
"Ca.... Camilla?!!" terkejut Jester menatap Camilla yang muncul didepan wajahnya saat berada di rumah, Naomi menatap dengan curiga kedatangan Camilla yang mendadak serta bertanya - tanya dalam hatinya tentang siapa yang memberi alamat rumah Jester dan Naomi pada Camilla. Namun sesaat Naomi langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, siapa lagi jika bukan dari Selena. Camilla mendekati Jester dengan tatapan penuh perasaan bersalah, sorot mata Camilla benar - benar menunjukkan seberapa besar rasa bersalahnya pada Jester ketika itu.
Sore yang cerah menjelang senja, di sebuah cluster perumahan terlihat tiga orang sedang saling bertatapan. Ya... kedatangan Camilla yang mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya sangat mengagetkan Jester dan Naomi yang ketika itu baru saja sampai dirumah mereka, jika kita mundur beberapa jam sebelumnya maka kedatangan Camilla sangat aneh ketika seharusnya hubungan antara Jester dan Camilla sudah hancur lebur.
"Mau apa kamu kemari?! darimana kamu tahu alamat rumah kami dan kenapa kamu bisa masuk kedalam cluster ini?!" tanya Naomi memecahkan keheningan antara Jester dan Camilla yang membisu saling menatap, suara bentakan Naomi membuat Camilla mengalihkan pandangannya dengan tatapan yang terlihat marah.
"Aku gak ada urusan denganmu, aku ada keperluan sama Jester" jawab Camilla dengan nada sinis sambil menatap Naomi dengan tatapan penuh amarah, Camilla langsung mengalihkan pandangannya kembali menatap Jester dan Naomi menjadi tambah marah saat itu.
"Jangan mengerjainya lagi!! kapan kamu akan puas?!" bentak Naomi, Camilla melirik Naomi dengan sinis.
"Aku sudah bilang aku gak ada urusan denganmu! Jester~ bisa kamu dengarkan aku?" Camilla menatap Jester dengan tatapan manja, Jester terkejut melihat Camilla menatapnya seperti itu lagi. Lagi... tatapan manja Camilla ketika mereka tidak terlibat dalam perseteruan di taman tengah kampus pada hari itu, wajah Jester pun memerah dan detak jantungnya kembali berdetak kencang seperti biasa saat berhadapan dengan Camilla.
"I..iya... silahkan bicara, aku akan dengarkan" jawab Jester yang terpesona dengan raut wajah manja Camilla saat menatapnya, Camilla menundukkan kepalanya didepan Jester sebelum kembali berbicara.
"Aku minta maaf" ucap Camilla yang masih menundukkan kepalanya, Jester dan Naomi terkejut melihat sikap dan pernyataan maaf Camilla saat itu.
"Hah?! kamu meminta maaf padaku?!" Jester seakan tidak percaya dengan yang dia dengar, sesaat Jester berfikir apa yang membuat Camilla akhirnya meminta maaf pada Jester kala itu. Suatu kejadian yang tidak dia sangka, Camilla yang saat itu diserang habis - habisan datang menemui Jester untuk meminta maaf padanya.
"Apa lagi yang kamu rencanakan kali ini?" Naomi mengatakan dengan menaruh kecurigaan, Camilla mengangkat kepalanya dan melirik sinis kearah Naomi namun tanpa berkata apapun. Sesaat Camilla kembali menatap Jester lagi dengan tatapan penuh kehangatan, sangat terlihat perasaan tulus Camilla yang ingin meminta maaf pada Jester.
"Jester... ada restoran yang ingin aku kunjungi, apa kamu bersedia menemaniku?" pinta Camilla dengan nada yang terdengar penuh harap Jester akan menerimanya, mendengar permintaan Camilla saat itu membuat Jester semakin terkejut mendengarnya. Seakan menerima tawaran untuk berkencan dari wanita yang dia sukai, sungguh permintaan yang tidak mungkin Jester tolak.
"Kencan? ini permintaan kencan kan?! kamu mengajakku berkencan?!!" dengan panik Jester bertanya, Camilla sedikit tertawa dengan perkataan Jester namun Naomi menatap Jester dengan kesal.
"Dia cuma mengajakmu makan malam" celetuk Naomi menyadarkan kesalahpahaman Jester terhadap permintaan Camilla, Jester terlihat tidak menghiraukan Naomi saat itu.
"Tentu aku mau! dimana letak restoran itu? apa perlu aku charter jet pribadi?!" dengan sangat antusias Jester bertanya, Camilla tertawa kecil melihat tingkah Jester yang tetap saja bersikap aneh saat berbicara dengannya. Naomi kembali menunjukkan wajah tidak senangnya, dalam hati Naomi merasa cemburu yang berlebihan dan berbeda ketika Jester bersama Selena.
__ADS_1
"Berlebihan banget sih!" Celetuk Naomi dengan sedikit bentakan sembari membuang muka, Jester menatap Naomi dengan sebal karena Naomi mengatainya berlebihan. Camilla mengeluarkan kertas dari tas sling bag yang dia gantung di bahunya lalu memberikannya pada Jester, Jester pun menerima dengan senang hati kertas itu tanpa membacanya lebih dulu.
"Di kertas ini tercatat alamat restonya, aku tunggu kamu jam 8 ditempat itu. oke?" tanya Camilla dengan nada manjanya seperti biasa seakan tidak pernah terjadi apapun diantara Jester dan Camilla, Jester terlihat sangat bahagia dengan kertas pemberian Camilla sampai membuatnya tersipu malu.
"Tentu!! aku akan datang lebih awal!!" Jester masih merasa dirinya didalam alam mimpi saat itu, seakan tidak percaya hal ini akan datang juga dalam hidupnya. Berkencan dengan Camilla merupakan impian Jester yang membuatnya terlihat sangat bahagia, namun Naomi terus menatap Jester dengan tatapan marah karena respon Jester yang menurutnya berlebihan.
"Terima kasih dan sekali lagi Jester... aku minta maaf..." ucap Camilla lalu menundukan kepala dan segera beranjak pergi dari tempat itu, Jester membatu menatap Camilla yang akan pergi meninggalkan rumah Jester dan Naomi.
Setelah Camilla pergi dengan mobil Mazda 3 nya Jester masih terdiam memandangi kertas pemberian Camilla, Naomi yang kesal sejak tadi memandangi wajah Jester lalu meninggalkannya begitu saja masuk kedalam rumah dan membanting pintu dengan sangat keras. Jester yang terkejut Naomi membanting pintu langsung tersadar dan segera berjalan masuk kedalam rumah, didalam rumah Jester langsung menuju ruang tengah dan rebahan di sofa sambil terus memandangi kertas pemberian Camilla.
"Aku... Aku akan berkencan.... dengan Camilla" ucap Jester yang sangat menantikan kencan antara keduanya, Naomi yang mendadak masuk kedalam ruang tengah mendengar ucapan Jester lalu menepuk dahinya sambil menggelengkan kepala
"Itu makan malam bukan kencan, ya ampun..." sindir Naomi, Jester bangun dan menatap Naomi dengan kesal
"Biarkan saja aku anggap ini sebagai kencan" Jester yang kesal seakan tahu bahwa Camilla memang bukan mengajaknya kencan namun makan malam bersama tapi Jester berusaha masa bodoh.
"Terserah deh, selamat ya. Lalu apa rencanamu untuk kencan kali ini?" tanya Naomi sambil berjalan mendekati Jester dan duduk di sofa depan Jester, Jester menatap heran Naomi
"Kamu harus bersiap, tahu gak sih style mu itu kuno?" sindir Naomi, Jester yang kesal membuang mukanya
"Kamu sudah katakan itu sejak awal kita bertemu tapi inilah aku" jawab Jester dengan nada kesal kepada Naomi, Naomi tersenyum lalu menghembuskan nafas agak keras
"Kamu akan makan malam sama orang yang kamu suka, jadi sini aku akan rubah penampilanmu" Naomi terlihat antusias mengatakan rencananya, namun Jester menatap Naomi dengan wajah yang tidak senang
"Tidak usah, aku sudah puas dengan style ku sekarang" tolak Jester tanpa keraguan sedikit pun, Naomi menunjukkan wajah sebalnya sembari berdiri.
Naomi mendekati Jester lalu menarik lengannya dengan paksa menuju kamar, sesampainya di kamar Naomi memaksa Jester untuk duduk di depan meja riasnya. Naomi mulai dengan merapihkan rambut Jester dan melepaskan kacamata netralnya lalu membuangnya ke tempat sampah, Jester terkejut Naomi melakukannya dan hendak memungutnya kembali namun tangan Jester di pukul oleh Naomi sambil memberi gestur agar Jester diam saja. Jester terlihat pasrah saat Naomi mulai merubah model rambutnya menjadi "taper fade", Jester terkejut melihat perubahan drastis wajahnya.
__ADS_1
Naomi berjalan menuju lemari pakaian dan memilihkan baju - baju yang dimiliki Jester, namun Naomi membuang semua baju - baju itu ke tempat sampah. Jester terkejut dan hendak memungut kembali namun lagi - lagi Naomi menepis tangan Jester dan menyuruhnya untuk diam saja, Naomi mengambil handphone nya dan melihat - lihat di Ingram miliknya lalu menelepon nomor salah akun yang dipilih oleh Naomi. Jester hanya terdiam menatap dirinya didepan cermin rias dengan wajah ketakutan karena jika dia bergerak sedikit saja, maka Naomi akan menatapnya dengan sangat seram lewat mata tajamnya yang sangat mirip dengan Naoko.
Tidak lama sebuah van sampai didepan rumah Jester dan Naomi, Naomi berlari membukakan pintu untuk dua orang pemilik butik langganannya lalu mempersilahkan mereka masuk ke ruang tengah. Naomi tanpa ragu memilihkan baju untuk Jester dan mengabaikan pendapat Jester, Naomi dan dua pemilik butik pun terlihat asyik sendiri tanpa mempedulikan keberadaan Jester. Hingga beberapa saat Naomi mulai memberikan satu set pakaian yang akan digunakan oleh Jester untuk kencan dan memaksa Jester untuk segera mengenakannya di kamar, sembari menunggu Jester keluar Naomi juga tidak lupa memilihkan pakaian untuk mengganti pakain Jester yang Naomi buang sebelumnya.
Hingga beberapa saat, Jester keluar dari kamar dan menuju ruang tengah untuk menunjukkan set pakaian yang telah dipilihkan oleh Naomi untuknya. Jester terlihat tidak nyaman saat itu namun ekspresi Naomi dan dua orang pemilik butik terlihat berbeda, ketiganya nampak terpesona dengan perubahan Jester. Wajah Naomi sampai memerah saat itu, Jester yang melihat Naomi hanya bengong sempat mengira dirinya sedang di kerjain.
"Bagaimana? apa beneran bagus seperti ini?" tanya Jester dengan wajah kesal menatap Naomi, mendadak Naomi tersadar lalu tersenyum dan hanya mengangguk beberapa kali.
"Kenapa wajahmu begitu? kamu lagi ngerjain aku ya?" tanya Jester kembali, namun Naomi dan dua orang lainnya hanya tertawa lalu mulai mengabaikan Jester kembali.
Hingga beberapa saat Naomi mulai mengantar kedepan pintu dua orang pemilik butik itu dan kedua pemilik butik itu pun pergi, Naomi menutup pintu dan segera berjalan menuju kamar dimana Jester berada. Didalam kamar itu Jester terlihat berkali - kali melihat dirinya dari pantulan cermin, wajahnya seperti tidak senang dengan perubahan dirinya. Naomi yang berdiri menyandar pada pintu sembari melihat tingkah Jester itu pun tersenyum, lalu mengarahkan kamera handphone nya untuk memfoto Jester.
"Ternyata kamu bisa tampan juga ya, Camilla akan senang sama penampilan barumu" ucap Naomi, Jester berbalik dan Naomi mendadak memfoto Jester
"Heii! apa yang kamu foto?!!" Jester mendadak panik dan malu, Naomi melihat hasil fotonya dan terpaku menatap layar handphone nya
"Ini adalah hasil kerja kerasku, jadi tidak apakan aku mengabadikannya" jawab Naomi dengan malu - malu, Jester mengalihkan pandangannya lagi ke kaca rias dengan wajah kesal
"Aku masih merasa ini tidak cocok untukku" ucap Jester sembari menatap dirinya dalam cermin, Naomi mendekati Jester lalu mendorongnya keluar dari kamar menuju pintu keluar
"Kamu udah lebih enak dipandang, sana berangkat jangan biarkan Camilla menunggumu" ucap Naomi sambil terus mendorong Jester menuju pintu keluar rumah
"Heeii Heeii jangan dorong seperti itu! aku masih belum siap!!!" Jester berusaha memberontak namun Naomi mengabaikannya dan terus mendorongnya sampai garasi dan memberikannya kunci mobil.
Dengan pertengkaran kecil antara Jester dan Naomi, akhirnya Jester pun mulai masuk kedalam mobil lalu mengendarai Mercedes Benz v260 itu menuju tempat janjian. Naomi yang berdiri didepan garasi untuk melepas kepergian Jester mendadak kehilangan senyumannya, wajahnya mulai murung lalu berlari masuk kedalam rumah dengan cepat. Naomi masuk kekamar dan mulai memilih baju untuk dirinya, sambil bersiap Naomi pun memesan sebuah taxi online. Tidak lama setelahnya sebuah taxi sudah berhenti didepan rumah, Naomi kembali berlari setelah siap dengan penyamarannya lalu mengunci rumah dan masuk kedalam taxi itu.
"kamu benar Naomi Scott? aku tidak percaya anda menaiki mobilku!" dengan antusias sopir itu menatap Naomi yang duduk di kursi belakang, Naomi tersenyum menatap sopir itu.
__ADS_1
"Hai senang bertemu denganmu, tapi maaf aku sedang buru - buru. Bisa kamu antar aku dengan cepat? aku tidak punya banyak waktu" Naomi terlihat panik namun tetap memperlihatkan sisi ramahnya kepada sopir itu, dengan segera sopir mulai melihat titik tujuan Naomi di handphone nya
"Hmm... ini akan waktu 70 menit perjalanan, tapi aku akan lakukan sebaik mungkin" agak dengan keraguan sopir mengatakannya, sopir pun mulai memacu mobilnya dengan cepat untuk ketitik yang ingin Naomi tuju.