Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Seleksi Di Mulai


__ADS_3

Pagi cerah disalah satu gedung universitas fakultas ekonomi yang terlihat agak sepi dari biasanya karena para mahasiswa dan mahasiswinya libur sejenak setelah ujian akhir semester ganjil, namun masih ada beberapa dari mereka yang hadir di kampus karena diadakannya seleksi untuk lomba antar universitas selain itu beberapa diantaranya ada yang melakukan kegiatan ekstrakurikuler juga beberapa mahasiswa dan mahasiswi senior yang sibuk menyiapkan skripsi mereka masing - masing. Diantara mahasiswa - mahasiswi itu terlihat Camilla sedang berdiri didepan dekan fakultas ekonomi sedang berbincang - bincang disalah satu koridor kampus.


"Terima kasih sarannya Camilla, dengan begini kemampuan mahasiswa dan mahasiswi yang akan ikut lomba akan diuji dengan sangat baik" ucap dekan begitu bersemangat, Camilla tertawa kecil mendengar perkataan dekan


"Sama - sama pak, saya juga senang melihat semangat kawan - kawan yang antusias ingin ikut lomba untuk mengharumkan nama kampus dan universitas. Tapi... ini bukan main - main kan, jadi sudah seharusnya yang mendampingi Jester adalah yang terbaik dari yang terbaik" timpal Camilla dengan sopan dan senyum yang menghiasi wajahnya


"Benar!! itu yang bapak inginkan, ini sangat jarang terjadi karena biasanya hanya pemegang nilai sepuluh besar tertinggi yang mendaftar ikut lomba namun kali ini sepertinya mahasiswa sangat percaya diri dan semangat! Bahkan Luke yang selalu di ranking bawah saja sampai ikut" ucap dekan, Camilla kembali tertawa kecil mendengar perkataan dekan.


"Baiklah, semangat untuk ikut lombanya Camilla! bapak mengharapkan yang terbaik darimu!" dekan menutup pembicaraan mereka lalu meninggalkan Camilla di koridor kampus


Tidak lama Camilla berbalik dan kemudian berjalan hendak menuju kelas dimana ujian untuk seleksi peserta lomba akan dilaksanakan namun baru beberapa langkah hendak meninggalkan tempat itu, di persimpangan koridor terlihat Selena sedang bersandar pada salah satu tiang penyangga gedung.


"Kenapa aku tidak kaget ya saat mendapat broadcast dari website kampus akan dilaksanakannya seleksi dadakan ini" celetuk Selena, Camilla tersenyum tanpa menoleh menatap Selena yang berada dibelakang kirinya.


"Aku rasa kamu sudah sangat memahami cara - caraku untuk menyingkirkan saingan secara halus" timpal Camilla dengan tenang


"Mungkin itu akan bekerja dengan baik untuk yang lain, namun aku sudah mempersiapkan ini sejak lama jadi aku harap kamu tidak meremehkan aku" ucap Selena dengan tenang, Camilla pun menoleh menatap Selena yang masih berdiri bersandar dibelakangnya.


Camilla sedikit terkejut akan perubahan pada penampilan Selena saat itu, selain penampilan Selena yang berubah drastis cara bicara Selena pun berubah menjadi lebih tenang dan berani terhadap Camilla. Situasi antara mereka yang saling berseteru pun membuat pertemuan mereka begitu menegangkan, aura permusuhan semakin terasa kuat diantara keduanya.


"Aku tidak pernah meremehkan siapapun lawan ku, itu sebabnya aku selalu merencanakan semuanya bahkan dari hal terkecil" timpal Camilla dengan percaya diri dan masih terlihat senyumnya yang sinis


"Kali ini apa yang kamu rencanakan lagi?" tanya Selena sedikit menekan, namun pertanyaan Selena membuat Camilla tertawa sembari membalikkan badannya menghadap Selena.


"Ahahaha... aku tidak sebodoh..." belum selesai Camilla menjawab, Selena sedikit berlari mendekati Camilla lalu menarik kerah bajunya dan mendorongnya hingga menabrak tembok.


Camilla terlihat kesakitan karena punggungnya yang menabrak tembok cukup keras, matanya langsung menatap Selena yang berada didepannya dengan tatapan penuh amarah namun Camilla langsung terlihat ketakutan saat menatap Selena yang begitu menakutkan baginya. Selena menatap Camilla dengan tatapan sadis seakan ingin menghajarnya saat itu juga, tangannya juga begitu kuat meremas kerah baju Camilla dan menekannya menempel tembok begitu kuat.


"Mungkin kamu merasa kamu bisa berbuat sesuka hatimu karena kamu seorang wanita, tapi tidak.... karena aku yang akan menghentikan mu untuk melakukan apapun rencana jahat mu! Ingat baik - baik ancaman ku ini Camilla... aku tidak akan membiarkanmu lagi merencanakan apapun, tinggalkan kak Jester dan Naomi kalau kamu masih ingin melihat indahnya kampus dalam jangka waktu yang lama..." ancam Selena lalu melepaskan genggaman tangannya dari kerah baju Camilla, Selena langsung berjalan meninggalkan Camilla di lorong itu.


Sempat terdiam dengan waktu yang agak lama sambil memandangi punggung Selena, Camilla terlihat tertekan karena ancaman Selena. Camilla tidak menyangka Selena akan berbuat sekasar ini terhadapnya, sikap Selena benar - benar seperti seorang pria. Saat itu Camilla menyadari bahwa perubahan Selena tidak hanya pada penampilannya tetapi juga pada sikapnya dan hal itu membuatnya berfikir untuk tidak dengan mudah meremehkan sosok Selena saat ini. Dengan masih menahan sakit di punggungnya Camilla memilih untuk berlalu dan bergegas untuk kembali ke kelasnya


Ditengah jalan, Camilla mengeluarkan handphone dari sling bag nya. Dia segera menelepon seseorang dengan handphone itu, setelah agak lama menunggu seseorang mengangkat telepon itu.


***


"Ya?" tanya Daniel datar


"Perubahan rencana, ada satu orang yang harus kita singkirkan dengan segera" jawab Camilla


"Terserah kamu saja, selama itu bisa membuatku mendapatkan Naomi kembali" timpal Daniel, lalu Camilla menutup teleponnya begitu saja.


***

__ADS_1


"Selena hah.... baik kalau kamu ingin ikut bermain..." gumam Camilla dengan senyum sinis yang dia tampakkan diwajahnya.


Sebuah Ferrari 458 berjalan lambat menuju parkiran kampus di pagi yang cerah, setelah mobil terparkir sempurna terlihat Jester dan Naomi turun dari dalam mobil. Wajah Naomi terlihat begitu tertekan setelah mendengar kabar bahwa hari ini akan dilaksanakan seleksi untuk menentukan siapa yang akan mendampingi Jester untuk mewakili universitas, sedangkan Jester berusaha membuat Naomi tenang dengan cara mengelus - elus kepalanya dengan lembut sembari terus tersenyum.


"Hei Jester!!" agak berteriak Harry mengatakannya, Jester dan Naomi pun menoleh mencari suara Harry yang posisinya sedikit jauh dari mereka berdua.


"Harry! kamu datang ke kampus karena broadcast dari dekan?" tanya Jester mencoba mencari tahu alasan sahabatnya itu hadir di kampus.


"Iya, aku terkejut dengan broadcast itu. Bukan kah itu terlalu mendadak? apa yang kamu lakukan?" tanya Harry terdengar sedikit kesal


"Percayalah aku juga kaget dapat kabar dari dekan, itu bukan hasil keputusanku dan dekan" jawab Jester terdengar juga heran dengan keputusan dekan yang akan mengadakan seleksi begitu mendadak, Harry terlihat berfikir setelah mendengar jawaban Jester.


"Aah sudahlah, lalu apa yang terjadi setelah kamu diculik rombongan pria bertuksedo itu?" tanya Harry penasaran


"Agak sedikit rumit, aku akan ceritakan masalah ini lain kali dan aku membutuhkan bantuan mu" jawab Jester dengan tenang, tidak lama Justin dan Grece terlihat berjalan mendekati mereka bertiga. Justin melambaikan tangan saat menyadari ada Jester disana, Grece dengan penuh semangat langsung berlari mendekati mereka.


"Naomi!!!" dengan antusias Grece mengatakannya sembari berlari mendekati Naomi yang masih murung, dengan segera Grece memeluk Naomi begitu erat terlihat khawatir.


"Aaa~ aku khawatir saat kamu dan si bodoh Jester ini dibawa sama pria - pria menyeramkan itu" ucap Grece dengan khawatir


"Siapa yang kamu sebut bodoh!!" bentak Jester kepada Grece


"Kenapa Naomi murung begitu?" tanya Justin penasaran, Jester menatap Justin dengan sedikit senyum berat yang terlihat dari wajahnya.


"Tenang Naomi, ayo kita bersama - sama menghadapi ini!" dengan penuh semangat Grece mengatakannya


"Semangat sih boleh, tapi realistis juga perlu" celetuk Jester, celetukan Jester membuat Grece emosi dan terjadilah pertengkaran dengan kata - kata antara Jester dan Grece yang membuat Justin tertawa terbahak - bahak. Tetapi situasi itu tidak dapat membuat Naomi tertawa, dia masih saja cemas dan takut menghadapi seleksi dadakan hari ini. Persiapannya benar - benar tidak ada sama sekali karena kejadian penculikan dirinya juga Jester oleh kakek Jester. Naomi lebih mencemaskan jika dirinya gagal besar kemungkinan antara Camilla atau Selena yang akan mewakili kampus untuk mendampingi Jester, hal itu membuat Naomi tidak tenang sepanjang pagi itu.


"Hai" sapa Selena yang mendadak muncul dibelakang Harry, suara sapaan Selena membuat Jester dan Grece berhenti bertengkar lalu mereka semua menatap Selena.


"Kenapa lagi tuan putri kita ini?" tanya Selena dengan sindiran dan senyum sinis menatap Naomi, mendengar sindiran Selena membuat Naomi sedikit terpancing emosi.


"Jangan ajak aku bertengkar sekarang!" bentak Naomi menjawab pertanyaan Selena, Selena menghela nafasnya sejenak sebelum kembali berbicara.


"Aku mau informasikan sama kalian semua, ujian dadakan ini dicetuskan oleh Camilla" ucap Selena tanpa beban, perkataan Selena membuat Jester, Naomi, Harry, dan Grece terkejut namun tidak untuk Justin yang seakan sudah menduganya.


"Benarkah?! kamu tahu dari mana?!" tanya Naomi terdengar penasaran dan terkejut


"Yaah... kalian gak perlu tahu sih, cuma silahkan saja percaya boleh engga percaya ya sudah" jawab Selena kembali terdengar tanpa beban


"Selena! kamu bekerja sama lagi sama Camilla?!" tanya Grece menekan dan berjalan mendekati Selena, lengan Grece pun ditarik oleh Justin.


"Kita memang tidak perlu tahu darimana informasi itu didapat oleh Selena, tapi aku memang sudah menduganya saat menerima broadcast kampus" ucap Justin tegas, Jester menatap Justin dengan heran.

__ADS_1


"Kenapa kamu berfikir seperti itu?" tanya Jester terdengar heran, Justin tertawa kecil sebelum menjawab pertanyaan Jester.


"Simpel sebenarnya, seleksi ini seakan khusus untuk mencari pendamping mu. Seharusnya kamu sudah tahu akan diadakan seleksi dadakan dan kamu tidak memberitahu kami lebih dulu sejak awal, artinya ada aktor lain yang juga dekat dengan dekan dan menjadi pengusul diadakannya ujian ini" jawab Justin mencoba memancing logika Jester


"Yang dekat dengan dekan dan berhubungan langsung dengan lomba cuma aku dan... Camilla..." timpal Jester menerka - nerka


"Yap, siapa lagi kan? informasi Selena sudah sangat cukup dan kita gak perlu lagi memperdebatkan darimana dia mendapatkan informasi itu, seharusnya Naomi berterima kasih pada Selena" ucap Justin dan tersenyum menatap Naomi yang masih terlihat kaget itu, Naomi mengalihkan pandangannya menatap Selena.


"Terima kasih Selena... tapi sekarang kita bisa apa? Camilla sudah merencanakannya dan dia pasti sudah bersiap dengan segala kemungkinan, terlebih dia... pintar..." terbata Naomi mengatakannya, Selena menghela nafasnya.


"Yaah... pasrahkan saja kak Jester berduaan dengan Camilla" tanpa beban Selena mengatakannya, perkataan Selena yang tanpa beban itu membuat Naomi dan Grece emosi.


"Selena!!" bentak Naomi dan Grece bersamaan, Selena hanya terdiam dengan wajah datar menatap Naomi dan Grece bergantian.


"Realistis" celetuk Selena lalu berbalik ingin meninggalkan teman - temannya


"Selena! mau kemana kamu?!" tanya Naomi kembali saat melihat Selena yang akan beranjak pergi itu


"Ke kelas, urusanku sudah selesai disini.... dan kak Jester, aku mengharapkan sesuatu bisa kamu lakukan disaat seperti ini... kecuali tentu saja jika kamu berharap bisa berduaan bersama Camilla" jawab Selena sambil terus berjalan, Naomi langsung meremas lengan Jester begitu kuat sampai membuat Jester mengalihkan pandangannya menatap wajah Naomi yang terlihat begitu khawatir.


"Jess~" celetuk Naomi saat Jester hanya terdiam menatap Naomi


"Kamu... harus tetap belajar, aku akan segera mendampingi mu se..." belum selesai Jester berkata, Naomi memotong


"Aku tidak akan bisa!!" bentak Naomi kepada Jester, bentakan itu membuat Jester, Justin, Harry, dan Grece terdiam menatap Naomi.


"Aku... tidak akan bisa.... terlalu sempit waktunya... aku harus gimana...? aku tidak akan mampu.... untuk merelakan mu berdua.... dengan Camilla...." terbata dan terdengar serak Naomi mengatakannya, Jester langsung meletakkan tangannya ke kepala Naomi dan mengelusnya dengan lembut.


"Aku akan buatkan kamu contekan, kamu hanya perlu belajar dan mengingat dimana materi yang kamu perlukan dari contekan itu" ucap Jester dengan tenang dan seakan mencoba meredakan gejolak kecemburuan Naomi, perlahan Naomi menatap Jester dengan mata yang terlihat berkaca - kaca.


"Tenang, jika memang ini rencana Camilla berarti aku juga akan melakukan cara curang untuk menggagalkannya" ucap Jester sembari tersenyum menatap Naomi


"Ayo kita lakukan" tegas Jester mengatakannya sembari menarik Naomi menuju salah satu kelas yang kosong diikuti Justin, Grece, dan Harry.


Disalah satu kelas terlihat Jester menulis semua materi disebuah kertas kecil yang akan diberikan kepada Naomi, dengan bersungguh - sungguh Naomi memperhatikan Jester dan mencoba mengingat semua letak materi yang mungkin dia perlukan saat ujian berlangsung. Hingga tiga puluh menit berlalu dan ujian seleksi untuk menjadi pendamping Jester pun dimulai, dengan penuh keyakinan dan semangat Jester, Naomi, Justin, Grece dan Harry berjalan menuju ruang ujian seleksi.


Didalam kelas Selena dan Camilla menjadi yang pertama masuk keruang ujian, mereka duduk bersebelahan di kursi paling depan, keduanya pun saling menatap dengan senyum sinis yang menghiasi wajah masing - masing. Tidak lama secara berurutan dimulai dari Naomi, Grece, Justin, dan Harry pun masuk disusul mahasiswa dan mahasiswi lainnya, setelah semuanya duduk ditempat yang tersedia kemudian tim penguji pun tiba untuk memulai ujian seleksi lomba.


Penguji membagikan kertas soal dan jawaban kepada para peserta ujian seleksi, Jester menatap Naomi dari balik jendela kaca diluar kelas. Ditengah seriusnya Jester memperhatikan Naomi, tidak lama Luke berlari terburu - buru melewati Jester begitu saja tanpa kata. Didalam kelas Luke langsung meminta maaf dan tim penguji pun mengomel karena keterlambatan Luke, disaat bersamaan semua mahasiswa dan mahasiswi didalam sana menertawai Luke. Namun Luke seperti tidak kehilangan semangat dan tetap ingin mengikuti ujian itu dengan penuh kepercayaan diri, akhirnya tim penguji menyerah untuk membuat Luke mundur dan mengizinkan Luke mengikuti ujian seleksi.


Dua jam berlalu dan ujian seleksi pun selesai dilaksanakan, Naomi, Luke, Harry, dan Grece terlihat lusuh dan seakan otak mereka mengeluarkan asap putih tanda penggunaan yang melampaui batas. Hanya Justin yang tertawa setelah ujian karena melihat wajah teman - temannya itu, bahkan Jester tidak bisa tertawa karena melihat ekspresi wajah Naomi yang begitu tertekan. Jester langsung memeluk Naomi dengan erat untuk memberikan semangat agar Naomi tidak terlalu khawatir tentang hasil ujian yang akan langsung di umumkan hari itu juga, Naomi membalas pelukan Jester dan terlihat begitu menikmati pelukan hangat Jester.


Selena dan Camilla yang menjadi mahasiswi terakhir yang keluar kelas, mereka berdua secara terpisah berjalan menuju lobby kampus untuk menunggu hasil ujian mereka yang akan segera diumumkan dilayar televisi besar yang sudah tersedia di lobby kampus. Satu demi satu hasil mulai terlihat dilayar televisi itu, mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti ujian pun mulai berkumpul. Tidak terkecuali Jester, Naomi, Luke, Harry, Justin dan Grece yang langsung sedikit berlari mendekati layar televisi itu. Harap - harap cemas mereka semua menatap layar televisi itu yang mulai memperlihatkan skor mahasiswa dan mahasiswi, Jester dan Naomi pun bergenggaman tangan menunggu hasil mereka.

__ADS_1


__ADS_2