Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Sejarah GAS


__ADS_3

DOR!!! suara pistol terdengar menggema di ruangan itu, sebuah tembakan yang Arthur arahkan ke tembok di kanannya membuat semuanya terdiam.


Suara ledakan pistol terdengar ditengah keributan diantara Jester, William dan Marrie yang berusaha menghalangi delapan pria dengan tuksedo berkacamata hitam untuk membawa Naomi ketempat pengurungan nya, sedangkan Naomi hanya terdiam terus menatap Arthur tanpa ada sedikitpun ketakutan. Bahkan suara pistol yang ditarik pelatuknya oleh Arthur tidak menggetarkan Naomi, tidak seperti William, Jester dan Marrie yang terdiam karena terkejut mendengar suara pistol itu.


"Kakek!! ini sudah keterlaluan!!!" bentak Jester sembari menoleh menatap Arthur


Kemarahan Jester memuncak karena melihat Naomi yang sampai harus dibawa oleh delapan pria bertuksedo, Jester merasa Arthur memperlakukan Naomi dengan tidak baik dan terlalu berlebihan. Jester juga marah pada dirinya sendiri yang tidak mampu berbuat apa - apa untuk melepaskan Naomi dari penyekapan yang dilakukan oleh sang kakek.


"Kamu sudah aku beri kesempatan tapi kamu memaksaku untuk melakukan ini, Gates muda!!" bentak Arthur kepada Jester.


"Jess! hentikan!! biarkan dia membawaku!!" timpal Naomi dengan tegas


"Jangan bercanda disaat seperti ini, Naomi!!" bentak Jester pada Naomi


"Kamu tahu Jess... dulu aku dan ayah sering bermain menjadi putri raja yang diculik oleh raja jahat lalu aku menunggu seorang pangeran untuk menyelamatkan aku dan aku selalu memimpikan itu akan terjadi padaku suatu saat...." ucap Naomi dengan suara yang terdengar lembut dan tenang, Naomi tiba - tiba tertawa kecil sembari menoleh menatap Jester yang berada dibelakangnya.


"Aku tidak menyangka impian masa kecilku akan terjadi padaku hari ini... aku menunggumu untuk menyelamatkanku, wahai pangeran ku..." dengan senyum yang terlihat dipaksakan Naomi saat mengucapkannya, Jester tertegun menatap wajah Naomi lalu perlahan menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


"Aku mengerti... kamu sudah berusaha mati - matian untuk kuat dan tidak takut.... baik Naomi, tunggu aku... aku akan segera menyelamatkanmu!" agak terbata karena menahan emosi saat Jester mengatakannya, serentak delapan pria yang tadi dihalangi oleh William, Marrie dan Jester pun berjalan melewati mereka bertiga dan membawa Naomi ke dekat Arthur.


Seketika semangat Jester membara karena pengorbanan Naomi padanya, Jester ingin segera membereskan tantangan sang kakek dan memenangkannya lalu membebaskan Naomi.


"Selamat berjuang Gates muda" ucap Arthur sembari berdiri lalu berjalan di ikuti oleh Julius dan delapan pria bertuksedo yang mengawal Naomi agar mengikuti Julius dan Arthur untuk keluar dari ruangan itu lewat pintu yang berada dibelakang kursi singgasana Arthur


"Naomi!!!" teriak Jester saat itu dan membuat Naomi berhenti berjalan lalu menoleh menatap Jester.


"Semua akan baik - baik saja, kita akan segera bersama lagi... entah kamu ada dibelahan bumi yang manapun, aku pasti akan menemukanmu. jadi tetaplah tersenyum dan jangan buang air matamu karena itu akan sia - sia... tunggu aku ya" ucap Jester dengan suara yang terdengar lembut, senyum lebar Jester saat itu membuat Naomi tidak dapat menahan air matanya.


"Aku menunggumu!! kamu sudah berjanji!!" ucap Naomi dengan teriakan sampai membuat gema di ruangan, Jester mengacungkan jempolnya dan masih tersenyum lebar. Tidak lama Arthur, Julius, Naomi dan delapan pria bertuksedo itu meninggalkan ruang sidang pada malam itu.


Drama percintaan dua anak muda yang menggelikan bagi Arthur harus dia saksikan, ada rasa kecewa pada Arthur ketika cucu yang dia harapkan menjadi seakan lemah ketika berhadapan dengan seorang wanita yang dicintai. Arthur tidak ingin Jester mengikuti jejak William dan Andrews yang lemah dalam urusan bisnis karena wanita yang mereka cintai. Karena bagi Arthur dalam menjalani bisnis tidak boleh membawa urusan pribadi dan harus fokus sepenuhnya pada urusan bisnis.


Malam hari yang cerah disebuah rumah mewah di perbuktian yang jauh dari pusat kota, rumah dengan pagar yang menjulang tinggi mengikuti kontur perbukitan yang dijaga oleh banyak pria berbadan tegap dengan menggunakan tuksedo hitam dan berkacamata hitam disekitar area rumah. Dirumah yang menjadi kediaman keluarga Gates terlihat Jester, William, dan Marrie sedang berdiri disalah satu ruangan didalam rumah itu, wajah mereka terlihat begitu sedih dengan apa yang baru saja terjadi malam ini.


"Will... apapun rencana mu dan Jess, kalian harus segera menyelesaikannya dengan cepat. Jangan buang waktu lagi" ucap Marrie memecahkan keheningan diantara mereka, William menatap Marrie dengan wajah serius.


Kecemasan yang wajar dari seorang Marrie terhadap Naomi mengingat dulunya dia pernah merasakan kekejaman Arthur saat Arthur mengetahui William meninggalkan keluarga besarnya demi dirinya. Marrie tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Naomi.


"Semua membutuhkan waktu, itu tidak bisa begitu saja selesai dalam hitungan hari" timpal William merespon perkataan Marrie


"Kalian berdua harus memikirkan sesuatu!! jangan biarkan Naomi sendirian terlalu lama!! kasian dia..." belum selesai Marrie berkata, William memotong.


"Aku tahu dan aku tidak ingin membuat nona Naomi menunggu terlalu lama tapi gimana lagi? kamu tahukan menjual saham tidak akan semudah..." perkataan William saat itu dipotong oleh Jester.


"Ada caranya, kita akan mempercepat rencananya" timpal Jester, perkataan Jester membuat William dan Marrie mengalihkan pandangannya menatap Jester, perlahan Jester membalikkan badannya menatap William dan Marrie.


"Kita akan lakukan pancingan sekali lagi" ucap Jester dengan yakin

__ADS_1


"Bagaimana caranya nak?" tanya William penasaran


"Aku ingin bertemu dengan ayah dan ibu, papa atau mama bisa membuat janjian bertemu dengan mereka hari ini?" tanya Jester kepada William dan Marrie, dengan cepat tangan Marrie dan William mengambil handphone mereka dan mengoperasikannya.


"Bisa!" William dan Marrie mengatakannya serentak


"Baik, ayo kita temui mereka sekarang" ucap Jester sembari berjalan menuju pelataran rumah diikuti oleh William dan Marrie


Optimisme Jester membawa angin segar dan semangat untuk William dan Marrie, sepenuh hati mereka mengusahakan yang terbaik bagi Jester. William dan Marrie juga memiliki harapan yang sama dengan Jester, mereka ingin mengakhiri tantangan dari Arthur agar bisa kembali hidup dengan tenang tanpa harus dibayang - bayangi oleh Arthur.


Disisi lain didalam rumah itu, Naomi berjalan didepan delapan pria bertuksedo hitam mengikuti Julius menuju sebuah ruangan yang berada dilantai tiga dari rumah itu. Diujung koridor terlihat sebuah pintu besar, Julius membuka pintu itu dan didalam terlihat sebuah kamar yang sangat mewah dengan kamar mandi, dapur mini, sebuah televisi dengan home teather, dan sangat tidak terlihat seperti ruangan untuk menyekap seseorang.


"Disini nona muda Scott akan disekap" celetuk Julius dengan sedikit suara tawa.


"Aah... eeh... disini?" tanya Naomi sembari masuk kedalam kamar itu melihat kanan kiri


Tidak seperti yang Naomi bayangkan, bukannya di sekap disebuah ruangan tertutup dan tidak ada akses apapun tetapi malah disebuah kamar mewah dengan fasilitas yang lengkap. Ketakutan dan kecemasan Naomi sedikit hilang dan merasa ada keheranan juga sebuah tanya, benarkah seorang Arthur yang dikenal kejam dan juga menjadi musuh keluarga Scott memperlakukannya dengan baik.


"Iya, disini... sebenarnya ini adalah kamar yang dulunya dipakai oleh tamu kehormatan keluarga Gates" jawab Julius, lalu Naomi pun berbalik menatap Julius yang masih berdiri didepan pintu.


"Benarkah ada tamu kehormatan dirumah yang tertutup rapat ini?" tanya Naomi heran, Julius menghela nafasnya saat mendengar pertanyaan Naomi.


"Dulu keluarga ini tidak setertutup ini nona muda Gates" jawab Julius, mereka pun terdiam dan saling menatap untuk sesaat.


"Apa ada hubungannya dengan GAS?" tanya Naomi pada Julius, mendengar pertanyaan Naomi membuat raut wajah Julius terlihat begitu terkejut.


"Apa aku benar?" tanya Naomi lagi seakan memaksa Julius untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Nona muda Scott tahu dari mana tentang GAS?" tanya balik Julius


"Seorang temanku menceritakan semuanya padaku... tentang GAS, tentang insiden kecelakaan pesawat maut 10 januari, dan tentang.... kecelakaan dijalan tol yang melibatkan keluarga besar Scott..." jawab Naomi terbata


"Artinya Julius tidak perlu menceritakannya lagi, nona muda Scott sudah mendengarnya dari teman nona muda" timpal Julius dengan tenang, Naomi menatap Julius dengan tatapan wajah yang sedih.


"Julius undur di..." belum selesai Julius berkata, Naomi memotong.


"Temanku berkata jika ada keanehan, keluarga Arielle dan keluarga Scott mengalami insiden itu setelah tercium tanda - tanda akan mengkhianati keluarga Gates. Arthur juga mengatakan yang membunuh kedua keluarga ini adalah dia, ceritakan kebenarannya kepadaku Julius!" timpal Naomi terdengar memaksa Julius untuk menceritakan semuanya, Julius menghela nafas saat itu.


Perkataan Naomi membuat Julius penasaran ingin menggali sejauh mana Naomi mengetahui kebenaran tentang GAS, Julius sadar Naomi pasti ingin mengetahui kebenarannya karena insiden itu melibatkan keluarga besarnya. Membuat nama Scott hanya tersisa Evans dan Naomi sendiri.


Sebelum memulai ceritanya, Julius meminta delapan orang dibelakang Julius untuk menunggu diluar ruangan. Perlahan Julius menutup pintu lalu berjalan mendekati Naomi, dengan tatapan penuh kesedihan Julius seakan sudah siap untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi diantara ketiga keluarga ini. Hubungan yang dulunya seakan ingin menguasai dunia bersama, berakhir dengan hilangnya dua keluarga ditangan keluarga Gates,


"Nona muda Scott, sejauh mana yang kamu ketahui tentang keluarga Scott dan Arielle?" tanya Julius mencoba memastikan apa - apa saja yang diketahui oleh Naomi, sempat berfikir sejenak namun Naomi akhirnya menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Tidak banyak, yang aku tahu Scott kini hanya tersisa aku dan ayah. Lalu tentang Arielle, aku hanya mengenal nyonya Jessica dan Sarah" jawab Naomi


"Keluarga Scott memang hanya tersisa anda dan tuan Evans, lalu Arielle tidak hanya ada Jessica dan Sarah namun juga aku" timpal Julius dan perkataan Julius membuat Naomi terkejut

__ADS_1


Julius yang mengakui dirinya adalah seorang Arielle membuat Naomi terkejut juga heran, karena yang Naomi tahu antara Arthur dan Arielle berseteru bahkan Arthur menghabisi keluarga Arielle dengan sangat kejam.


"Lalu kenapa kamu masih berada disisi Arthur?! kenapa kamu tidak memberontak?! apa kamu tidak menyayangi keluargamu sendiri?!!" tanya Naomi dengan nada yang terdengar terkejut dan seakan tidak percaya jika Julius memiliki marga Arielle.


"Semua dimulai empat puluh tahun yang lalu, ketika aku dan Arthur masih remaja. Namun diantara remaja - remaja lainnya, Arthur seakan terlahir untuk bisnis. Saat itu hanya ada dua penguasa di negara ini yaitu Arielle dan Scott yang berseteru hebat saling mencengkram dan menjatuhkan satu sama lain, sedangkan keluarga Gates hanyalah keluarga kecil yang tidak memiliki apapun" ucap Julius memulai ceritanya, Naomi kembali dibuat terkejut mendengar jika keluarga Gates bukanlah keluarga kaya raya.


"Lalu kenapa sekarang Gates begitu mendominasi? memang apa yang dilakukan kakek Jester?" tanya Naomi penasaran


"Seperti yang aku bilang tadi, Arthur seakan dilahirkan untuk berbisnis. Arthur muda berhasil meyakinkan ayahku Morgan Arielle dan kakek mu Anthony Scott untuk menyatukan tiga keluarga dan mendominasi seluruh bisnis di negara ini, sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh remaja berumur dua puluh tahun namun Arthur dapat melakukannya. Memimpin orang - orang hebat dimasanya, apa kamu tidak kagum dengan orang seperti itu?" tanya Julius dengan senyum kecil yang terlihat dari garis senyumnya


"Aku tidak tahu harus menjawab apa.... dia terlihat.... sangat kejam di mataku dan aku tidak melihatnya sebagai sosok yang hebat" timpal Naomi menjawab pertanyaan Julius, dengan tawa kecil Julius merespon jawaban Naomi.


"PT GAS yang diambil dari huruf depan masing - masing keluarga merupakan bukti hebatnya Arthur muda, Gates memimpin Arielle dan Scott yang saat itu diisi oleh orang - orang berpengalaman. Semua senang, semua bahagia dan semua puas sampai tragedi dimana Arthur harus segera menyingkirkan keluarga Arielle dari bumi ini untuk selama - lamanya" Julius meneruskan ceritanya namun kali ini garis senyumnya menghilang


"Tragedi apa?" tanya Naomi penasaran


"Ayahku Morgan Arielle ingin membunuh Arthur Gates agar ayahku dapat memimpin PT GAS" jawab Julius dengan suara yang terdengar marah dan penuh emosi yang tersirat dari kata - katanya, Naomi pun terkejut dengan jawaban Julius.


"Apa?! tapi kenapa? dan kenapa kamu tahu? apa itu bukan sebuah fitnah atau..." belum selesai Naomi berkata, Julius memotong.


"Aku yang memergoki mereka merencanakan sesuatu untuk membunuh Arthur" timpal Julius tanpa keraguan sedikit pun, perkataan Julius yang tidak menyiratkan sedikitpun keraguan membuat Naomi terdiam.


"Aku dan Arthur adalah teman masa kecil mulai kami disekolah dasar sampai kami kuliah, aku menganggap dia lebih dari sekedar teman bahkan sahabat... aku menganggapnya saudaraku dan dia juga seperti itu. Banyak hal yang aku percayakan padanya dan dia pun begitu mempercayaiku, kami sudah tidak dapat terpisahkan. Maka dari itu saat Arthur memiliki ide untuk melakukan joint venture, aku begitu senang karena ikatan ku dengan Arthur akan semakin erat" Julius melanjutkan ceritanya


"Kenapa harus membunuh Arthur hanya untuk menduduki kursi presiden direktur di PT GAS?" tanya Naomi masih tidak dapat mempercayai cerita Julius.


"Karena kedekatan Arthur dengan keluarga Scott membuat keluarga Arielle merasa terganggu, belum lagi beberapa proyek - proyek strategis dimenangkan oleh keluarga Scott dan itu membuat keluarga Arielle tidak suka. Ayahku Morgan ingin menyingkirkan Arthur dan Scott sekaligus dengan rencana pembunuhannya dan menguasai semuanya untuk keluarga Arielle sendiri, ambisi ayahku membuat aku tidak berfikir panjang untuk membelot dan menyelamatkan Arthur dari rencana ayahku" jawab Julius


"Jika dibandingkan dengan Arthur... ayahku yang tamak terlihat begitu menjijikkan di mataku, saat sampah menguasai kekuasaan sebesar PT GAS maka hanya akan menghadirkan sampah - sampah baru" ucap Julius dengan tegas seakan Julius tidak memiliki hati saat mengatakannya.


"Tapi... dia ayahmu... apa kamu sedingin itu saat..." belum selesai Naomi berkata, Julius memotong.


"Akulah yang menawarkan diriku kepada Arthur untuk menghabisi semua keturunan Arielle, dengan tangan ini aku menutup sejarah keluargaku dan sejak saat itu juga aku membuang nama belakangku dan menganggap diriku sudah mati" timpal Julius dan kembali membuat Naomi terkejut sampai Naomi bingung harus berkata apa untuk merespon perkataan Julius, bagaimana pun Naomi tidak menyangka sosok yang terlihat hangat sejak kedatangannya kerumah itu sebenarnya adalah sosok berdarah dingin.


"Dikediaman besar Arielle aku mendengar pembicaraan Morgan dan dengan kedua kakakku disebuah ruangan milik Morgan, mereka bertiga merencanakan pembunuhan Arthur, Guinevere istri Arthur, Andrews, William, dan Phillips. Aku tidak dilibatkan oleh mereka karena mereka sangat memahami kedekatan ku dengan Arthur, karena itulah mereka menghindari ku" ucap Julius meneruskan ceritanya


"Setelah aku yakin jika aku tidak salah, aku malah menjadi bimbang antara memilih berpihak pada ayahku atau pada Arthur. Itu bukanlah pilihan yang mudah nona muda Scott, karena bagaimana pun dia adalah ayahku. Namun kebimbangan ku sirna ketika Arthur meneleponku untuk menemaninya bermain golf, ya... ketika itu aku menjadi tidak bimbang lagi" dengan sedikit senyum yang terlihat Julius mengatakannya


"Apa yang kalian berdua bicarakan?" tanya Naomi yang terlihat penasaran saat itu.


"Di lapangan golf saat itu aku meminta Arthur untuk memberikan kursi presiden direktur PT GAS kepada ayahku, namun saat itu dia berkata 'Aku tidak akan memberikan kursi itu pada ayahmu, karena ayahmu terlalu berambisi untuk menghancurkan keluarga Arielle lalu setelah itu entah siapa lagi yang bakal ditindas oleh keluargamu. Tapi aku akan dengan senang hati memberikan kursi itu untukmu, namun saat ayahmu sudah meninggal dunia agar kamu tidak dapat disetir oleh siapapun' itulah yang dikatakan Arthur kepadaku" jawab Julius


"Ketika mendengar itu aku dapat merasakan jika selama ini Arthur hanya berusaha menjaga keseimbangan diantara Gates, Arielle dan Scott, memang begitulah ayahku yang selalu ingin memiliki semua dalam genggamannya dan aku tidak dapat membantah perkataan Arthur" lanjut Julius menceritakan kisahnya, kemudian dia menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskan secara perlahan.


"Setelah itu aku katakan padanya jika aku mendengar dan mengetahui langsung jika ayahku akan membunuhnya dalam rapat pemegang saham dan kamu tahu apa respon dia kepadaku?" tanya Julius kepada Naomi, dengan gelengan kepala Naomi merespon pertanyaan Julius.


"Aku... tidak tahu, namun seharusnya Arthur akan sangat.... marah..." jawab Naomi terbata karena sulit untuk mempercayai cerita Julius.

__ADS_1


"Arthur berkata, 'Aku akan membawa serta keluargamu mati bersamaku lalu kamu jadilah penerus ku, dengan begitu kamu akan menjadi kuat jadi bantulah orang -orang. Tidak apa meski itu hanya orang terdekatmu saja, bantulah mereka yang bisa kamu bantu. Jangan pernah mengharapkan terima kasih, pokoknya meski nanti kamu sendirian tetap bantulah orang - orang. Lalu matilah dengan dikelilingi banyak orang, jangan sampai kamu jadi sepertiku. Aku percaya kamu bisa terus menjadi penguasa yang baik, karena aku dan kamu... adalah saudara" ucap Julius


__ADS_2