Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Insting Grece


__ADS_3

Di suatu malam yang indah dan cerah, di depan rumah Jester dan Naomi terlihat sebuah mobil BMW 330i berwarna Hitam sedang terparkir. Di dalam rumah itu terlihat Jester dan Naomi sedang duduk bersebelahan di ruang keluarga bersama dengan Grece yang terdiam di depan keduanya, wajah Grece terlihat sangat serius dan tidak seperti biasanya yang penuh senyum. Jester dan Naomi nampak bingung dengan kedatangan Grece yang hanya terdiam sejak Grece berada dirumah mereka, seperti ingin menyampaikan sesuatu yang penting namun tidak ada sepatah katapun yang telah terucapkan.


"Ada apa dengannya?" bisik Jester kepada Naomi


"Entahlah, aku juga bingung. Sejak tadi dia hanya berdiam diri seperti ini, sudah 5 menit kita masih belum berbicara apapun dengannya" bisik Naomi kepada Jester


"Kalian berbisik apa? kalau ada yang mau kalian katakan padaku, katakan saja" Celetuk Grece seperti lupa diri bahwa dia yang sedang bertamu


"Kamu ini sebenarnya kenapa dan kenapa juga kamu kesini?" tanya Jester dengan wajah kesal menatap Grece.


"Huuh.... jadi memang harus aku duluan ya yang mengatakannya" jawab Grece dengan sedikit helaan nafas, Naomi menepuk dahinya pelan mendengar jawaban Grece.


"Yaiya donk, kan kamu yang datang tiba - tiba menemui kami!" dengan nada gregetan Jester mengatakannya, tiba - tiba Grece menggebrak meja yang membuat Jester dan Naomi terkejut.


"Yaa baiklah kalau kamu berfikir seperti itu! jadi... kalian akhirnya jadi saling suka hah?!" tanya Grece dengan nada yang memancing, Jester dan Naomi kembali terkejut mendengar pertanyaan Grece.


"Apa?!!" Jester dan Naomi kompak mengatakannya


"Sudah aku duga" ucap Grece sambil menatap keduanya dengan tatapan curiga


"Duga apaan?! kami tidak menjawab apa - apa dasar bodoh!" Jester dengan menyembunyikan perasaan malunya sembari membentak Grece, Naomi pun terlihat bengong menatap Grece.


"Grece ada apa ini sebenarnya? kenapa tiba - tiba kamu bicara seperti itu?" tanya Naomi yang wajahnya sedikit memerah.


"Aku bertemu Selena tadi siang, aku pikir kita sudah menjadi teman yang akrab jadi aku menyapanya dengan manis semanis diriku yang manis ini, tapi dia merespon dengan dingin menjauhlah. Aku kesal tau!!" dengan emosi Grece menjelaskan pertemuannya dengan Selena tadi siang.


"Tadi kamu memuji dirimu sendiri?" tanya Jester dengan kesal, Grece ketus menatap Jester.


"Lalu ada hubungan apa dengan kami?" tanya Naomi yang mencoba memahami pernyataan Grece


"Selena itu dilihat darimana pun jelas terlihat kalau dia sangat menyukai Jester yang bodoh ini kan? lalu Selena mengetahui kalian tiba - tiba satu rumah seperti ini, kalau jadi Selena mungkin sudah aku hajar Jester ini" jawab Grece yang terlihat kesal memandang Jester, Jester kesal memandang Grece yang dari tadi seperti mencari masalah dengannya.


"Apa - apaan sih?! sudah gak usah bahas itu, kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi!" Jester sudah semakin kesal saat itu


"Tapi aku rasa dia baik - baik saja, aku sempat utarakan semua bahkan ketika hari ini aku tidak bisa menghadiri kuliah. Selena masih seperti biasanya" Jelas Naomi santai


"Mungkin saat itu dia memang baik - baik saja, tapi pada akhirnya Selena tahu bahwa kalian menjadi saling suka!" Grece mengatkannya dengan suara lantang sembari menggebrak meja, Jester dan Naomi terkejut dengan gebrakan meja dan perkataan Grece.


"Bodoh!! dasar Grece Bodoh!! gak seperti itu!!" dengan bentakan Jester katakan itu sembari berdiri dengan wajah yang mulai memerah


"Be... benar Grece, kamu terlalu mengada - ada, jangan katakan hal yang mustahil seperti itu" timpal Naomi sambil menahan perasaan malu nya


"Haah.... reaksi kalian tidak berbanding lurus dengan kata - kata kalian sendiri" ucap Grece sambil menggeleng - gelengkan kepalanya, wajah Grece terlihat menyebalkan bagi Jester dan Naomi.


Naomi dan Jester kehabisan kata - kata menghadapi Grece yang begitu keras kepala, Jester menaruh kepalanya di meja sedangkan Naomi memegang kepalanya lalu menggeleng - gelengkannya beberapa kali. Ketiganya mendadak terdiam beberapa saat, sampai akhirnya Jester kembali mengangkat kepalanya dan menatap Grece dengan wajah sebal.


"Kamu ini gak ngerti bahasa manusia ya?" sindir Jester kepada Grece


"Bukan aku gak ngertiin omongan kalian, tapi aku mau menyadarkan kepolosan kalian tahu! Selena sadar kalau akhirnya hubungan kalian akan berlanjut, dari settingan menjadi sungguhan. Karena itulah dia marah, kalian bodoh atau gak peka sih?!" jawab Grece yang masih berusaha menekan Jester dan Naomi


"Haduuh.... engga seperti itu Grece, aku akan menghubunginya dan kamu bisa dengarkan kalau antara aku dan Selena tidak ada apa - apa" ucap Naomi sambil memegang Handphonenya untuk menelepon Selena


Naomi mencari nomor Selena dan mulai meneleponnya namun tidak kunjung diangkat, Jester memberi gestur apakah Selena mengangkatnya tapi Naomi hanya menggeleng - gelengkan kepalanya. Setelah beberapa saat akhirnya Naomi berinisiatif untuk menelepon rumah Selena, beberapa kali suara dering berbunyi akhirnya ada yang mengakat telepon Naomi


***

__ADS_1


"Halo.... Keluarga Parker disini" ucap Ibu Selena


"Aaa selamat malam tante, ini aku Naomi. Apa Selena ada dirumah?" tanya Naomi


"Ooh Naomi, Selena tadi sudah sampai rumah tapi mendadak dia keluar lagi. Belum juga masuk kamar dia sudah terburu - buru pergi lagi, aku pikir itu panggilan darimu" jawab Ibu Selena


"Eeh tapi aku tidak meneleponnya baru - baru ini, apa Selena katakan dia akan pergi kemana?" tanya Naomi


"Hmm.... sepertinya tidak, tante hanya lihat dia menerima telepon lalu hanya berkata oke dan tiba - tiba pergi. Karena tante rasa itu dari kamu makanya tante tidak terlalu banyak bertanya, apa Selena punya pacar Naomi?" tanya balik Ibu Selena saat itu, Naomi terdiam beberapa saat


"Tidak... aku tidak tahu tentang itu, maaf. Baiklah terima kasih tante, selamat malam" ucap Naomi


"Selamat malam Naomi" ucap ibu Selena sambil menutup teleponnya


***


Naomi menutup teleponnya dan memandangi handphonenya beberapa saat, Jester dan Grece melihat Naomi sedikit resah dan melamun setelah selesai melalukan panggilan.


"Bagaimana?" tanya Jester sembari menepuk pundak Naomi, Naomi agak tersentak ketika Jester menepuk pundaknya dan mengalihkan pandangannya menatap wajah Jester.


"Dia pergi entah kemana, tapi kenapa ya teleponku tidak diangkat? apa dia masih dalam perjalanan?" tanya Naomi yang terdengar heran, Jester menaikkan sedikit bahunya memberi gestur bahwa Jester tidak punya jawaban atas pertanyaan Naomi.


"Aku yakin dia sedang merencanakan sesuatu, aku yakin itu Jester Naomi! kalian harus percaya padaku!" timpal Grece dengan nada panik, Jester menatap Grece dengan wajah penuh kekesalan.


"Kamu..... demam?" sindir Jester, mendengar sindiran Jester membuat Naomi tertawa namun Grece terlihat marah.


"Ahahaha, Jester jangan gitu donk. tapi Grece, Selena itu bukan tipe orang seperti itu" ucap Naomi sambil menahan tawanya


Grece terlihat malu saat itu ketika Jester dan Naomi menertawakan kepanikan Grece, tapi Grece tetap bersikeras bahwa instingnya itu benar. Pada malam itu terlihat Jester dan Naomi tertawa karena tingkah Grece, namun akhirnya Grece pun ikutan tertawa dan hanyut dalam suasana hangat di rumah itu.


"Hai Hai~ aku tidak menyangka kamu akan menghubungiku lewat Ingramku" ucap Camilla dengan manis


"Tidak usah basa - basi, katakan apa yang bisa kamu lakukan untuk membantuku" Selena membalas ucapan Camilla dengan ketus, Camilla tersenyum mendengar jawaban Selena


"Hee~ seperti itukah cara junior meminta tolong pada seniornya?" sindir Camilla pada Selena


"Aku tegaskan, aku tidak sedang meminta tolong padamu. Kamu yang menawarkan diri untuk menolongku, apa kamu lupa yang kamu katakan tadi siang di kampus? Aku saat ini memang tidak tahu apa untungnya untukmu tapi aku akan cari tahu nanti" jawab Selena masih dengan nada yang ketus namun Camilla tidak tersinggung sama sekali dengan ucapan Selena, Camilla masih tersenyum manis menatap Selena.


"Yaah tidak apa, setidaknya kita sekarang sepakat kita ada di pihak yang sama kan?" tanya Camilla tetap santai, Selena menarik nafas dan membuangnya perlahan.


"Jadi apa rencanamu?" tanya balik Selena dengan nada yang mulai merendah


"Sementara ini katakan padaku semua yang kamu ketahui tentang hubungan Jester dan Naomi, dari situ aku akan tunjukkan apa yang bisa kita lakukan bersama" jawab Camilla, Selena terdiam dan hanya menatap Camilla yang masih dengan senyum manisnya memperhatikan Selena. Kedua mata saling bertatapan namun Selena masih terdiam, hingga tiba - tiba ditengah keheningan itu Selena tersenyum lalu menggeleng - gelengkan kepalanya beberapa kali.


"Sudah aku duga, kamu hanya menjadikan aku sebagai informan" ucap Selana sembari menyandar pada sandaran kursi


"Jika kamu sudah memutuskan bahwa Naomi adalah musuhmu, untuk apa lagi kamu melindunginya?" tanya Camilla sedikit menekan Selena, mendengar perkataan Camilla membuat Selena sedikit tertawa.


"Kamu itu ular berkepala dua, kamu akan mengigitku dan mengigit Naomi secara bergantian sesuai dengan rencanamu. Aku terlalu pintar untuk mengetahui rencana busukmu itu" jawab Selana ketus, Camilla memajukan badannya menempel pada meja didepan agar lebih dekat dengan posisi duduk Selena.


"Lalu kenapa kamu menghubungiku?" tanya Camilla dengan tatapan menekan, Selena terdiam dan matanya mulai melirik kesana - kemari seperti sedang mencari alasan atas pertanyaan Camilla.


"Aku cuma ingin memastikan apa yang sebenarnya kamu rencanakan" jawab Selena, Camilla tersenyum menatap Selena


"Baik kalau begitu, aku katakan saja apa yang aku inginkan. Aku tidak menginginkan Jester, aku cuma tidak suka Jester memanfaatkan Naomi" Camilla menjelaskan maksudnya, mendengar jawaban Camilla membuat Selena kembali fokus menatap wajah Camilla.

__ADS_1


"Aku cuma berfikir entah ini benar atau tidak, tapi Naomi yang terkenal itu berpacaran dengan Jester? tidak tidak, aku tidak bisa membayangkan sampai kesana" ucap Camilla meneruskan perkataannya


"Sepertinya kamu benar - benar membenci kak Jester ya" celetuk Selena ditengah Camilla menjelaskan maksudnya, Camilla terdiam beberapa saat.


"Kamu salah, aku tidak membencinya. Tapi mungkin aku sedikit sakit hati padanya" ucap Camilla


"Sakit hati? harusnya yang sakit itu kak Jester padamu!" Selena marah mendengar jawaban dari Camilla, sedikit tertawa Camilla sebelum menjawab pertanyaan Selena


"Karena aku menolaknya? mungkin kamu ada benarnya tapi aku sudah katakan pada Jester kalau alasan aku menolaknya adalah untuk mendukungnya" Jelas Camilla dengan santainya


"Mendukungnya? apa maksutmu?" Selena heran dengan jawaban Camilla saat itu, Camilla terdiam beberapa saat sembari menatap Selena dengan wajah yang Serius.


"Aku tidak ingin mengganggu konsentrasi studinya, seperti yang kamu lihat sendiri aku masih setia mendampinginya agar dia tidak larut dalam kesedihan karena aku pernah menolak pernyataan cintanya padaku" jawab Camilla menjelaskan arti dari mendukung Jester versinya, Selena mendekatkan posisinya pada Camilla.


"Lalu untuk apa kamu membantuku?" tanya Selena masih menekan Camilla


"Aku mungkin sudah tidak dapat mendukungnya lagi karena sahabat - sahabat Jester terus mengancamku agar aku menjauhi Jester, jadi sebagai bentuk dukungan terakhirku aku ingin seseorang yang tepat untuk menggantikan posisiku dan aku merasa kamu mencintai Jester tanpa syarat" Jelas Camilla masih terus menatap Selena dengan serius, Camilla terdiam sesaat lalu meminum minuman yang sudah dari tadi ada didepannya.


Selena terlihat mulai bimbang mendengar jawaban yang masuk akal baginya, Selena beberapa kali melirik kanan dan kiri untuk memikirkan apa yang harus dia lakukan saat ini, dalam hatinya mulai berfikir untuk menerima tawaran dan bekerjasama dengan Camilla namun dia merasakan Camilla hanya ingin memanfaatkannya.


"Apa rencanamu?" nada bicara Selena sedikit berubah, Selena mulai berbicara sedikit lebih lembut


"Katakanlah dugaanku benar jika mereka settingan, berarti yang paling masuk akal adalah kamu harus hentikan sandiwara mereka" jawab Camilla sembari tersenyum


"Jika mereka bukan settingan?" tanya Selena masih dengan nada yang serius dan tidak membalas senyuman Camilla


"Jika bukan berarti tertutup kemungkinan kamu bisa merebut Jester, Ayolah Selena.... Naomi itu cantik, modis, bentuk tubuhnya juga proporsional, apa lagi alasan Jester mengalihkan pandangannya?" Camilla mengtakannya sembari tersenyum sinis


"Kamu! kamu satu - satunya yang bisa mengalihkan pandangannya, karena itu aku mengambil resiko untuk bekerjasama denganmu" jawab Selena agak meninggi


"Jika memang begitu, kenapa dia berpacaran dengan Naomi?" tanya Camilla dengan nada sindiran, Selena merasa dirinya terpancing ketika mendengar pertanyaan Camilla.


"Itu.... haah, entahlah" jawab Selena sembari menghela nafas dan menundukkan kepalanya, Camilla tersenyum melihat Selena.


"Jadi.... mereka settingan kan?" tanya Camilla terdengar senang


"Iya... kamu benar" jawab Selena pasrah dan pandangannya masih menatap bawah


"Waah bagus kan~ kamu bisa merebut Jester dan menyelamatkan Naomi" ucap Camilla sembari tersenyum dan terdengar sangat senang, Selena kembali mengangkat kepalanya dan menatap Camilla dengan wajah sedih.


"Tapi orang tua mereka saling mendukung, mereka saat ini tinggal bersama atas persetujuan kedua orang tua mereka" dengan nada sedih Selena mengatakannya, mendengar ucapan Selena mendadak senyum Camilla menghilang


"Mereka berdua tinggal dalam satu atap" Camilla agak menggumam namun Selena masih dapat mendengarkan perkataan Camilla, Selena membuang muka sebelum menimpali gumaman Camilla saat itu.


"iya... sejak saat itu hubungan mereka terlihat seperti berjalan lebih jauh" ucap Selena yang terdengar masih sedih, Camilla menatap Selena dengan tatapan datar dan terdiam beberapa saat.


"Hanya ada satu cara untuk menghentikan ini, kita tidak bisa membiarkan Jester dalam kondisi mood yang baik saat pulang kerumah" Camilla dengan wajah yang serius menatap Selena saat mengatakannya, Selena mengalihkan pandangannya kembali menatap Camilla dengan heran.


"Hah? bagaimana caranya?" tanya Selena bingung dengan yang dikatakan oleh Camilla


"Berbagi ChatMe denganku yuk, aku akan katakan caranya disana" jawab Camilla dengan nada ramah dan senyuman yang merekah kembali, saat itu Selena merasa tidak memiliki pilihan lain selain bekerjasama dengan Camilla. Selena dan Camilla saling bertukar id ChatMe lalu Camilla meninggalkan tempat itu, Namun beru beberapa langkah Camilla terhenti dan kembali menatap Selena yang masih termenung di tempatnya


"Nantikan kejutan dariku, aku harap kamu bisa memainkan peranmu dengan baik. Senang bisa bekerjasama denganmu~" dengan nada yang ramah dan senyuman merekah Camilla mengatakannya, Selena hanya terdiam menoleh kearah Camilla dan sesaat kembali menatap handphonenya yang menampilkan wallpaper foto antara Selena dan Naomi yang sedang berangkulan. Senyum keduanya di foto itu membuat hati Selena gusar, tidak beberapa lama handphone Selena pun tertidur dan Selena melihat pantulan wajah dirinya yang tidak tersenyum menatap layar handphone yang mati itu.


"Apa.... aku terlalu jahat? tidak.... tidak.... mereka berdua itu tidak saling cinta, aku yang lebih pantas berada disamping kak Jester" gumam Selena saat itu

__ADS_1


__ADS_2