Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Pegawai Baru


__ADS_3

Sore hari yang cerah disebuah restoran keluarga yang cukup ramai dengan pengunjung, berita tentang konferensi pers Daniel pagi tadi masih sangat hangat dibicarakan oleh orang - orang di restoran itu. Disalah satu sudut kursi nampak Jester, Selena, Luke, Sarah, Justin, Grece dan Harry duduk bersama menikmati hidangan yang mereka pesan, suasana menyenangkan dan penuh canda tawa terlihat dari pertemuan mereka.


"Sial!! itu milikku gorila bodoh!!" bentak Jester karena Luke mengambil salah satu lauk Jester


"Minta sedikit, jangan pelit begitu!!" bentak balik Luke pada Jester


"Kalian ini setiap makan kenapa mesti ribut sih?" tanya Sarah dengan heran


"Dia yang memulai!" jawab Jester dan Luke bersamaan, mereka kemudian saling menatap dan kembali terlibat keributan.


Sarah pun akhirnya hanya terdiam menatap kekasihnya dan saudaranya itu kembali ribut dan saling sikut, disebelah Sarah nampak Grece masih sibuk dengan handphone ditangan kirinya dan garpu ditangan kanan. Perlahan Justin menutup layar handphone milik Grece dengan tangannya untuk menarik perhatian Grece, dengan wajah kesal Grece memandang Justin.


"Makanlah dulu, kerjaan bisa kita lanjutkan nanti" celetuk Justin dengan lembut


"Ini harus segera aku putuskan" agak kesal Grece mengatakannya


"Tentang apa?" tanya Justin penasaran


"Band kita~ aaaa~ gagal~" dengan sedih dan manja Grece menjawab pertanyaan Justin, mendengar jawaban Grece membuat Justin tertawa.


Kehadiran para sahabat Jester begitu berarti bagi Jester, seberat apapun masalah yang Jester hadapi mereka selalu mampu memberikan yang terbaik bagi Jester. Terlebih perhatian yang mereka berikan kepada Naomi juga membuat Jester beruntung memiliki sahabat - sahabatnya itu.


Diantara semua yang berkumpul hanya Grece yang masih memikirkan tentang rencananya terhadap band yang sudah dia rencanakan dengan baik, sementara temannya yang lain lebih fokus dengan rentetan masalah yang Jester dan Naomi alami hingga sejenak melupakan tentang rencana band mereka. Lalu ketika Grece mulai menyebut lagi perihal band, mereka kembali memikirkan satu rencana mereka lagi.


"Tidak gagal, kita bisa teruskan rencana itu jika kamu mau" celetuk Jester, celetukan itu menarik perhatian Luke, Harry, Sarah, Selena, Justin dan juga Grece.


"Hei Jester, mana mungkin Naomi mau tampil? dua hari lagi sudah waktunya perform, meski Daniel baru saja melakukan konferensi pers seperti itu tapi itu bukan berarti nama Naomi langsung membaik kan? lagian itu baru pagi tadi" timpal Harry yang terdengar bingung, seakan setuju dengan perkataan Harry saat itu Grece, Luke dan Selena menganggukkan kepalanya bersamaan.


"Itu benar, tapi tanpa Naomi kita masih bisa tampil di acara festival band itu dan memenangkannya untuk Naomi" ucap Jester dengan yakin, perkataan Jester membuat semuanya terdiam dan menatap Jester dengan raut wajah serius.


"Kalian tidak sadar jika kita ini sudah menjadi selebgram? aku, Luke, kamu, dan Justin... hei ayolah" sedikit kesal Jester mengatakannya sembari menunjuk Grece, sempat bengong sejenak akhirnya Grece pun tersadar.


"Aaaah benar!! jumlah follower kita kan sudah banyak dan kemungkinan menang juga pasti tinggi sekarang!!" dengan semangat Grece mengatakannya


Memang Grece lah yang selalu menggebu - gebu jika menyangkut urusan band, hal itu karena band merupakan ambisinya yang sangat dia harapkan bisa terwujud. Tentu saja perkataan Jester membuatnya bahagia dan begitu bersemangat kembali, walaupun tiba - tiba keadaan Naomi mulai terbersit dipikirannya dan mulai membuatnya tidak nyaman untuk melanjutkan rencananya itu.


"Tapi..... apa itu tidak masalah untuk Naomi?" tanya Sarah sedikit terbata


"Aku rasa tidak, malah menurutku jika kita menang maka kita bisa merayakannya bersama dengannya... aku harap" jawab Jester dengan sedikit keraguan

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita lakukan!" celetuk Justin penuh semangat sembari menyodorkan tangannya untuk saling bertumpuk.


"Untuk Naomi" ucap Justin, dengan segera Jester menumpukkan tangannya diatas tangan Justin.


"Demi Naomi" ucap Jester, sambutan tangan Jester pun diikuti oleh Harry dan Grece


"Kita akan lakukan yang terbaik" ucap Harry


"Naomi!! tunggu aksi kami!!" terdengar bahagia saat Grece mengatakannya, selanjutnya Selena menumpukkan tangannya diatas tangan Grece.


"Aku tidak ikut tapi karena ini untuk Naomi maka aku akan membantunya semampuku" ucap Selena. lalu Sarah menumpukkan tangannya diatas tangan Selena.


"Aku juga, demi Naomi aku akan bantu apapun kebutuhan perform kalian. Aku akan pilihkan kostum terbaik untuk kalian tampil" terdengar senang Sarah saat mengucapkannya, semuanya tertawa lalu mereka tersadar jika masih ada satu tangan lagi yang belum ikut bertumpuk.


Sontak semua perhatian kini teralihkan menatap wajah Luke yang menikmati makanan tanpa mempedulikan apa yang teman - temannya lakukan, dengan wajah penuh kekesalan mereka semua menatap Luke. Merasakan aura - aura permusuhan yang kental membuat Luke akhirnya menatap wajah Sarah, Jester, Harry, Grece, Justin dan Selena secara bergantian.


"Aah ya maaf... aku terlalu menikmati ma..." belum selesai Luke berbicara, Jester dan Harry segera memegangi tangan Luke sedangkan Sarah dan Grece mencekoki Luke dengan berbagai makanan.


"Gorila bodoh!! rakus sekali kamu jadi orang!!" bentak Jester kepada Luke


"Makan ini!! makan ini!! dasar rakus!!!" teriak Sarah sembari mencekoki Luke dengan membabi buta


"Gorilla bodoh!! gorilla rakus!! gorilla hitam!! gorilla berotot!!" ejek Grece dengan penuh amarah


"Yang terakhir bukan kalimat ejekan sayang" dengan suara tawa Justin mengatakannya


"Kalian ini tidak pernah bisa dewasa ya" gumam Selena dengan nada yang terdengar kesal


Keributan itu mengundang perhatian para pengunjung yang lain, namun dengan kemampuan Sarah untuk menyamarkan wajah Jester, Luke, Grece dan dirinya sendiri membuat pengunjung lainnya tidak sadar jika diantara mereka ada selebgram yang terkenal. Keributan itu hanya menjadi bahan tontonan dan beberapa juga merekamnya lalu mempostingnya di media sosial mereka masing - masing, kejadian yang mengundang banyak gelak tawa dari setiap orang yang melihatnya.


Sore berganti senja, matahari mulai menunjukkan tanda - tanda akan tenggelam. Jester, Luke dan Harry masuk kedalam Mercedes Benz S450 yang dikendarai oleh supir pribadi Jester akan pulang lebih dulu menuju rumah Jester dan Naomi di cluster perumahan, Sarah dengan BMW 740Li bersama supir pribadinya hendak menuju kantor Arielle Corp untuk mempersiapkan kostum perform band teman - temannya itu, sedangkan Justin, Grece, dan Selena pulang kerumah mereka masing - masing.


Ditengah kemacetan jalan perkotaan, BMW 740Li terlihat melaju mengikuti arus dengan kecepatan sedang. Hingga sampailah mobil itu diparkiran sebuah gedung yang menjadi kantor Arielle Corp, didepan lobby kantor Sarah keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam lift menuju lantai 3 dimana Jessica seharusnya berada untuk bekerja. Begitu pintu terbuka, beberapa pekerja yang masih lembur pun menyapa Sarah.


Sarah yang begitu peduli dengan para pekerjanya pun menyapa balik mereka dengan senyuman dan lambaian tangan, namun ada satu orang yang hanya diam saja ketika Sarah melewatinya. Untuk sejenak Sarah menatap pegawai itu namun kakinya terus melangkah menuju ruangan Jessica, dengan wajah heran dan mencoba mengingat - ingat tentang pegawai yang baru pertama kali dia lihat bekerja dikantornya itu.


Didepan pintu ruangan Jessica, Sarah membuka pintu dan didalam ruangan itu terlihat Jessica sedang bersiap - siap untuk pulang. Kedatangan Sarah disana membuat Jessica terkejut, namun begitu Sarah menutup pintu tatapan mata Sarah langsung menuju jendela yang tertutup tirai. Perlahan Sarah membuka sedikit tirai itu agar dia dapat menatap pekerja yang tadi tidak menyapanya, karena penasaran akhirnya Jessica berjalan mendekati Sarah dan ikut mengintip apa yang menarik perhatian Sarah.


"Ada yang menarik perhatianmu?" tanya Jessica didekat kuping Sarah

__ADS_1


"Siapa wanita itu? pegawai baru?" tanya balik Sarah terdengar penasaran


"Ooh dia... namanya Camilla, dia wanita yang rajin dan pekerja keras" jawab Jessica datar sembari berbalik dan berjalan mendekati mejanya kembali untuk mengambil sling bag miliknya, Sarah menutup tirai itu dan berbalik menatap punggung Jessica.


"Kenapa mama tidak memberitahuku jika ada pegawai baru? memang bagian mana yang kosong sampai harus merekrut orang baru?" tanya Sarah lagi dengan sedikit menekan, Jessica menghela nafas setelah mendengar pertanyaan Sarah.


"Mama lupa untuk memberitahumu karena ada kesibukan, karena kesibukan itu juga mama memutuskan untuk merekrut karyawan baru. Berbaik hatilah dengannya sayang, mama senang dengan dedikasinya dalam bekerja" jawab Jessica dengan tenang


"Oke.... mana data tentangnya? aku butuh untuk mempelajari..." belum selesai Sarah berbicara, Jessica memotong.


"Besok mama akan berikan padamu, apa keperluan mu disini?" tanya Jessica menimpali perkataan Sarah seakan sedang mengalihkan pembicaraan


"Eeh... ooh iya, ini aku ingin meminta tim untuk mendesain kan kostum perform band Jester dan teman - teman. Aku ingin..." belum selesai Sarah berkata, Jessica memotong kembali.


"Buat apa? apa akan ada keuntungan untuk Exo?" tanya Jessica dengan nada yang menekan, mendapatkan pertanyaan itu membuat Sarah kesal.


"Mama... ini untuk Jester dan kawan - kawan, buat apa berbicara tentang keuntungan?" dengan kesal Sarah mengucapkannya, Jessica pun tertawa kecil lalu berjalan mendekati anak semata wayangnya itu.


"Anak cantik mama sudah semakin dewasa, kamu berubah seiring berjalannya waktu" ucap Jessica sembari mengelus - elus kepala anaknya itu, wajah Sarah pun memerah karena malu.


Sejak melibatkan Sarah dalam segala urusan bisnisnya, Sarah selalu melakukan setiap pekerjaannya dengan profesional bahkan mengesampingkan rasa empatinya. Kemudian melihat perubahan Sarah yang akhirnya mulai menunjukkan rasa empati akhirnya membuat Jessica merasa bangga dan terharu, mengingat bertahun - tahun mereka harus menjalani kehidupan berat hanya berdua hingga akhirnya Arthur mulai membuka tangannya untuk Sarah, memberikan kasih sayang yang luar biasa bagi Sarah dan membuat Sarah mempunyai sepupu yang hubungannya begitu dekat. Sebuah perubahan yang membahagiakan bagi Jessica.


"Mama... aku bukan anak kecil lagi...." ucap Sarah malu - malu, namun wajah Sarah nampak sangat menikmati tangan hangat Jessica.


"Hahaha... kamu sangat manis jika malu, persis seperti ayahmu" celetuk Jessica menggoda Sarah


"Jangan bilang aku mirip dengannya, aku masih marah dengan semua yang terjadi!" agak marah saat Sarah mengucapkannya, Jessica pun berjalan keluar dengan suara tawa yang masih sedikit terdengar.


"Ambillah pegawai yang menurutmu mampu untuk membantumu mendesain kostum perform Jester, mama pulang dulu~" ucap Jessica lalu keluar dari dalam ruangan meninggalkan Sarah sendirian didalam ruangan itu.


Setelah Jessica keluar dari ruangan itu, Sarah berjalan mendekati komputer diatas meja yang ada didalam ruangan Jessica lalu duduk di kursi depan layar monitor. Begitu layar monitor menyala, Sarah mencari data pegawai dan tangannya langsung menulis 'Camilla'. Terdapat empat orang bernama Camilla yang tertera dilayar monitor, namun perhatian Sarah tertuju pada satu nama yaitu 'Camilla McBride'


Dengan satu tekanan di tombol klik kanan pada mouse terbukalah biodata karyawan atas nama 'Camilla McBride', Sarah membaca semua data - data itu dengan teliti lalu ekspresinya pun berubah menjadi terkejut. Dengan terburu - buru Sarah berdiri lalu keluar dari ruangan untuk mencari Camilla, namun Camilla sudah tidak berada ditempat itu. Tanpa pikir panjang, kaki Sarah berlari menuju lift untuk turun kelantai dasar dimana menjadi satu - satunya cara untuk keluar dari gedung kantor.


Begitu pintu lift terbuka, Sarah kembali berlari menuju lobby gedung dan berusaha mencari Camilla. Diujung lobby tepat didepan pintu keluar gedung, nampak Camilla berjalan hendak keluar namun secara mengejutkan lengannya ditarik dengan kasar agar tubuhnya berbalik dan menatap wajah Sarah secara langsung.


Wajah Sarah terlihat begitu marah dan menekan yang membuat Camilla ketakutan, belum lagi perlakuan kasar Sarah kepada Camilla yang terasa begitu tiba - tiba.


"Mau apa kamu disini?!" tanya Sarah dengan bentakan

__ADS_1


__ADS_2