Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Aku Yang Sebenarnya


__ADS_3

Pagi hari menjelang siang dengan sedikit awan mendung menyelimuti langit, disebuah pemakaman umum terlihat Jester duduk bersila ditanah tepat didepan makam Luna sembari kembali melipat surat yang baru saja dia bacakan untuk teman - temannya. Dibelakang Jester terlihat Naomi, Selena dan Grece yang berderai air mata membasahi pipi mereka sedang berdiri sambil menundukkan kepalanya, disebelah mereka saat itu Luke, Harry, Justin dan Sarah terlihat sedih setelah mendengar isi surat terakhir dari Luna.


Jester menghela nafasnya dan kembali menatap foto Luna yang terbingkai dengan indah dan rapih yang tertempel dibatu nisan, disebelah foto Luna tertempel foto - foto Jester saat berada di Paris Prancis yang berdiri diberbagai spot foto sembari membawa foto Luna bersamanya. Perlahan Jester mengeluarkan foto terakhirnya dan memandangi foto itu cukup lama, sebuah foto yang menjadi foto terakhir antara Jester dan Luna di festival bioskop terbuka paris. Terlihat senyum Jester dan Luna yang merekah, seakan mereka tidak mengira bahwa itu adalah malam terakhir mereka bertemu.


"Semanis dan seindah apapun kamu berpamitan untuk meninggalkan kami... perpisahan akan tetap terasa begitu menyakitkan" celetuk Jester dengan nada yang terdengar begitu sedih, Jester pun menempelkan foto yang dia genggam dan menyelipkannya dibingkai foto Luna.


"Hei Luna... semoga kamu bisa mendengarkan aku... aku akan menjawab pertanyaanmu didalam surat itu...." terbata Jester mengatakannya, sejenak terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Mana mungkin aku bisa... bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu ataupun terbiasa kehilanganmu, setiap kali aku bertemu lalu berpisah denganmu... rasa cintaku malah semakin bertambah padamu. Karena itu...." Jester menggantungkan kalimatnya lalu mengangkat kepala dengan tatapan mata tajam seakan Jester sudah meneguhkan hatinya akan sesuatu pada siang itu.


"Karena itu aku sudah tidak tahan lagi! aku tidak ingin mengulanginya lagi! Tidak ada untuk kedua kalinya!! Pasti!!! Beristirahatlah dengan tenang, sayonara Luna" dengan sedikit bentakan Jester mengatakannya lalu dia berdiri dari duduknya dan berbalik menatap teman - temannya yang menatap Jester begitu dalam penuh kesedihan.


"Terima kasih sudah bersedia menemaniku, aku sudah menyampaikan apa yang sudah aku simpan sejak satu minggu ini... aku berharap itu akan tersampaikan padanya dengan baik" ucap Jester memecahkan keheningan diantara mereka semua, Luke menepuk pundak Jester cukup keras saat itu sambil menatapnya dengan tajam.


Keadaan Jester yang diluar dugaan Luke membuatnya sedikit lega, Luke sempat merasa cemas sahabatnya itu akan benar - benar rapuh sejak kepergian Luna. Mengingat dulu penolakan Luna saja sudah sangat membuat Jester sangat amat terpuruk dan itu cukup merepotkan Luke untuk membantu Jester move on, tapi kini Jester yang Luke lihat adalah Jester yang jauh lebih tegar dan dewasa.


"Lupakan dia tanpa harus membencinya dan ingat dia tanpa harus melibatkan perasaan" tegas Luke mengatakannya, Jester pun tersenyum dengan sedikit suara tawa yang terdengar.


"Kamu berpose sok keren hanya untuk mengatakan itu?" tanya Jester dengan sedikit tawa, tiba - tiba Naomi memeluk Jester dengan sangat erat.


"Aku mengkhawatikan kamu bodoh!" Luke menjawab pertanyaan Jester dengan kesal, tiba - tiba Naomi menabrakkan tubuhnya dan memeluk Jester.


"Kita tidak akan melupakannya kan Jess? dia sangat berbekas dihatiku walau pertemuan kita begitu singkat" suara Naomi terdengar serak saat mengatakannya, Jester pun membelai rambut Naomi dengan lembut.


"Tentu, kita pasti akan mengingatnya sampai kapanpun itu" jawab Jester dengan lembut


"Aaaa~ sedihnya... kalian jaga kesehatan ya~" celetuk Grece dengan derai air mata yang masih membasahi pipinya, Justin tertawa lalu merangkul Grece.


"Ayo pertahankan pertemanan ini, sampai kapanpun itu. Seperti yang Luna katakan, pertemanan kita adalah bentuk karya dia didunia ini" terdengar penuh harap Justin mengatakannya, Justin menjulurkan tangannya kedepan dan pandangannya menatap teman - temannya secara bergantian.


"Aku ikut" jawab Jester lalu menumpuk tangannya diatas tangan Justin, tindakan Jester dan Justin diikuti oleh Naomi, Luke, Sarah, Grece, dan Harry. Namun saat itu Selena hanya terdiam menatap Jester, melihat Selena yang seakan tidak ingin mengikat dirinya membuat mereka semua serentak menatap Selena.


"Selena? kamu..." belum selesai Naomi berkata, Selena memotong.


"Bukan aku tidak mau, tapi ini akan sangat rumit" timpal Selena sembari membuang muka menghindari tatapan mata dengan teman - temannya.


"Rumit? kamu masih mencintai Jester?" tanya Sarah tanpa beban, pertanyaan Sarah membuat semua yang berada disana pun terkejut.


"Itu bukan kata yang tepat untuk diucapkan sekarang sayang" celetuk Luke terdengar kesal pada Sarah


"Tidak, ini harus dikatakan sekarang. Jika memang dia masih menyimpan rasa pada Jester maka dia akan menjadi duri didalam hubungan ini" tegas Sarah mengatakannya, Luke pun mencubit pipi Sarah.


"Kamu ini kalau bicara selalu tanpa lihat kondisi ya" ucap Luke begitu kesal, Sarah pun menepis tangan Luke dengan keras lalu mengelus pipinya beberapa kali.


"Apa sih Luke! aku kan mengatakan hal yang benar!" agak membentak Sarah mengatakannya, wajah sebalnya pun dia tunjukkan pada Luke.


"Kamu ini mirip siapa ya?" tanya Harry berusaha mengingat seseorang yang mirip dengan tingkah Sarah


"Yang dikatakan Sarah itu benar, aku akan menjadi duri dihubungan ini dan terutama untuk Naomi. Bukan tentang apa aku masih mencintai kak Jester, tapi hubungan kami memang sudah rusak sejak Naomi..." Selena menggantung kalimatnya dan menatap Naomi dengan wajah datar tanpa ekspresi, mereka pun terlihat penasaran ingin mendengar kelanjutan kalimat Selena.

__ADS_1


"Apa? apa? apa?! kamu jangan buat penasaran gini donk" dengan nada terdengar sebal Grece mengatakannya, Selena tertawa kecil lalu tersenyum menatap teman - temannya itu.


"Intinya aku hanya tidak ingin menjadi duri dalam hubungan pertemanan ini, jadi kalian yang putuskan apa aku tetap boleh berada dipertemanan ini atau tidak" dengan sedikit tawa Selena mengatakannya


"Aku tidak ingin Naomi terbakar api cemburu, jadi aku serahkan keputusan ini pada Naomi" tegas Jester mengatakannya, Selena pun terlihat meremas bagian bawah bajunya saat mendengar perkataan Jester saat itu. Sempat terdiam beberapa saat, Naomi menghela nafasnya lalu menatap Selena dengan tajam.


"Seperti yang Luna katakan, dia ingin kita tetap berkumpul seperti ini. Selena, pahamilah posisimu dan aku berharap kamu berhenti untuk mencintai Jess ku" tegas Naomi mengatakannya, ekpresi datar Selena saat itu membuat Naomi bingung harus mengatakan apa lagi.


"Kamu masih ingin aku berada dilingkaranmu?" tanya Selena lagi mempertegas jawaban Naomi, Naomi menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Iya, tapi aku harap kamu bisa menahan perasaanmu sesuai yang Luna pesankan padamu" jawab Naomi memperingati Selena, senyum sinis Selena menghiasi wajahnya menatap Naomi.


"Aku harap kamu tidak menyesal dengan pilihanmu" terdengar menyindir Selena mengatakannya, Selena pun menumpukkan tangannya diatas tangan Harry.


"Ini pilihan yang buruk kan?" celetuk Harry saat melihat Selena menumpuk, Selena menatap Harry dengan tajam


"Kalian harus selalu melindungi kak Jester dan Naomi dari aku" sinis Selena mengatakannya


"Heii Jester! dia berbahaya tahu?!!" terdengar panik Harry mengatakannya, saat itu suara tawa Jester, Naomi, Luke, Justin, dan Grece pun pecah seketika. Sarah saat itu menatap Selena dengan begitu tajam, seakan dia tidak senang dengan keberadaan Selena disana.


"Ayo kita jaga hubungan ini, saling tolong menolong dan saling menjaga.... buat Luna bangga dengan hasil karyanya yang dia tinggalkan didunia ini" terdengar senang Jester mengatakannya, suara tawa mereka pun pecah terdengar senang.


Satu per satu dari mereka terlihat memberi salam perpisahan pada Luna dan mereka pun memutuskan untuk membubarkan diri, diperjalanan menuju ke parkiran pemakaman itu Jester dan Naomi terlihat jalan berdampingan dibelakang Luke, Sarah, Harry, Justin dan Grece. Dengan pembicaraan ringan yang menyenangkan membuat perjalanan pulang mereka terlihat begitu akrab, namun ditengah akrabnya mereka berbanding terbalik dengan Selena yang hanya terdiam berjalan dibelakang Jester dan Naomi.


Diparkiran saat itu Luke, Sarah, dan Harry menjadi yang pertama meninggalkan pemakaman, disusul Justin dan Grece dan tersisalah Jester, Naomi dan Selena yang masih berdiri menatap mobil BMW 330i yang dinaiki Justin dan Grece menjauh. Jester dan Naomi berbalik menoleh menatap Selena hendak berpamitan, namun tiba - tiba tangan Selena menarik baju Jester dan Naomi.


"Selena? kenapa?" tanya Naomi penasaran, Selena menatap Jester dan Naomi bergantian dengan tatapan yang tajam.


"Entah itu karena kuatnya kutukan Luna atau memang kebetulan, bagaimana menurutmu kak?" tanya Selena setelah yakin Jester membaca yang Selena ingin Jester baca


"Apa yang tertulis disana Jess?" tanya Naomi menatap Jester dengan wajah penasaran


"Sekitar tujuh tahun yang lalu Luna menulis dia mengutuk siapapun calon suaminya agar tidak pernah dapat jatuh cinta dengan siapapun kecuali dirinya... ini artinya..." jawab Jester seakan dirinya tidak dapat mempercayai apa yang baru saja dia baca, saat itu Selena memotong perkataan Jester.


"Saat dia dan aku baru masuk SMP dia mengatakan padaku kalau dia tidak ingin calon suaminya pernah jatuh cinta dengan siapapun kecuali dirinya, mungkin itulah sebabnya kamu jomblo abadi sampai sekarang" timpal Selena dengan senyum berat yang seakan sedang menyimpan kesedihan saat mengatakannya, Naomi tertawa kecil mendengar percakapan itu.


"Ya ampun, benarkah Luna menulisnya tujuh tahun yang lalu?" tanya Naomi dengan sedikit tawa, Jester pun menunjukkan tanggal Luna menulis itu.


"Luna ingin kita tetap berteman, tapi..." celetuk Selena, kalimat menggantung Selena saat itu menarik perhatian Jester dan Naomi.


"Aku masih sangat marah padamu Naomi!" agak membentak Selena mengatakannya, bentakan Selena membuat Jester dan Naomi terkejut.


"Oh ayolah Selena, aku dan Naomi sudah berpacaran saat ini dan kami juga akan menikah" timpal Jester dengan tegas, Selena pun menundukkan kepalanya.


"Aku tahu... aku tahu kalian akan berpacaran bahkan sejak kalian masih saling menolak untuk mengakuinya... tapi aku tidak bisa menahan rasa amarahku lagi untuk lebih lama..." dengan nada yang terdengar sedih Selena mengatakannya


"Tapi kita sudah bersaing dengan adil, kamu gak berhak untuk terus marah padaku karena kekalahanmu" agak terdengar marah Naomi mengatakannya, Selena kembali menatap Naomi dengan tajam penuh amarah.


"Kamu yang meyakinkanku kalau kamu gak akan pernah mencintai kak Jester! kamu yang meyakinkan aku kalau kamu mau memberikan kak Jester padaku! kamu yang mengatakan kalau tidak mungkin akan berpacaran dengannya karena hatimu milik Daniel!!" dengan membentak Selena mengatakannya, Naomi pun tersentak saat itu dan terdiam menatap Selena.

__ADS_1


"Karena semua perkataanmu itu... aku tidak menyadari jika kamu adalah ancaman untukku, aku terlambat untuk menyadari aku seharusnya menganggap kamu sebagai ancaman untukku! kamu yang merebut kak Jester dariku! Aku orang kedua yang mencintainya setelah Luna dan kamu yang merebutnya dariku!!" begitu emosional Selena mengatakannya kepada Naomi, perkataan Selena membuat Jester dan Naomi terdiam.


"Aku menuntut permintaan maaf darimu Naomi.... dengan semua ketulusan hatimu mengakui kesalahanmu padaku... aku..." belum selesai Selena berkata, Naomi tiba - tiba membungkukkan badannya kearah Selena.


"Maafkan aku!" dengan penuh penyesalan Naomi mengatakannya, Jester dan Selena pun terkejut melihat Naomi yang menundukkan badannya dan meminta maaf langsung kepada Selena.


"Naomi..." tertegun Selena menatap Naomi


"Aku tahu aku salah sudah merebut Jester darimu, kalau boleh jujur aku jatuh cinta padanya saat... aku dan Jester bertemu ibuku... aku berusaha untuk menolak perasaanku karena benar aku masih milik Daniel saat itu, tapi kamu tahu bagaimana hubunganku dengan Daniel... aku lelah.. aku ingin lari dari pilihanku... aku tahu aku egois namun seperti itulah aku... aku berharap kamu bisa memaafkanku Selena..." jelas Naomi, perkataan Naomi saat itu kembali membuat Jester dan Selena terdiam. Perlahan Naomi mengangkat tubuhnya kembali dan menatap Selena dalam - dalam penuh penyesalan.


"Kamu tahu bagaimana aku jika mencintai seseorang... apapun akan aku berikan kepadanya... aku tidak akan ragu sedikitpun jika itu untuk orang yang aku cintai... aku ingin kamu membiarkan aku mencintai Jester dan Jester mencintaiku..." pinta Naomi dengan lembut, Selena tiba - tiba menempelkan jari telunjuknya kedada Naomi dan memajukan badannya sampai begitu dekat dengan Naomi seakan dia sedang mengancam.


"Aku memaafkanmu tapi jika kamu tetap lembek seperti biasanya untuk menjaga cintamu... jangan salahkan aku jika aku merebut kak Jester darimu! aku tidak akan berhenti disini, tapi aku juga tidak akan dengan sengaja akan merusak hubunganmu. Ini semua tergantung dirimu sendiri, jangan beri aku celah untuk menikungmu" ancam Selena saat itu lalu dia berjalan meninggalkan Jester dan Naomi begitu saja, Jester dan Naomi pun berbalik menatap Selena yang berjalan menjauhi mereka.


"Kak Jester..." celetuk Selena tiba - tiba dan menghentikan langkahnya, Jester sempat kaget saat namanya disebut tiba - tiba oleh Selena.


"Aaa ya apa?!" tanya Jester dengan nada terkejut


"Apa kamu sekarang mengingat Selena Parker adik kelasmu saat SMA dulu?" tanya Selena tanpa kembali menoleh menatap Jester, mendengar pertanyaan Selena saat itu membuat Jester terdiam sesaat lalu menepuk tangannya seakan teringat sesuatu.


"Kamu adik kelas yang menolongku saat aku mempersiapkan ulang tahun Luna di kelas!! yakan?" terdengar antusias Jester mengatakannya, Selena menoleh menatap Jester dan tersenyum manis saat itu.


"Kamu masih ingat apa yang aku katakan ketika kita sudah selesai dengan dekornya?" tanya Selena


"Kamu bilang... sangat beruntung Luna dicintai oleh pria sepertiku, aku juga ingin satu untuk mencintaiku... apa aku benar?" tanya Jester mencoba meyakinkan dirinya tentang ingatan itu


"Aku mencintaimu sejak saat itu, aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku langsung karena aku tahu Luna mencintaimu dalam keadaannya yang sedang sakit keras... perkataan itu sebenarnya aku tujukan langsung padamu dan sekarang..." Selena menggantung kalimatnya lalu kembali memunggungi Jester dan menatap langit.


"Selena yang bertingkah seperti Luna sudah mati bersamaan dengan Luna yang asli... kali ini aku akan mengejarmu sebagai Selena Parker yang sebenarnya... perkuat perisai hatimu agar kamu tidak tergoda olehku dan meninggalkan Naomi untukku" terdengar suara tawa kecil Selena mengatakannya, Jester dan Naomi pun sampai bengong saat mendengar perkataan Selena itu.


"Bersiaplah, aku tidak akan membuat cinta kalian berdua berjalan mulus sampai pernikahan kalian dilangsungkan!" ucap Selena sembari tersenyum manis menatap Jester dan Naomi yang berada dibelakangnya, Selena tiba - tiba berlari dan masuk kedalam mobil Mercedes Benz C300 lalu segera melajukan mobil itu pergi dari pemakaman umum.


"Dia.... kenapa...?" tanya Jester yang masih tidak percaya melihat tingkah Selena yang aneh itu, Naomi tiba - tiba tertawa keras dan membuat Jester terkejut.


"Kenapa tertawa?" tanya Jester lagi kembali bingung dengan sikap Naomi


"Dia... Selena yang aku kenal, sepertinya dia akan bersungguh - sungguh ingin merebutmu dariku" jawab Naomi terdengar senang, Jester semakin dibuat heran dengan perkataan Naomi.


"Bukankah seharusnya kamu sedih dan merasa terancam?" tanya Jester


"Tentu saja, tapi melihat Selena yang seperti itu membuat hatiku lega... aku pikir setelah kepergian Luna akan membuat Selena terpuruk, tapi sepertinya dia berhasil bangkit karena cintanya padamu begitu besar... bukankah itu bisa membuatmu senang?" tanya balik Naomi dengan tawa yang berusaha dia tahan, Jester akhirnya ikut tertawa saat itu.


"Kamu wanita paling aneh yang pernah aku tahu" dengan tawa kecil Jester mengatakannya, tiba - tiba ekspresi Naomi berubah menjadi marah.


"Kamu tidak akan tergoda dan meningalkanku kan Jess?!" terdengar marah Naomi mengatakannya


"Ya tentu saja tidak! kok bisa kamu berfikir aku akan tergoda?!" dengan panik Jester mengatakannya, Naomi pun mencubit perut Jester bertubi - tubi


"Awas aja kamu sampai mencampakkanku!!" bentak Naomi mengejar Jester yang berlari kesana kemari karena menghindari cubitan Naomi.

__ADS_1


"Naomi!!! aku kan bilang tidak akan tergoda!!" dengan teriakan Jester mengatakannya sambil berlari menghindari Naomi yang terus ingin mencubit perutnya bertubi - tubi.


__ADS_2