Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Normal Day


__ADS_3

Sabtu siang yang panas terik, disebuah gedung perkantoran yang mewah. Tampak Marrie, Naoko, Jester dan Naomi duduk dikursi meja meeting ditemani oleh empat orang yang terlihat begitu ramah dan sopan dihadapan mereka. Didalam ruang meeting lantai enam di gedung itu Marrie dan Naoko bersama dengan empat orang perwakilan perusahaan sedang berbicara serius merancang konsep pernikahan anak mereka yang akan dilaksanakan sepuluh bulan lagi, sedangkan Jester dan Naomi hanya terdiam sembari mendengarkan Marrie dan Naoko yang berdebat tentang dekorasi dan baju pengantin yang akan Jester dan Naomi kenakan.


"Ini yang akan menikah siapa sih? kenapa mama dan ibu yang paling keras berdebat" celetuk Jester sambil berbisik ke Naomi yang berada disebelahnya, Naomi pun tertawa kecil mendengar bisikan Jester.


"Ini karena kita dari keluarga dengan latar belakang yang berbeda, ibu ingin ada budaya asia dipernikahan kita namun mama lebih memilih untuk ala - ala kerajaan inggris" jawab Naomi dengan suara yang pelan, mendengar jawaban Naomi membuat Jester kesal.


"Aku ingin pernikahan biasa saja, terlalu ribet juga bikin repot" timpal Jester terdengar kesal, Naomi pun kembali tertawa lalu menatap langit - langit gedung seakan sedang berfikir.


"Kenapa? kamu lagi mikirin sesuatu?" tanya Jester penasaran melihat Naomi yang seakan sedang menutupi sesuatu darinya, dengan helaan nafas Naomi hendak menjawab pertanyaan Jester.


"Nanti... aku rasa kamu akan sangat kecewa kepadaku, tiba - tiba aku takut untuk menghadapi pernikahan ini..." jawab Naomi sedikit terbata, mendengar jawaban itu membuat Jester menaruh rasa curiga pada Naomi.


"Kamu... bukan mau meninggalkanku kan?" tanya Jester terdengar sangat mencurigai Naomi, mendengar suara Jester yang begitu menaruh kecurigaan padanya membuat Naomi panik.


"Tidak tidak! kamu jangan berfikiran seperti itu Jess!" jawab Naomi dengan panik sembari menatap Jester


"Lalu...?" tanya Jester lagi kali ini dengan suara yang agak menekan, Naomi menundukkan kepalanya.


"Jess... masih ingat ketika kita bersama Luke dan Harry menjenguk Becca? Daniel pernah bilang bahwa aku tidak akan masuk kriteria wanita yang pantas mendampingimu, namun saat itu mungkin kamu tidak sadar apa yang akan dikatakannya karena aku memotong" jawab Naomi dengan penyesalan, sesaat Jester terdiam sambil mengingat momen itu baik - baik.


"Oke... lalu? aku sudah membantahnya kan? mana tau dia tentang kriteriaku, sedangkan aku dan dia saja gak saling kenal" rasa penasaran Jester saat itu semakin tinggi melihat ekspresi dan suara Naomi yang terdengar begitu menyesal, perlahan Naomi menatap Jester dan dari sorot matanya yang terlihat sedih membuat Jester terkejut.


"Ada apa? kamu kenapa?" tanya Jester dengan panik, bibir Naomi terlihat bergemetar seakan ada hal penting yang ingin dia ucapkan namun berat untuk dikatakan.


"Aku... sebenarnya...." terbata Naomi mengatakannya, belum selesai kalimat Naomi saat itu seseorang membuka pintu ruang meeting dengan penuh semangat sampai membuat semua orang yang berada diruangan itu teralihkan perhatiannya.


"Mohon maaf Nyonya Gates... Nyonya Scott... Aku direktur utama perusahan yang akan langsung menangani wedding planner Jester dan Naomi" ucap Sarah dengan penuh semangat, senyumnya begitu merekah menatap Naomi saat itu.


Kehadiran Sarah yang memperkenalkan dirinya sebagai direktur utama disana cukup mengagetkan Naomi dan Jester, mereka tidak menyangka Sarah yang akan menangani urusan pernikahannya.


"Sarah?!" terkejutlah Naomi mengetahui Sarah adalah direktur utama dari perusahan itu, Sarah pun langsung berjalan mendekati Marrie dan Naoko sembari menundukkan badannya memberi hormat.


"Sarah Arielle anak dari Jessica Arielle , pemimpin Arielle corp yang baru" Sarah pun memperkenalkan diri dengan begitu percaya diri didepan Marrie dan Naoko


"Ooh anak Jessica~ ini pertama kalinya aku bertemu denganmu, Jessica tidak pernah membawamu kesetiap acaraku yang dia hadiri" ucap Marrie terdengar heran, Sarah mengangkat badannya menatap Marrie.


"Maaf nyonya Gates, aku sedikit sibuk beberapa tahun belakangan ini. Pelimpahan perusahan kepadaku sedikit menguras waktuku" dengan penuh penyesalan Sarah mengatakan


"Kamu masih muda dan sudah diserahkan tanggung jawab perusahan yang cukup besar, menjadi selebgram yang sibuk dengan berbagai promosi, dan membuktikan dirimu pantas menyandang nama Arielle. Wajar waktumu habis untuk bekerja, aku kagum kepadamu" puji Naoko, pujian itu membuat Sarah bangga.


"Aku masih pemula dan mendengar pujian dari nyonya Scott membuat aku sangat tersanjung" Sarah pun kembali menundukkan badannya beberapa saat lalu mengalihkan pandangannya menatap Naomi dengan senyuman menggoda.


"Tidak menyangka temanku menikah secepat ini~" terdengar menggoda Sarah mengatakannya, mendengar ucapan Sarah yang terkesan menggoda membuat wajah Jester dan Naomi pun memerah lalu membuang muka hampir bersamaan.


"Eeh~ kalian saling kenal?" tanya Marrie terkejut dengan perkataan Sarah


"Naomi dan Sarah sama - sama seorang selebgram, mereka juga teman waktu SMP" jawab Naoko, jawaban Naoko membuat Sarah tersenyum menatap Marrie.

__ADS_1


"Aku dan Naoko adalah teman Jessica saat SMA, sayangnya kami tidak berteman cukup lama..." belum selesai Marrie berbicara, Naoko memotong.


"Marrie..." celetuk Naoko seakan menyuruh Marrie agar tidak meneruskan perkataannya


"Tidak apa Nyonya Scott, aku sudah tahu semua ceritanya dari mama... Tapi itu semua cuma masa lalu, aku yang sekarang akan membuat mama bangga telah melahirkanku" dengan penuh kebanggaan Sarah mengatakannya, Marrie dan Naoko pun tertawa kecil mendengar ucapan Sarah saat itu.


"Jika Nyonya Gates dan Nyonya Marrie berkenan, izinkan perusahan kami ini yang memimpin acara pernikahan Jester dan Naomi. Selain kami adalah perusahan terkenal dengan berbagai cabang perusahan yang bergerak dibidang fashion ternama, hubungan dekatku dengan Naomi akan membuat acara ini akan meriah dan sukses" dengan menyakinkan Sarah mengatakannya


"Bagaimana Jester? Naomi?" tanya Naoko sembari menatap Naomi dan Jester bergantian, perhatian Sarah pun teralihkan menatap Naomi yang terus menatapnya dalam diam. Dengan gestur tangan memohon, Sarah seakan memaksa Naomi untuk menerima tawarannya.


"Boleh... aku tidak keberatan" jawab Naomi, sontak jawaban Naomi membuat empat menejer yang sejak tadi menemani mereka pun bersorak dan saling tos tangan kerekan kerjanya. Senyuman Sarah pun semakin merekah menatap Naomi, seakan bibirnya mengatakan 'Terima kasih' yang tersirat dari gerak bibir.


"Baiklah!! sudah diputuskan! sekarang tinggal mencari model cincin untuk mereka!" dengan penuh semangat Marrie mengatakannya


"Dilantai dua gedung ini ada anak perusahan Arielle corp. yang menangani jewellery, jika berkenan bisa melihat - lihat dulu disana" ucap Sarah mempromosikan perusahaannya, dengan antusias Marrie menerima ajakan Sarah.


"Mengingat kamu anak Jessica, aku yakin disana kita akan menemukan cincin yang sesuai! ayo tunggu apa lagi!" agak tergesa Marrie menarik lengan Sarah untuk turun kelantai dua, saat itu Naoko berjalan diikuti Jester dan Naomi dibelakangnya. Ditengah perjalanan mereka menuju lift, Jester menarik lengan Naomi dan memaksanya untuk berbalik menatapnya. Dengan wajah terkejut Naomi menatap mata Jester, sejenak mereka terdiam saling bertatapan mata.


"Jess..." dengan nada yang terdengar khawatir Naomi mengucapkannya


"Tadi kamu mau bilang apa?" tanya Jester terdengar masih penasaran, Naomi pun tersenyum menatap Jester sambil mengelus pipi Jester dengan lembut.


"Aku pikir aku siap untuk mengatakannya, namun sepertinya aku masih butuh keberanian lebih... tapi aku sangat mencintamu dan tidak ada sedikitpun keinginanku untuk meninggalkanmu, aku harap kamu mau mengerti" jawab Naomi terdengar sedih, sorot matanya saat itu sedikit berkaca menatap mata Jester.


"Heii!! mesra - mesraannya nanti saja!! kamu ingin membuat kami iri?!" teriak Marrie kepada Naomi dan Jester, terlihat lift sudah terbuka dan hanya menunggu Naomi dan Jester untuk masuk kedalamnya.


Dilantai dua gedung itu, terlihat Marrie, Naoko dan Sarah sedang memilih - milih cincin pernikahan Jester dan Naomi, sedangkan Naomi dan Jester terlihat tidak tertarik karena tahu pilihan mereka pasti akan diabaikan oleh Marrie dan Naoko yang mereka kenal selalu mendominasi apapun. Disebuah kursi tunggu, Jester dan Naomi duduk bersebelahan dan masih saling terdiam.


"Eemm... Jess.." ucap Naomi menggantung, ucapan itu membuat Jester menatap Naomi.


"Boleh aku bertanya tentang kejadian kemarin saat kamu dan Luna berada difestival squere?" pinta Naomi terdengar ragu - ragu, Jester pun menghela nafas mendengar pertanyaan Naomi.


"Boleh.... tapi apa itu tidak akan menyakiti hatimu? aku takut membuatmu cemburu saat mendengar ceritaku" Jester terdengar berat hati untuk menerima permintaan Naomi


Sebenarnya Jester sudah menduga Naomi akan menanyakan hal itu kepadanya, pertanyaan yang membuat Jester enggan untuk menjawab namun sulit untuk menolak menjawabnya. Sering kali Jester kalah dengan rengekan manja Naomi jika menginginkan sesuatu, walaupun sebenarnya yang Jester lakukan hanya ingin menjaga hatinya agar tidak cemburu. Bagaimanapun kejadian di festival squere bersama Luna telah membuka kotak pandora Jester, lebih - lebih ingatan tentang momen membahagiakannya bersama luna juga terbuka.


"Tidak apa, Selena bilang kalau kamu dan Luna.... bertemu ditaman tengah labirin. Apa benar?" tanya Naomi terdengar sedih


"Itu benar, bahkan dua kali aku bertemu dengannya disana" jawab Jester seperlunya seakan tidak ingin meneruskan kalimatnya lagi, Naomi pun terlihat semakin sedih yang terlihat dari raut wajahnya.


"Begitu ya.... Jess, apa kamu tahu mitos..." belum selesai Naomi bertanya Jester pun memotong


"Aku baru tahu dari Luna dan aku tetap tidak mempercayai mitos itu" dengan tegas Jester mengatakannya, ketegasan Jester saat itu membuat Naomi mengalihkan pandangannya menatap Jester.


"Bahkan pertemuan kita yang begitu kebetulan itu?" tanya Naomi terdengar kecewa, lalu Jester pun menghela nafas.


"Naomi... aku ini tulus mencintaimu, aku tidak peduli apa itu karena taman labirin atau apapun alasannya. Apakah ada yang lebih penting dari itu?" tanya Jester terdengar heran, Naomi pun tersipu malu sambil tertawa kecil setelah mendengar perkataan Jester.

__ADS_1


"Kamu tau Jess.... Selena bersikap seperti sekarang karena dia meniru Luna agar bisa dekat denganmu" celetuk Naomi ketika mereka sempat terdiam, namun celetukan Naomi saat itu tidak membuat Jester tertarik.


"Luna pasti sudah menceritakan semuanya padamu ya..." ucap Naomi lagi ketika dia ingat jika Jester dan Luna pernah jalan berduaan untuk menyelesaikan segala urusan mereka yang tertunda di festival squere, namun saat itu Jester menghela nafas mendengar perkataan Naomi.


"Dia memang mau menceritakan semua saat difestival squere, tapi aku sudah tidak tertarik lagi" timpal Jester dengan datar


"Jess... janji apa yang sudah terucap antara kamu dengan Luna?" tanya Naomi, pertanyaan itu membuat Jester menoleh menatap Naomi dengan wajah yang terkejut.


"Dari tatapanmu.... sepertinya janji sudah terpatri dihatimu ya..." celetuk Naomi lagi terdengar sedih, Jester pun menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Kamu salah, aku terkejut karena kamu tahu tentang janji itu. Aku sudah lupa dengan janji itu sampai kami kembali lagi ketempat dimana kami mengikrarkan janji bersama, tapi itu tidak lebih dari sebuah janji yang gugur karena dia sudah berkhianat" tegas Jester mengatakannya, namun Naomi seakan tidak mempercayai Jester.


"Tidak apa jika kamu selalu mengingat janji itu... nyatanya memang kalian dulu saling mencintai..." dengan pasrah Naomi mengatakannya


"Naomi.... apa aku kurang menunjukkan seberapa besar cintaku padamu? kenapa Luna seakan menjadi hal menakutkan bagi hubungan kita? aku merasa kamu sedang mencari salahku... maaf kalau aku katakan itu, tapi berkali - kali kamu seperti menunjukkan tanda - tanda ingin meninggalkanku" tanya Jester agak menekan Naomi, mendengar pertanyaan Jester yang menekan itu membuat Naomi tersentak dan menyadari kelakuannya yang seakan memancing pertengkarannya dengan Jester.


"Aah... Eeh... maaf Jester... aku gak bermasuk seperti itu!" dengan panik Naomi mengatakannya, Jester pun mengelus kepala Naomi dengan lembut sembari tersenyum.


"Aku mencintaimu dan hanya kamu yang saat ini aku inginkan untuk mendampingiku" tegas Jester mengatakannya, wajah Naomi kembali memerah dan tertegun memandang Jester.


Tampak seperti pasangan - pasangan lain yang memiliki ujian sebelum hari pernikahannya, Jester dan Naomi seakan memiliki ujian yang sama namun kesabaran dan keyakinan Jester mampu membuat Naomi luluh dan selalu tersipu malu juga berbunga - bunga dengan sikap dan tindakan Jester.


"Heii!! kalian berdua ini niat nikah gak sih?! kenapa gak kesini dan memilih cincin pernikahan kalian?!! malah berduaan seperti itu!!" agak berteriak Marrie mengatakannya, wajah Jester pun mendadak berubah menjadi kesal saat mengalihkan pandangannya menatap Marrie.


"Percuma, pasti mama akan mengabaikan pilihanku" terdengar kesal Jester mengatakannya


"Anak ini kurang diajari sopan santun ya!" dengan marah Marrie mendekati Jester dengan gestur tangan yang siap untuk mencubiti perut Jester, terjadilah keributan ditempat itu yang disebabkan oleh Jester dan Marrie.


Siang itu menjadi momen yang memiliki gejolak emosi bagi Jester dan Naomi, sebuah momen yang harusnya bisa membuat mereka berdua bahagia dan dengan suka cita mempersiapkan pernikahan namun dengan semua permasalahan yang sedang mereka hadapi membuat Jester dan Naomi tidak dapat menikmatinya seperti kebanyakan normalnya pasangan lain. TetapiĀ  dengan semua gejolak emosi itu, Jester dan Naomi pun menyelesaikan kontrak mereka dengan Sarah untuk menjadi Wedding Planner bagi pernikahan mereka yang akan dilaksanakan sepuluh bulan lagi.


Diperjalanan pulang, semua berjalan baik - baik saja dengan obrolan santai yang ringan. Wejangan - wejangan Naoko dan Marrie pun tersampaikan kepada Jester dan Naomi yang akan segera menjadi pasangan suami istri, yaah.. bagaimanapun Jester dan Naomi masih terbilang sangat muda untuk melangsungkan pernikahan sehingga kurang lebih sedikit memberikan kekhawatiran bagi Marrie dan Naoko.


Setelah sampai rumah, kemudi BMW 740Li diambil alih oleh Marrie yang langsung hendak pulang saat Jester dan Naomi turun dari mobil. Setelah berpamitan, Marrie dan Naoko pun segera meninggalkan rumah Jester dan Naomi yang terlihat masih berdiri menatap mobil Marrie menjauh dari cluster perumahan. Setelah memastikan mobil itu sudah tidak terlihat, Jester dan Naomi pun masuk kedalam rumah untuk segera menemui Luke dan Harry dengan perasaan khawatir.


Pertemuan antara Luke dan Harry dengan Luna dan Selena membuat Naomi dan Jester khawatir, hubungan buruk diantara mereka tentu menjadi beban pikiran tersendiri bagi mereka. Didalam rumah saat itu, suara tawa Luna, Luke dan Harry terdengar dari ruang keluarga. Dengan rasa penasaran tinggi Jester dan Naomi langsung mengarahkan kakinya melihat apa yang mereka kerjakan sampai terdengar suara tawa itu, namun ternyata mereka berempat tidak berada didalam ruang keluarga melainkan sedang berada dikolam renang yang akses masuknya melalui ruang keluarga.


Jester dan Naomi pun kembali berjalan menuju kolam renang, disanalah Jester dan Naomi merasa dirinya bodoh karena sudah mengkhawatirkan Luke, Harry, Luna dan Selena. Mereka berempat terlihat sedang mengadakan pesta barbeque bersama, tidak ada suasana canggung diantara mereka semua. Bahkan Selena dan Luna pun sesekali bercanda dengan Luke dan Harry, pemandangan yang sangat aneh bagi Jester dan Naomi yang baru saja sampai dirumah.


"Hey Jester!! kapan sampai? barbeque hampir jadi nih, sini kumpul!" ucap Harry dengan semangat, Luna dan Selena pun mengalihkan pandangannya menatap Jester dan Naomi yang masih mematung dipintu masuk kekolam renang.


"Hai kak Jester... Naomi..." kompak Luna dan Selena mengatakannya, lalu keduanya tertawa bersama saat menyadari keduanya mengucapkan hal yang sama.


"Kemarilah, kenapa mematung disana?" tanya Luke sambil mengambil beberapa tusuk barbeque yang sudah matang dibakar, Jester dan Naomi pun saling memandang dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


"Apa kamu memikirkan hal yang sama dengan yang kupikirkan?" tanya Jester


"Aku berfikir rugi mengkhawatirkan mereka berempat sejak awal tadi" jawab Naomi kesal

__ADS_1


Lalu mereka berenam menikmati pesta barbeque yang sudah Luke, Luna, Harry dan Selena siapkan, suasana bahagia terbangun disana dengan canda tawa tanpa kecanggungan sama sekali. Hubungan yang sempat kaku dan panas pun berangsur mencair, semua kesalahpahaman mereka seakan tidak pernah sama sekali terjadi. Dalam benak Naomi saat itu tidak ingin momen itu berakhir, melihat senyum Jester saat berada didekat Luna membuat Naomi merasa berhasil mengobati luka hati Jester walau harus berkorban hati.


__ADS_2