Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Seminggu Berlalu


__ADS_3

Siang hari setelah pertemuan antara Jester dan Selena dengan Luke dan Sarah di taman dekat dengan hall kampus negeri diluar kota, Jester dan Selena kembali mengikuti perlombaan didalam hall itu. Keduanya terlihat sangat mendominasi jalannya perlombaan, walau terlihat Jester yang lebih dominan. Disisi lain saat bersamaan, Luke dan Sarah yang sedang melintasi jalan tol penghubung antar kota untuk kembali ke kota mereka. Setelah bertemu Jester dan mendapatkan nasihatnya, kini Sarah terlihat lebih kuat untuk menghadapi kenyataan tentang kebenaran sosok ayahnya.


Dihari yang sama pada siang itu Arthur dan Julius berkumpul disalah satu kamar yang digunakan untuk mengurung Naomi, diantara Arthur, Julius dan Naomi terlihat sedang makan bersama dengan obrolan ringan seputar Jester, Sarah dan tentang Naomi sendiri. Sosok hangat Arthur dan Julius yang tidak pernah ditampakkan membuat Naomi masih tidak dapat mempercayai dirinya dapat berkumpul dengan obrolan ringan seperti itu, namun Naomi sangat menikmati momen itu karena sudah dua hari ini dia tidak memiliki teman untuk mengobrol. Terlebih pikirannya yang selalu teringat Jester dan Selena sedang bersama, sungguh membuat hatinya terbakar api cemburu walau Naomi tetap mempercayai Jester.


Ditempat lain pada saat bersamaan, disalah satu ruang rapat hotel Gates. William, Marrie, dan Naoko terlihat berkumpul bersama memperhatikan grafik saham Hotel Gates dan Scott Hospital yang diproyeksikan di salah satu sudut tembok. Mengikuti saran Jester membuat mereka bertiga harus bekerja dengan hati - hati karena mengingat lawan yang sedang mereka hadapi adalah Arthur dengan beribu - ribu pengalaman tentang dunia bisnis, namun sampai siang itu semua pergerakan Arthur dapat dipantau dengan baik oleh kejelian Naoko.


Disebuah gedung yang menjadi kantor utama Arielle Corp, Jessica merancang pernikahan Jester dan Naomi dengan sangat mewah dan cenderung berlebihan. Dengan sebuah miniatur yang menggambarkan dekorasi - dekorasi pernikahan Jester dan Naomi, Jessica saat itu ditemani oleh Jeremy dan Burgess untuk membantu mempersiapkan miniatur itu. Namun wajah Jeremy dan Burgess nampak bingung dan heran dengan konsep yang diangkat oleh Jessica, tidak seperti biasanya karena kali ini Jessica lebih boros dalam penggunaan anggaran dengan alasan yang tidak mampu ditolak oleh Jeremy dan Burgess.


Disiang itu Grece dan Turner Werner terlihat sedang rapat dengan para direksinya untuk mengangkat berita tentang pernikahan Jester dan Naomi secara besar - besaran diberbagai stasiun televisi dan media online milik Werner Grup, walau tidak semuanya setuju namun Turner berhasil meyakinkan dewan direksinya untuk tetap mengikuti arahan. Setelah mendapatkan izin, Grece segera bergerak cepat mengumpulkan para wartawannya untuk mengumpulkan perkembangan berita pernikahan Jester dan Naomi. Tidak berhenti disana, Turner juga meminta divisi berita ekonominya agar memberitakan pelepasan saham Hotel Gates dan Scott Hospital secara terus - menerus.


Tidak terasa satu minggu pun berlalu, dihari itu semuanya dimulai kembali....


Jester dan Selena memenangkan perlombaan antar kampus dengan nilai sempurna dan tidak tersentuh oleh tim dari universitas unggulan lainnya, bahkan Jester dan Selena mampu mengalahkan tim tuan rumah secara dramatis. Di atas panggung penyerahan piala, senyum bahagia Jester dan Selena nampak merekah. Menatap penonton sembari mendengarkan riuh tepuk tangan dari mereka, membuat jantung Selena berdetak cepat. Matanya berkaca - kaca karena terharu, di atas panggung itu Jester dan Selena berfoto sembari mengangkat piala kemenangan mereka. Dengan kamera polaroid, foto antara Jester dan Selena pun langsung tercetak saat itu juga.


Disaat bersamaan dikediaman besar Gates, Arthur dan Julius terlihat berada dikamar Naomi sedang menikmati makan siang bersama dengan menu pilihan dari Arthur dan Julius yang dimasak oleh Naomi dengan senang dan sepenuh hati. Arthur dan Julius memuji cita rasa dari masakan Naomi, terlihat senang Naomi ketika mendengar pujian untuk ketujuh kalinya dalam satu minggu penuh. Kehangatan Arthur dan Julius dalam satu minggu ini membuat Naomi merasakan hangatnya kasih sayang seorang kakek pada cucunya yang selama ini tidak pernah Naomi dapatkan, disertai obrolan ringan diantara mereka bertiga membuat Naomi seakan kehilangan ketakutannya dari sosok Arthur.


Dalam satu minggu itu juga saham Hotel Gates dan Scott Hospital terjual habis, mengetahui itu dengan gerak cepat diantara William dan Naoko segera melakukan transaksi - transaksi fiktif sebelum para pemilik saham berkumpul untuk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Uang - uang yang terkumpul itu segera disebar ke beberapa rekening milik Luke, Harry, Justin, Grece dan Selena, setelah mendapat pemberitahuan dari William dan Naoko saat itu teman - teman Jester juga langsung bergerak cepat untuk bersiap membeli saham Arielle Corp yang akan segera dilepas oleh Jessica dan Sarah.


Di gedung yang menjadi kantor pusat Arielle Corp, terlihat Jessica dan Sarah yang berdebat keras dengan Jeremy dan Burgess agar mereka berdua juga ikut melepaskan setengah saham yang mereka miliki ke pasar. Dengan dalih membutuhkan dana segar untuk merealisasikan proyek pernikahan Jester dan Naomi, membuat Jeremy dan Burgess dibuat bingung harus berbuat apa. Mengetahui akan menangani seorang selebgram terkenal dan juga cucu dari Arthur yang menjadi bos bagi Jeremy dan Burgess, membuat kedua orang itu tidak dapat membantah kuatnya alasan Jessica dan Sarah. Belum lagi jika melihat tentang keuntungan yang akan didapat dan telah dijabarkan oleh Jessica dan Sarah, kini Burgess dan Jeremy pun semakin pusing.


Meminta waktu sejenak untuk rehat dari meeting keras diantara Jessica, Sarah, Jeremy dan Burgess, kedua anak buat Arthur itu segera berusaha menghubungi Arthur untuk menanyakan pendapat tentang apa yang harus mereka lakukan. Julius yang saat itu memegang handphone Arthur, meminta izin untuk undur diri sebentar ditengah obrolan seru antara Julius, Arthur dan Naomi. Diluar ruangan saat itu Julius mengangkat telepon masuk dari Jeremy.


***


"Apa?" tanya Julius singkat ketika telepon terangkat


"Tuan Julius.... kami dihadapkan pilihan sulit" jawab Jeremy terdengar kebingungan


"Tentang?" tanya Julius lagi


"Tentang pernikahan tuan muda dan nona muda, nyonya Jessica ingin kami melepaskan saham kami ke pasar untuk mendapatkan dana segar agar proyek pernikahan tuan muda dan nona muda berjalan baik. Apa yang harus kami lakukan?" tanya Jeremy saat itu


"Apa yang harus dibingungkan, jika menguntungkan lakukan dan jika tidak maka jangan dilakukan" jawab Julius sedikit membentak

__ADS_1


"Kami paham, cuma...." Jeremy menggantung kalimatnya


"Cuma apa?" tanya Julius menekan


"Saham ini... jika dilepas apakah... tidak berbahaya?" tanya balik Jeremy


"Tugas kalian adalah menjadikan Arielle Corp menjadi nomor satu, jangan biarkan tuan muda menang. Jika proyek itu menguntungkan, lakukan agar tuan muda tidak memiliki kesempatan" jawab Julius dengan tegas


"Kami mengerti... tapi... bisakah tuan Julius tanyakan pada tuan besar Arthur?" tanya Jeremy dengan sedikit terbata karena ketakutan


"Apa tugas yang diberikan oleh tuan besar kepada kalian?" tanya balik Julius


"Kami harus menghalangi tuan muda untuk menjadikan Exo menjadi nomor satu" jawab Jeremy dengan tegas


"Apa proyek yang dikerjakan nyonya Jessica menguntungkan?" tanya Julius lagi


"Iya... itu sangat menguntungkan dari segi promosi..." jawab Jeremy sedikit ragu


***


Julius menatap layar handphone itu beberapa saat lalu mengalihkannya menatap langit dari balik kaca jendela yang berada didekatnya, dengan helaan nafas dan tersenyum saat itu Julius mengingat - ingat semua rencana Jester yang sempat diutarakan.


"Tuan muda... sepertinya rencana mu berjalan dengan sangat baik" gumam Julius saat itu sembari berbalik hendak masuk kembali kedalam kamar Naomi


Di dalam kamar Naomi, Julius saat itu terlihat terdiam beberapa saat sembari menatap wajah Arthur dan Naomi yang sedang mengobrol dan terlihat senang dengan penuh tawa. Menyadari kehadiran Julius yang masih berdiam diri didekat pintu membuat Arthur dan Naomi terdiam sejenak lalu mengalihkan pandangannya menatap Julius dengan wajah heran, namun Julius membalas tatapan keheranan itu dengan sebuah senyuman.


"Ada apa Julius?" tanya Arthur


"Tidak ada tuan besar Arthur... aku hanya senang melihat anda mengobrol dengan tersenyum seperti itu. Jika aku ingat - ingat kembali... terakhir anda tersenyum seperti itu adalah dua puluh tahun yang lalu" jawab Julius sembari berjalan mendekati Arthur dan Naomi


"Duduklah, kami sedang membicarakan tentang cara mendekati cucu perempuan" ucap Arthur kepada Julius, perlahan Julius mendekati kursi miliknya dan duduk disana.


"Kamu tahu nona Naomi... aku sudah sangat tua, sudah seharusnya aku menaruh beban - beban ini dan bermain dengan para cucu - cucuku... apa mungkin aku masih bisa dekat dengan mereka?" tanya Arthur kepada Naomi dengan suara yang terdengar sedih, sempat terdiam saat itu perlahan Naomi menundukkan kepalanya dan masih dengan senyum.

__ADS_1


"Aku... yakin..." terbata Naomi mengatakannya, Arthur pun tertawa mendengar jawaban Naomi.


"Benarkah? kamu saja menjawab pertanyaan ku dengan ragu" timpal Arthur dengan suara tawa yang terdengar menggelegar itu, namun suara menggelegar Arthur yang biasanya membuat Naomi takut kini Naomi langsung menatap Arthur dengan senyum.


"Aku yakin kakek akan dekat dengan cucu - cucu kakek... aku akan membantu kakek untuk dekat dengan mereka semua" jawab Naomi kini dengan tegas dan senyum yang terlihat diwajahnya, Arthur dan Julius termenung menatap senyum Naomi kepada mereka. Tidak lama Arthur pun kembali tertawa diikuti dengan suara tawa Julius dan Naomi, mereka bertiga kembali menikmati momen makan siang bersama.


Kembali ke sisi meeting antara Jessica, Sarah, Jeremy dan Burgess, siang itu akhirnya Jeremy dan Burgess menandatangani surat perjanjian untuk menyetujui pelepasan saham mereka berempat sebesar lima puluh persen dan memilih Sarah menjadi pemegang utama saham mayoritas. Mendapatkan persetujuan itu, secara diam - diam Sarah segera memberi kabar kepada Luke agar Luke, Harry, Justin, dan Grece bersiap untuk membeli saham Arielle Corp.


Ketika menerima pesan itu, dengan segera Luke lompat dari tidurannya di sofa dan segera merapat ke teman - temannya yang sedang bermain di kolam renang dirumah Jester dan Naomi. Mendapat panggilan dengan segera Harry, Justin dan Grece langsung naik dari kolam dan mengeringkan tubuh mereka masing - masing, begitu sudah kering mereka berempat segera berkumpul bersama dan duduk disebuah meja dengan menatap laptop masing - masing. Situs jual beli saham yang saat itu terus mereka lihat untuk menunggu pelepasan saham Arielle Corp, mereka berempat terlihat hanya berdiam dan konsentrasi pada laptop masing - masing.


Begitu saham Arielle Corp tersedia untuk dibeli di situs jual beli saham, Luke segera mengirim pesan singkat di aplikasi ChatMe kepada Jester. Disalah satu restoran diluar kota tempat Jester berada saat itu, Jester membuka pesan ChatMe dari Luke lalu tersenyum. Melihat senyum Jester yang tiba - tiba membuat Selena heran, Selena pun bertanya dan dengan segera Jester memberikan handphone miliknya kepada Selena.


Setelah membaca chating dari Luke, dengan sigap Selena mengeluarkan laptop miliknya yang berada di tas dan segera bersiap untuk membeli saham Arielle Corp. Tawa puas Jester saat itu terdengar ditelinga Selena sampai membuat Selena pun tertawa, Jester segera menceritakan semua kejadian diantara dirinya dan Arthur kepada Selena ditengah makan siang bersama mereka untuk merayakan kemenangan. Tidak lama Selena segera memberitahu Jester jika dia sudah berhasil membeli saham Arielle Corp, hampir bersamaan Chat kembali masuk dari Luke yang mengabarkan jika teman - temannya yang lain juga sudah membeli saham Arielle Corp.


Jester pun tertawa penuh arti kemenangan karena rencananya berhasil sejauh ini, tawa aneh Jester saat itu membuat Selena kembali tertawa karena tingkah Jester. Beberapa saat berlalu dan makan siang diantara Jester dan Selena pun selesai, menunggu jadwal perpisahan yang akan diadakan pada malam hari membuat Jester dan Selena memutuskan untuk mengelilingi wisata di kota itu bersama Alex. Di sanalah momen - momen kebersamaan Jester dan Selena diabadikan di handphone Selena, terlihat sangat bahagia Selena menikmati momen kebersamaannya dengan Jester.


Malam pun tiba, pesta penutupan perlombaan yang diselenggarakan oleh tuan rumah diadakan begitu meriah. Semua peserta dan tamu undangan berkumpul menikmati hidangan dan hiburan yang tersedia disana, tidak jarang Jester terlihat dikerumuni oleh orang - orang yang tidak dikenal. Beberapa pertanyaan masih saja seputaran tentang Naomi dan pernikahan diantara mereka, update berita tentang pernikahan keduanya semakin membuat kehebohan tersendiri. Bagaimana tidak... saat itu juga sudah tersebar Weeding Planner yang dipilih oleh pasangan Jester dan Naomi adalah perusahaan dimana Sarah yang menjadi pemiliknya.


Hingga dua jam berlalu, peserta lomba kembali menuju mess mereka masing - masing untuk beristirahat. Begitu pula dengan Jester dan Selena, mereka bersama Alex memutuskan untuk berangkat pulang esok paginya. Ditengah perjalanan menyusuri koridor mess untuk menuju kamar mereka masing - masing, Selena tiba - tiba menarik baju bagian belakang Jester. Tarikan tangan Selena membuat Jester berhenti sejenak, lalu menoleh kebelakang.


"Terima kasih kak" ucap Selena dengan lembut dan tersenyum senang, Selena pun berlari meninggalkan Jester di koridor mess itu untuk menuju kamarnya.


Sempat merasa Jester kembali melakukan kebodohan, membuat Jester mencoba berfikir keras hal apa yang mungkin bisa menimbulkan kesalahpahaman diantara Jester dan Selena. Seketika wajah cemburu Naomi sangat terbayang di kepalanya, begitu pula sakitnya cubitan Naomi diperut terasa tiba - tiba muncul dengan sendirinya. Wajah Jester pun terlihat ketakutan mengingat hal itu, namun Jester berusaha melupakan semuanya dan kembali berjalan untuk beristirahat didalam kamar.


Malam berganti pagi yang mendung dan sedikit gerimis, Jester dan Selena terlihat berpamitan dengan tim panitia lomba yang selama ini mendampingi mereka. Tidak lama mobil Hyundai Staria terparkir didepan lobby gedung rektorat, Alex pun turun dari mobil untuk mengangkat koper - koper milik Selena sedangkan Jester memberikan beberapa pakaian yang sempat dia beli selama Jester berada di kota itu. Dengan sangat senang dua orang tim panitia pendamping Jester dan Selena menerimanya, namun wajah Selena menatap Jester dengan jijik.


"Yuk pulang" ajak Jester kepada Selena, Selena hanya mengangguk lalu berpamitan kepada dua orang tim panitia itu. Namun Selena terlihat di ceukin karena kedua orang ini masih terlalu bahagia mendapat baju bekas Jester, dengan wajah kesal Selena pun berjalan masuk kedalam mobil di bagian penumpang belakang.


"Kak... mau duduk di sebelahku?" tanya Selena kepada Jester ketika Jester hendak masuk di kursi depan


"Boleh deh, aku dibelakang ya pak Alex" ucap Jester lalu masuk kedalam kursi belakang bersebelahan dengan Selena.


"Baik... ayo kita pulang dan mempersembahkan piala itu kepada kampus!" penuh semangat Alex mengucapkannya, suara tawa Jester dan Selena mengiringi keberangkatan Jester dan Selena saat itu yang akan mereka tempuh dalam waktu delapan jam perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2