Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
New Circle


__ADS_3

Pagi berganti siang, matahari bersinar cukup terik saat itu. Di sebuah kampus swasta terkenal terlihat banyak mahasiswa dan mahasiswi baru sedang berkeliling kampus untuk memilih klub kampus yang mereka minati masing - masing, hampir setiap ruang klub terlihat dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi.


Namun diantara semua ruangan klub kampus, ada satu ruangan yang terlihat sepi dari kerumunan mahasiswa dan mahasiswi. Ruangan itu adalah ruang klub musik, hanya ada empat mahasiswa didalamnya yang terlihat berkegiatan di dalam.


Naomi, Jester, Selena dan Grace berkumpul di ruang klub musik dengan santai, mereka beraktifitas didalam ruangan yang sudah tertutup rapat itu. Jester dan Naomi beradu skill memainkan gitar lagi, sedangkan Selena dan Grece terlihat mengobrol untuk mengenal satu sama lain.


Mereka berhasil membaur bersama sejak kejadian menegangkan yang terjadi sebelumnya, namun tidak beberapa lama seseorang masuk kedalam ruangan itu yang membuat Naomi terkejut dan menghentikan permainannya.


"Heii... Teknik yang bagus, apa gitarku nyaman digunakan?" tanya Justin yang terlihat kagum dengan permainan Naomi


Naomi pun terkejut lalu segera melepaskan gitar itu dari bahunya, sedangkan Grece dan Selena sudah bersiap jika tiba - tiba Justin melakukan hal - hal yang tidak mereka inginkan. Namun sikap berbeda ditunjukkan Jester, dia hanya tersenyum melihat kehadiran Justin.


"Aahh eeh maaf, aku tidak tahu ini gitarmu dan sembarangan menggunakannya" jawab Naomi gugup, Justin berjalan menuju sofa dan duduk dengan santai menatap Naomi, Grece, dan Selena bergantian.


"Tidak apa, gunakan saja. Aku rasa kalian bertiga mahasiswi baru ya? apa kalian memilih club musik?" tanya Justin dengan penuh harap.


Justin merupakan ketua club musik yang baru, menggantikan ketua sebelumnya yang keluar dari club bersamaan dengan seluruh anggota kecuali dirinya dan Jester.


"Aku? eemhh aku belum yakin sih.." Naomi menjawab dengan ragu sembari menaruh gitar yang dia pegang kembali ke dudukannya.


"Aku kan gak bisa main alat musik, aku disini karena ikut temanku" Jawab Selena menatap Naomi


"Aku sih bisa bermain piano tapi gak jago - jago amat" Grece menimpali dengan pesimis seakan menolak untuk bergabung


"Kalau aku...." Jester ingin menjawab namun belum selesai kalimatnya, Justin pun memotong


"Hei....Kamu kan ambasador Club ini" Justin mengatakannya dengan nada kesal


"Aaah iya ya aku nyaris lupa, lagian club ini kan hampir tamat riwayatnya" ucap Jester terlihat sedih karena club yang dia sempat bela malah menjadi hidup segan mati tak mau, Justin dan Jester terdiam saling menatap.


"Apa maksudmu?" tanya Naomi penasaran dengan pernyataan Jester, Justin menatap Naomi sembari menghela nafas


"Sejak aku dan Jester memenangkan penghargaan di festival musik antar fakultas, tiba - tiba semua anggota mengundurkan diri. Mereka merasa tertekan bermain bersama Jester yang kemampuannya diatas rata - rata" jawab Justin sedikit menjelaskan kondisi club saat ini, namun sepertinya Jester bangga dengan penjelasan dari Justin.


Dengan gaya menaruh tangan di dagu dan mengangguk - angguk, Jester terlihat sekali berada diatas angin.


"Kenapa kamu malah bangga?" Naomi menatap Jester dengan wajah kesal namun Jester tidak mempedulikannya


"Bukannya bagus ya kalau ada satu anggota yang menonjol? kalian jadi memenangkan festivalnya kan?" tanya Grece heran, Jester kembali mengangguk - angguk menyetujui perkataan Grece.


"Yah bagus sih, tapi coba deh bayangkan ketika kalian berada di satu club dan sudah menampilkan kemampuan kalian semaksimal mungkin tapi yang mendapat pujian hanya 1 orang karena bakatnya terlalu menonjol dan diatas rata - rata. Bagaimana perasaan kalian?" jelas Justin tentang tekanan berada di satu club yang bermain secara tim bersama dengan Jester, Grece terlihat kesal, Selena melihat Jester dengan bangga, sedangkan Naomi masih kesal melihat gaya Jester yang terlihat sombong.


"Iya juga sih... semua pasti tertekan" respon Grace atas penjelasan Justin


"Tapi kak Jester memang jago kan" puji Selena dengan semangat


"Kamu ngapain sih bergaya seperti itu?" tanya Naomi kesal melihat Jester yang mempertegas kesombongannya atas penjelasan Justin


"Sekarang hanya tinggal aku dan Jester, kalau gini mana mungkin bisa berjalan club ini dan mungkin juga akan segera di bubarkan oleh pihak kampus. tapi bisa jadi itu tujuan mereka pergi meninggalkan club, Agar club ini vakum" jelas Justin dengan tenang, Grece berfikir keras sejenak ditengah membisunya mereka semua dengan penjelasan terakhir dari Justin.


"Aaah... benar, Naomi bisa bergabung disini lalu kita berlima membuat Band bersama. Bukankah itu ide bagus?" terdengar antusias saat Grece mengatakannya sembari menatap Naomi


Sontak Naomi terkejut karena Grece membuka penyamarannya, sedangkan Selena menepuk dahinya dengan cukup keras.


"Naomi? kamu Naomi Scott selebgram itu?" tanya Justin terkejut sembari memperhatikan Naomi dengan seksama, Grece menutup mulutnya dengan perasaan sangat bersalah


"Aah... eeh.. ii iyaa.. tapi tolong bisakah kamu rahasiakan ini? aku bisa dalam masalah kalau ibu ku tahu aku bermain gitar seperti tadi" pinta Naomi dengan memohon, Justin tersenyum menatap Naomi lalu menatap Jester secara bergantian.


"Tentu, aku tidak ingin mengganggu privasimu" jawab Justin dengan santai, Justin bersandar di kursi sembari tersenyum menatap Naomi.


"Eeeh... kamu bisa langsung mengerti? tidak seperti dia ya... hebat..." Naomi terlihat kagum memandang Justin karena pengertiannya, namun Jester kesal mendengar ucapan Naomi


"Apa maksudmu tidak seperti dia?!!" teriak Jester kepada Naomi, seketika semuanya tertawa bersama.


"yah gak masalah, seorang selebgram sepertimu pasti ingin punya ruang privasi kan, ah sudah biasa itu aku paham kok. Aku ini salah satu follower mu sejak lama loh, penyamaran mu benar - benar hebat sampai aku tidak menyadarinya. Kalau aja temanmu gak keceplosan, aku gak sadar itu kamu, Naomi" ucap Justin yang terlihat bahagia karena bertemu idolanya, bagi Grece kata - kata Justin seperti sindiran yang membuatnya merasa kesal menatap Justin.

__ADS_1


"Ini semua berkat Selena, dia teman, asisten, sahabat dan pelindungku" Naomi membanggakan Selena sampai membuatnya tersipu malu, Justin tertawa kecil menatap Selena.


"Jadi kalian beneran pacaran ya? aku dengar gosip kalian karena vidio viral Jester itu" tanya Justin yang juga penasaran seperti Grece dan membuat Naomi dan Jester terlihat salah tingkah saat keduanya saling bertatapan, Justin dan Grece terlihat menunggu jawaban Naomi


"Eeh gimana ya? tanyakan saja pada Naomi" jawab Jester tanpa beban, Naomi merasa kesal atas jawaban Jester. Naomi lalu menatap Justin dengan senyuman


"Enggak kok enggak... tapi kami punya misi masing masing yang membuat kami saat ini terjebak dalam hubungan palsu. Tapi tolong kalian rahasiakan ya... please!!" ucap Naomi dan nampak memohon, Grece terlihat kaget saat itu dan berbeda dengan Justin yang sudah menduga keduanya hanya setingan.


"Haah!! jadi kalian settingan? tapi sudah aku duga sih, apa ada hubungannya sama Daniel dan foto yang beredar itu? kamu beneran jadi orang ketiga? Sarah tahu foto itu kan, apa dia melabrak mu? aku gak terlalu suka orang itu, apa kamu sudah...." Grece mendadak heboh dan mencerca Naomi dengan banyak pertanyaan, Naomi terlihat mulai tidak nyaman lagi dengan sikap Grece sampai akhirnya Jester memotong perkataan Grece.


"Heii heii... bukannya tadi kamu bilang mau jaga privasinya?" timpal Jester memotong dengan nada kesal, Grece tersadar dari rasa kepo nya


"Grace, sorry aku gak bisa jawab...aku harap kamu bisa mengerti privasiku" ucap Naomi menimpali perkataan Jester sembari memohon pada Grece


"Huuh... iya sih, tapi kan aku penasaran, biasalah kepo..he..he...maaf ya Naomi. Tapi aku gak peduli yang penting aku bisa jadi temanmu!" ucap Grece senang sembari berjalan mendekati Naomi dan menggenggam tangannya dengan erat


"Jadi kalian mau membuat Band?" tanya Justin tiba - tiba untuk mengalihkan pembicaraan, Naomi, Grece dan Selena terkejut menatap Justin. Sedangkan Jester, dia terlihat antusias karena band nya akan terbentuk kembali.


"Ayo kita lakukan!!" Jester menjawab dengan penuh semangat


"Kamu semangat banget ya... tapi boleh deh, asal kalian berjanji jaga rahasiaku" jawab Naomi yang seperti terpaksa menyetujui untuk membuat band, Selena terdiam beberapa saat sampai Jester menatapnya dengan senyuman.


"Aku ikut... selama Naomi ikut" jawab Selena agak terbata, namun matanya menatap Jester yang tersenyum padanya.


"Aku kan yang punya ide, sudah pasti aku ikut" jawab Grece yang ikut bersemangat


Grece merasa ini satu - satunya cara agar dirinya bisa akrab dengan Naomi sang idola, lalu Justin berdiri dan menjulurkan tangannya untuk mengajak Jester, Naomi, Selena dan Grece menumpuk tangan bersama


"Baik, perkenalkan diri dan posisi apa yang kalian inginkan. Aku Justin posisi vocal" ucap Justin yang mengawali perkenalannya dan menjulurkan tangannya, Jester menumpukkan tangannya di atas tangan Justin.


"Jester sang dewa Gitar!!"  sambut Jester sangat bersemangat


"haah... semoga tidak terjadi hal buruk, aku Naomi tapi panggil saja aku Aoi, aku main gitar" dengan agak terpaksa Naomi menjawab dan menumpukkan tangannya diatas tangan Jester


"Aku Grece, aku tidak terlalu jago tapi aku akan berusaha, posisi yang aku bisa keyboard atau piano" giliran Grece memperkenalkan diri dan bakatnya sembari menumpukkan tangannya diatas tangan Naomi, Selena seperti tidak ingin bergabung namun lagi - lagi senyuman Jester yang membuatnya menjulurkan tangannya keatas tangan Grece.


"Hmm... tinggal posisi bass dan drum, aku bisa bernyanyi sambil memainkan Bass dan sepertinya kamu akan bermain drum" celetuk Justin menunjuk ke arah alat drum, Selena dan Jester menatap Drum yang sudah tertata rapih disudut ruangan.


"Entahlah... apa aku bisa..." jawab Selena ragu dengan keputusan Justin


"Tenang Selena, aku akan mengajarimu!!" timpal Jester dengan penuh semangat, Selena tersenyum menatap Jester


"Benarkah? jika Kak Jester yang mengajariku aku yakin bisa" ucap Selena mendadak bersemangat, Naomi kembali kesal menatap Selena.


"Aaaah serius? kamu baik - baik aja kan Selena?" Naomi sedikit kesal dengan respon Selena, namun Selena hanya tersenyum menatap Naomi.


"Bagus, semua sudah terisi bagaimana kalau kita sedikit pemanasan mencocokan nada?" tanya Justin


Namun tidak beberapa lama terdengar handphone Naomi berdering, dengan segera Naomi berlari mengambil handphone nya yang dia letakkan diatas sebuah meja. Naomi berlari keluar untuk menerima telepon itu, di luar ruangan Naomi langsung mengangkat telepon yang tertera nama "My Love" dilayar handphone nya


***


"Aku sudah mengirim mu pesan dari tadi, kenapa tidak membalas?!" Daniel tiba - tiba membentak saat Naomi belum mengatakan apapun


"Maaf sayang, aku ada kegiatan kampus" Naomi berusaha menjelaskan


"Huh... kamu pikir hanya kamu yang sibuk? aku juga, tapi aku menyempatkan waktu untuk memikirkan hubungan kita. ayolah.." ucap Daniel masih dengan nada marah


"Iya.. iya... aku minta maaf..." jawab Naomi dengan nada penuh penyesalan


"hari ini di taman seperti biasa, aku menunggumu ditempat biasa jam tiga" ucap Daniel mengalihkan pembicaraan, Naomi langsung menatap jam tangannya untuk melihat jam berapa sekarang. Naomi pun terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul dua lewat tiga puluh menit


"Hah? tapi ini jam setengah tiga, aku butuh waktu 45 menit sampai sana itu pun kalau gak macet" ucap Naomi yang terdengar bingung


"Aku tidak mau tahu, aku akan sampai sana jam 3 dan kamu tahu kan apa yang akan terjadi kalau kamu sampai terlambat?" Daniel menutup teleponnya

__ADS_1


***


Naomi memandangi layar handphone nya dengan tatapan penuh kebingungan, Selena yang melihat gelagat aneh Naomi langsung berjalan mendekatinya dan menepuk pundak Naomi secara lembut.


"Daniel kan? ada masalah Naomi?" tanya Selena dengan nada yang lembut, Naomi menatap Selena dengan penuh rasa kekhawatiran


"Ya, dia menungguku di tempat biasa jam 3 ini" jawab Naomi, mendadak Selena langsung menarik lengan Naomi untuk segera menuju parkiran kampus.


"Ayo kita segera pergi, kamu tidak punya cukup waktu. supir mu juga masih menunggu didepan kampus kan?" terdengar panik Selena mengatakannya sembari menarik lengan Naomi untuk segera bergerak, namun Naomi menahan tarikan Selena dan membuat Selena kembali menatap Naomi.


"Aku akan pergi sendiri, kamu gapapa ya aku tinggal disini?" pinta Naomi, Selena tersenyum sembari mengangguk


"Tentu... aku bisa pulang pakai taxi, pergilah" jawab Selena


Naomi langsung berlari menuju parkiran kampus dan seketika itu Grece, Jester dan Justin berjalan mendekati Selena yang masih memandangi arah perginya Naomi


"Kemana dia?" tanya Jester sembari melihat Naomi berlari menjauhi ruang musik


"Dia janjian dengan Daniel, aku kasihan padanya atau... " jawaban Selena menggantung dan sejenak terdiam, tangan Selena terlihat meremas baju bagian bawahnya


"Atau apa?" Grece seperti tidak sabar dengan jawaban Selena yang menggantung tiba - tiba


"Atau karena aku benci dengan cara Daniel bersikap pada Naomi..." jawab Selena dengan kesal, nada bicara Selena mendadak seperti marah terhadap sesuatu. Perubahan sikap Selena ini menarik perhatian Jester dan Justin


Waktu terasa cepat berlalu, menit demi menit seperti berputar lebih cepat. Di sore itu perjalanan yang Naomi lalui membuatnya gusar dan panik, macetnya perjalanan menambah kepanikan Naomi. Beberapa kali Naomi membuka handphone nya untuk memperhatikan jam, hingga satu jam lebih Naomi baru sampai ditempat parkir taman.


Naomi berlari kencang saat itu menuju tempat janjian, di taman itu terlihat Daniel duduk di kursi taman menunggu Naomi dengan wajah marah. Melihat keberadaan Daniel dengan wajah masam Naomi sedikit menghentikan larinya sembari berjalan dan menarik nafas lalu mengatur nafasnya yang terengah - engah, Naomi seperti tahu bahwa Daniel akan mulai memarahinya saat dirinya sudah dekat dengan Daniel.


"Lama!" bentak Daniel saat Naomi sudah berada tepat disebelahnya, bahkan Naomi tidak sempat duduk saat itu.


"Maaf... tadi macet..." timpal Naomi menjawab dengan nada ketakutan


"Selalu seperti ini!! Aku harus menunggumu selama ini, Sebenarnya yang sibuk mencari uang itu siapa sih?" tanya Daniel masih dengan nada marah, Naomi menundukkan kepalanya.


"Iya... aku minta maaf... tapi aku punya ide untukmu..." belum selesai Naomi berbicara, Daniel kembali memotong perkataan Naomi.


"Siapa pria yang bersamamu saat itu?!" Tanya Daniel dengan bentakan, Naomi tersentak dengan bentakan Daniel namun masih berusaha tenang agar Naomi tidak menangis.


"Kamu gak perlu cemburu padanya, aku dan dia bukan..." Belum selesai kalimat Naomi, Daniel kembali memotongnya


"Jangan bohong!! tidak akan ada orang yang rela mempermalukan dirinya sendiri seperti itu demi orang yang tidak punya hubungan dengannya?!" Daniel kembali membentak Naomi


"Tolong jangan membentak seperti itu... kita bisa menarik perhatian orang, aku bisa jelaskan..." Naomi mendekati Daniel dan duduk di sebelahnya, namun Daniel mengalihkan pandangannya menatap Handphonenya dan tidak mempedulikan Naomi.


"Aku dan Dia hanya settingan, orang tuaku dan orang tuanya saling mengenal dan sepertinya kedua orang tua kami setuju..." kata - kata Naomi kembali dipotong oleh Daniel


"Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan aku pantas jadi pasanganmu, tapi ini yang kamu lakukan padaku?!" Daniel kembali membentak Naomi dengan keras sembari berdiri menatap Naomi yang duduk dan tertunduk


Disana nampak orang - orang yang lewat mulai membicarakan keduanya, Naomi terlihat menutupi wajahnya agar orang yang lalu lalang tidak sadar mereka adalah Daniel dan Naomi.


"Tolong jangan seperti ini sayang... kamu tahu resikonya kan?" Pinta Naomi dengan nada memelas dan menahan tangisnya, namun Daniel terlihat tidak peduli dengan permintaan Naomi.


"Aku tidak mau tahu tentang settingan mu, hentikan itu atau kita putus!!" ancam Daniel kepada Naomi dengan bentakan


"Tapi aku tidak bisa lakukan itu, ini juga demi kita" jawab Naomi yang nadanya agak meninggi, Naomi masih tertunduk walau terlihat marah atas sikap Daniel.


"Demi kita?! buat apa?!!" ucap Daniel masih membentak, Naomi menghentakkan kakinya ke tanah


"Putuskan kontrakmu! aku punya jalan lebih baik untukmu! aku juga akan memutuskan hubunganku dengan Jester!!" bentak Naomi saat itu, perkataan Naomi membuat Daniel semakin marah


"Hubunganku dan dia sebatas bisnis, sedangkan kamu?! aku melakukan ini untuk dapat pengakuan dari orang tua mu!! Ini demi kita!!" Daniel masih membentak Naomi, seketika ada seorang polisi taman yang mendekati mereka berdua.


menyadari keberadaan orang lain yang mendekat dengan sigap Naomi langsung menutup wajahnya dan Daniel menurunkan topinya agar polisi taman itu tidak mengenali keduanya.


"Kalian baik - baik saja? pengunjung lain terganggu dengan pertengkaran kalian" tegur polisi taman memberikan peringatan kepada Daniel dan Naomi, keduanya terdiam sesaat sebelum akhirnya Daniel seperti ingin meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Ya, kami baik baik saja. Aku juga akan segera pergi dari sini dan untuk kamu, aku harap aku sudah mendengar kabar kalau settingan mu sudah berakhir secepat mungkin!" ucap Daniel lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Naomi, sedangkan Naomi masih duduk dan tertunduk menutupi wajahnya.


Naomi terlihat membatu di tempat itu sampai membuat polisi taman mengkhawatirkan keadaanya.


__ADS_2