Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Menepati Janji


__ADS_3

Senin pagi yang cerah dikampus swasta terkenal dipusat kota, terlihat mahasiswa dan mahasiswi berkumpul dikampus itu untuk mengikuti kelas mereka masing - masing. Tidak terkecuali Luke dan Harry yang sedang berjalan disalah satu koridor kampus menuju kelas mereka, wajah serius terlihat dari raut wajah keduanya seakan sedang memikirkan sesuatu yang berat.


"Bagaimana bisa kita melupakan ular itu?" tanya Harry terdengar penuh penyesalan


"Karena semuanya terjadi begitu cepat, apa lagi setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa sangat bersalah" jawab Luke terdengar menyesal, Harry menghela nafasnya.


"Sial... semoga dia tidak dendam pada kita" timpal Harry, tidak lama pundak Luke dan Harry pun ditepuk keras oleh seseorang dari belakang


"Siapa yang akan dendam?!" tanya Camilla dengan sedikit teriakan untuk mengagetkan Luke dan Harry, dengan wajah terkejut dan bulu kuduk berdiri Luke dan Harry menoleh menatap Camilla.


"Aaa ya anu Luke dendam sama musuh lamanya saat di SMA dulu, benarkan Luke?" terdengar panik Harry mengatakannya, Luke hanya tertawa merespon perkataan Harry.


"Kalian ini kenapa bertingkah aneh?" tanya Camilla keheranan


"Tidak tidak, kami tidak bertingkah aneh hanya sedang banyak pikiran saja" jawab Luke masih terdengar panik, Camilla terdiam sejenak sembari terus menatap Luke dan Harry penuh kecurigaan


"Terserah deh, aku cuma bingung bagaimana dengan rencana kita. Tiba - tiba kalian tidak pernah mengajakku berbicara lagi setelah kita selesai merencanakan untuk menjauhkan Jester dari Naomi" terdengar bingung saat Camilla mengatakannya


"Masalah itu.. begini, bagaimana kalau kita lupakan saja?" pinta Luke pada Camilla, mendengar permintaan Luke membuat Camilla terdiam namun tetap menatap Luke.


"Ba.. bagaimana pun membuat kedua pasangan putus bukan ide yang baik kan?" tanya Luke lagi mencoba untuk memberi pengertian pada Camilla, tiba - tiba Camilla tersenyum sinis dan sedikit tertawa.


"Ada apa ini? kenapa mendadak mundur?" tanya Camilla dengan sinis, Luke dan Harry saling menatap lalu keduanya menghela nafas bersamaan.


"Kami bersalah, tentang rencana itu... itu sebuah kesalahpahaman. Jadi kami meminta padamu untuk melupakan tentang rencana kita" dengan penuh penyesalan Harry mengatakannya


"Huh.... gak seru" celetuk Camilla sembari berjalan meninggalkan Luke dan Harry di lorong itu, celetukan Camilla membuat Luke dan Harry bengong sejenak sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih jauh.


Hari itu seperti biasa setelah kelas selesai Three Musketeers berkumpul ditaman tengah kampus bersama dengan Naomi, Justin dan Grece, bersenda gurau sambil sesekali membahas tentang band dan hal - hal kecil lainnya membuat mereka berenam terlihat semakin akrab. Tidak lama mereka pun bubaran untuk memulai kelas kedua mereka masing - masing, dengan masih menyisakan senyum diwajah mereka setelah berkumpul bersama.


Sore hari ketika semua kelas Jester, Naomi, Luke, Harry, Justin dan Grece selesai pada hari itu, mereka berenam berkumpul di ruang musik kampus untuk latihan band. Setelah beberapa jam berlalu hingga menjelang senja, mereka berenam beristirahat sejenak melepas lelah setelah latihan. Disaat itu terlihat Grece sibuk mencari beberapa berkas yang dia bawa didalam ransel, setelah membaca beberapa berkas dan memilahnya menjadi dua bagian ditangan kanan dan tangan kiri Grece berjalan dengan sedikit melompat - lompat terlihat senang mendekati Luke lalu memberikan berkas itu pada Luke.


"Apa ini?" tanya Luke heran, Grece tersenyum manis menatap Luke.


"Skenario buat mengekspose hubunganmu dengan Sarah, didalam juga ada kontrak agar hanya media Werner Grup yang mendapat hak ekslusif untuk memberitakan sesuatu tentang kalian" jawab Grece penuh semangat, Luke pun menerima tumpukan kertas ditangan kanan Grece lalu segera membacanya. Grece mengalihkan pandangannya lalu berjalan dengan cara yang sama mendekati Naomi, melihat Grece yang terlihat penuh semangat itu membuat Naomi tertawa kecil.


"Apa ini? apa kamu mau minta kontrak eksklusif dari hubunganku dan Jester juga?" tanya Naomi


"Itu nanti... sekarang kamu harus baca ini dulu" jawab Grece sembari memberikan beberapa lembar kertas yang tersisa dari tumpukan kertas yang sempat dia berikan pada Luke, Naomi menerima kertas - kertas itu lalu membacanya.


"Apa itu?" tanya Jester penasaran dan hendak ikut nimbrung membaca isi dari kertas yang diberikan Grece pada Naomi


Didalam kertas itu terlihat skenario tentang putusnya hubungan Sarah dengan Daniel yang akan segera terekspose hari itu, berita tentang perselingkuhan Daniel dengan Naomi yang membuat hubungan Sarah dengan Danile merenggang dan berujung putus. Wajah Naomi pun terlihat tidak enak setelah membaca isi dari kertas itu, perlahan Naomi menatap Grece dengan sedikit menunjukkan rasa kesal.


"Kenapa begini? nanti aku yang kena hujat" terdengar kesal Naomi bertanya, Jester mengambil kertas - kertas itu dari tangan Naomi lalu membacanya kembali dengan seksama.


"No no no Naomi, itulah kenapa aku bilang Werner Grup ingin mendapatkan kontrak eksklusif darimu dan Jester nanti" jawab Grece mencoba menenangkan Naomi, perkataan Grece membuat Naomi heran.


"Jadi kamu mau aku untuk muncul tiba - tiba dan meluruskan semua kesalahpahaman itu dengan membawa video yang sempat viral dan mengatakan ke media kalau saat foto viral itu tersebar Naomi sudah menjadi pacarku, lalu antara aku dan Sarah nanti menjadi teman baik dan membongkar kebusukan Daniel yang mencoba merebut Naomi dariku secara bersama - sama" ucap Jester tiba - tiba, mendengar perkataan Jester saat itu membuat Grece dan Naomi mengalihkan pandangannya menatap Jester.

__ADS_1


"Aku benarkan?" tanya Jester sembari memberikan kembali lembaran kertas yang sempat dia ambil dari tangan Naomi


"Haaah?! kenapa kamu bisa tahu rencana itu?!! itu kan rahasia aku dengan tim kreatifku!! apa kamu membawa mata - mata untuk memata - mataiku?!" terdengar panik Grece saat mengatakannya, Naomi pun heran menatap Jester.


"Rencanamu terlalu kentara bodoh!! tidak bisakah tim kreatifmu lebih kreatif lagi?!" terdengar kesal Jester mengatakannya


"Kami bekerja siang malam untuk mengerjakan semua itu!! bagaimana kamu bisa tahu rencana itu?!!" timpal Grece penuh emosi


"Kalau begitu bekerjalah pagi sampai malam! aku sudah bilang rencana ini terlalu kentara bodoh!!" Jester pun semakin kesal, pertengkaran Jester dan Grece membuat Luke, Harry, Justin dan bahkan Naomi pun tertawa melihat dua orang ini selalu bertengkar diberbagai kesempatan.


"Jess... darimana kamu bisa membaca itu semua? aku bahkan tidak kepikiran saat membacanya" tanya Naomi penasaran


"Huh... itu mudah ditebak, rencana ini sudah umum dipakai kan? demi mempertahankan popularitas maka harus dicarikan kambing hitam dan seorang sosok hero untuk melindungi" jawab Jester terdengar kesal, Naomi tertawa mendengar perkataan Jester.


"Tidak apakan? toh kambing hitamnya Daniel dan kamu menjadi sosok hero untuk melindungiku, apa kamu tidak puas dengan itu?" tanya Naomi dengan sedikit tawa yang terdengar


"Bukan gitu, tapi rencana bodoh seperti ini mana bisa berhasil? hanya orang bodoh yang akan mempercayai rencana Grece dan Grece akan terlihat lebih bodoh lagi" timpal Jester dengan sedikit ejekan, Grece pun emosi sampai air matanya keluar lalu menunjuk Jester penuh emosi.


"Kita taruhan bahwa rencana ini akan berhasil!! kamu harus berjanji untuk bekerja sesuai skenario ku dan tidak boleh memberontak dari rencanaku dan kalau rencana ini berhasil kamu harus berlari memutari taman kampus sambil menggonggong seratus kali!!" penuh emosi Grece mengatakannya, Jester tersenyum sinis menatap Grece.


"Boleh, kalau rencana itu tidak berhasil kamu harus lakukan hal yang sama" Jester menerima tantangan Grece, mereka pun berjabat tangan tanda setuju dengan taruhan mereka.


"Jangan ingkar janji!!" agak membentak Grece mengatakannya


"Aku yang takut kamu akan melanggar perjanjian kita" dengan sinis Jester mengatakannya, suara tawa Naomi, Luke, Harry dan Justin pecah seketika melihat Jester dan Grece saling bertaruh untuk sesuatu yang konyol.


Sebulan penuh berlalu, berita tentang putusnya Sarah dan Daniel menyebar dengan sangat cepat dan menjadi kehebohan tersendiri didunia maya. Berita putusnya couple goals para netizen dunia maya ini membuat heboh dan menjadikan tanda tanya bagi banyak netizen yang mengidolakan bahkan menghujat mereka, disaat itulah berita tentang Daniel yang berusaha menggoda Naomi mencuat.


Rencana Grece berjalan begitu lancar dan Naomi tidak mendapatkan hujatan seperti yang sempat ditakuti oleh Naomi, Jester yang sudah terekspose menjadi pasangan Naomi pun kini mendapat julukan couple goals karena kesabaran Jester saat berita mencuatnya foto antara Daniel dan Naomi, hubungan Luke dan Sarah pun kini mulai terekspose dan membuat Luke juga menjadi seorang selebgram walau Sarah kehilangan status sebagai couple goals.


Siang hari dikampus, Jester dengan segala penyamarannya terlihat berlari mengelilingi taman tengah sambil menggongong. Tidak sedikit mahasiswa dan mahasiswi yang memvideokan tingkah Jester saat itu, disekitar sana juga terlihat Naomi, Grece, Justin, Harry, Luke dan Sarah melihat Jester memenuhi janjinya. Hingga seratus putaran selesai dilakukan oleh Jester, suara tawa Naomi, Grece, Luke, Sarah, Harry dan Justin tidak dapat dibendung lagi.


"Guguknya kecapean, sini minum dulu" ucap Grece mengejek Jester sambil memberikannya sebotol minuman air mineral, Jester hanya mengacungkan jari tengah kearah Grece sambil menata kembali nafasnya yang terengah - engah.


"Aku pulang dulu ya, ada kerjaan" celetuk Sarah sembari berdiri diikuti oleh Luke yang hendak mengantar menuju parkiran kampus, bersamaan dengan itu Jester berjalan mendekati Naomi dan duduk disebelahnya. Naomi yang saat itu tidak dapat berhenti tertawa mencoba menunjukkan kepeduliannya dengan mengelap semua keringat Jester dengan sebuah sapu tangan yang dia bawa, dengan lembut Naomi menyeka semua keringat Jester yang ada diwajahnya.


"Gimana persiapan kalian buat ujian semester ini? aku bahkan belum belajar apapun buat semua mata kuliahku" tanya Harry, Justin mengangkat bahunya merespon pertanyaan Harry.


"Aku bahkan gak tau kalau kita sudah mendekati ujian semester" jawab Justin dengan sedikit tawa yang terdengar


"Papa gak pernah peduli dengan nilai - nilaiku jadi aku bisa santai saja, gimana denganmu Aoi?" ucap Grece tanpa beban, Naomi mengalihkan pandangannya menatap Grece dan terdiam sejenak.


"Aah... Eeh aku... belum belajar apapun, bahkan banyak tugasku yang belum selesai aku buat. Sejujurnya aku tidak terlalu pandai dalam hal pelajaran" jawab Naomi malu - malu


"Ooh iya? gak aku sangka, tapi kamu pasti tidak seburuk gorilla dan rubah itukan?" tanya Jester sedikit terkejut mendengar jawaban Naomi, Naomi hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan Jester.


"Aku pulang dulu deh, mau bersiap berlajar biar ada muka untuk memberikan hasil nilaiku pada tuan William" celetuk Harry sambil berdiri dan berpamitan pada teman - temannya yang lain.


"Kita juga pulang yuk Jess, duuh aku tiba - tiba panik buat menghadapi ujian kali ini" ucap Naomi terdengar panik, Jester pun tertawa dan mengangguk beberapa kali menyetujui permintaan Naomi.

__ADS_1


"hei jangan lupa, acara band kita setelah ujian semester ini" celetuk Grece dengan penuh semangat, Jester dan Naomi hanya mengacungkan jempol untuk merespon perkataan Grece sambil terus berjalan menuju parkiran kampus.


"Gimana denganmu? gak mau pulang juga buat belajar?" tanya Grece kepada Justin


"Tentu saja, tapi nanti saja deh" jawab Justin tanpa beban


"Waah... kamu sepertinya percaya diri ya, rasa - rasanya tidak ada mahasiswa yang setenang kamu disaat mendekat ujian seperti ini" sindir Grece, Justin pun tertawa mendapat sindiran dari Grece.


"Iya ya... sepertinya aku terlalu santai, mana ada yang setenang aku dan gak mikirin ujian" timpal Justin sambil membelai rambut Grece dengan lembut, mendapat belaian itu membuat Grece menutup matanya dan menikmati hangatnya sentuhan tangan Justin.


"Yuk pulang, aku harus belajar" celetuk Justin, Grece tersenyum menatap Justin.


"Ayooo! hanya orang bodoh yang memikirkan hal lain disaat seperti ini, benarkan?" penuh semangat Grece mengatakannya, Justin dan Grece tertawa bersama lalu pergi menuju parikiran kampus.


Begitulah mereka mengakhiri pertemuan mereka dikampus dengan pembahasan tentang persiapan ujian semester masing - masing, pertemanan mereka yang begitu kompak benar - benar semakin terasa kuat sejak kepergian Luna yang menghadirkan arti pentingnya sebuah pertemanan dan persahabatan. Mereka semua menjalani kesepakatan untuk sebuah ikatan pertemanan yang kuat demi sebuah karya yang Luna hadirkan dan minta kepada mereka dengan sangat baik.


Disaat bersamaan disebuah cafe yang terlihat cukup ramai, Daniel terlihat duduk disalah satu kursi yang tersedia. Dengan sebuah gelas minuman yang hanya tersisa separuhnya, dia terlihat sedang menunggu seseorang. Tidak lama seorang wanita terlihat mendekati dan duduk didepan Daniel, perlahan Daniel mengangkat kepalanya untuk menatap seseorang yang duduk didepannya.


"Hai" sapa Camilla tanpa senyum diwajahnya, Daniel kembali menundukkan kepalanya


"Wah wah... sepertinya kamu kena mental ya" sindir Camilla, tiba - tiba Daniel menggebrak meja agak keras.


"Diam! kalau kamu memintaku datang kesini hanya untuk mengejekku, aku akan pulang!" agak membentak Daniel mengatakannya, Camilla pun tertawa kecil melihat respon Daniel.


Kekesalan Daniel begitu terasa karena celetukan Camilla, dia benar - benar kesal karena sudah rela menunggu Camilla datang tetapi kehadiran Camilla malah membuatnya sakit hati dengan celetukan yang diberikan. Terlebih sejak kemunculan berita itu karirnya mulai hancur sampai - sampai dia sulit mendapatkan Job dalam dunia entertainment, bahkan endorsment nya turun drastis dan juga akun sosmednya dihujani dengan banyak hujatan yang semakin menenggelamkan karirnya sebagai selebgram terkenal disana.


"Apa benar dia lebih baik dariku? lihat kamu sekarang, terpuruk begitu dalam karena kelakuan pacar yang kamu banggakan itu" masih dengan sindiran Camilla mengatakannya, Daniel mengalihkan pandangannya menatap Camilla dengan penuh amarah.


"Ini salahku dan bukan salahnya!! kamu tidak tahu apa - apa dan lebih baik kamu diam!! aku tidak akan mengizinkanmu untuk menghinanya walau itu hanya sekedar candaanmu!!" begitu emosional Daniel mengatakannya, Camilla tertawa kecil lalu melipat kedua tangannya diatas meja dan memajukan badannya mendekati Daniel.


"Ayo kita rebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita, aku dan kamu.... kita mempunyai target yang sama" tegas Camilla mengatakannya, perkataan Camilla membuat Daniel terkejut.


"Apa maksudmu?" tanya Daniel terdengar kebingungan


"Jester pernah berjanji padaku kalau kita akan menjadi sepasang kekasih namun tiba - tiba dia malah berpacaran dengan Naomi, begitu juga denganmu kan? kamu memutuskan aku dulu karena Naomi namun sekarang Naomi malah menjadi milik orang lain, apa kamu tidak ingin merebutnya lagi?" tanya Camilla mencoba memanas - manasi Daniel, saat itu Daniel hanya terdiam memandangi Camilla dengan wajah yang serius.


"Bagaimana? apa kamu mau ikut?" tanya Camilla dengan senyum sinis yang tergambar jelas diwajahnya


"Ca.. Caranya? benarkah kamu bisa mengembalikan Naomi... padaku?" tanya Daniel terbata, seakan tidak dapat mempercayai perkataan Camilla namun dari Camilla juga dia seakan mendapat harapan untuk kembali pada Naomi.


"Caranya? aku akan tata serapih mungkin namun pertama aku harus tahu dulu celah yang bisa aku pakai untuk menghancurkan mereka" jawab Camilla lalu kembali menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi, Daniel terdiam beberapa saat namun tatapan matanya masih menatap Camilla dengan ragu - ragu.


"Apa yang kamu butuhkan?" tanya Daniel penasaran


"Sedikit mengingat masa lalu... apa kamu masih ingat kenapa kita putus dulu?" tanya Camilla dengan senyum manis menatap Daniel, mendapatkan senyuman itu membuat Daniel langsung membuang muka menghindari bertatapan mata dengan Camilla.


"Buat apa pertanyaan itu?" tanya Daniel


"Jawab saja, apa kamu menjadi seorang pengecut setelah putus denganku?" tanya balik Camilla masih dengan senyuman manis menghiasi wajahnya, sempat terdiam sejenak Daniel kembali menatap Camilla.

__ADS_1


"Aku memintamu untuk tidur denganku" jawab Daniel, Camilla pun tertawa lalu kembali memajukan badannya mendekati Daniel.


"Apa kamu mendapatkannya dari Naomi?" tanya Camilla menekan Daniel, pertanyaan yang membuat Daniel terkejut.


__ADS_2