu cara agar bisa dekat dengannya, namun kali ini seperti menjadi kesempatan terakhir untukku agar bisa dekat dengannya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini" jawab Selena dengan malu - malu, Naomi meremas bagian bawah dress nya


"Tapi apa kamu tahu dia punya wanita yang dia cintai?" tanya Naomi yang agak menekan berusaha memperingatkan Selena, Selena menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu menatap Naomi.


"Tidak, tapi.... selama sainganku bukan kamu, aku yakin aku bisa merebut hatinya" jawab Selena dengan penuh keyakinan, Naomi kembali terkejut dengan jawaban Selena.


"Kamu terlalu meremehkan orang yang disukai Jes..." Belum selesai Naomi berkata Selena memotong


"Kamu hampir sempurna menjadi seorang wanita! wajahmu, attitude mu, selera fashion mu, dan kecerdasanmu... tidak akan ada pria yang akan menolakmu..." timpal Selena sedikit ketus dan dengan bentakan, Naomi terdiam menatap Selena


"Tapi kamu juga cantik... kamu ceria dan pintar, kamu juga modis sama sepertiku..." ucap Naomi masih mencoba mengatakan pendapatnya tapi lagi lagi Selena menimpali dengan sedikit bentakan


"Aku tidak akan mampu bersaing denganmu! jadi aku mohon... kalau memang kamu tidak menyukainya... tolong jangan menjadi penghalangku, selama itu bukan kamu aku masih punya harapan" pinta Selena yang memohon pada Naomi dengan suara memelas, Naomi hanya terdiam beberapa saat dan berbalik meninggalkan Selena di pelataran rumahnya.


"Jadi kamu suka padanya, Naomi?!" tanya Selena dengan suara yang agak berteriak, Naomi menghentikan langkahnya dan terdiam beberapa saat lalu berbalik menghadap Selena


"Tidak. Aku tidak menyukainya" jawab Naomi tegas, jawaban itu membuat Selena terlihat senang.


"Syukurlah... tolong bantuanmu Naomi!" ucap Selena sembari tersenyum manis menatap Naomi, disaat bersamaan Naomi hanya membalas perkataan Selena dengan sebuah senyuman dan tidak lama Selena berbalik lalu berjalan meninggalkan rumah keluarga Scott.


Sebulan sudah liburan akhir semester berjalan dan berakhir, tahun ajaran baru dimulai. Semua mahasiswa dan mahasiswi sudah siap dan nampak bersemangat untuk memulai kehidupan kampus mereka masing - masing, tidak terkecuali three musketeers kita yang sudah berkumpul di taman tengah kampus. Jester, Luke dan Harry berkumpul untuk pertama kalinya sejak liburan semester


"Katakan Jester!! sejak kapan kamu mengenal Naomi Scott yang terkenal ini?" tanya Harry terlihat iri sembari menarik kerah Jester, Luke terlihat menggenggam pundak Jester dengan erat.


"Sudah aku katakan itu hanya kebetulan, aku bahkan tidak tahu dia Naomi yang terkenal itu" jawab Jester kesal, Harry dan Luke tidak terima dengan jawaban Jester yang terkesan menghindar


"Tidak akan ada orang bodoh yang mau melakukan tindakan memalukan seperti itu kalau tidak punya hubungan khusus tau?! kamu pacaran dengan orang seperti ini?! aku tidak terima!!" kata Luke yang meremas pundak Jester dengan keras, Jester menatap Luke masih dengan penuh rasa kesal.


"Lagian ini sudah kejadian bulan lalu kenapa baru sekarang kalian heboh, dasar bodoh!!" dengan bentakan Jester mengatakannya, serentak Luke dan Harry saling menatap


"Kami tahu video ini sejak awal liburan semester, tapi kami rasa lebih enak menanyakan langsung padamu ketika kita bertemu" jawab Luke yang tertunduk menahan perasaan iri dan dengkinya terhadap Jester


"Kenapa.. Kenapa Jester seberuntung ini?!" Harry menangis dipojokan pohon yang juga berusaha menahan perasaan iri


"Kak Jester!!" tidak lama dari kejauhan terdengar Selena menyapa Jester


Selena nampak berjalan dengan Naomi yang terlihat memasang penyamaran seperti biasa, teriakan dari seorang mahasiswi baru memanggil Jester membuat perhatian Luke dan Harry teralihkan. Keduanya serentak menatap Selena dan Naomi yang berjalan mendekati mereka bertiga, hingga akhirnya mereka semua saling menatap berdekatan.


"Ooh halo Selena dan.... Errr....." Jester bingung untuk menyapa Naomi karena Jester tahu itu akan membuat kegaduhan, sempat terjadi kebisuan diantara mereka semua.


"Door.... malah diam" ucap Selena memecah keheningan, serentak Jester, Luke, Harry, dan Selena tertawa hampir bersamaan.


Hanya Naomi yang terlihat terus berdiam diri, disaat itu Jester menatap Naomi dengan ekspresi bingung atas sikap yang ditunjukkan Naomi. Sedangkan Luke dan Harry nampak terus menatap wajah Selena, seakan sedang terpesona dengan kecantikan Selena.


"Ooh iya... kenalkan teman - temanku, yang seperti gorilla itu Luke dan yang seperti rubah itu Harry" ucap Jester dengan nada tanpa rasa bersalah memperkenalkan teman - temannya, Selena dan Naomi hampir bersamaan tersenyum lalu menatap Luke dan Harry.


"Pengenalan macam apa itu?!!" teriak Harry dan Luke pada Jester namun Jester tidak mempedulikannya, Jester berbalik menatap Luke dan Harry.


"Dan ini Selena lalu temannya eee..." Jester bingung untuk menyebutkan nama Naomi


"Aoi" dengan dingin Naomi memperkenalkan dirinya


Jester kembali berbalik menatap Naomi saat itu namun Naomi membuang mukanya, Jester kembali menunjukkan ekspresi herannya melihat sikap Naomi yang berubah padanya.

__ADS_1


"Haii salam kenal, kami mahasiswa baru... mohon bantuannya ya" ucap Selena dengan manis kepada Luke dan Harry,


Dengan wajah yang sedikit memerah Harry dan Luke nampak terpesona oleh kecantikan Selena, tiba - tiba mereka berdua menarik lengan Jester agar sedikit menjauh dari Naomi dan Selena berada.


"Kenapa kamu kenal dengan adik kelas cantik seperti itu brengsek?!!" tanya Luke heran, Jester menatap Luke dengan kesal


"Kamu mau selingkuh dari Naomi hah?!!" Harry menimpali perkataan Luke, Jester yang semakin kesal dengan tingkah kedua sahabatnya ini mendadak ingin membongkar rahasianya.


"Apa - apaan kalian ini?!! tapi kan..." sejenak Jester menggantung kalimatnya lalu menatap Naomi dari kejauhan dab tersadar hal itu akan membuat kegaduhan yang lebih buruk lagi, Jester mendadak terdiam menggantung perkataannya.


"Tapi apa?!!" tanya Luke yang memaksa Jester untuk segera menyelesaikan kalimatnya, Jester membuang mukanya menghindari tatapan mata Luke


"Aaah lupakan" Jester menjawab dengan singkat, Luke dan Harry mendadak bersujud memunggungi Jester.


"Ya tuhan sejak kapan teman kami yang dikutuk ini menjadi tukang selingkuh, ampuni dia tuhan" gumam Luke yang terlihat ingin meminta ampunan pada tuhan atas sikap temannya yang mendadak menjadi tukang selingkuh


"Dia sangat tidak bersyukur tuhan, tolong jangan kutuk dia lagi menjadi seorang jomblo abadi" gumam Harry menimpali permohonan ampunan untuk Jester


"Heeii!! kalian ini benar - benar ya!! Cih..." bentak Jester kesal lalu meninggalkan mereka bertiga dan berjalan mendekati Naomi dan Selena di ikuti oleh Harry dan Luke dibelakangnya


Selama ini si kutu buku memang jarang dekat dengan banyak wanita, karena itu ketika liburan semester berakhir kemudian ada dua adik kelas yang cantik terlihat begitu akrab dengan Jester membuat Luke dan Harry terheran. Seperti memikirkan ritual apa yang dilakukan Jester hingga bisa dikelilingi cewek - cewek cantik dalam waktu dekat dan bahkan bisa berpacaran dengan seorang selebgram yang dikenal cantik.


"Kalian ada kelas hari ini?" tanya Jester kepada Naomi dan Selena, namun Naomi kembali membuang muka saat Jester menatapnya.


"Tidak, tidak... kami cuma ingin melihat - lihat kampus" jawab Selena sedikit menebar pesonanya dengan tersenyum manis menatap Jester


Luke dan Harry benar - benar terpesona melihat Selena dari belakang Jester, tapi tidak dengan Jester yang masih berwajah datar karena saat itu mata Jester lebih tertuju pada Naomi yang bersikap aneh sejak tadi. Jester terlihat ingin berbicara pada Naomi, namun tiba - tiba Naomi berbalik hendak meninggalkan mereka berempat disana.


"Aku pergi dulu" celetuk Naomi lalu pergi seketika saat itu


Jester ingin menahannya namun langkahnya terhenti, Jester, Luke dan Harry merasakan Naomi menghindari Jester. Tapi bagi Selena, dia sangat memahami tentang sikap Naomi saat itu.


"Temanmu itu kenapa?" tanya Jester lalu mengalihkan pandangannya menatap Selena, sempat terdiam beberapa saat Selena mulai menggeleng - gelengkan kepalanya sebelum akhirnya menatap Jester


Di taman itu Selena bisa membaur dengan Three Musketeers dengan baik, mereka berempat terlihat saling melemparkan candaan, mengobrol dan diantara semua mahasiswa dan mahasiswi yang berkumpul di taman itu mereka berempat lah yang paling terdengar heboh.


Hingga beberapa saat berlalu, tiba - tiba Camilla muncul dari dibelakang Jester dengan menepuk kedua pundak Jester dengan tangannya. Wajah Camilla muncul diantara bahu Jester dan bahu Selena yang duduk bersebelahan, Jester dan Selena pun terlihat kaget dengan kemunculan Camilla yang begitu tiba - tiba itu.


"Haii haii.... sepertinya Three Musketeers tidak pernah berubah ya!!" sapa Camilla dengan suara yang terdengar begitu bersemangat.


"Eeeh Ehh Camilla!!" celtuk Jester yang terlihat kaget sampai membuatnya berdiri dan berbalik menatap Camilla


Camilla dan Jester terlihat saling menatap dan tersenyum namun tidak dengan Luke dan Harry yang hanya memandangi Camilla dengan wajah datarnya, keduanya terlihat tidak senang dengan kehadiran dari Camilla. Sedangkan Selena memandangi perubahan sikap Jester saat wanita asing mendekati mereka


"Haii Jester~ lama ya tidak bertemu" sapa Camilla terdengar manja sembari memberikan senyum manisnya menatap Jester, wajah Jester mendadak memerah padam terpesona oleh Camilla.


Disaat bersamaan Selena mulai mengalihkan pandangannya memperhatikan penampilan Camilla dari atas sampai bawah, tatapan penuh kecemburuan sangat ditampakkan oleh Selena meski tidak ada satupun yang menyadarinya


"Eeeh ya ya... udah beberapa hari ini kita tidak bertemu kan? rasanya baru bulan lalu aku tidak melihatmu" ucap Jester terbata dan kikuk, jantung Jester berdetak sangat keras sampai membuat pandangan Jester sedikit berkunang-kunang saat itu.


"Hihihi... kan memang satu bulan ini kita tidak bertemu, kamu gak berubah ya..." timpal Camilla dengan sedikit tawa yang terdengar


"Eeeh iya kamu benar... satu bulan kita memang tidak bertemu, tapi aku kira lebih lama... haha" masih dengan kikuk Jester mengatakannya, Selena menundukkan kepalanya.


"Jadi kamu... orang yang disukai Kak Jester" mendadak Selena mengatakannya dan membuat Jester, Camilla, Luke dan Harry terkejut lalu serentak menatap Selena yang masih menunduk.


"Eeh... kamu siapa?" tanya Camilla dengan senyuman menatap Selena, Selena berbalik dan menatap Camilla seperti ingin menantangnya.


"Aku Selena Parker, adik kelas Kak Jester" jawab Selena, mendadak aura disana menjadi panas. Camilla masih tersenyum menatap Selena yang menatapnya penuh dengan kebencian, keduanya membisu beberapa saat.


"Oooh junior... bisa kah sopan sedikit sama kakak angkatan mu?" tanya Camilla sedikit menaikkan nadanya namun senyumnya mulai pudar menatap Selena, agak menahan tawanya Selena memalingkan wajah.


"Tidak secantik itu ternyata... kamu bukan saingan yang terlalu sepadan" gumam Selena dengan nada sinis

__ADS_1


Sontak Jester, Luke dan Harry terkejut mendengar Selena berani berkata seperti itu, Camilla terlihat marah menatap Selena. Dengan cepat Jester menarik lengan Selena untuk menjauh dari tempat itu dengan begitu terburu - buru, begitu dirasa sudah cukup jauh saat itu Jester dan Selena terhenti disalah satu lorong kampus lalu Jester berbalik menatap Selena yang berada dibelakangnya.


"Apa - apaan itu?!" tanya Jester marah pada Selena dan membentaknya, Selena terkejut mendengar Jester membentaknya lalu perlahan menundukkan kepalanya.


"Gak ada... aku cuma... berkenalan dengan wanita yang kak Jester sukai" jawab Selena terbata, Jester heran dengan jawaban Selena


"Darimana kamu tahu dia wanita yang aku sukai? aku kan gak..." ucapan Jester dipotong Selena


"Jadi memang seperti itu ya sikap kak Jester kalau ketemu sama orang yang disukai... tidak berubah sejak SMA" timpal Selena, Jester terdiam mendengar perkataan Selena hingga tiba - tiba Naomi muncul dibelakang Jester dan mengejutkan Jester.


"Selena!" agak dengan teriakan Naomi memanggil Selena,


Jester membalik badannya menatap Naomi yang berjalan mendekati keduanya, agak jauh Naomi berhenti berjalan dan tetap berada di belakang Jester.


"Ayo pulang... aku sudah mengelilingi kampus ini, besok kelas kita ada di lantai dua gedung B" ucap Naomi kembali mengajak Selena untuk pergi dari tempat itu


Perlahan Selena berjalan mendekati Naomi dan melewati Jester tanpa sepatah katapun, Jester sendiri tidak lama kembali berbalik dan berjalan menuju taman kampus dimana teman - temannya berada.


Sesampainya di dekat taman tengah, Jester melihat Luke, Harry dan Camilla masih berada disana sedang mengobrol bersama. Untuk sejenak Jester menghentikan langkahnya dan bersembunyi dibalik sebuah pohon sambil mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan, begini lah Jester setiap kali bertemu dengan Camilla.


Jester memukul pohon itu dengan keras sembari terus mengatur nafasnya, tidak lama Jester mulai menyandarkan kepalanya di pohon itu sembari menatap langit.


"Aaarrgghh Sial sial sialll... aku ini kenapa sih!!" teriak Jester marah pada dirinya sendiri


Sesaat setelah meluapkan amarahnya Jester kembali berjalan menuju ke tempat teman - temannya berada, Camilla menjadi yang pertama menyadari Jester akan datang lalu tersenyum sambil melambaikan tangannya beberapa kali. Luke dan Harry mengalihkan pandangannya menatap Jester dengan tatapan penuh dengan rasa penasaran, Jester merasa ada yang salah namun dia tetap berjalan mendekati mereka.


"Terima kasih ya sudah menjauhkan adik angkatan yang gak tau sopan santun itu dariku, aku sering gak bisa menahan emosi dengan tingkah mereka" celetuk Camilla dengan nada kesal, Jester kembali bergetar dan jantungnya berdegup kencang.


"Aaah iya iya... aku juga kadang begitu... haha" masih dengan kikuk Jester berbicara


Luke dan Harry hanya terdiam menatap Jester dengan penuh rasa penasaran, namun Jester mengabaikan keduanya dan lebih fokus menatap Camilla yang terus tersenyum menatapnya. Bagi Jester senyuman Camilla adalah segalanya, sehingga Jester tidak ingin fokus pada hal lain.


"Ooh iya Jester, aku sudah tanya sama Luke dan Harry namun jawaban mereka gak memuaskan ku. Jadi aku ingin bertanya langsung padamu" celetuk Camilla yang terlihat kebingungan saat mengatakannya, Jester berjalan mendekati Camilla dengan percaya diri.


"tentu, tentu Camilla... mereka ini bodoh pasti tidak bisa menjawab pertanyaanmu kan... haha... jadi apa ada teori yang kamu tidak mengerti? apa saja sini tanyakan padaku" Jester terlihat antusias karena merasa dibutuhkan oleh Camilla


Camilla hanya tersenyum lalu mengeluarkan handphone miliknya dan menunjukkan video viral Jester, Naomi, Daniel dan Sarah saat di restoran cepat saji. Jester pun terkejut saat Camilla memutar video sebulan lalu itu, begitu pula dengan Luke dan Harry juga sama penasarannya dengan Camilla. Untuk sejenak keheningan tercipta, sampai Camilla kembali memecahkan keheningan.


"Video ini viral loh, hampir semua tahu tentang video ini. Jadi... kamu pacaran sama Naomi yang terkenal itu?" tanya Camilla dengan ekspresi sedih menatap Jester.


Jester pun nampak panik saat itu lalu memandang Luke dan Harry untuk mencari bantuan menjawab pertanyaan Camilla, namun keduanya hanya terdiam sambil terus menatap Jester. Tatapan mata Luke dan Harry menegaskan bahwa mereka pun penasaran dengan yang sebenarnya terjadi, karena selama ini sebagai sahabat mereka tidak pernah mendengar Jester dekat dengan Naomi.


Luke dan Harry sangat mengenal Jester dan berita tentang Jester berpacaran dengan seseorang yang tidak pernah Jester bahas bersama Luke dan Harry jelas menimbulkan banyak pertanyaan bagi keduanya, belum lagi Jester mendadak kenal dengan gadis cantik lainnya yaitu Selena dan Aoi.


Dalam benak Jester berkata "Bagaimana ini? jika aku bilang dia bukan pacarku maka Harry dan Luke akan menertawakan ku lalu mereka akan melapor pada papa dan mama, tapi kalau aku bilang dia pacarku aku akan kehilangan Camilla"


wajah panik Jester jelas tidak dapat dia sembunyikan, otaknya seakan membeku dan keheningan terjadi saat itu sampai suara Camilla menyadarkan Jester dari lamunan .


"Aku sedih... aku pikir kamu berbeda... jadi ketika bertemu dengan yang lebih cantik, kamu akan bersikap sama ya dengan kebanyakan pria diluar sana..." celetuk Camilla terdengar begitu kecewa, Jester tidak dapat berkata - kata dan merasa dirinya adalah seorang pria yang buruk dan tidak pantas berada disisi Camilla.


"Tapi kamu tidak adil Camilla, kamu menggantungkan Jester kan? apa kamu ingin Jester jomblo seumur hidupnya?" Luke tiba - tiba berbicara, sejak awal Luke terlihat tidak ingin ikut campur namun melihat Jester terdesak akhirnya keluarlah suara Luke untuk membela sahabatnya itu.


"Eeh tidak, tidak... aku tidak berfikir seperti itu..." jawab Camilla terbata - bata


Dengan mendongakkan wajahnya, Luke seakan-akan merendahkan Camilla. Senyum sinis Luke juga begitu terlihat, sampai Camilla nampak akan marah namun berusaha dia tahan.


"Itu benar, kamu tahukan Jester selalu gugup kalau berhadapan denganmu. Dia sudah pernah memberanikan dirinya untuk menembak mu namun kamu menolaknya kan? kamu ingin mempermainkan Jester? dasar buaya betina" ucap Luke terus menekan Camilla saat itu, Camilla yang tersulut emosi berdiri dan menatap Luke dengan tatapan penuh amarah.


"Tapi itu untuk kebaikan Jester! dia harus lebih fokus pada studinya!!" bentak Camilla berusaha mencari alasan dan mematahkan pendapat Luke, Luke tertawa kecil mendengar ucapan Camilla.


"Dia terlalu jenius hanya untuk alasan klasik mu, jika kamu tidak serius dengannya berhentilah mencari perhatiannya dan menjauh lah dari Jes..." belum selesai Luke berbicara, Jester menghantam pipi Luke hingga Luke terjatuh.


Harry dan Camilla terkejut saat Jester tiba - tiba menghantam wajah Luke dengan begitu keras.

__ADS_1


__ADS_2