Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Negosiasi


__ADS_3

Siang hari yang panas, cuaca cerah pada hari itu. Disebuah cafe yang terletak didalam mall yang terlihat ramai oleh pengunjung, ada yang mengobrol santai dengan teman - temannya, berkumpul dengan keluarga mereka, atau sekedar duduk sendirian sembari bekerja dengan laptop mereka masing - masing. Diantara para pengunjung itu, Selena dan Camilla terlihat sedang duduk berhadap - hadapan dengan perasaan masing - masing. Selena terlihat sangat marah saat itu menatap Camilla, sedangkan Camilla hanya datar menatap Selena sembari melipat kedua tangannya.


"Kenapa kamu berkencan dengan kak Jester?" tanya Selana memecahkan keheningan diantara keduanya yang berlangsung cukup lama itu, Camilla mengalihkan pandangannya menatap langit - langit dengan sedikit tawa.


"Hee~ tahu darimana kamu tentang hal itu?" tanya balik Camilla dengan santainya seakan itu bukanlah masalah yang harus Selena pikirkan, mendengar jawaban itu membuat Selena semakin marah.


"Jawab!!" bentak Selena saat itu, bentakan Selena saat itu membuatnya menjadi pusat perhatian para pengunjung. Orang - orang disana memandangi Selena dengan wajah yang heran, merasa jadi pusat perhatian Selena langsung memelototi orang - orang itu dengan tatapan yang menyeramkan. Perlahan pengunjung yang menatap Selena dan Camilla kembali mengalihkan perhatian mereka masing - masing, Camilla pun kembali tertawa menatap Selena.


"Kamu sangat emosional ya" celetuk Camilla dengan sedikit tawa, Selena menatap kembali Camilla namun saat itu Selena nampak bisa mengendalikan emosinya.


"Tolong katakan saja, kali ini apa rencamu" timpal Selena dengan helaan nafas, Camilla terlihat akan menjawab namun tiba - tiba Luke dan Harry menghampiri mereka


"Kalian tidak boleh merencanakan apapun kali ini" ucap Luke dengan tegas, Camilla dan Selena pun terlihat kaget dengan kehadiran Luke dan Harry yang tiba - tiba itu.


Orang - orang yang berkunjung di cafe itu pun kembali mengalihkan perhatian mereka kepada empat orang yang terlihat akan terlibat konflik, wajah keempatnya saat itu tidak dapat membohongi pertemuan yang tidak menyenangkan ditempat itu. Camilla langsung berdiri dan hendak meninggalkan tempat itu, namun tangan kekar Luke saat itu menekan pundak Camilla agar dirinya kembali duduk ditempatnya.


"Kalian tidak boleh kemana - mana dulu, aku ingin bicara dengan kalian berdua" ucap Luke sembari menekan pundak Camilla dengan kasar, Camilla merintih kesakitan saat itu namun Luke nampak tidak peduli.


"Apa - apaan sih Luke?! aku laporkan kamu pada Jester karena sudah kasar padaku!!" bentak Camilla saat itu sembari berusaha memberontak dari genggaman dan tekanan tangan Luke, mendengar ancaman Camilla saat itu membuat Luke mengalihkan pandangannya menatap Camilla


"Apa wajah ini terlihat aku peduli kamu akan laporan pada si bodoh itu?" tanya Luke sembari melepaskan tangannya dan duduk disebelah Camilla, walau kesal namun Camilla terdiam duduk disebelah Luke. Sedangkan Harry berputar lalu duduk disebelah Selena yang sejak awal kedatangan keduanya nampak hanya menundukkan kepala, Selena terlihat sangat terintimidasi saat itu.


"Kalian berdua, aku punya beberapa pertanyaan. Kalian harus menjawabnya atau aku akan katakan pada Jester jika kalian memang melakukan sesuatu untuk menyingkirkan Naomi dengan cara - cara kotor" Luke membuka obrolan ditengah kebisuan yang sempat terjadi, reaksi Camilla dan Selena saat itu terlihat berbeda.


"Katakan saja, aku gak peduli!" timpal Camilla terlihat emosi


"Jangan katakan pada kak Jester!" timpal Selena terdengar panik


"Kamu percaya diri ya, apa kamu punya sesuatu yang akan membuat Jester tidak akan marah padamu?" tanya Harry terdengar heran, Camilla mengeluarkan handphone yang dia letakkan didalam hand bag nya. Camilla mencari sesuatu didalam handphone itu untuk beberapa saat, tidak lama terdengar suara rekaman Camilla dan Jester.


***


"Baiklah, aku sudah menyatakan perasaanku. Sekarang giliranmu untuk mengatakan sesuatu" suara Camilla


"Hah? tentang apa?" suara Jester


"Aku tahu kamu paham, aku rasa aku tidak memerlukan penjelasan lain selain itu" suara Camilla


"Haah iya... tentang Naomi, tapi aku tidak pernah mencintai siapapun selama satu tahun belakangan ini selain dirimu" suara Jester


***


Camilla pun menghentikan rekaman suara itu sembari tersenyum menatap Harry yang berada didepannya bersama dengan Camilla, Harry menggaruk kepalanya beberapa kali merespon senyuman Camilla saat itu. Selena saat itu terlihat sangat emosi mendengar rekaman yang dia dengarkan, kedua tangannya mengepal dan berusaha mengendalikan amarahnya.


"Aku rasa ini cukup membuktikan bahwa aku tidak akan pernah tergeser dari hati Jester apapun yang terjadi" celetuk Camilla dengan senyum kemenangan yang terlihat jelas di wajahnya, Selena berdiri sembari menggebrak meja.

__ADS_1


"Camilla!! kamu mengkhianatiku?!" bentak Selena saat itu, Camilla pun menatap Selena dengan datar seakan tidak terjadi sesuatu diantara mereka.


"Tidak, aku rasa tidak bisa dibilang aku mengkhianatimu. Karena tujuan kita cuma menyingkirkan Naomi kan?" tanya balik Camilla mencoba menyadarkan Selena, Harry pun tertawa kecil mendengar ucapan Camilla.


"Sayang sekali ya Selena, bisa - bisanya kamu meninggalkan Naomi dan memilih berteman dengan orang seperti ini" celetuk Harry dengan sedikit tertawa, Camilla pun tertawa kecil mendengarkan celetukan Harry.


"Hidup itu seperti bermain catur, tujuan kita sama untuk menjatuhkan raja namun cara kita berbeda. Kita akan saling makan untuk mencapai tujuan kita, yakan~?" timpal Camilla dengan manja seperti biasa, Harry tiba - tiba kehilangan senyumnya dan menatap Camilla dengan tajam.


"Kamu benar - benar menyeramkan ya Camilla" ucap Harry terdengar datar


"Tidak tidak~ bukan aku yang menyeramkan tapi karena kita ini manusia yang punya tujuan, kalian juga akan melakukan hal yang sama jika memiliki tujuan" timpal Camilla merespon perkataan Harry dengan nada yang terdengar masih manja, Luke sedikit menggebrak meja didepan Camilla agar mendapatkan perhatian Camilla saat itu.


"Tujuan ya, jadi sebenarnya apa tujuanmu?" tanya Luke agak menekan Camilla, agak tersentak Camilla menatap Luke.


"Jester, aku mencintai dia" jawab Camilla singkat namun nada manjanya tidak lagi terdengar


"Kenapa kamu menolaknya waktu itu?" Luke kembali bertanya dengan tekanan


"Jester sudah tahu alasanku dan kalian tidak perlu tahu, tapi jika memaksa... kalian boleh tanyakan langsung pada Jester" jawab Camilla, Selena kembali emosi saat itu mendengar jawaban Camilla.


"Dasar wanitah rendah!!" bentak Selena pada Camilla, namun Camilla merespon Selena dengan tawa seakan sedang mengejek Selena.


"Aku? lihatlah dirimu, meningalkan sahabatmu demi kemungkinan kecil. Harusnya kamu sadar diri sama posisimu yang bahkan tidak ada dalam lingkaran permainan ini" ucap Camilla dengan nada yang terdengar menyindir, Selena tersentak mendengar ucapan Camilla saat itu sampai membuatnya membatu menatap Camilla.


"Lingkaran permainan? apa maksudmu?" tanya Harry terlihat penasaran


"Kenapa? kenapa memandangiku seperti itu? kalau memang kak Jester tidak memiliki ketertarikan juga padaku, dia tidak akan...." ucapan Selena saat itu dipotong oleh Camilla


"Kencan denganmu? tolong seseorang sadarkan wanita gak tahu diri ini, Jester itu orang yang memiliki sifat tidak ingin menyakiti hati orang. Aku, Luke, Harry dan bahkan Naomi paham ini" dengan suara yang terdengar kesal Camilla mengatakannya, Selena menundukkan kepalanya dan air matanya pun jatuh ketika itu.


"Bohong... kamu bohong Camilla.... aku tidak akan mempercayai kata - katamu lagi..." timpal Selena terbata, suara seraknya saat itu membuat Luke dan Harry merasa tidak tega. Keduanya terlihat membuang muka sembari terus mendengarkan perkataan Camilla yang tajam


"Kamu boleh tidak mempercayaiku kata - kataku, tapi fakta itu tidak bisa kamu hindari. Jester tidak pernah memandangmu sebagai wanita sama sekali, mungkin dia memandangmu hanya sebagai adik perempuannya saja" tegas Camilla mengatakannya, Selena menggerbak meja didepan Camilla lalu pergi berlari begitu saja meninggalkan cafe itu.


Harry dan Luke seperti tidak ingin menahan Selena dan membiarkannya pergi dari cafe itu, keduanya hanya menatap Selena beberapa saat dan kembali mengalihkan pandangannya menatap Camilla yang terlihat puas sudah menyingkirkan Selena dari permainannya.


"Aku anggap itu sebagai ancaman, kamu wanita yang sangat berbahaya" celetuk Harry memecahkan keheningan sejak Selena meninggalkan tempat itu


"Aku anggap itu sebagai pujian" timpal Camilla datar


"Langsung saja keintinya, Camilla aku tahu kamu tidak mencintai Jester" ucap Luke dengan sedikit bentakan, walau tersentak namun Camilla tetap berusaha tenang sembari menatap Luke yang berada disebelahnya.


"Ooh iya? darimana kamu mempunyai kesimpulan seperti itu?" tanya Camilla terdengar bingung atas ucapan Luke, Harry memberikan selembar foto kepada Camilla yang dia letakkan diatas meja. Melihat foto itu membuat Camilla pun terdiam dan memperhatikan foto itu dengan sangat serius sampai mengerutkan dahinya, senyum Camilla hilang bersamaan dengan semakin yakinnya dia kalau foto itu asli dan bukan editan.


"Setidaknya kami sedikit memahami apa yang sedang kamu rencanakan" ucap Luke dengan tekanan, Camilla pun tiba - tiba merobek foto itu menjadi bagian - bagian kecil.

__ADS_1


"Kalian tidak punya bukti" ucap Camilla terdengar menang, namun Luke dan Harry tersenyum sini sembari mengeluarkan kembali foto lainnya yang isinya sama.


"Kamu pikir kita bodoh? kami punya banyak foto seperti itu" celetuk Harry, Camilla kembali mengambil foto yang ada ditangan Harry dan Luke lalu merobeknya. Namun lagi - lagi Luke dan Harry mengeluarkan beberapa lembar foto yang sama dihadapan Camilla, walau kesal Camilla tidak putus asa dan kembali merobek foto - foto itu satu per satu.


"Hentikan Camilla!!" bentak Luke saat itu terdengar sangat marah, Camilla mengalihkan pandangannya dan tersenyum sinis


"Kenapa? ini semua foto yang kalian punya kan? jika aku merobek semua foto - foto ini maka kalian tidak akan mempunya bukti untuk mengancamku" dengan sinis Camilla mengatakannya, namun  Luke dan Harry menggebrak meja secara bersamaan sembari sedikit meneteskan air matanya.


"Bukan! ini semua uang jajan kami selama sebulan bodoh! kamu sobek pun kami tetap bisa mencetaknya dengan meminjam uang pada seseorang, tapi apa kamu tega membiarkan kami tidak makan selama sebulan?! apa ini setimpal?!!" dengan suara yang serak ingin menangis Harry mengatakannya, Camilla menjauhkan tumpukan foto itu dari hadapannya dan menopang kepalanya dengan tangan sembari membuang muka menatap jendela yang mengadap jalan perkotaan.


"Dasar cowok kere" celetuk Camilla terdengar kesal, Luke dan Harry pun menyeka air matanya yang keluar karena melihat banyaknya foto yang Camilla sempat robek saat itu.


"Kalian... darimana mendapatkan foto ini?" tanya Camilla kesal


"Kamu tidak perlu tahu darimana kami dapatkan, tapi posisimu sudah tidak seaman yang kamu pikirkan!" jawab Luke dengan emosi, Camilla kembali menatap Luke dan Harry secara bergantian.


"Three Musketeers tidak bisa diremehkan, kalian bukan hanya sekumpulan pecundang kampus dan julukan itu bukan cuma isapan jempol belaka. Tidak aku sangka kalian bisa mengancamku seperti ini" ucap Camilla terdengar pasrah, Camilla saat itu terlihat menyerah dan menunggu untuk negosiasi yang akan ditawarkan Luke dan Harry padanya.


"Pujian dari ular sepertimu membuat kami tersanjung, sungguh" timpal Harry,  dengan helaan nafas Camilla terlihat siap untuk negosiasi.


"Baik, apa mau kalian?" tanya Camilla tenang, Luke dan Harry bertatapan mata sebelum merespon pertanyaan Camilla.


"Jauhi Jester" tegas Luke, Camilla menggelengkan kepalanya beberapa kali merespon perkataan Luke.


"Tidak bisa, foto itu tidak akan membuatku mundur dari Jester walau pada akhirnya Jester akan marah padaku" tolak Camilla tegas, Harry dan Luke seperti tidak memiliki pilihan lain dan menarik nafas dalam - dalam untuk kembali menawar.


"Baik, setidaknya jauhi Jester sampai waktu yang kami tentukan" Harry menekan Camilla, saat itu Camilla terlihat berfikir keras sembari menatap langit - langit cafe dan kemudian kembali mengalihkan pandangannya menatap Harry.


"Berapa lama? aku tahu mereka akan dinikahkan sebelas bulan lagi, aku tidak bisa menunggu sampai pernikahan itu terjadi" tanya Camilla dengan tenang


"Setidaknya enam bulan dari sekarang" jawab Harry, Camilla menggelengkan kepalanya beberapa kali


"Tiga bulan" ucap Camilla singkat, Harry nampak kesal melihat Camilla yang masih berani untuk tawar menawar dengan mereka


"Lima bulan! ambil atau tidak sama sekali!" ucap Harry dengan kesal, namun Camilla lagi - lagi menggelengkan kepalanya


"Empat bulan dan aku akan terima tanpa melakukan apapun selama empat bulan itu, namun jika lima bulan aku pasti merencanakan sesuatu walau bukan aku yang akan turun tangan langsung" ancam Camilla saat itu, hal itu membuat Luke habis kesabaran.


"Dasar rubah betina!! seharusnya kamu tidak punya kesempatan untuk menawar!!" bentak Luke kepada Camilla, namun Camilla kembali membuang muka menatap jendela yang menghadap jalan perkotaan.


"Luke hentikan, ini negosiasi yang penting untuk kita" timpal Harry sembari menarik Luke menjauhi Camilla, diempat meja sebelah Camilla saat itu Luke dan Harry nampak berdiskusi.


"Tenang Luke, empat bulan bukan waktu yang buruk. Ingatkan empat bulan lagi band kita akan tampil?" Harry berusaha menenangkan Luke yang emosi pada Camilla, Luke pun membenturkan kepalanya beberapa kali untuk meredakan emosinya.


"Kamu benar, ayo kita teruskan negosiasi ini!!" Luke berdiri penuh semangat dengan gaya sok cool, kemudian Luke dan Harry kembali berjalan mendekati Camilla yang menunggu mereka berdiskusi.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat diskusi Luke dan Harry saat itu, seorang wanita nampak memperhatikan Luke dari kejauhan. Wanita itu menarik lengan temannya sembari menunjuk Luke saat itu, beberapa teman wanita itu pun ikutan menatap Luke dan terlihat raut wajah penasaran dari semua teman wanita yang sedari tadi memperhatikan Luke.


__ADS_2