Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Menjadi Jester


__ADS_3

"Apa kamu sudah puas kak? suaramu bahkan sudah habis dan kamu masih ingin melakukannya?" tanya Selena kepada Jester, dengan wajah yang terkejut Jester menatap Selena yang berdiri dibelakang tidak jauh dari tempatnya berada.


Malam hari yang bertaburan bintang dengan bulan sabitnya yang indah, Jester dan Selena terlihat berdiri dibibir pantai sedang saling menatap. Kedatangan Selena sangat tidak disangka oleh Jester, dalam benaknya pun bertanya - tanya tentang darimana Selena tahu keberadaan Jester. Pantai yang terdapat dipinggiran kota dan jarang tersentuh oleh warga, tentu saja membuat Jester penasaran tentang alasan Selena berada ditempat itu.


"Kamu kaget karena aku yang ada dibelakang mu atau karena aku menemukanmu?" sindir Selena kepada Jester, tidak lama Jester menarik handphone dari dalam saku celananya kemudian menuliskan sesuatu di handphone itu.


***


Aku kehabisan suara, aku ingin bertanya padamu. Sedang apa kamu ada disini?


***


Tulis Jester lalu menunjukkannya pada Selena, setelah membacanya Selena pun tertawa.


"Sudah aku duga, nih" ucap Selena sembari memberikan sebotol air mineral, Jester menerima air itu tanpa ragu lalu meminumnya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Jester dengan suara serak karena kehabisan suara


"Naomi memintaku untuk menemui mu disini, awalnya aku ragu tapi ternyata dia benar kalau kamu memang ada disini.... Kalian seperti saling terhubung ya" jawab Selena sembari berjalan mendekati Jester dan berdiri disebelah kiri Jester, mendengar jawaban Selena membuat Jester termenung sejenak.


Naomi benar - benar tidak meninggalkan Jester sendiri begitu saja, itulah yang Jester rasakan. Ucapan Naomi yang mengatakan dirinya selalu diawasi oleh Naomi akhirnya terjawab dengan kehadiran Selena atas permintaan Naomi. Entah harus sedih atau bahagia, namun Jester berharap Naomi lah yang bersamanya saat itu.


"Naomi sangat mengkhawatirkan mu kak, kami juga sama. Tidak satu pun dari kami yang ingin kamu mengulang kesalahan yang pernah keluargamu lakukan" dengan penuh perasaan khawatir Selena mengatakannya, Jester berbalik dan bersama dengan Selena memandangi garis pantai malam itu.


"Apa kamu lupa kalau Naomi adalah korban dari kesalahan keluargamu dulu? salahkah Naomi jika berharap tidak ada Naomi - Naomi yang lainnya?" ucap Selena dengan tenang agar tidak kembali membuat Jester terbebani.


"Aku tidak tahu harus berkata apa, kepalaku terasa penuh sampai membuatku tidak mampu lagi untuk berfikir mana yang benar dan mana yang salah. Apa yang harus aku lakukan dan apa yang tidak, bagaimana aku menyikapi ini dan apa yang akan terjadi kedepannya jika aku sudah memutuskan sesuatu. Baik buruk... aku tidak bisa memahaminya lagi" terdengar sedih Jester mengatakannya, Selena menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Hanya dengan menjadi kak Jester maka semua pertanyaan mu itu akan terjawab" ucap Selena sembari tersenyum menatap Jester, mendengar jawaban Selena membuat Jester bingung.


"Apa maksudmu?" tanya Jester

__ADS_1


"Dulu sekali, Luna pernah mengatakan padaku alasan mengapa ia begitu mencintaimu. Luna bilang jika kamu selalu berfikir dan bertindak dengan melawan dari kebiasaan orang pada umumnya, selalu memikirkan perasaan orang lain dan ingin memberikan keputusan yang tidak merugikan siapapun" jawab Selena sembari kembali menatap garis pantai, Jester termenung dan terus menatap wajah Selena yang masih tersenyum itu.


"Luna berkata jika kamu adalah orang paling naif di seluruh dunia, pemikiran mu yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan mu membuatmu akan sering terjebak akan masalah orang lain. Entah kamu sadar atau tidak, tapi selama ini kamu selalu terlibat masalah orang lain dan malah kamu yang menyelesaikan masalah itu" sejenak Selena berhenti untuk mengambil nafas sebelum meneruskan kalimatnya


"Aku, Naomi, Sarah, keluarga besar Gates... menjadi salah satu contoh kenaifan mu, Kak.... jadilah dirimu sendiri untuk menyelesaikan kemelut kali ini" Selena kembali menatap Jester dengan senyuman manisnya ketika mengatakan kalimat itu, hal itu membuat Jester pun tersentak.


Kata - kata Selena memberikan pukulan telak bagi hati Jester, seakan telah dikuasi oleh pemikiran yang buruk Jester menjadi sosok yang bahkan tidak dikenal oleh dirinya sendiri. Saat itu kerinduan Jester kepada Naomi semakin menggebu, Jester menyesali dirinya yang tersesat terlalu jauh karena emosi yang bahkan membuatnya seakan menjadi sosok yang tidak bisa membuat Naomi bahagia dan merasa khawatir berada disisinya.


Perkataan Selena menyadarkan Jester bahwa selama ini Naomi dan para sahabatnya begitu mengkhawatirkan keadaan Jester, seketika Jester pun meneteskan air matanya. Dengan segera Jester berusaha menyeka setiap tetes air mata yang keluar, tidak lupa dia memunggungi Selena agar tidak terlihat sedang menangis.


"Ahahaha... aku tahu kamu sedang menangis kak, tidak usah malu seperti itu" Selena menggoda Jester dengan kalimat sindirannya


"Diam!! aku tidak menangis!! mataku kelilipan pasir pantai tahu!!" bantah Jester atas tuduhan Selena, dengan suara tawa yang cukup keras Selena tetap menertawakan Jester.


Beberapa saat berlalu dan keduanya kini duduk di pasir pinggir pantai, suara deru ombak menambah ketenangan ditempat itu. Angin pun berhembus sepoi - sepoi membuat rasa nyaman yang dapat dirasakan oleh Jester, tidak terkecuali Selena yang menemani Jester malam itu. Keduanya masih terdiam mencoba menata hati mereka masing - masing, tidak lama Selena menepuk pundak Jester cukup keras.


"Kak.... aku akan beritahu siapa aktor dibalik tindakan Daniel" celetuk Selena memecahkan keheningan malam itu, Jester menoleh menatap Selena dengan wajah yang serius.


"Jujur saja ini hanya dugaan, kami tidak memiliki bukti apapun. Meski kami sudah meminta Sarah untuk mencari keterkaitannya namun semua jaringan Gates dibawah Sarah tidak menemukan apapun, kamu boleh mempercayai ini dan tentu saja kamu boleh menolaknya" ucap Selena dengan tegas dan tanpa keraguan sedikitpun


"Dia adalah..... Camilla...." jawab Selena terbata, raut wajah Jester menunjukkan ketidakpercayaannya.


Sebuah nama yang tidak pernah Jester duga dan bahkan tidak termasuk kedalam daftar yang Jester curigai, dengan rasa ragu Jester mencoba mencari tahu alasan Selena mencurigai Camilla.


"Ta.. tapi, kenapa? apa yang kamu pikirkan?" tanya Jester agak sedikit menekan Selena


"Semua ini hanya dugaan ku karena dia pernah menghasut ku untuk bertengkar dengan Naomi, tidak hanya itu... kak Luke dan kak Harry juga sudah pernah merencanakan sesuatu ketika Luna baru hadir lagi di hidupmu dan ingin memisahkan kamu dengan Naomi dengan bantuan Camilla" jawab Selena dengan tegas, Jester terdiam sejenak lalu membuang muka.


"Kak, aku tahu kamu tidak akan percaya padaku. Tapi tidak ada lagi orang yang..." belum selesai Selena berkata, Jester memotong.


"Aku ingin mempercayaimu tapi jujur saja.... itu sulit" timpal Jester dengan nada yang terdengar ragu, mendengar jawaban Jester membuat Selena seakan kehilangan semangatnya.

__ADS_1


"Sulit bukan berarti aku tidak akan melakukan sesuatu, aku akan mencari tahu lebih dalam tentang itu" celetuk Jester, celetukan itu membuat Selena terkejut.


"Terima kasih atas kerja kerasmu, selanjutnya serahkan padaku" Jester meneruskan kalimatnya, tiba - tiba Selena menggenggam tangan Jester.


"Apa yang akan kamu lakukan padanya kak?!!" terdengar panik Selena bertanya, Jester segera mengangkat tangannya yang lain dan mengelus kepala Selena dengan lembut.


"Aku akan lakukan seperti yang Jester akan lakukan" ucap Jester sembari tersenyum menatap Selena


Keduanya tertawa bersama diantara hembusan angin dan debur ombak yang terdengar, hingga beberapa jam berlalu keduanya pun memutuskan untuk pulang kerumah masing - masing. Setelah saling berpamitan, Jester dengan Mercedes Benz S450 nya dan Selena dengan Mercedes Benz C200 nya meninggalkan pantai itu.


Malam berlalu dan pagi menjelang, langit mendung menghalangi cahaya matahari untuk menyinari rumah kecil di komplek perumahan elit. Disebuah rumah dengan nuansa aksen khas budaya jepang terlihat seorang pria dengan setelan jas berwarna hitam sedang berdiri menunggu orang yang tinggal didalamnya, Ya... pria itu sedang menunggu Jester untuk keluar dari rumahnya.


Tidak lama Jester keluar dari rumah dan pria yang sedari tadi menunggu langsung berlari kecil untuk membukakan pintu penumpang Mercedes Benz S450, dengan segera Jester memasuki mobil itu. Begitu menutup pintu mobil, pria itu segera berlari masuk kedalam kursi kemudi untuk membawa Jester menuju Gates Tower dimana tempat itu menjadi kantor bagi Jester.


Enam puluh menit berlalu dan Jester sampai di Gates tower, banyak orang terlihat menyambut Jester yang baru saja turun dari mobilnya. Orang - orang itu segera menundukkan kepalanya secara bersama - sama kepada Jester untuk memberi hormat, kejadian itu membuat Jester kaget dan heran. Dalam benaknya bertanya - tanya tentang apa yang terjadi karena ini adalah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya, namun rasa penasaran itu segera terjawab ketika ada satu pria yang berjalan mendekati Jester.


"Tuan Jester Gates..." belum selesai pria itu berkata, Jester memotong.


"Jester saja, ada apa ini?" timpal Jester dengan nada yang terdengar bingung


"Eeh ya tuan Jester, kami ini dari berbagai divisi dan kami hanyalah pekerja rendahan yang selama ini bekerja untuk Tuan besar Arthur Gates dan sekarang kami menjadi bawahan anda... kami..." belum selesai pria itu berkata, Jester kembali memotong.


"Aku mengenalmu dari data karyawan, aku tahu kalian semua adalah karyawan di Gates Family Grup. Yang aku tanyakan adalah, ada apa ini?" tanya Jester kembali dengan sedikit tekanan, mendengar pertanyaan itu semua orang yang berada disana mengangkat kepalanya dan menatap Jester dengan penuh harap.


"Kami disini... ingin memberikan dukungan kami kepada Tuan Jester agar tetap menjadi presiden direktur kami. Keputusan - keputusan tuan sangat berpengaruh bagi kami semua dan kami sangat senang dengan keputusan - keputusan tuan Jester, kamu ucapkan terima kasih dan kami berharap tuan tetap menjadi atasan kami" ucap pria itu dengan tegas dan penuh harap, kemudian semua orang termasuk pria itu kembali membungkukkan badan kepada Jester.


"Terima kasih atas kerja kerasnya selama ini!!" teriak mereka semua kepada Jester


Mendapatkan dukungan yang begitu kuat membuat Jester terharu, selama ini yang Jester tahu bahwa semuanya meragukan kepemimpinan Jester. Namun pemandangan didepannya kini menguatkan Jester bahwa yang meragukannya selama ini adalah mereka - mereka yang menginginkan kekuasaan, dengan tiba - tiba Jester juga menundukkan kepalanya kepada mereka semua.


"Terima kasih atas dukungan kalian, aku akan melakukan yang terbaik" ucap Jester, perbuatan Jester membuat semua orang yang berada disana menjadi tidak enak hati melihat presiden direktur mereka menundukkan kepalanya kepada mereka.

__ADS_1


Keributan pun terjadi, mereka semua meminta Jester untuk mengangkat kepalanya. Perlahan Jester mengangkat kepalanya lalu kembali berjalan menuju lift diiringi dengan tepuk tangan dari orang - orang itu, semua deru tepuk tangan begitu menggetarkan hati Jester. Begitu pintu lift tertutup, disana Jester dapat melihat pantulan wajahnya yang memerah karena terharu.


"Ayo Jess, kamu bisa melakukannya" gumam Jester


__ADS_2