
Siang hari di padatnya jalan perkotaan, sebuah Mazda 2 terlihat berada diantara mobil - mobil yang melintas. Dengan kecepatan rendah, Mazda 2 itu masuk kedalam area parkir sebuah apartemen mewah dengan fasilitas - fasilitasnya yang lengkap dan berada ditengah - tengah kota. Mazda 2 itu parkir sempurna disebelah Mercedes Benz S450 milik Jester, begitu Mazda 2 itu terparkir sempurna dengan segera Jester turun dan disambut oleh supir pribadinya.
"Selamat siang tuan Jester, perintah sudah dilaksanakan. Ini kunci aksesnya dan kamarnya ada dilantai 1112, ada perintah selanjutnya?" tanya supir itu kepada Jester, dengan tepukan di bahu Jester tersenyum menatap supir pribadinya itu.
"Kerja bagus, bilang pada Sarah aku menaikkan gaji mu sepuluh persen" ucap Jester, lalu supir itu membungkuk untuk menunjukkan rasa terima kasihnya.
"Ayo Camilla" ajak Jester kepada Camilla yang masih bengong dengan apa yang dia lihat, tanpa bertanya apapun Camilla berjalan mengikuti Jester masuk kedalam apartemen.
Dengan menggunakan lift, Jester dan Camilla menuju lantai sebelas. Masih saling terdiam mereka menunggu pintu lift terbuka, namun kali ini Camilla terus menatap Jester dari belakangnya. Tidak lama pintu lift terbuka dan mereka berdua menuju kamar yang supir Jester sebutkan, begitu sampai Jester segera membuka pintu dengan kunci akses dan sebuah kamar yang mewah dengan fasilitas yang lengkap menjadi pemandangan yang nyaman bagi Jester juga Camilla.
Jester masuk kedalam lalu mengecek satu persatu kelayakan kamar dan fasilitasnya, Camilla perlahan masuk kedalam kamar itu dan tetap diam berdiri didepan pintu keluar yang tertutup otomatis itu. Camilla terus menatap aktifitas Jester yang berkeliling ke seluruh ruangan, begitu selesai Jester lalu berjalan mendekati Camilla.
"Mulai sekarang ini akan menjadi rumahmu, aku sengaja memberikan apartemen ini karena aku ingin kamu tinggal dengan tenang tanpa gangguan dari siapapun. Semoga kamu betah disini dan... ini kunci aksesnya" Jester memberikan kunci akses, Camilla menerimanya lalu kembali menatap mata Jester.
"Ooh iya, walau bibi Jessica bilang gaji mu akan tetap ditanggung oleh Arielle Corp tapi aku yakin kamu tidak memiliki uang sama sekali dalam sebulan ini. Jadi ini..." Jester kembali memberikan sebuah kartu dan kali ini adalah kartu ATM, Camilla menerimanya dan menatap kartu itu untuk beberapa saat dan kembali menatap mata Jester.
"Disana ada beberapa uang dan kamu bisa gunakan untuk kehidupanmu selama tiga bulan aku rasa, beli bajumu untuk kuliah dan kerja, serta keperluan mu yang lain. Maaf aku tidak bisa menemanimu untuk membeli segala keperluan mu karena aku takut seseorang yang mengenaliku akan memberitakan aneh - aneh tentangku, aku berharap kamu mengerti" Jester melanjutkan kalimatnya namun Camilla hanya terus diam dan menatap mata Jester dalam - dalam, mendapatkan tatapan itu membuat Jester bingung harus melakukan apa lagi.
"Camilla? apa kamu mendengarkan ku?" tanya Jester, perlahan Camilla menunduk dan tangannya mulai melepaskan kancing bajunya dan melepaskan baju itu dari tubuhnya dan menjatuhkannya kelantai. Jester terkejut dengan apa yang dilakukan Camilla, namun Camilla tersenyum menatap Jester.
Dengan semua kisah yang sudah Jester dengar dari Camilla membuat Jester memahami tindakan Camilla, walaupun terkejut Jester tetap mencoba tidak terpancing emosi agar Camilla tidak merasa ketakutan. Menenangkan diri sebaik mungkin agar mampu menghentikan tindakan Camilla yang membuatnya tidak nyaman berada disana.
"Aku mengerti Jester...." ucap Camilla lalu melepaskan resleting rok yang dia kenakan saat itu hingga rok itu pun terjatuh kelantai, Camilla berjalan mendekati Jester.
Satu persatu Camilla tanggalkan semua yang melekat pada tubuhnya hingga nyaris tak tersisa sehelai pun kain yang membalut tubuhnya itu, senyum Camilla terlihat seperti sedang ingin menggoda. Tatapan matanya tajam memandangi Jester. Melihat kejadian itu membuat Jester dengan segera mengalihkan pandangan kearah lantai.
"Aku menyerah... kamu boleh lakukan apapun kepadaku..." dengan terbata Camilla mengatakannya, Jester menatap lantai dan berjalan melewati Camilla begitu saja sembari memunguti pakaian Camilla yang tadi Camilla tanggalkan.
"Jester..." celetuk Camilla sembari memperhatikan apa yang Jester lakukan, Jester berbalik namun saat ini matanya menatap langit - langit.
"Apa yang kamu lakukan... gunakan kembali pakaianmu...." timpal Jester dengan suara yang terdengar bergemetar, Camilla tertawa kecil lalu kembali berjalan dan memeluk Jester. Mendapatkan pelukan itu membuat tubuh Jester merinding, tangannya kini semakin bergemetar.
"Tidak apa... aku akan diam apapun yang akan kamu lakukan kepadaku, seperti yang pernah aku katakan padamu dulu... aku masih perawan, jadi aku harap kamu bisa...." belum selesai Camilla berkata, Jester memotong.
__ADS_1
"Berhenti melakukan tindakan bodoh!!!" bentak Jester sampai membuat Camilla melepaskan pelukannya dan berjalan mundur beberapa langkah
"Jester...." celetuk Camilla dengan nada yang terdengar terkejut dan ketakutan
Seketika bentakan Jester membuat Camilla sadar bahwa Jester sedang dalam keadaan yang serius dengan ucapannya, rasa malu dan takut mulai menghujani perasaan Camilla. Sebuah tanya muncul dibenaknya, mengapa Jester berbeda dengan pria diluar sana dan benarkah bahwa masih banyak kebaikan diluar sana yang bisa Camilla terima.
"Maaf aku membentak mu, tapi berhentilah melakukan hal bodoh" ucap Jester lalu kembali memberikan pakaian Camilla, namun Camilla tidak menerima baju itu dan hanya terdiam menatap Jester.
"Aku... putus asa... aku harus bisa bertahan hidup sendiri tanpa siapapun, menampungku hanya akan membawa masalah untukmu dan seperti yang kamu katakan... teman - temanmu akan marah besar padamu dan mungkin Naomi akan membencimu... makanya aku merasa tidak akan adil jika aku tidak memberikan imbalan yang setimpal..." ucap Camilla
"Dengan cara menjual dirimu?" tanya Jester dengan tekanan
"Awalnya aku tidak suka... tapi setelah melihat apa yang kamu lakukan untukku.... aku merasa aku menemukan tujuan hidupku" jawab Camilla terbata, jawaban Camilla membuat Jester terdiam.
"Aku... tidak percaya dengan kebaikan tanpa alasan, selalu akan ada alasan dibalik tindakan baik seseorang meskipun itu kecil. Tapi kamu.... kamu baik padaku tanpa aku tahu apa alasanmu baik kepadaku... apa yang kamu inginkan dariku Jester?" tanya Camilla, Jester menepuk dahinya cukup keras dan tetap memberikan baju dan rok yang sempat Camilla tanggalkan tadi.
"Gunakan dulu dan kita akan bicara" perintah Jester, perlahan tangan Camilla meraih baju itu dan dengan segera kembali mengenakannya. Jester menarik nafas panjang - panjang dan menghembuskannya cukup keras, mata mereka kemudian bertemu.
"Aku katakan saja dengan tegas aku tidak membutuhkan apapun darimu dan jika itu ada suatu saat nanti aku berharap kamu akan membantuku sebagai bentuk balas budi mu, apa itu sudah menjawab pertanyaan mu?" tanya Jester dengan suara yang terdengar tegas tanpa keraguan sedikitpun
"Tidak ada alasan untuk berbuat baik kepada sesama manusia, rasa iba seharusnya sudah cukup untuk menggerakkan kita untuk membantu sesama. Kebaikan suatu saat akan kembali pada kita, mungkin tidak hari ini atau besok... itu bisa terjadi bulan depan atau bahkan tahun depan. Aku harap kebaikan akan segera datang kepadamu, semoga kamu bisa memandang dunia ini dari sisi yang berbeda dan menjadi langkah awal kamu untuk berbuat baik kepada orang lain" jawab Jester lalu berbalik dan hendak keluar dari kamar itu, begitu menyentuh ganggang pintu Jester menghentikan langkahnya sejenak.
"Camilla... mungkin kamu membenci hidupmu tapi jangan pernah merasa ingin mengakhiri hidupmu, jika kamu membutuhkan seseorang untuk mendengarkan ceritamu aku dengan senang hati akan datang... ingat bahwa kamu tidak pernah sendiri, akan ada orang yang mempedulikan mu..." ucap Jester
"Apa kata - kata itu untuk... Naomi..?" tanya Camilla terbata, Jester hanya terdiam beberapa saat tanpa menjawab apapun.
"Aku mengerti Jester... terima kasih... semoga hari dimana aku bisa membalas budi mu akan segera datang.... sampaikan maaf ku padanya...." terdengar begitu menyesal saat Camilla mengatakannya, Jester kemudian membuka pintu dan meninggalkan tempat itu.
Kepergian Jester membuat Camilla meratapi kehidupannya selama ini, dan mulai menyesali perbuatannya yang menghancurkan mental Naomi. Untuk pertama kali Camilla menyesal melakukan sesuatu yang dia inginkan. Kebaikan Jester menjadi bukti bahwa ucapan ibunya benar, tiba - tiba rasa rindu kepada sang ibu hadir dan membuat Camilla menangis.
Jester turun hingga kelantai dasar, begitu pintu lift terbuka handphone Jester berdering. Dengan segera Jester mengambil handphone didalam sakunya dan menatap layar yang menampilkan nama "Si Bawel Grece", membaca nama itu wajah Jester langsung cemberut dan segera menolak panggilan itu. Namun telepon kembali berdering, dengan terpaksa Jester menerima panggilan Grece.
***
__ADS_1
"Ya halo" sapa Jester
"Dimana kamu?!! aku mencari mu sampai ke Gates Tower!! dasar Jester bodoh!!!" bentak Grece, Jester pun menjauhkan handphone dari telinganya.
"Duuh apa sih?" tanya Jester dengan nada kesal
"Band kita gimana? aku sudah mendaftarkan kita sejak jauh - jauh hari... seminggu lagi kita tampil Jester..." jawab Grece terdengar sedih, Jester terdiam sejenak walau kakinya terus melangkah menuju mobilnya terparkir.
"Kita akan tetap tampil, apa ada kabar dari Luke dan Harry?" tanya Jester
"Itu juga yang ingin aku bicarakan... mereka sudah sampai dan.... Daniel ada di kantormu..." jawab Grece terbata
"Aku mengerti, lima belas menit lagi aku sampai disana" ucap Jester
"Jester... kamu sudah tahukan siapa orang dibalik Daniel?" tanya Grece dengan nada yang terdengar khawatir
"Ya... aku tahu" jawab Jester singkat dengan nada datarnya
"Aku tidak ingin mengatakan ini tapi..." ucapan Grece dipotong oleh Jester
"Aku paham dan aku sudah buktikan dengan tindakanku di perusahaan, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku akan bertindak sembrono" timpal Jester, terdengar Grece menghela nafasnya dari balik telepon
"Syukurlah... Naomi pasti bangga padamu" ucap Grece terdengar lega
"Aku berharap dia segera kembali berkumpul bersama kita" harap Jester, Grece pun tertawa.
"Aku tunggu kamu disini" ucap Grece lalu telepon pun tertutup
***
Beberapa langkah lagi Jester pun sampai dimana mobil miliknya terparkir disebelah mobil Camilla, melihat Jester yang berjalan mendekati mobil membuat supir pribadi Jester dengan segera berlari dan membukakan pintu mobil.
"Mau kemana tuan?" tanya supir itu sembari mempersilahkan Jester untuk masuk, Jester masuk dan duduk.
__ADS_1
"Gates Tower" jawab Jester
"Siap!" supir pun menutup pintu mobil lalu segera berlari untuk masuk ke tempat kemudi, dengan segera mobil itu pun melaju menuju Gates Tower.