Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Wajah Baru


__ADS_3

"Julius harap tuan besar Jester Gates memberikan kemurahan hatinya untuk membebastugaskan Julius" pinta Julius kepada Jester


Pagi hari dikediaman besar Gates, terlihat Jester dan Julius berdiri saling berhadapan disalah satu koridor rumah depan kamar Jester. Wajah Jester terlihat kaget saat mendengar permintaan Julius yang dirasa Jester terlalu mendadak, Jester pun mengernyitkan dahinya menunjukkan keheranan. Setelah mendengar cerita tentang siapa Julius sebenarnya, dalam benak Jester pun kini berkecamuk tentang kemungkinan Julius ingin lepas dari belenggu keluarga Gates yang selama ini terus menghantuinya.


"Kamu ingin pergi meninggalkan keluarga Gates?" tanya Jester menekan Julius, senyum kecil Julius terlihat digaris bibirnya.


"Mungkin bisa dikatakan seperti itu, dengan pensiunnya Julius tua ini maka keberadaan Julius sudah tidak diperlukan lagi didalam kediaman besar Gates. Julius akan memberi beberapa rekomendasi yang sangat mungkin bisa menggantikan posisi Julius untuk menjadi kepala pelayan dan tangan kanan tuan besar Jester" jawab Julius dengan lembut dan sopan, namun Jester tetap menatap Julius dengan dahi yang mengernyit.


"Kamu ingin lari dari kesalahanmu dimasa lalu ketika membunuh seluruh keluarga Arielle dan Scott?" tanya Jester menekan Julius, senyum Julius kembali menghilang dari garis senyumnya dan menatap Jester begitu dalam.


Dugaan Julius bahwa Naomi akan menceritakan tentang pengakuan pelaku pembunuhan yang dilakukan dirinya terhadap keluarga Arielle dan Scott kepada Jester benar - benar terjadi, Julius pun sudah mempersiapkan semuanya dihadapan Jester.


"Nona muda Scott sudah menceritakan semuanya?" tanya Julius, Jester menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Julius.


"Aku tidak bisa mengambil kesimpulan tentang kebenaran itu, apa aku harus berterimakasih padamu atau justru marah padamu. Kenyataannya kamu menyelamatkanku bahkan sebelum aku lahir di dunia ini, aku juga tidak berniat untuk menghakimi tentang apa tindakanmu benar atau salah. Tapi tolong beri aku jawaban, bagaimana caramu hidup selama ini? tidakkah kamu dihantui rasa bersalah mu pak Julius?" tanya Jester dengan nada yang menekan


Sebuah keputusan berat harus Jester hadapi setelah menjadi pemimpin keluarga besar Gates, Julius yang merupakan tangan kanan sekaligus sahabat karib dari Arthur membuat Jester bingung ketika dihadapkan oleh pengunduran diri Julius dari posisi yang dia tempati saat ini. Belum lagi dengan mengetahui kebenaran sebenarnya tentang perbuatan Julius di masalalu yang membuat Jester semakin kesulitan membuat keputusan. Peran Julius begitu besar dalam membantunya memenangkan tantangan dari sang kakek, bahkan membuat Julius sampai berkhianat dari Arthur agar Jester mampu mengambil alih pimpinan Gates Corp.


"Apapun yang sudah terjadi tentu akan menimbulkan penyesalan tersendiri bagi siapapun namun bagaimana kita menatap kehidupan kita kedepannya adalah hal terpenting daripada terus meratapi nasib yang sudah terjadi. Julius tidak pernah hidup dalam penyesalan karena bagi Julius apa yang sudah terjadi hingga saat ini adalah kebenaran" tegas Julius menjawab pertanyaan Jester, mendengar perkataan Julius itu membuat Naomi berjalan mendekat dan berdiri dibelakang Jester sembari menatap mata Julius.


"Tapi bagiku ada satu hal yang sangat aku sesali... aku tidak seharusnya bertindak berlebihan kepada keluarga Scott karena mereka hanya ingin keluar dari ketakutannya terhadap keluarga Gates, aku meminta maaf atas itu nona muda Scott" dengan suara yang terdengar lembut Julius mengatakannya, tatapan mata Julius dan Naomi pun bertemu.


"Aku sudah memaafkan mu, aku ingin kamu tidak lagi menyesali itu" ucap Naomi dengan nada yang terdengar lembut


Bagi Naomi menyimpan dendam tidak ada artinya karena tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula, namun keadaan saat ini sangat membuat Naomi bersyukur dan bahagia karena rentetan dari kejadian yang Julius lakukan membuatnya dapat menemukan cinta sejatinya yaitu Jester, terkesan selalu egois memang bagi Naomi namun dia begitu menikmati kisah perjalanan hidupnya saat ini. Bahkan di kediaman Gates bersama Arthur dan Julius pun Naomi mendapatkan kebahagiaannya sendiri.


"Seperti itulah manusia, setelah menyesal maka dengan mudahnya dia meminta maaf dan seakan sudah tidak ada lagi yang perlu dia pikirkan. Maaf tidak akan merubah apapun, hanya sebagai pengampunan diri terhadap orang yang dia sakiti, sedangkan orang yang tersakiti... hanya dapat mengikhlaskan kejahatan orang yang menyakiti" tegas Julius mengatakannya, perkataan Julius kali ini membuat Jester dan Naomi tertegun memandangi wajah tua Julius.


Perlahan tangan kiri Julius merogoh belakang tuksedo nya, ketika Julius kembali mengeluarkan tangannya dari belakang tuksedo saat itu Julius mengeluarkan pistol berjenis baretta. Melihat Julius yang mengeluarkan pistol itu membuat Jester, Naomi, dan kedua pelayan wanita yang masih berdiri sembari menundukkan pandangannya itu terkejut. Bahkan kedua pelayan itu sedikit mundur dari tempatnya berdiri, namun tatapan matanya tetap tidak berani untuk memandang wajah Julius.

__ADS_1


"Ini adalah pistol yang aku gunakan untuk membunuh keluarga Arielle dan beberapa keluarga Scott yang masih hidup dalam kecelakaan dalam tol yang sudah aku rencanakan" ucap Julius terdengar sedih, Julius menyodorkan pistol itu kepada Naomi dengan moncong pistol yang tepat mengarah pada Julius.


Seperti sudah bersiap akan apapun yang akan dilakukan oleh Naomi membuat Julius hanya bisa pasrah ketika melakukan tindakan penebusan dosa kepada keluarga Scott melalui Naomi, kalaupun pada akhirnya hidupnya berakhir ditangan Naomi hal itu membuat Julius merasa akan mati dengan tenang tanpa penyesalan apapun.


"Buatlah pembalasan yang setimpal untuk keluarga Scott dan limpahkan semuanya padaku, aku akan dengan senang hati menerimanya sebagai bentuk pembalasan yang setimpal" ucap Julius dengan tegas, Naomi dan Jester terkejut dengan perkataan Julius saat itu. Dengan keras tangan Jester menepis tangan Julius yang menyodorkan pistol kepada Naomi, pistol itu pun terlempar jauh.


"Berhenti mengatakan hal yang tidak berguna seperti itu!" bentak Jester begitu marah, Julius hanya terdiam menatap wajah Jester yang sangat menampakkan kemarahannya.


"Memang benar kata maaf tidak akan memperbaiki apapun dan memang benar jika kita sudah meminta maaf dan dimaafkan maka tidak perlu lagi kita pikirkan kejahatan kita pada orang itu. Memang begitulah hidup manusia, tempat banyak kesalahan dan bagaimana pun kita hidup maka akan ada saja orang lain yang akan merasa tersakiti" ucap Jester dengan tegas, Jester menunjuk wajah Julius dengan jari telunjuknya.


"Siklus hidup memang akan selalu seperti itu, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana cara kita agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah kita lakukan sebelumnya lalu setelahnya dan selamanya! camkan itu baik - baik!" dengan tekanan Jester saat mengatakannya, namun Julius hanya terdiam dan terus menatap Jester.


"Pada awalnya aku memang sulit untuk memaafkan mu... namun jujur aku pun bimbang karena seperti katamu, aku tidak akan pernah bertemu Jester jika kamu tidak melakukan pembunuhan itu" celetuk Naomi dengan nada yang terdengar sedih, hampir bersamaan Jester dan Julius mengalihkan pandangannya menatap Naomi.


"Dari sisi terdalam ku aku mengatakan aku bersyukur kamu telah menyelamatkan keluarga Gates, mungkin aku terdengar seperti orang yang egois dan tidak tahu diri... namun Jester mengatakan padaku jika tidak apa - apa untuk bersikap egois untuk sesekali, jadi yang ingin aku katakan padamu adalah..." Naomi menggantung kalimatnya lalu tersenyum manis menatap Julius


"Terima kasih sudah menyelamatkan Jester dan telah berkorban menanggung segala beban berat itu selama ini, sebagai salah satu keluarga Scott yang tersisa aku mewakili ayah untuk mengucapkan terima kasih padamu. Bagiku Jester tidak akan pernah terganti, aku terlalu mencintainya" ucap Naomi melanjutkan kalimatnya yang sempat dia gantung, Julius membalas senyum Naomi lalu menghela nafasnya sejenak.


"Aku akan tetap menyimpan pistol ini jika sewaktu - waktu nona muda Scott berubah pikiran, jangan sungkan untuk memintanya dariku" sembari mengambil pistol dilantai saat Julius mengatakannya, Julius kembali berjalan meninggalkan Jester dan Naomi setelahnya.


Langkah Julius tegap dan terasa ringan meninggalkan Jester dan Naomi, senyum dibibirnya seketika sedikit merekah ketika menyadari akan ada angin baru dalam tradisi keluarga Gates. Kehangatan yang diberikan oleh Jester dan Naomi begitu terasa membuat Julius tenang karena Arielle yang tersisa tidak akan lagi berada didalam keadaan yang begitu berat.


Untuk beberapa saat Jester dan Naomi nampak terpaku menatap punggung Julius yang terus berjalan menjauhi keduanya, keduanya sama - sama memikirkan tentang bagaimana perasaan Julius sekarang setelah selama ini menanggung beban tentang dosa pembunuhan yang telah dia lakukan. Baik bagi Jester dan Naomi sangat memahami jika sampai kapanpun dan bagaimanapun, Julius tidak akan pernah melupakan hari dimana dia menutup sejarah keluarga Arielle dan Scott.


"Apakah ada cara untuk membantu Julius melupakan kesalahannya itu?" tanya Naomi memecahkan lamunan Jester, mendengar pertanyaan Naomi membuat Jester mengalihkan pandangannya menatap wajah sedih Naomi.


"Tidak akan ada, semua itu akan menjadi beban pak Julius secara keseluruhan... kesalahan manusia hanya akan ditanggung setiap individu dan tidak akan ada cara apapun bagi orang lain untuk ikut menanggung bebannya, itulah sebabnya kita harus berfikir dalam - dalam sebelum melakukan tindakan apapun" tegas Jester menjawab pertanyaan Naomi, perlahan Naomi menatap wajah Jester.


"Sudah benarkah yang aku katakan? apa aku melukai hatinya?" tanya Naomi lagi dengan nada yang terdengar sedih, Jester tersenyum lalu mengelus lembut kepala Naomi.

__ADS_1


"Yang kamu lakukan sudah benar dan mungkin kamu terlalu berlebihan" jawab Jester dengan sedikit suara tawa yang terdengar, Naomi pun merubah ekspresi wajahnya menjadi kesal.


"Maksudmu aku terlalu berlebihan mencintaimu?" tanya Naomi dengan nada kesal


"Bukan, bukan itu yang aku katakan. Maksudku..." belum selesai Jester menjawab, Naomi langsung mencubit perut Jester.


"Kamu gak suka aku mencintaimu berlebihan seperti ini?!!" bentak Naomi


"AAAAAAaaa!!! Naomi!! duuh bukan gitu!!!" jerit Jester sembari merintih kesakitan, Jester berhasil lepas dari cubitan Naomi dan kemudian berlari menghindari Naomi yang ingin mencubitnya lagi.


Aksi kejar - kejaran antara Jester dan Naomi pun dilihat oleh para pekerja disana, beberapa dari mereka tidak mampu untuk menahan tawanya namun dengan sekuat tenaga berusaha menyembunyikan wajah dan senyum agar tetap terlihat profesional.


Disisi lain disebuah taman kota yang cukup ramai dengan pengunjung, beberapa dari mereka ada yang sedang berolahraga, joging, dan hanya sekedar duduk - duduk saja disebuah kursi taman. Diantara orang - orang itu, terlihat seorang pria bersandar pada salah satu pohon mengenakan jaket sembari menutupi kepalanya dengan hoodie dan juga mengenakan celana dan sepatu olah raga. Seorang pria itu terlihat sedang menunggu seseorang, kepalanya beberapa kali menatap kanan kiri dan terlihat sedikit gelisah.


"Maaf terlambat, dia memintaku mendatanginya sebelum bertemu denganmu" ucap Daniel dari balik pohon tempat seorang pria misterius itu bersandar


"Aku sudah melacak banyak hal dan kini aku merasa ragu untuk membantumu" timpal seorang pria misterius itu pada Daniel


"Untuk itulah aku meminta dia agar menyiapkan sesuatu untukmu" tegas Daniel mengatakannya sembari memberikan amplop coklat kepada pria misterius itu, dengan cepat pria itu menerima amplop coklat dan membuka serta memeriksa isinya.


"Enam bulan berada di italia hah? apa tidak bisa lebih lama?" tanya pria misterius itu dengan sedikit sindiran


"Ayolah, jika aku masih dimasa jaya ku mungkin aku bisa memberimu uang saku sampai sepuluh tahun. Namun sekarang aku sudah kehilangan pekerjaan, di dunia maya pun semua menghujat ku" terdengar kesal Daniel menjawab sindiran pria itu, dengan sedikit suara tawa pria itu pun kembali memasukkan berkas - berkas kembali kedalam map.


"Untuk apa semua ini? sampai seperti itu dendam mu pada Naomi?" tanya pria itu, Danile pun menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan.


"Aku hanya ingin Naomi sadar jika dia adalah milikku dan meluruskan kesalahpahaman netizen terhadapku, apa yang diberitakan oleh media Werner Grup telah menghancurkan hidupku jadi setidaknya aku masih bisa mengambil kembali yang seharusnya memang milikku" jawab Daniel dengan nada yang terdengar sedih


"Sebagai sahabatmu aku ingin mengingatkan walau kamu pasti tidak mau menerima masukan dariku" celetuk pria itu lalu hendak pergi dari tempat itu, Daniel sedikit menoleh untuk menatap wajah temannya dari balik pohon.

__ADS_1


"Rencana mu ini akan menghancurkan Naomi dan memasukkannya kedalam kegelapan tanpa cahaya sedikitpun, jika kamu memang sudah setega itu maka pastikan hatimu siap untuk melihat Naomi dalam kondisi depresi" ucap pria itu lalu pergi meninggalkan Daniel, perlahan Daniel mengalihkan pandangannya menatap langit.


"Aku tahu itu namun apa yang Camilla katakan ada benarnya... aku tidak boleh ragu, kamu harus kuat Daniel" gumam Daniel


__ADS_2