
Satu setengah jam sebelum kejadian di hotel Gates, dihari senin pagi yang mendung disebuah kampus swasta terkenal dipusat kota. Jester dan beberapa mahasiswa lainnya terlihat keluar dari kelas setelah menyelesaikan kuis yang diadakan hari itu, Jester menatap Luke dan Harry yang terlihat kebingungan dari luar ruangan lewat jendela. Sesekali Jester tertawa menatap Harry yang sudah terlihat putus asa karena tidak dapat menjawab soal yang diberikan, sedangkan Luke bengong menatap lembar soal seakan otaknya konslet. Saat itu Luna dan Selena terlihat berlari mendekati Jester, menyadari keberadaan mereka membuat Jester mengalihkan pandangannya menatap Luna dan Selena.
"Ada apa?" tanya Jester heran, Selena dan Luna pun mengatur nafasnya dulu sebelum berbicara.
"Kak, kamu harus tenang dan jangan bertindak gegabah.. oke?" ucap Selena yang terengah - engah
"Kayaknya kalian deh yang harus tenang" dengan kesal Jester mengatakannya, Luna pun menunjukkan handphone Selena kepada Jester. Sebuah tampilan foto dilayar handphone Selena membuat Jester terkejut, dengan sigap Jester mengambil handphone dari tangan Luna dan menggulir dengan perlahan isi pesan yang diketahui dari akun Ingram Daniel kepada akun Naomi. Mata Jester nampak tidak berkedip sama sekali membaca keseluruhan pesan yang membuat emosinya nyaris meledak seketika.
"Naomi diancam Daniel, sekarang aku yakin dia sedang dalam bahaya kak!" dengan panik Luna mengatakannya, raut wajah Jester pun terlihat sangat marah.
"Photoshoot... berarti ada Sarah disana, Selena kamu punya nomor Sarah?" tanya Jester dengan emosi, Selena pun mengambil handphonenya dan mencari nomor Sarah lalu memberikannya pada Jester. Tidak perlu waktu lama Jester langsung mencatat nomor itu lalu menelepon Sarah, beberapa kali berdering akhirnya Sarah mengangkat teleponnya
***
"Ya halo, Sarah Arielle yang berbicara" sapa Sarah
"Sarah! aku Jester, apa kamu bersama Daniel melakukan photoshoot di hotel Gates?!" tanya Jester dengan sedikit emosi
"Aaah... Jester, iya kemarin aku melakukan photoshoot dengannya. Ada apa ya?" tanya Sarah terdengar penasaran.
"Dimana bajingan itu sekarang?!" bentak Jester yang begitu emosi
"Maaf, aku sudah berpisah dengannya pagi buta tadi. Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah" jawab Sarah
"Dia mengancam Naomi dan menyuruh Naomi untuk menemuinya di hotel Gates!!" ucap Jester dengan bentakan
"Hah? gak mungkin, aku dan dia check out hampir bersamaan" bantah Sarah
"Kamar berapa kalian tadi?" tanya Jester menekan
"Aku tadi dikamar 521 dan dia dikamar 522" jawab Sarah, lalu Jester memutuskan teleponnya.
***
Jester langsung menghubungi hotel Gates, tidak lama suara resepsionis pun terdengar dari balik telepon.
***
"Hotel Gates..selamat pagi...dengan Rose disini... ada yang bisa dibantu?" tanya resepsionis dengan ramah dari balik telepon
"Aku Jester Gates, apa ada tamu bernama Daniel?" tanya Jester
"Tuan muda... sebentar, saya akan carikan nama yang tuan cari..." jawab resepsionis terbata, tidak lama terdiam dia pun kembali berbicara.
"Tamu atas nama Daniel Liam masih check in sampai jam dua belas siang ini dikamar 615, ada yang bisa dibantu tuan muda?" tanya resepsionis itu
"Tiga puluh menit lagi aku minta tutup hotel! katakan pada menejer untuk menemuiku di lobby hotel, sekarang!" tegas Jester mengatakannya
"Baik tuan muda" timpal resepsionis itu lalu segera menutup teleponnya.
__ADS_1
***
Jester kembali menelepon Sarah dan tidak lama Sarah langsung mengangkatnya
***
"Ya Jester, gimana?" tanya Sarah penasaran
"Dia berada dikamar 615! aku yakin kamu lebih dekat dengan posisinya sekarang, aku minta kamu untuk mengulur waktu!!" jawab Jester
"Tapi aku harus bilang apa?" tanya Sarah kebingungan
"Itu urusanmu!! kamu harus bisa menahannya selama mungkin dan jika kamu gagal aku akan putuskan kontrak kita!!" ancam Jester lalu memutuskan saluran teleponnya
***
Jester langsung berlari menuju parkiran mobil tanpa menunggu apapun meninggalkan Luna dan Selena dilorong kampus saat itu, tidak lama Luke dan Harry pun keluar kelas bersamaan. Melihat Jester yang begitu buru - buru membuat keduanya heran, belum sempat bertanya pada Luna dan Selena, mereka langsung ditarik oleh Luna agar ikut dengannya dan Selena.
"Kak Luke kak Harry, ikuti kak Jester! cepat!!" dengan panik Luna mengatakannya
"Hah? apa?!! ada apa?!" Harry pun ikutan panik
"Ikuti saja, Jester terburu - buru begitu berarti ada hal gawat" ucap Luke lalu berlari menuju parkiran kampus, disaat itu mereka semua melihat Mercedes Benz V260 melaju cukup cepat keluar dari area kampus.
"Jester benar - benar panik, Luna.. apa yang terjadi?!" tanya Luke sambil berlari bersama Luna, Selena dan Harry
"Naomi diancam Daniel! dia sekarang dalam bahaya dan berada di hotel Gates, selengkapnya setelah kita berada di mobil akan aku ceritakan!" jawab Luna
Perjalanan yang memakan waktu satu jam lebih itu terasa begitu tegang karena Jester dan Selena seakan sedang balapan, dengan kecepatan tinggi ditengah padatnya jalan perkotaan menuju kota satelit seakan mereka meniru adegan di film - film balapan mobil. Setelah tiba di lobby Hotel, Jester langsung turun dan mendapati seluruh pekerja dan menejemen sedang menunggu Jester.
"Tuan muda, ada apa?" tanya menejer saat melihat Jester masuk kedalam lobby
"Aku minta kunci yang bisa mengakses kamar 615 sesegera mungkin!" jawab Jester
"Tapi tuan muda itu melanggar...." belum selesai menejer itu berkata, Jester memotong
"Lakukan sekarang!!" bentak Jester, menejer pun menuruti permintaan Jester. Tidak beberapa lama Menejer itu memberikan kunci akses kekamar 615.
"Kalian semua berbaris membentuk pagar dari lift sampai kepintu lobby, jangan biarkan siapa pun melewati kalian sampai aku kembali!! apa kalian mengerti?!" agak berteriak Jester mengatakannya, semuanya hanya mengangguk dan mulai berdiri berjejer membentuk pagar manusia.
Jester berjalan menuju lift diikuti oleh Luke, Selena, Luna dan Harry. Didalam lift itu semua terdiam karena aura kemarahan Jester begitu terasa, tidak ada satupun diantara mereka yang ingin membuka obrolan. Ketika pintu lift terbuka dilantai enam, mereka melihat Sarah yang berdiri bersandar ditembok dengan wajah yang ketakutan. Mengetahui Jester sudah datang, Sarah pun langsung berjalan mendekatinya.
"Jester, aku sudah melakukan semampuku.... aku harap kamu mengerti keterbatasanku menerima permintaanmu" ucap Sarah, namun Jester hanya terdiam dan berjalan meninggalkan Sarah begitu saja. Didepan pintu kamar 615 saat itu Jester mendengar jeritan Naomi memanggil namanya, suara yang terdengar begitu pilu itu membuat emosi Jester semakin memuncak.
Sebuah rentetan kejadian awal mula kehadiran Jester dikamar nomor 615 menjadi jadi sosok hero bagi Naomi benar - benar tidak semudah yang dibayangkan. Semua yang terlibat misi penyelamatan Naomi adalah orang - orang yang begitu berjasa bagi Jester senin pagi itu. Ketegangan dari banyak orang akhirnya berakhir dengan kembalinya Naomi pada Jester disisinya dalam keadaan yang aman dan terlindungi, walau tidak bisa dipungkiri penyesalan Jester begitu kuat terasa. Jester yang membawa Naomi pergi dari hotel Gates memberikan senyuman terbaik agar Naomi merasakan nyaman dan tenang.
Kembali disisi Jester dan Naomi yang sudah berada didalam mobil menuju rumah mereka, Jester masih terlihat tersenyum memandangi jalanan kota satelit menuju pusat kota. Sedangkan Naomi masih terdiam dengan tubuh yang berbalut selimut hotel menutupi tubuhnya, tatapan matanya terus tertuju pada Jester.
"Jess...." lirih suara Naomi memanggil namanya membuat hati Jester semakin teriris, dengan segera dia memotong ucapan Naomi yang dia yakini akan mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Tadi Luke dan Harry kebingungan menjawab soal kuis, wajah bodoh mereka terlihat jelas dikelas tadi sampai diketawain sama dosen" dengan sedikit tertawa Jester mengatakannya, namun Naomi tidak meresponnya sama sekali.
"Jess, dengarkan aku..." lagi - lagi perkataan Naomi dipotong oleh Jester
"Tadi aku sempat berbagi jawaban dengan mereka, tapi ketahuan sama dosen. Kamu harus melihat raut wajah Luke dan Harry saat berhadapan dengan kondisi itu" Jester pun kembali tertawa saat mengatakannya, Jester berusaha keras agar Naomi tidak melanjutkan apapun ucapannya. Jester hanya ingin Naomi tenang setelah kejadian yang baru saja dia lewati.
"Aku sudah tidak perawan!!" bentak Naomi karena berkali - kali Jester memotong perkataannya, Jester pun terdiam beberapa saat. Senyumannya pun menghilang dari raut wajahnya, melihat respon Jester saat itu membuat Naomi pun sedih. Air mata Naomi mengalir seiring perubahan raut wajah Jester, dalam pikirannya seakan sudah memastikan akan kandasnya hubungan mereka.
"Itu yang akan dikatakan Daniel dirumah sakit saat aku memotong.... maaf Jess, aku..." belum selesai Naomi bicara, Jester kembali memotong.
"Siapa yang tahu tentang ini?" tanya Jester datar
"Selena.... aku rasa hanya dia... maaf, pernikahan kita tidak bisa terlaksana..." jawab Naomi terdengar sangat sedih, matanya pun mulai berkaca - kaca kembali.
"Selama bisa meredam mulut Selena dan Daniel, pernikahan ini akan terus berlanjut" tegas Jester mengatakannya, perkataan tanpa beban Jester saat itu membuat Naomi emosi. Sebuah respon yang tidak Naomi duga ditunjukkan oleh Jester, namun respon itu semakin membuat Naomi larut dalam perasaan bersalah dan merasa tidak pantas untuk menjadi pendamping Jester.
"Tidak!! kamu tidak akan bisa terus - terusan memendam aib ini!! jika aib ini terbongkar, nama baik keluarga Gates akan sangat tercoreng!!" bentak Naomi
"Lalu kenapa?!! biarkan saja apa kata orang, aku tidak peduli!!" bentak Jester
"Keluarga Gates tidak hanya kamu seorang!! kamu jangan egois begitu hanya demi mempertahankan aku!!" Naomi pun kembali membentak Jester
"Kamu yang egois!! kamu tahu aku sangat mencintaimu dan kamu ingin membatalkan pernikahan kita secara sepihak?!!" Jester pun tidak mau kalah dari Naomi, mereka saling bertatapan mata terlihat marah.
"Aku tidak bisa menikah denganmu!!!" bentak Naomi dengan tegas walau hatinya begitu pedih dia rasakan.
"Kamu hanya sedang emosi, aku tidak ingin meneruskan pembicaraan ini" ucap Jester kemudian kembali menatap jalanan
"Baik kalau kamu keras kepala begitu! aku akan katakan keadaanku ini pada papa mama dan ibu ayah!!" ancam Naomi
"Kamu tidak akan berani" timpal Jester dengan tenang
"Aku akan lakukan!!" Tegas Naomi mengatakannya, Jester pun menepikan mobil lalu menatap wajah Naomi.
"Kamu ingin membatalkan pernikahan kita?" tanya Jester sedikit menekan Naomi, saat itu Naomi hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali untuk merespon pertanyaan Jester.
"Katakan kamu membenciku dengan tegas dan tanpa air mata" tegas Jester mengatakannya, Naomi pun tersentak mendengar perkataan Jester dan perlahan dia menundukkan kepalanya.
"Kenapa? gak bisa?" tanya Jester saat Naomi hanya terdiam dan menunduk
"Ak...aku... benci kamu..." dengan suara yang terbata Naomi mengatakannya
"Aku bilang dengan tegas!! katakan dengan keras!!" bentak Jester memaksa Naomi
"Aku benci kamu!!!" teriak Naomi terdengar serak
"Tatap mataku dan katakan sekali lagi!!" bentak Jester
"Aku benci kamu Jester!!!" bentak Naomi dan menatap Jester dengan air mata yang menetes deras dari kedua matanya, Jester pun memeluk Naomi begitu erat.
__ADS_1
"Kamu sudah lelah kan berpura - pura tegar dan kuat? bersandarlah padaku... biarkan aku membantumu memikul bebanmu... jangan katakan lagi kamu ingin membatalkan pernikahan ini... aku mencintaimu Naomi, hanya kamu yang aku inginkan untuk menemaniku... hari ini sampai selamanya..." dengan suara yang terdengar lembut Jester mengatakannya, Naomi pun kembali menangis terisak - isak mendengar perkataan Jester. Seketika seluruh tubuhnya melemas, Naomi seperti kehilangan seluruh tenaganya. Hanya derai air mata yang tidak bisa tertahan dari diri Naomi.
"Maaf..... maaf.... maafkan aku Jess.... maaf...." terdengar pilu Naomi mengatakannya, pelukan Jester pun semakin erat memeluk Naomi.