Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Pelukan Hangat


__ADS_3

Malam hari disebuah gedung perkantoran yang terlihat mulai berangsur sepi dari kegiatan karyawannya, nampak dua orang wanita sedang saling bertatapan didepan pintu masuk gedung itu. Dengan wajah yang terlihat marah dan penuh kebencian, Sarah menatap Camilla setelah sebelumnya menarik lengan Camilla dengan sangat kasar, sedangkan Camilla yang terkejut dengan perlakuan Sarah saat itu hanya dapat terdiam.


"Apa yang kamu lakukan disini? kamu juga ingin menghancurkan hidupku?!!" tanya Sarah dengan bentakan


"Apa maksudmu? aku tidak mengerti" jawab Camilla dengan nada yang terdengar heran dan bingung, namun tersirat ketakutan saat Camilla mengatakannya.


Camilla sebenarnya sudah mengetahui sosok Sarah merupakan keturunan darah Gates dan merupakan sepupu dari Jester, namun Camilla tidak menduga jika bisa bertemu dengan Sarah dalam keadaan seperti saat itu. Tatapan kebencian dan kemarahan yang Sarah tunjukkan benar - benar menciutkan nyali Camilla, dirinya bahkan rela menahan sakit karena tarikan tangan Sarah pada lengannya yang masih menyisakan beberapa lebam tertutup oleh baju karena ulah ayahnya.


"Jangan berlagak bodoh!! aku tahu siapa kamu dan juga perbuatan mu pada Jester dan Naomi!!" bentak Sarah lalu mendorong Camilla hingga Camilla terjatuh.


Keributan yang terjadi di lobby kantor Arielle Corp antara dua wanita yang tampak seumuran itu menarik perhatian beberapa penjaga yang bertugas menjaga malam disana, dengan sigap mereka melerai keributan itu yang ternyata melibatkan Sarah sebagai atasan mereka. Salah satu dari penjaga mencoba menahan Sarah tindakan dengan perlahan sedangkan dua lainnya membantu Camilla untuk berdiri.


"Nona Sarah, ada apa?" tanya penjaga gedung kepada Sarah sembari membantu Camilla untuk berdiri


"Usir dia!! aku pecat kamu mulai hari ini!!" bentak Sarah


"Ta.. Tapi..." belum selesai penjaga gedung itu berkata, Camilla memotong dengan gestur tangannya.


"Tidak apa, aku mengerti. Maaf" ucap Camilla dan hendak pergi dari tempat itu, tapi Sarah seakan tidak ingin membiarkan Camilla pergi dengan damai. Dengan kuat Sarah mendorong punggung Camilla sampai Camilla terjatuh dilantai itu, lagi - lagi penjaga gedung dengan sigap segera menolong Camilla berdiri.


"Pergi sana!! aku tidak akan menunjukkan belas kasih apapun padamu!!" bentak Sarah terdengar begitu marah, Camilla kembali berdiri dibantu oleh penjaga gedung yang terlihat bingung harus melakukan apa.


"Maaf..." ucap Camilla dengan nada yang terdengar sedih, mendengar suara Camilla yang seakan meminta belas kasihan itu mematik emosi Sarah.


Tidak tampak lagi raut wajah tenang dan licik serta mendominasi yang biasanya selalu Camilla hadirkan setiap kali harus berhadapan dengan hal tidak mengenakkan yang menimpanya, untuk pertama kalinya Camilla tampak begitu lusuh dan pasrah dengan perlakuan orang asing terhadapnya. Seakan Camilla yang cerdas dan licik kehilangan jati dirinya.


"Masih bisa kamu bersikap minta belas kasih?!! apa kamu tahu apa yang sudah kamu hasilkan dari perbuatan mu itu?!!" tanya Sarah


"Aku tahu... dan aku sangat menyesalinya..." jawab Camilla


"Kamu ini!! kemari lah biar aku beri kamu pelajaran!!" bentak Sarah sembari berjalan cepat mendekati Camilla


Sarah menarik lengan Camilla dan hendak menamparnya, meski penjaga gedung berusaha untuk menghalangi Sarah namun itu tidak menyurutkan niat Sarah untuk menampar Camilla. Sedangkan Camilla hanya berdiam diri seakan sudah bersiap menerima tamparan dari Sarah, air mata Camilla terlihat menetes keluar dari mata yang terpejam itu.

__ADS_1


"SARAH!!!" teriak Jessica yang tiba - tiba muncul dari balik pintu kaca kantor, dengan sedikit berlari Jessica mendekati Camilla dan menariknya lalu mendekap kepala Camilla untuk memberikan perlindungan.


Pemandangan yang sangat menyakitkan bagi Sarah harus dia lihat ketika Jessica memeluk dan memberi perlindungan kepada Camilla dengan wajah iba, tercengang Sarah seakan tidak mempercayai apa yang dia lihat.


"Mama?" terdengar bingung Sarah melihat apa yang Jessica lakukan didepan matanya itu


"Apa - apaan ini?!" tanya Jessica terdengar marah, untuk beberapa saat Sarah hanya mematung menatap wajah ibunya itu.


"Kamu ada masalah apa? jangan ringan tangan seperti itu! mama tidak pernah ingat mengajari anak mama dengan kekerasan!!" bentak Jessica lagi ketika Sarah hanya terdiam melihat ibunya malah melindungi Camilla


"Ma.. ma... apa yang mama lakukan?! dia... Dia itu orang yang menghancurkan hidup Naomi!! buat apa melindungi orang seperti itu?!!" bentak Sarah meski tersirat jika ada keheranan dari Sarah melihat ibunya melindungi Camilla, mendengar perkataan Sarah saat itu perlahan Jessica menatap wajah Camilla yang menangis terisak - isak didalam dekapannya.


"Cukup, mama tidak mau mendengar apapun lagi" timpal Jessica lalu menarik Camilla untuk pergi dari tempat itu, melihat ibunya yang benar - benar berusaha melindungi Camilla pun membuat Sarah semakin emosi.


"Mama!! kenapa mama lindungi dia?!! mama..." belum selesai Sarah bicara, Jessica memotong.


"Cukup!!" bentak Jessica dan bentakan itu membuat Sarah tersentak.


Bentakan Jessica membuat Sarah merasa tidak habis pikir akan yang ibunya lakukan itu, terlebih dirinya sudah menyampaikan alasannya bersikap kasar kepada Camilla namun sekeras hati Jessica masih memberikan perlindungannya kepada Camilla dan itu membuah Sarah sangat kecewa.


"Mama sudah bilang cukup tapi kamu memaksa mama untuk bersikap tegas, pulang lah dan kita akan bicarakan ini dirumah" timpal Jessica


"Tidak!! aku membencimu mama!!!" dengan bentakan Sarah mengucapkannya lalu berlari keluar dari gedung itu


Jessica menghela nafasnya untuk sejenak dan membiarkan Sarah pergi dari tempat itu, tangannya yang masih mendekap kepala Camilla pun perlahan Jessica lepaskan. Kini kedua tangan Jessica meremas pundak Camilla dan memastikan jika Camilla dalam keadaan baik - baik saja, disana Jessica melihat jika bekas - bekas pukulan ayah Camilla masih terlihat jika diperhatikan dengan seksama.


"Kamu baik - baik saja?" tanya Jessica dengan suara yang lembut, Camilla hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali


"Syukurlah... hei kamu, masuk keruangan ku dan ambilkan aku map berwarna merah diatas meja" perintah Jessica kepada penjaga gedung


"Siap!" dengan sigap penjaga gedung itu berlari menuju lift untuk mengambil barang yang diminta Jessica, sedangkan Jessica menuntun Camilla menuju sebuah kursi dan mendudukkannya disana dengan posisi saling berhadapan.


"Baik... sebelumnya aku memang sudah bilang kalau aku tidak akan memaksamu untuk bicara, tapi... yang dikatakan Sarah sekarang ini sangat mengganggu pikiranku. Jadi aku harap kamu bisa menjelaskannya padaku" ucap Jessica sedikit menekan, Camilla hanya terdiam dan menundukkan pandangannya.

__ADS_1


"Benarkah... kamu aktor dibalik hancurnya nama Naomi?" tanya Jessica kembali menekan, Camilla menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Oke... kenapa?" tanya Jessica penasaran


"Balas dendam...." jawab Camilla dengan singkat, mendengar jawaban itu membuat Jessica sedikit terkejut.


Suara Camilla terdengar bergemetar dan penuh penyesalan bagi Jessica, wajahnya yang masih tertunduk membuat Jessica tidak bisa sepenuhnya membaca sikap Camilla. Namun kalimat balas dendam yang Camilla ucapkan membangkitkan rasa penasaran bagi Jessica.


"Naomi sasaran mu? aku pikir ini semua tentang..." belum selesai Jessica berbicara, Camilla memotong.


"Semua orang sama saja...." timpal Camilla, perkataan Camilla membuat Jessica semakin heran.


"Hah? apa maksudnya?" tanya Jessica


"Aku menganggap semua orang sama saja... aku tidak percaya pada kebaikan tanpa alasan... selalu ada alasan dibalik baiknya sikap orang kepadaku... teman... pacar... bahkan orangtuaku sendiri...." jawab Camilla


Camilla semakin larut dalam penjelasannya, dan dengan sabar Jessica mendengarkan kata demi kata yang diutarakan oleh Camilla. Nada Camilla yang tidak meninggi dan semakin menunjukkan penyesalannya pun menarik perhatian Jessica.


Jessica merasa ada hal yang sangat berat dan begitu menyiksa yang membuat Camilla nekat melancarkan aksinya kepada Naomi. Terlebih seperti yang sudah diketahui secara umum, berita yang tersebar mampu mematikan karir dan masa depan Naomi.


"Itu benar, aku pun berfikir seperti itu" timpal Jessica menyetujui perkataan Camilla. Tampak tidak peduli dengan ucapan Jessica dengan perlahan Camilla melanjutkan ceritanya.


"Ayahku menghancurkan hidupnya sendiri, kakek Jester menghukumnya dengan setimpal namun itu berdampak padaku, aku dijual orang tuaku pada orang - orang yang memiliki banyak uang, Daniel kekasihku meninggalkanku demi Naomi, ayah memerintahkan aku untuk berpacaran dengan Jester agar dia dapat menguasai harta Jester dan Jester tiba - tiba berpacaran dengan Naomi.... semua saling berkaitan... dan aku memandang orang - orang ini dengan cara yang sama..." ucap Camilla dengan suara yang terdengar bergemetar, Jessica hanya terdiam mendengarkan suara Camilla yang terdengar sedih.


"Namun ditengah putus asanya aku dengan kehidupan ini.... Jester datang dengan semua kebaikan hatinya, aku tidak mengerti mengapa dia seperti itu padaku... dan kali ini... nyonya menolongku... aku.... sudah tidak mengerti lagi tentang kehidupan ini...." ucap Camilla meneruskan perkataan sebelumnya, Jessica menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Aku mengerti kamu takut untuk memandang orang secara berbeda, entah orang - orang seperti apa yang telah kamu temui sampai dititik ini tapi pemikiran mu tidak sepenuhnya salah..." dengan lembut Jessica mengucapkannya, perlahan Camilla mengalihkan pandangannya dan terpaku memandangi wajah Jessica yang tersenyum.


"Aku pernah diposisi mu, memandang semua orang dengan citra buruk mereka. Tapi akan selalu ada orang yang benar - benar tulus datang untuk membantumu dan orang seperti itu benar - benar ada di dunia yang rusak ini... entah dipikir berapa kali pun kamu tidak akan pernah mengerti kenapa orang ini mau repot - repot untuk membantu kita..." ucap Jessica masih dengan senyum yang semakin merekah menatap Camilla


"Kamu hanya ketakutan untuk mengakui jika orang - orang seperti ini memang ada, itulah yang menahan mu untuk terus berada didalam kegelapan. Kamu harus berani untuk mengakui itu dan melangkah maju, jika tidak maka tidak akan ada yang berubah tentang pandanganmu tentang semua orang itu" perkataan bijak Jessica membuat Camilla menundukkan pandangannya


"Apa.... apa orang sepertiku... masih pantas menerima kebaikan?" tanya Camilla terbata. Tetesan air mata terlihat mengalir dari dua pelupuk matanya.

__ADS_1


"Semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk berubah dan memperbaiki semua kesalahan yang pernah dia lakukan... pertama, maafkan lah dirimu terlebih dahulu agar mendapatkan kedamaian. Damainya hatimu akan menuntun mu untuk memandang dunia dengan sudut yang berbeda, berjuanglah Camilla...." jawab Jessica, bersamaan dengan berakhirnya kalimat Jessica saat itu air mata Camilla kembali menetes deras membasahi lantai.


Jessica berdiri dan mendekati Camilla untuk memeluknya, suasana haru begitu kental terasa malam itu di gedung perkantoran yang menjadi tempat Arielle Corp beroperasi.


__ADS_2