
Kamis pagi dibandara internasional yang sangat ramai baik yang akan berangkat maupun yang baru saja mendarat, Jester dan Luna berlari - lari menuju loket untuk menukar tiket mereka dengan boarding pass. Jester dan Luna menemui salah satu petugas yang kebetulan berjaga disana dan langsung mengarahkan mereka untuk mengambil boarding pass, ketika itu Jester mengatakan pada petugas untuk memberitahu maskapai agar menunggu beberapa teman mereka yang sudah dibandara namun terkendala hal - hal teknis. Petugas pun memahami dan meminta Jester dan Luna untuk segera menuju waiting room karena pesawat akan boarding, dengan tergesa - gesa Jester dan Luna pun berlari menuju gate yang ditertulis sesuai dengan boarding pass mereka.
Sesampainya disana Jester dan Luna tidak mendapatkan waktu untuk istirahat, mereka langsung diarahkan untuk masuk kedalam pesawat. Namun terjadi perdebatan kecil antara Jester dengan petugas, Jester meminta petugas untuk memberitahu maskapai agar menunda keberangkatan namun petugas menolaknya dengan alasan jadwal penerbangan harus sesuai dengan jadwal. Luna pun berusaha menenangkan Jester yang mulai terlihat emosi, ditengah panasnya situasi itu tiba - tiba handphone Jester berdering tanda ada telepon masuk. Sontak Jester langsung mengangkat telepon itu tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
***
"Kak, kalian sudah di waiting room? tiket kami ketemu dan kami akan segera menyusul kalian" ucap Selena dari balik telepon
"Gimana sama Luke dan Harry?" tanya Jester dengan panik
"Mereka juga ada disini, aku dengan pesawat sudah mau boarding jadi lebih baik kamu masuk duluan" jawab Selena
"Ooh baiklah... aku sempat berfikir untuk tidak naik" dengan lega Jester mengatakannya
"Sampai ketemu dipesawat" ucap Selena lalu menutup teleponnya
***
Jester pun dapat bernafas lega, setelah sedikit terjadi adu mulut dengan petugas kini Jester terlihat sedikit lebih tenang. Jester dan Luna pun kembali berjalan untuk menaiki pesawat dengan tujuan Perancis, diatas pesawat saat itu Jester dan Luna duduk bersebelahan di kursi ekonomi. Sebuah kursi yang membuat Jester kesal karena dia terbiasa dengan kelas yang lebih baik, namun karena permintaan Naomi saat itu Jester pun hanya bisa terdiam sembari menunggu teman - temannya datang.
Disisi lain saat Selena menutup teleponnya, dia terlihat berdiri sedikit menyendiri terpisah dari Naomi dan Grece. Selena mengatur nafasnya sejenak kemudian dia berlari mencari Naomi dan Grece, disana Selena melihat Naomi, Grece, Justin, Luke dan Harry sedang berkumpul.
"Kita pasti akan ketinggalan pesawat jadi lebih baik kita pesan tiket baru saja" celetuk Naomi saat itu, Justin, Luke dan Harry terlihat keberatan dengan ide Naomi.
"Tiket kesana walau ekonomi juga... agak berat buat kami" timpal Harry, namun Naomi meresponnya dengan tawa kecil.
"Aku yang akan belikan" dengan sedikit tawa Naomi mengatakannya
"Tunggu, aku kenal dengan seseorang yang bisa membantu kita. Dia bekerja disini jadi kita bisa langsung temui dia" ucap Selena dengan tegas, perkataan itu membuat semua mengalihkan pandangannya menatap Selena.
"Ooh kalau gitu aku akan telpon...." belum selesai Naomi berkata, Selena memotong.
"Kita tidak punya waktu, ayo kekantornya" ajak Selena dengan menarik lengan Naomi agar mengikutinya, saat itu Justin, Luke, Harry dan Grece pun mengikuti Selena dari belakang menuju sebuah kantor didalam area bandara. Ditengah perjalanan perut Luke dan Harry kembali mulas, mereka hendak pergi mencari toilet terdekat namun Selena menahan mereka dengan mengatakan bahwa dikantor yang sedang mereka tuju terdapat toilet.
Hingga sampailah Selena disebuah kantor yang terlihat sepi, Selena mengatakan mungkin temannya sedang keluar jadi dia menyarankan agar Naomi, Grece, Luke, Harry dan Justin menunggu didalam. Didalam gedung itu terlihat seperti kantor yang aktif dengan sebuah AC, beberapa kursi dan meja, dan sebuah toilet tentu saja. Dengan berlari Luke dan Harry langsung menyerbu toilet, sedangkan yang lain terlihat duduk dikursi yang tersedia sembari menunggu.
Setelah memastikan semua masuk kedalam ruangan dan duduk dengan tenang, yaah kecuali Luke dan Harry yang masih terlihat rebutan toilet.... Selena tetap berdiri didekat pintu keluar lalu menguncinya secara perlahan dan menyimpan kunci itu didalam saku celananya. Selena mengambil nafas dalam - dalam dan menghembuskannya perlahan, lalu berbalik menatap Naomi dengan tatapan sedih, Naomi yang merasa sikap Selena janggal pun akhirnya membuka obrolan.
"Kamu... kenapa?" tanya Naomi penasaran
"Maaf.... kalian harus disini sampai penerbangan terakhir menuju Perancis berangkat" jawab Selena, perkataan Selena itu membuat Luke yang berada dipintu toilet, Naomi dan Grece yang duduk dikursi dan Justin terkejut. Grece pun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Selena dengan penuh amarah, namun Selena bergeming dan menatap Grece juga penuh amarah.
"Apa maksud perkataanmu?!!" tanya Grece penuh emosi
"Kamu gak dengar? aku bilang kalian disini sampai..." belum selesai Selena berkata, Luke dengan memegang perutnya hendak mendekati Selena namun tiba - tiba Justin menghalangi langkah Luke.
"Minggir" suara berat maskulin Luke pun terdengar mengancam Justin, namun Justin bergeming dan terus menatap Luke.
__ADS_1
"Maaf Luke, aku setuju dengan Selena.... kalian harus disini" ucap Justin dengan senyum menatap Luke yang mukanya terlihat sangat marah
"Apa ini rencana Luna?" tanya Luke tenang namun semua paham jika Luke saat itu sangat marah yang tersirat dari nada bicaranya, Justin pun menghela nafas.
"Aku tahu jika aku berantem denganmu aku akan kalah, namun saat ini kekuatanmu mungkin hanya tersisa lima puluh persen... aku masih punya kesempatan men..." belum selesai Justin berbicara, tiba - tiba Luke menghantam pipi Justin dengan keras sampai membuatnya tersungkur.
"Lima puluh persen sangat cukup untuk menghancurkanmu!!" bentak Luke saat itu dan tiba - tiba bunyi angin keluar bersamaan dengan bentakannya, Luke pun kembali berlari menuju pintu toilet untuk menggedor pintu dimana Harry sedang berada didalam.
"Sayang!! kamu apa - apaan sih?!!" tanya Grece sambil berlari membangunkan Justin, wajah Grece pun terlihat khawatir melihat darah yang keluar dari hidung dan mulut Justin.
"Haaah!!! untung saja obat pencahar itu berfungsi dengan baik, jika tidak... aku pasti sudah pingsan disini" ucap Justin dengan sedikit teriakan untuk menahan rasa sakit pukulan Luke, saat itu Naomi, Grece, dan Luke pun kembali dikejutkan dengan perkataan Justin.
"Kalian.... apa yang sebenarnya kalian rencanakan?" tanya Naomi yang masih terlihat sangat terkejut menatap Selena yang masih menghalangi pintu, Justin pun berusaha berdiri dibantu oleh Grece.
"Maaf Naomi.... biarkan Luna dan Jester berduaan untuk saat ini, ini permintaan terakhir Luna" jawab Selena tanpa berani menatap Naomi, jawaban Selena membuat Naomi terkejut dan Luke sangat marah sampai memukul pintu hingga pintu itu terbuka secara paksa dan membuat Harry menjerit.
"Brengsek!! aku tidak akan biarkan itu terjadi!!" bentak Luke sambil berbalik menatap Selena, Harry langsung buru - buru menutup pintu toilet.
"Kamu tidak akan aku biarkan pergi!!" bentak Selena, saat itu Justin juga langsung menghadap Luke untuk bersiap menahannya.
"Naomi! kamu tenang saja, aku akan mengamuk sampai kamu bisa menyusul Jester dan menghentikan apapun rencana mereka!!" dengan sedikit teriakan Luke mengatakannya, mengetahui akan terjadi keributan membuat Naomi panik
"Luke!! udah gak usah!!!" dengan teriakan Naomi mengatakannya, namun Luke seakan tidak mendengar perintah Naomi dan dia pun berlari hendak memukul Justin yang menghalanginya. Saat itu Justin akan menepis pukulan Luke namun tiba - tiba Grece menghalangi dan berniat menerima pukulan Luke, dengan segera Luke menghentikan pukulannya dan menatap Grece yang terlihat menangis.
"Hentikan... kamu bisa membuat cidera parah pada Justin.... jangan diteruskan...." dengan suara yang serak karena menangis Grece mengatakannya, Luke pun kembali menarik tangannya dan menatap Justin dengan amarah.
"Selena!! jelaskan apa yang terjadi!!" bentak Naomi, Selena pun menatap Naomi dengan raut wajah yang terlihat sedih. Selena terdiam dan menatap Naomi dengan tatapan penuh perasaan bersalah.
Disaat bersamaan pesawat yang Jester dan Luna naiki pun terbang menuju perancis, saat itu terlihat Jester yang berkali - kali melihat sekeliling mencari keberadaan teman - temannya namun tidak kunjung dia temukan. Hatinya pun mendadak gelisah teringat bagaimana bisa dia berduaan dengan wanita lain disaat seperti ini padahal dia sudah punya Naomi, kegelisahan Jester menarik perhatian Luna saat itu.
"Ada apa kak?" tanya Luna penasaran, Jester pun menghela nafasnya
"Kemana Naomi? apa dia ketinggalan pesawat? masak kita berduaan seperti ini ke luar negeri? aku merasa.... tidak enak hati terpisah jauh dari Naomi seperti ini" jawab Jester terdengar sedih, Luna pun tertawa mendengar jawaban Jester.
"Walau terlambat, mereka pasti akan menyusul kita" jawab Luna dengan tenang, Jester pun kembali mencari - cari keberadaan teman - temannya yang lain.
Perjalanan udara Jester dan Luna menghabiskan waktu selama enam belas jam empat puluh lima menit, selama itu pula Jester terlihat gelisah namun berbanding terbalik dengan Luna yang nampak menikmati penerbangan mereka. Sesekali matanya dia arahkan kejendela dan melihat keluar dengan senyum yang merekah diwajahnya.
Begitu pesawat itu mendarat dengan sempurna, Jester dan Luna terlihat bersiap untuk turun di bandara Charles de Gaulle. Jester dan Luna pun menuju pintu keluar kedatangan dibandara itu, setelah pemeriksaan paspor, pengambilan bagasi, dan lain - lain mereka pun melangkahkan kaki menuju kursi tunggu untuk menunggu kedatangan teman - temannya yang lain. Namun Jester harus kecewa karena yang ditunggu benar - benar ketingalan pesawat, disana Jester pun mulai menelepon Naomi, Luke, Harry, Justin, Grece, dan Selena secara bergantian namun tidak ada satupun diantara mereka yang mengangkat.
"Apa telepon itu tersambung?" tanya Luna penasaran, namun Jester hanya menggelengkan kepalanya merespon pertanyaan Luna.
"Gimana kalau kita ke hotel dulu? aku sedikit merasa lelah" ajak Luna, namun saat itu Jester bergeming dan terus menatap layar handphonenya. Luna pun menghela nafasnya melihat Jester yang begitu dingin terhadapnya, dia pun bersandar pada kursi yang dia duduki sambil menatap langit.
"Aku selalu berfikir kalau diluar negeri akan terasa beda, ternyata disini sama saja... udaranya, anginnya, dan ramainya.... apa kamu merasakan perbedaannya kak?" tanya Luna lagi mencoba mengalihkan perhatian Jester.
"Ayo kita pulang, aku akan pesan tiket untuk kita pulang" timpal Jester, perkataan Jester membuat Luna terkejut dan kembali mengalihkan pandangannya menatap Jester.
__ADS_1
"Kita sudah sampai sini, kenapa tidak kita coba nikmati suasananya?" tanya Luna terdengar panik, Jester pun menghela nafasnya ketika mendengar pertanyaan Luna.
"Aku gak bisa... berjauhan dengan Naomi membuat hatiku gak tenang, aku takut dia mengalami hal - hal yang berbahaya dan aku tidak ada disana untuk menyelamatkannya" jawab Jester datar
"Kak, Naomi akan baik - baik saja. kita hanya akan berada disini selama tiga hari" ucap Luna dengan sedikit paksaan, nada bicara Luna yang terkesan memaksa itu membuat Jester menatap Luna dengan penuh kecurigaan.
"Tunggu... kamu tidak merencanakan sesuatu untuk memisahkanku dengan Naomi kan?" tanya Jester penuh kecurigaan, Luna pun terdiam menatap Jester dengan tatapan yang terlihat sedih. Melihat ekspresi Luna saat itu membuat Jester mendadak emosi, dia berdiri dan menatap Luna penuh amarah.
"Luna!! jadi semua ini karena ulahmu?!!" bentak Jester, mendapat bentakan itu membuat Luna tersentak.
"Sial!!" ucap Jester dengan sedikit berteriak dan hendak pergi dari tempat itu membawa semua barang bawaannya, melihat Jester yang akan pergi membuat Luna terkejut lalu dia pun berdiri dan menarik lengan Jester.
"Kak!! tunggu!! aku sudah ijin pada Naomi dan dia mengizinkanku!! Tolong dengarkan aku dulu!!" terdengar panik Luna mengatakannya, Jester pun menepis tangan Luna kemudian berbalik dan menunjuknya tepat didepan wajah.
"Aku sudah biarkan kamu untuk berkeliaran dilingkaran pertemananku, aku juga biarkan kamu menginap dirumah, dan terakhir aku juga sudah mencoba untuk memaafkanmu!! tapi sekarang kamu sudah kelewatan!! aku tidak bisa menerima apapun alasanmu!!!" bentak Jester begitu marah, Luna pun menangis meneteskan air matanya begitu deras.
"Kak.... tolong...aku mohon untuk terakhir kalinya.... hanya ini saja yang ingin aku lakukan berdua denganmu.... tinggal satu ini...." terdengar pilu Luna mengatakannya, Jester pun seakan tidak peduli dan pergi meninggalkan Luna ditempat itu. Tidak lama suara handphone Jester pun berdering tanda ada telepon masuk, sontak suara dering itu membuat Jester langsung mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa.
***
"Halo?!" agak membentak Jester mengucapkan salamnya
"Hai Jess... sudah sampai paris?" tanya Naomi dengan suara datar, mendengar suara Naomi saat itu membuat hati Jester merasa lega. Seakan sebuah api yang disiram oleh air, begitu raut wajah Jester saat itu.
"Naomi... aku akan jelaskan...." belum selesai Jester berkata, Naomi memotong.
"Tidak perlu kamu jelaskan, aku sudah tahu apa yang terjadi.... Luna, Selena dan Justin merencakan semuanya" timpal Naomi dengan nada datar, perkataan Naomi saat itu membuat Jester terkejut.
"Apa? jadi ini..." belum selesai berbicara, Naomi lagi - lagi memotong.
"Iya... ini sudah direncanakan" timpal Naomi lagi
"Aku akan segera pulang, kamu tidak perlu khawatir Naomi... aku akan setia padamu dan tidak ada satupun yang bisa memalingkanku darimu" tegas Jester mengatakannya, Naomi pun tertawa mendengar kata - kata Jester.
"Jess.... kamu cinta padaku?" tanya Naomi dengan sedikit suara tawa yang terdengar
"Tentu saja!! kenapa kamu mempertanyakan hal yang sudah pasti seperti itu?!" jawab Jester, Naomi terdengar menghela nafasnya.
"Jess... kalau kamu benar - benar mencintaiku.... bisakah kamu mengabulkan permintaanku tanpa menguranginya sedikitpun?" tanya Naomi terdengar begitu sedih, Jester heran dengan nada bicara Naomi saat itu.
"Kamu baik - baik saja?" tanya Jester dengan rasa khawatir
"Aku baik - baik saja Jess... aku sangat baik dan aku akan lebih baik ketika kamu mau menerima permohonanku..." jawab Naomi
"Akan aku lakukan, lakukan apapun untukmu..." timpal Jester menyetujui permintaan Naomi
"Jess.... aku ingin kamu.... turuti semua keinginan Luna dan tinggal lah disana untuk tiga hari kedepan..." ucap Naomi, ucapan Naomi saat itu membuat Jester terkejut sampai tidak dapat membuatnya menimpali perkataan Naomi.
__ADS_1
***