Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Kencan Yang Direncanakan


__ADS_3

Siang hari yang panas terik, disebuah jalanan perkotaan yang padat merayap terlihat Mercedes Benz V260 melaju dengan kecepatan rendah mengikuti arus lalu lintas. Didalam mobil itu terlihat Jester yang sedang mengemudi ditatap tajam oleh Naomi yang duduk disebelahnya dengan penuh curiga, Naomi merasa aneh karena Jester dengan sengaja menjauhi rumah mereka dan menuju entah kemana.


"Ini mau kemana? rumah kita sudah kelewat jauh" tanya Naomi dengan penuh kecurigaan, Jester menoleh menatap Naomi namun sebelum menjawab mata Jester malah melihat keatas


"Aku dikasih tahu Luke ada street food enak di town squere, katanya disana ada..." belum selesai kalimat Jester, Naomi memotong


"Untuk apa ini? kamu merencanakan sesuatu?" tanya Naomi yang masih curiga pada Jester


"Hah? tidak, gak ada yang aku rencanakan!" jawab Jester dengan panik, Jester pun mengalihkan pandangannya lagi menatap jalanan. Kemudian keduanya pun terdiam sepanjang perjalanan, namun tatapan Naomi tetap tidak berubah sampai membuat Jester berkeringat karena dirinya merasa ditatap oleh Naoko. Yaah... mata Naomi memang sangat mirip dengan mata Naoko.


Hingga beberapa menit perjalanan telah berlalu, akhirnya Mercedes Benz V260 itu pun sampai diparkiran town squere yang terlihat ramai oleh pengunjung. Setelah mobil terparkir sempurna, Jester dan Naomi pun turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pusat street food yang berada di area town squere. Namun belum juga berjalan jauh, Naomi menarik tangan Jester sampai membuat Jester menghentikan langkahnya dan menatap Naomi yang berada dibelakangnya.


"Ada apa ini?" tanya Naomi penuh kecurigaan


"Makan Naomi makan.... duuh kita ini belum makan siang kan?" jawab Jester agak kesal, Naomi melepaskan genggaman tangannya dari tangan Jester.


"Hmm... iya juga" Naomi pun menyetujui perkataan Jester, Jester memberikan gestur agar Naomi berjalan disebelahnya dan segera pergi menuju area street food.


Di area street food terlihat Jester dan Naomi berkeliling memilih makanan yang tersedia disana, membeli beberapa jenis menu dan menunggu sembari menonton atraksi koki jalanan itu memasak pesanan mereka. Jester dan Naomi begitu menikmati perjalanan kuliner mereka, tidak lupa Naomi terlihat beberapa kali mengabadikan momen kebersamaan mereka di handphone nya. Beberapa kali Jester bertingkah konyol dengan makanan yang mereka beli saat itu, menaruh kaki cumi goreng di dagunya, memasukkan kentang goreng diantara bibirnya sehingga terlihat seperti drakula, menaruh kembang gula diatas kepalanya, dan lain lain. Semua tingkah konyol Jester itu selalu di abadikan oleh Naomi, senyum Naomi saat itu merekah dan ikut terabadikan bersama foto Jester.


Setelah menghabiskan semua makanan yang keduanya beli, terlihat Naomi dan Jester kekenyangan. Mereka pun duduk beristirahat disebuah kursi taman sembari menikmati angin sepoi - sepoi yang berhembus dipanasnya udara siang hari itu, Naomi juga tidak lupa melakukan selfie momen keduanya sedang beristirahat.


"Haah kenyang!!" celetuk Jester bersamaan Naomi menekan tombol shutter, setelah momen itu tertangkap kamera Naomi menatap Jester dengan senyuman yang saat itu merekah sangat manis.


"Aku bisa gendut kalau seperti ini" timpal Naomi, Jester menatap Naomi sembari memperhatikan tubuh Naomi dari atas hingga bawah


"Jangan khawatirkan itu, lagian kamu terlalu kurus" ucap Jester, wajah Naomi terlihat sebal


"Wanita tuh gak kayak pria dalam menilai berat badan dirinya tau" terdengar sebal Naomi mengatakannya, tidak lama terdengar alat musik yang sedang tes sound tidak jauh dari tempat Jester dan Naomi sedang beristirahat. Suara gitar, bass dan seseorang berbicara didepan mic menarik perhatian Naomi, Naomi pun menoleh kanan kiri mencari sumber suara itu.


"Waah ada konser, apa kamu mau melihatnya?" tanya Jester terdengar antusias, Naomi mengalihkan pandangannya menatap Jester dengan penuh curiga


"Kamu tahu akan ada konser disini?" dengan nada yang terdengar curiga Naomi mengatakannya, Jester pun berdiri dan menghindari tatapan mata dengan Naomi


"Ya.. ya tentu saja tidak kan, Ahaha.... ayo kita kesana!" jawab Jester sembari berjalan meninggalkan Naomi, merasa ditinggal Naomi pun berdiri dan langsung berlari menyusul Jester yang lebih dulu berjalan menuju area konser.


Setelah beberapa saat berjalan, mereka sampai di area konser. Terdapat sebuah panggung yang sederhana khas panggung jalanan, didepan panggung itu terdapat area tempat penonton dapat menonton sembari berdiri dan menari mengikuti alunan lagu, dan lebih kebelakang lagi terdapat kursi - kursi yang sudah tersusun rapih untuk penonton yang hanya ingin menikmati musik sembari duduk. Jester terus berjalan menuju kesebuah kursi kosong yang diatas mejanya tertulis "Reservasi", dengan cepat tangan Jester membuang tulisan itu lalu menatap Naomi yang berada dibelakangnya.


"Waah kebetulan sekali ada kursi kosong, kita beruntung ya Naomi!" ucap Jester yang terdengar panik, Naomi menatap heran Jester. Seakan maling yang sudah tertangkap basah sedang mencuri namun masih berusaha membela diri, begitulah kondisi Jester saat ditatap Naomi.


"Kamu... bohongnya engga banget...." timpal Naomi, Jester pun menarik kursi dan memberi gestur agar Naomi duduk di kursi itu


"Bohong apa sih? sini sini duduk, ahaha..." ucap Jester sembari berjalan menuju kursi lainnya yang berhadapan dengan Naomi namun dipisahkan sebuah meja, Naomi pun duduk di kursi yang telah Jester siapkan untuknya. Tidak lama para pemain band jalanan itu telah siap untuk memain kan lagu pertama mereka, vokalis mereka berjalan menuju stand mic dan mengambil mic itu dan segera menyapa penonton yang sudah berkumpul di area konser.


"Selamat Sore para penonton, apa kalian sudah siap untuk menikmati sore yang cerah ini dengan musik?" vokalis menyapa penonton yang berada disana, dengan antusias penonton bersorak dan terlihat bersemangat.


"Semangat yang bagus!! untuk menyambut semangat kalian, kami persembahkan lagu pertama kami, Linking Park Given Up!!!" dengan teriakan untuk membakar semangat penonton vokalis itu mengatakannya, alunan musik pun dimulai....


🎵🎵🎵


Wake in a sweat again


Another day's been laid to waste


In my disgrace


Stuck in my head again


Feels like I'll never leave this place


There's no escape

__ADS_1


I'm my own worst enemy


I've given up


I'm sick of feeling


Is there nothing you can say?


Take this all away


I'm suffocating


Tell me what the **** is wrong with me


🎵🎵🎵


Jester menatap Naomi yang terlihat sangat menikmati konser musik itu, senyum Naomi pun merekah melihat performance pemain band dipanggung. Ditengah permainan musik tiba - tiba Naomi berdiri dan menarik tangan Jester, sembari menunjuk kerumunan orang didepannya yang terlihat melompat - lompat mengikuti alunan lagu.


"Tidak seru jika hanya duduk, ayo bergabung dengan yang lain didepan!" dengan penuh semangat Naomi mengatakannya, Jester hanya tersenyum merespon perkataan Naomi dan mengikuti arah tarikan tangan Naomi menuju kerumunan orang - orang. Disaat itu Naomi pun menatap panggung sembari melompat - lompat mengikuti alunan lagu dan menyanyi, Naomi terlihat berbeda ketika itu dan seperti terbawa suasana semangat ditempat itu.


Melihat Naomi yang terlihat berbeda dengan yang biasa Jester lihat sebelumnya, membuat Jester fokus menatap wajah Naomi. Tubuhnya melompat - lompat mengikuti alunan lagu namun matanya menatap wajah Naomi, sebuah ekspresi dan sikap yang tidak pernah Jester duga sebelumnya diperlihatkan oleh Naomi didepan Jester. Seorang wanita yang biasa terlihat sangat anggun dan bersikap selayaknya putri ala kerajaan di kisah dongeng disney berubah menjadi sosok yang bersemangat dan tampil lepas mengekspresikan dirinya, Jester pun terpesona melihat kecantikan Naomi saat itu.


Beberapa menit berlalu, lagu pertama pun selesai dimainkan. Naomi tersenyum lepas sembari berbalik menatap Jester yang berdiri berada dibelakangnya, namun saat itu Jester masih terpesona menatap Naomi hingga membuatnya sedikit melamun. Sebuah tepukan pelan mengarah pada pipi Jester, Naomi terlihat menyadarkan Jester dari lamunannya.


"Heii kenapa melamun? apa kamu menikmati musiknya?" tanya Naomi yang terdengar bahagia, Jester menyentuh tangan Naomi yang berada di pipinya dan tersenyum.


"Aaa ya tentu saja, ahaha... jadi, kamu mau beristirahat dulu?" tanya Jester terbata, Jester membuang muka menutupi wajahnya yang memerah.


"Engga aah... meja pesananmu gak bisa aku pakai buat menikmati musik" sindir Naomi sembari berbalik kembali menatap panggung, Jester menggaruk dahinya beberapa saat mendengar jawaban Naomi.


"Iya juga ya, selain jauh disana juga gak boleh melompat - lompat seperti tadi" timpal Jester, Naomi berbalik kembali dan mencubit perut Jester beberapa kali.


"Aww aaaww... Naomi sakit!! iya iya maaf aku bohong tadi, duuh...." jawab Jester sembari mengelus - elus perutnya yang sedari tadi dicubitin oleh Naomi, mendengar jawaban Jester kala itu membuat senyum Naomi hilang. Naomi membalik badannya kembali menatap panggung tanpa berkata apapun, Jester pun bingung dengan sikap Naomi saat itu.


"Aku salah ya? maaf deh... aku cuma mau mengajakmu bersenang - senang" dengan suara yang terdengar menyesal Jester mengatakannya, Naomi yang memunggungi Jester kala itu perlahan menundukkan kepalanya dan masih terdiam beberapa saat.


"Terima kasih..." gumam Naomi ditengah kebisuan diantara mereka, Jester berusaha mendengarkan gumaman Naomi saat itu namun vokalis sudah akan memulai lagu keduanya.


"Baiklah, lagu kedua dari kami Katy Perry Firework!! semuanya semangat ya!!" ucap vokalis dengan semangatnya, bersamaan dengan ucapannya itu musik pun dimainkan dengan indah dan penuh semangat


🎵🎵🎵


Do you ever feel like a plastic bag


Drifting through the wind


Wanting to start again?


Do you ever feel, feel so paper thin


Like a house of cards


One blow from caving in?


Do you ever feel already buried deep?


Six feet under screams, but no one seems to hear a thing


Do you know that there's still a chance for you


'Cause there's a spark in you

__ADS_1


You just gotta ignite the light, and let it shine


Just own the night like the 4th of July


'Cause, baby, you're a firework


Come on, show 'em what you're worth


Make 'em go, "Oh, oh, oh"


As you shoot across the sky


Baby, you're a firework


Come on, let your colors burst


Make 'em go, "Oh, oh, oh"


You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe


🎵🎵🎵


Alunan musik sore itu menyihir para penonton yang hadir disana tidak terkecuali Naomi dan Jester, mereka terlihat bahagia ditengah kerumanan orang - orang yang melompat - lompat mengikuti alunan lagu. Hingga lagu kedua selesai dimainkan, Naomi dan Jester terlihat kecapean namun senyum mereka masih merekah. Keduanya berjalan menuju kursi yang Jester pesan tadi, keduanya duduk dimeja itu walau konser masih terus berjalan.


Naomi mengeluarkan handphone nya dari sling bag miliknya dan segera mengabadikan momen - momen itu dengan kamera handphone nya, sesekali Naomi melakukan selfie dengan latar belakang Jester yang terlihat menoleh sana - sini mencari sesuatu. Tidak lama datang seorang pelayan yang membawa dua cangkir capuccino, Naomi kembali menatap Jester dengan tatapan curiga. Jester menoleh kanan - kiri menghindari kontak mata dengan Naomi, namun Jester merasa Naomi masih terus menatapnya.


"Sudah aku duga kamu mau menghiburku" celetuk Naomi ditengah kebisuan diantara keduanya, Jester menatap panik Naomi saat itu


"Memangnya aku gak boleh ya lakukan ini untukmu?" sembari membuang muka Jester mengatakannya, Naomi menghela nafas sejenak dan tetap menatap Jester dengan raut wajah jutek.


"Kamu gak perlu melakukan hal ini untukku Jester, duuh... bukannya kamu harus fokus sama Camilla? merencanakan hal seperti ini untukku hanya akan membuang - buang waktumu" jawab Naomi kesal, Jester mengalihkan pandangannya menatap Naomi dengan serius.


"Kamu tahu kapan terakhir aku melihatmu tersenyum akhir - akhir ini?" tanya Jester tegas, suara Jester ketika itu sedikit membuat Naomi tersentak.


"Kemarin juga aku tersenyum padamu, aku selalu tersenyum kecuali ada hal yang membuatku sedih" jawab Naomi masih terdengar kesal, namun Jester masih menatap Naomi dengan serius tanpa senyum.


"Senyum palsumu tidak masuk hitungan, maksutku senyum tulus seperti saat makan tadi dan menonton konser" timpal Jester dengan nada yang sedikit menekan, Naomi bertambah kesal mendengar ucapan Jester.


"Aku gak pernah melakukan senyum palsu! lagian apa untungnya buatmu membuatku tersenyum?!" agak sedikit membentak Naomi mengatakannya, Jester menghela nafas mendengar ucapan Naomi


"Kamu terlihat makin cantik kalau benar - benar tersenyum seper..." ucapan Jester terpotong karena sebuah kotak tissue yang Naomi lempar saat itu tepat mengenaik wajah Jester, Jester pun merintih kesakitan.


"Aduh duh duh!! apa - apan sih?!!" sembari memegangi wajahnya Jester mengatakannya, wajah Naomi memerah namun tetap dengan raut wajah yang terlihat kesal menatap Jester.


"Jangan bicara hal bodoh seperti itu!! dasar Jester bodoh!!!" jawab Naomi kesal, Naomi pun membuang muka menghindari Jester menatap wajahnya yang memerah karena malu.


"Pokoknya aku sudah bosan dengan senyum palsu itu, hentikan itu. Aku ini tinggal satu rumah denganmu dan ketika aku melihat senyum palsu itu rasanya hatiku gak enak tahu" ucap Jester dengan nada yang terdengar sedikit marah, Jester mengambil gelas capuccino nya dan meminumnya sedikit demi sedikit.


"Kalau gitu..." Naomi menggantungkan kalimatnya, Jester pun menatap Naomi kembali dengan wajah yang penasaran


"Kalau gitu... bolehkan aku... menganggap ini kencan yang kamu rencanakan?" tanya Naomi namun Naomi masih membuang muka nya tidak manatap Jester, wajah Jester pun memerah mendengar pertanyaan Naomi.


"Waaa... kenapa jadi..." belum selesai kalimat Jester, Naomi memotongnya.


"Kamu sudah berkencan dengan Selena dan Camilla kan, apa aku juga boleh menganggap ini sebagai kencan?" tanya Naomi dan perlahan tatapan mata Naomi menatap Jester, wajah merah merona Naomi saat itu malah membuat Jester semakin terpesona. Jester sedikit menundukkan wajahnya, lalu melipat tangannya diatas meja dengan tangan yang terlihat bergemetar.


"Selama itu bisa membuat mood mu membaik dan bisa membuatmu terus tersenyum seperti ini, aku juga akan menganggap ini sebagai kencan" jawab Jester dengan sedikit menoleh menatap Naomi yang terkejut mendengar jawaban Jester, tangan Naomi mendadak bergemetar juga saat mengangkat cangkir capuccinonya dan meminumnya secara perlahan. Perlahan Naomi meletakkan kembali cangkir itu dan sedikit memajukan badannya mendekati Jester, merasa Naomi terlalu dekat Jester pun sedikit panik dan sedikit memundurkan kepalanya.


"He.. hei... kamu terlalu dekat!!" ucap Jester dengan panik


"Terima kasih Jester" celetuk Naomi dengan senyum yang merekah di wajahnya, Jester sempat terdiam lalu membalas senyuman Naomi. Tidak lama Naomi kembali menarik Jester kembali menuju depan panggung, keduanya kembali larut dalam alunan lagu dan musik sore itu. Pada hari itu Naomi menjadi sosok yang berbeda namun Jester malah terlihat senang dengan perubahan Naomi saat itu, di hari itu juga Jester merasakan getaran yang berbeda saat bersama Naomi.

__ADS_1


__ADS_2