Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Dukungan Penuh


__ADS_3

Siang hari menjelang sore, disebuah rumah yang terletak ditengah perbukitan. Pagar menjulang tinggi mengikuti kontur perbukitan menjadi batas wilayah rumah, ya... rumah yang biasa disebut sebagai kediaman besar Gates. Disalah satu kamar yang pintunya terbuka, terlihat Jester, William, Arthur, Julius dan Turner sedang berkumpul bersama. Tidak lupa dua orang penjaga yang sebelumnya dipakai sebagai alat untuk membuka paksa pintu oleh Jester, penjaga itu terlihat terdiam di sudut ruangan.


Jester terlihat terdiam setelah mendengar permintaan Turner, dalam benaknya berfikir tentang apa yang harus dia katakan. Sebuah permintaan yang seakan ingin ikut membongkar semua aib Naomi sang kekasih, tentu bukan permintaan yang bisa dengan mudah bagi Jester untuk menerimanya. Seakan tahu kebimbangan Jester, dengan helaan nafas Julius pun mencoba untuk memberikan pengertian kepada Jester.


"Turner Werner memiliki perusahaan bernama Werner Grup dan memiliki jaringan media offline juga online yang sangat luas, Werner Grup juga mendominasi dan selalu menjadi yang pertama dalam hal memberitakan segala sesuatu yang sedang hangat. Itu artinya, berita tentang nona muda Scott adalah ladang emas dimata tuan Turner" celetuk Julius menjelaskan kepada Jester, mendengar perkataan Julius membuat Turner salah tingkah.


"Aah tuan Julius, tidak seperti itu pandanganku tentang kasus nona muda Scott" timpal Turner


"Maaf tuan Turner, aku sebagai kakek Jester ingin membuka mata anak muda ini agar tidak terus hidup dalam mimpi indahnya" ucap Julius, mendengar perkataan Julius membuat Turner terdiam.


"Werner Grup adalah satu dari banyaknya perusahaan yang besar karena sokongan dana dari Gates Family Grup, secara tidak langsung Werner Grup sebenarnya adalah salah satu perusahaan dibawah Gates Family Grup. Namun demi menjaga pandangan masyarakat, sebagai media sudah seharusnya menjadi independen" Julius kembali menjelaskan kepada Jester, untuk sejenak Julius terdiam sembari terus menatap mata Jester.


Julius paham Jester keberatan akan hal ini, bagaimanapun media Werner Grup merupakan media yang selama ini mendapat hak ekslusif untuk pemberitaan tentang Naomi dan Jester. Namun selama ini pemberitaan yang mereka siarkan selalu berita yang baik dan menyenangkan juga menginspirasi. Terlebih keberadaan Grece sebagai salah satu sahabat Naomi disana, Julius memahami jika Jester ingin menjaga perasaan Naomi agar merasa tidak dikhianati oleh sahabatnya. Secara terpaksa Julius menjelaskan kenyataan lapangan kepada Jester karena dalam dunia bisnis segala hal bisa terjadi walau menyerang pribadi masing - masing dalam hal negatif.


"Seperti yang aku katakan tadi, berita tentang nona muda Scott seperti tambang emas bagi Werner Grup. Tapi selama ini tuan Turner selalu menolak tim yang ingin memberitakan tentang nona muda Scott demi keluarga ini, kali ini desakan pemilik saham sudah tidak dapat tuan Turner bendung. Secara khusus kedatangan tuan Turner adalah meminta maaf jika media dibawah Werner Grup pada akhirnya akan memberitakan tentang nona muda Scott" ucap Julius melanjutkan kalimatnya


"Dengan ikutnya Werner Grup memberitakan tentang kejadian ini, maka secara tidak langsung akan berdampak padamu juga nak.... itulah sebabnya kakek mu mengambil alih posisimu karena...." belum selesai William memberi pengertian kepada Jester, tiba - tiba Jester memotongnya.


"Aku mengerti, aku tidak keberatan dengan itu dan aku tetap pada pendirian ku tentang rencana ku sendiri" timpal Jester, nadanya terdengar sedih namun tersirat keinginan kuat Jester untuk tetap pada pendiriannya.


Jester tetaplah Jester dengan pendiriannya, selama ini Jester selalu bersikukuh terhadap pendapatnya dalam menjalankan perusahannya. Seakan ingin menegaskan statusnya kepada semua yang berada didalam ruangan itu bahwa dirinya lah pemimpin baru Gates Family Grup dan keputusannya mutlak menjadi keputusan bersama.


"Dunia bisnis itu kejam Jester... kamu akan dimakan jika menunjukkan kelemahan, posisi sekarang seakan membuka diri kepada para pesaing untuk segera menyantap mu bulat - bulat" ucap Arthur.


"Aku tahu itu, selama ini aku tidak berfikir akan mudah menjalani ini" tegas Jester mengatakannya, ketegasan Jester membuat semua orang yang berada disana terdiam


"Tuan Turner... ada lagi keperluan mu denganku?" tanya Arthur kepada Turner, setelah sebelumnya terjadi keheningan membuat Turner sedikit terkejut mendengar pertanyaan Arthur.


"Ti.. tidak tuan besar Arthur, kalau begitu aku pamit dan terima kasih atas pengertian dan waktunya" jawab Turner sembari menundukkan kepala sejenak untuk memberi hormat pada Arthur


"Will, antar tuan Turner" perintah Arthur kepada William, kemudian William dan Turner pun keluar dari kamar Arthur.


Berfikir akan sepenuhnya beristirahat setelah kepemimpinannya beralih kepada Jester membuat Arthur mulai lelah menghadapi dunia bisnis, namun sikap Jester yang mengisyaratkan kelemahan membuatnya tidak bisa diam begitu saja. Kekhawatirannya begitu mengganggunya namun dengan baik mampu Arthur simpan agar tidak ada satu orangpun yang mencemaskan keadaannya yang sudah pensiun dengan usia yang sudah menua, terlebih Arthur tidak ingin Sarah mencemaskan kondisinya. Selama masa pensiunnya Sarah lah yang selalu menemani dan merawat Arthur.


"Aku lelah, tubuh ini terasa sakit saat duduk terlalu lama" celetuk Arthur seakan memberi kode Arthur ingin segera beristirahat

__ADS_1


"Baik" timpal Julius lalu berbalik bersama Sarah untuk keluar, namun Jester seakan enggan untuk keluar dari tempat itu.


"Jester? ayo keluar" ajak Sarah kepada Jester


"Kakek... ada yang ingin aku bicarakan berdua" ucap Jester


"Jester! kakek sudah bilang kalau...." belum selesai Sarah berkata, Arthur memotong.


Dugaan Arthur benar tentang Sarah yang akan mengkhawatirkan kondisinya, namun Arthur yang merasa Jester sedang membutuhkan bantuannya membuat Arthur bersedia meluangkan waktunya sejenak untuk Jester.


"Tidak apa Sarah, tinggalkan kami berdua" timpal Arthur


"Tapi...." belum selesai Sarah berkata, Arthur mengangkat tangannya seakan memberi tanda jika semua akan baik - baik saja. Dengan berat hati Sarah dan Julius kembali berjalan untuk keluar dari kamar Arthur, begitu Sarah dan Julius keluar saat itu kedua penjaga menutup pintu dan menunggu diluar kamar.


"Baik Jester... katakan apa keperluan mu" ucap Arthur ketika memastikan semua orang sudah keluar dari kamar


"Kakek.... ini tentang Naomi, aku..." belum selesai Jester berkata, Arthur memotong


"Kenapa kamu tanyakan tentang Naomi kepadaku?" tanya Arthur


"Ini karena..." lagi - lagi perkataan Jester dipotong oleh Arthur


"Aku menyayanginya seperti cucuku sendiri... kematian Evans pasti akan sangat berdampak padanya tapi ini lah kehidupan. Pakai kepalamu dengan baik, karena kamu adalah calon suaminya. Hanya kamu yang bisa melakukan sesuatu untuk membangkitkan nya lagi dari keterpurukan" dengan nada yang tegas Arthur mengatakannya, Jester lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar Arthur.


Seakan sudah mendapatkan jawaban yang dia inginkan, Jester tidak ingin lagi berlama-lama menunda waktu istirahat kakeknya. Perkataan Arthur menggetarkan hati Jester dan kini dia semakin mantab untuk tetap mempertahankan hubungannya dengan Naomi.


Diluar depan pintu kamar Arthur, Jester melihat Sarah menunggunya keluar dari kamar Arthur. Dengan wajah yang menunjukkan rasa khawatirnya, Sarah berjalan mendekati Jester.


"Apa yang kamu bicarakan dengan kakek?" tanya Sarah


"Tentang hal yang menggangguku" jawab Jester singkat lalu berjalan hendak meninggalkan tempat itu, Sarah berjalan mengikuti Jester.


"Apa yang sebenarnya akan kamu lakukan? kamu tidak ingin memberitahuku? aku ini bisa memban..." belum selesai Sarah berkata, Jester tiba - tiba berhenti berjalan.


"Jester?" Tanya Sarah ketika Jester tiba - tiba berhenti dan terdiam

__ADS_1


"Aku sudah tahu mengapa Camilla melakukan ini...." terdengar sedih Jester mengatakannya, Sarah pun terkejut mendengar perkataan Jester.


"Hah?! kamu darimana tahu tentang otak dibalik Daniel melakukan ini?! aku dengar teman - teman sepakat untuk menutupi hal ini darimu" tanya Sarah dengan nada yang terdengar panik


"Selena memberitahuku kemarin malam, setelah mendapatkan nama Camilla... aku segera menemuinya pagi ini dan menanyakan alasannya" jawab Jester masih dengan nada yang terdengar sedih, Jester berbalik dan menatap Sarah.


"Alasan Camilla melakukan ini adalah efek domino yang pernah kakek lakukan" ucap Jester melanjutkan kalimatnya, tiba - tiba Sarah menarik lengan Jester dan mengajaknya ke salah satu balkon yang berada didekat sana.


"Ceritakan padaku" ucap Sarah, Jester bersandar pada tembok lalu menatap langit mendung yang sudah tidak menurunkan hujan.


"Baiklah..." dengan berat hati Jester pun mulai menceritakan tentang Camilla.


Disisi lain pada saat yang bersamaan, Selena terlihat sedang berjalan disebuah taman kota. Disalah satu sudut taman, Selena terdiam berdiri sembari menatap layar handphone miliknya. Tidak lama seseorang dengan jaket hoodie yang menutupi kepala berjalan mendekati Selena, tanpa menatap Selena menaruh kembali handphone miliknya kedalam tas kecil yang dia pegang sejak tadi.


"Semua berjalan seperti mau mu, apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Selena kepada orang asing itu


"Sesuatu yang lebih berat lagi, maaf... aku merepotkan mu..." jawab orang asing itu kepada Selena


"Kamu tidak akan berfikiran seperti Luna kan... Naomi?" tanya Selena menekan kepada orang yang ternyata adalah Naomi, wajah sedih Naomi terlihat jelas dari dalam hoodienya menatap Selena.


Hari berlalu, mentari pagi menyinari dengan sangat cerah dan indah. Di depan lobby Gates tower terlihat Mercedes Benz S450 baru saja berhenti dan terparkir disana, Jester turun dari mobil dan langsung mendapat sambutan dari para karyawan yang bekerja disana.


"Selamat pagi Presiden Direktur Jester Gates!!" serentak para pegawai mengucapkannya, mendapatkan sambutan seperti itu membuat Jester merasa tidak enak.


"Eeh kalian masih semangat melakukan hal seperti ini?" tanya Jester, seseorang berjalan mendekati Jester.


"Tuan Je..." belum selesai pria itu berkata, Jester memotong.


"Jester saja" ucap Jester


"Haah?! eeh.. tapi saya tidak berani mengucapkan hanya dengan nama" terdengar ketakutan pria itu berkata, Jester menghela nafasnya setelah mendengar perkataan pria itu.


"Lalu kali ini ada apa lagi?" tanya Jester dengan nada yang terdengar kesal


"Kami mendengar anda mengundang seluruh pemegang saham dan investor, maka disini kami akan menyambut mereka dengan yel - yel untuk menurunkan moralitas mereka! kami disini untuk mendukung tuan Jester!!" jawab pria itu, serentak pekerja lainnya pun bersorak sorai, mendengar ide konyol para pegawainya membuat Jester tertawa terbahak - bahak.

__ADS_1


Tertawanya Jester membuat para pegawai disana heran dan merasa malu, untuk sejenak mereka hanya bisa terdiam menahan malu. Setelah puas tertawa Jester mengatur nafasnya, lalu menepuk pundak pria yang ada didekatnya sembari menatap para pegawai yang berada didepannya.


"Seseorang berkata padaku jika bisnis itu kejam, tapi melihat kehangatan kalian membuat aku semakin yakin jika bisnis tidaklah sekejam itu. Terima kasih atas dukungan kalian semua!" ucap Jester lalu menundukkan kepalanya kepada para pekerja didepannya, melihat atasannya menundukkan kepala untuk mereka dengan segera mereka pun ikut menundukkan kepalanya.


__ADS_2