Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Keraguan


__ADS_3

Sebulan penuh berlalu, kehidupan terus berjalan dengan sangat baik. Jester kini menjadi seorang presiden direktur dari Gates Family Grup yang sebelumnya dipimpin oleh Arthur, ditemani oleh William yang menjadi tangan kanannya dan bertugas menjadi pengganti Julius. Dimasa kepemimpinan Jester, Gates Family Grup pun berubah menjadi sebuah perusahaan yang bersikap lebih ramah daripada saat Arthur memimpin. Semua pekerja merasakan perubahan yang signifikan dan mereka pun merasa bahagia bekerja dibawah kepemimpinan Jester, media pun memberitakan perubahan Gates Family Grup dengan hal - hal yang positif.


Disisi lain, Jester tetaplah seorang mahasiswa disebuah universitas swasta terkenal. Kehidupan kampus Jester masih terus berjalan bersama dengan kekasih dan para sahabatnya, ya... Naomi, Luke, Harry, Justin, Grece, dan juga Selena masih terus menjalani kehidupan mereka bersama Jester seakan tidak ada perubahan status yang melekat pada Jester sebagai presiden direktur Gates Family Grup.


Jester dan Naomi kini semakin erat dengan media yang dimiliki oleh keluarga Werner, memanfaatkan pertemanan diantara Jester, Naomi dan Grece membuat Werner Grup memiliki kontrak eksklusif untuk memberitakan hubungan antara Jester dan Naomi. Netizen pun seakan menikmati berita itu dengan sangat baik, jumlah pengikut Jester semakin meningkat dan mengukuhkan Jester sebagai selebgram baru dengan jumlah pengikut sebanyak 6,5juta followers.


Tidak hanya Jester, kini Luke pun membuntuti Jester dengan jumlah pengikut sebanyak 5,5juta berkat tersebarnya hubungan Luke dengan Sarah. Meski kini posisi couple goal milik Sarah dan Luke kalah dari pasangan Jester dan Naomi, namun saat ini Sarah lebih menikmati hari - harinya menemani Arthur dan Julius di kediaman besar Gates. Ya... berkat rayuan Sarah yang membuat Arthur dan Julius untuk memutuskan tetap tinggal dikediaman besar Gates.


Sebagai imbalan Arthur dan Julius memberikan syarat kepada Sarah ketika itu agar keduanya tidak meninggalkan kediaman besar Gates, yaitu meminta Sarah untuk menyematkan nama Gates dibelakang namanya menggantikan nama Arielle. Walau awalnya Sarah berat hati menerima permintaan itu, namun lambat laun dengan semakin eratnya hubungan Arthur dan Julius dengan Sarah membuat Sarah kini dapat menerima dengan senang hati.


Kehidupan yang datar dan terkesan biasa saja dijalani oleh Harry bersama pasangannya bernama Anna, tidak seperti kedua sahabatnya yang berpacaran dengan seorang selebgram yang tentunya membuat kedua sahabatnya itu tidak bisa dijauhkan dari media sosial. Harry dan Anna menjalani kehidupan mereka selayaknya pasangan pada umumnya, namun Harry begitu menikmatinya karena privasi mereka terjaga dan tanpa beban diliput oleh media.


Dengan penampilan yang masih terlihat tomboi, Selena menjalani kesehariannya selama sebulan ini hanya dengan belajar, belajar dan belajar. Hubungannya dengan Naomi yang tidak lagi sama dan mulai berjarak membuat Selena menghabiskan waktunya hanya dirumah saja, terkadang Selena keluar rumah hanya untuk kuliah dan mengunjungi makam Luna. Berkunjung ke makam sahabatnya itu membuat Selena sedikit terhibur karena sering kali dia bercerita banyak hal disana.


Sepasang kekasih yang juga tidak kalah kompak dan mesra, Justin dan Grece menghabiskan hari - hari mereka dengan mematangkan rencana band mereka. Grece yang saat itu diserahi kuasa penuh untuk memberitakan tentang Jester dan Naomi semakin bersemangat membuat narasi yang akan disiarkan setiap harinya, tentu saja dengan bantuan Justin agar skenario Grece tidak berlebihan. Grece yang selalu tergesa - gesa dalam mengambil keputusan, dengan bantuan Justin membuat semua ide - ide Grece tertata rapih.


Sebulan penuh dengan suasana yang tenang dengan aktifitas mereka masing - masing....


Ya....


Semua kemudian dimulai kembali ketika Jester dan Naomi mendatangi rumah sakit Scott untuk menjenguk Evans yang saat itu masih terbaring lemah disalah satu kamar vvip, dengan membawa bucket bunga mawar merah... Naomi membuka pintu kamar dan garis senyum langsung terlihat di bibirnya ketika melihat Evans duduk bersandar di kasur sedang disuapi bubur oleh Naoko.


"Ayah..." sapa Naomi ketika itu, Evans dan Naoko secara bersamaan mengalihkan pandangannya menatap Naomi dan Jester yang hendak masuk kedalam kamar.


"Selamat datang Jester... Naomi..." dengan senyum penuh kehangatan Evans mengucapkannya, Jester membungkukkan badannya sejenak memberi hormat pada Evans dan Naoko sebelum akhirnya masuk dan berjalan dibelakang Naomi untuk mendekati tempat Evans sedang terbaring lemas.


"Selamat siang Ibu ayah...." ucap Jester dengan hangat, kehangatan suara Jester membuat Evans dan Naoko pun tersenyum menyambut salam Jester.


"Selamat siang Jester, senang melihatmu meluangkan waktu untuk menjengukku ditengah kesibukanmu" timpal Evans


"Aah tidak juga, papa sangat membantuku dalam segala hal sehingga aku punya lebih banyak waktu luang akhir - akhir ini" ucap Jester dengan sedikit suara tawa yang terdengar


"Aku yakin Will sedang kesal karena dirinya harus disibukkan dengan hal - hal yang sangat dibencinya" ucap Evans yang ikut tertawa ketika mendengar ucapan Jester, hampir bersamaan Jester, Naomi, dan Naoko pun tertawa bersama.


Evans memang sahabat William yang sangat memahami semua perilaku dan perasaan William, tak heran jika saat ini dia mampu merasakan apa yang dirasakan sahabatnya itu. Hal itu pula yang membuatnya merasa lega melihat putri kesayangannya berdampingan dengan putra dari sahabatnya itu.


"Ooh iya ayah, aku tidak bisa menjenguk ayah besok..." celetuk Naomi, wajah heran Evans dan Naoko pun terlihat ketika mendengar perkataan Naomi.


"Ada apa?" tanya Naoko dengan nada yang terdengar heran, Jester dan Naomi sejenak saling menoleh dan menatap satu sama lain sebelum akhirnya Naomi kembali menatap Naoko dan Evans bergantian.

__ADS_1


"Ini tentang aku yang akan mengisi acara di acara live talk show milik salah satu stasiun televisi Werner Grup, Grece anak dari tuan Turner Werner memintaku untuk menjadi bintang tamu" jawab Naomi dengan meyakinkan, Evans pun tersenyum penuh kebanggaan mendengar jawaban Naomi.


"Pergilah Naomi, ayah akan menonton mu dari sini" timpal Evans dengan nada yang terdengar senang mendengar kabar itu.


Mendengar perkataan Evans membuat Naomi bimbang dan merasa bersalah, bagaimana pun acara yang akan dia bintangi adalah acara dimana Naomi akan membuka topeng yang selama ini dia gunakan untuk memenuhi keinginan Evans dan Naoko. Perlahan Naomi menoleh menatap Jester dengan wajah bimbangnya, Jester yang mengetahui perasaan Naomi pun hanya bisa menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Ayah, bisa kita bicara berdua?" tanya Jester tiba - tiba, perkataan Jester membuat Naomi terkejut.


"Jester?" celetuk Naomi dengan nada yang terdengar heran dan terkejut


"Ada apa? apa yang sedang kalian sembunyikan?" tanya Naoko penuh curiga, sejenak Jester dan Naomi mengalihkan pandangannya menatap Naoko.


"Tidak ada yang aku sembunyikan ibu, tapi aku membutuhkan kebijaksanaan ayah dan berbagi pandangan" jawab Jester sembari tersenyum menatap Naoko


"Ayah mengerti, biarkan aku dan Jester bicara berdua" timpal Evans dengan senyum yang terlihat merekah, sejenak Naomi dan Naoko hanya terdiam menatap Evans.


"Aku pergi dulu Evans san..." dengan lembut Naoko mengucapkannya sembari berdiri dari duduknya dan menaruh piring disebuah meja, Naoko dan Naomi berjalan keluar kamar bersamaan. Setelah pintu tertutup sempurna, Jester berjalan mendekati Evans lalu duduk di kursi yang sebelumnya digunakan oleh Naoko. Dengan satu tarikan nafas, Jester seakan bersiap untuk berbicara berdua dengan Evans dari hati ke hati.


"Apa ini tentang wanita yang kamu cintai sebelum bersama Naomi?" celetuk Evans tiba - tiba ketika Jester hendak mengucapkan kalimat pertamanya, dengan wajah terkejut Jester terdiam menatap Evans.


"Atau ada hal lain yang ingin kamu katakan pada ayah?" tanya Evans dengan suara yang terdengar ramah


"Apa kamu sudah berubah tentang pandanganmu terhadap Naomi?" tanya Evans dengan sedikit suara tawa yang terdengar, Jester sedikit terkejut dengan respon dari Evans.


"I..iya ayah, aku sudah berubah tentang itu. Mungkin aku pria buruk yang merubah pandangannya tentang cinta hanya karena hal - hal sepele. Tapi itu yang aku rasakan sekarang, aku mencintai Naomi dan sudah melupakan tentang cintaku pada wanita yang pernah aku katakan pada ayah" jawab Jester masih dengan suara yang terdengar menyesal, Evans menghela nafasnya sejenak.


"Apa kamu sudah katakan itu pada Naomi?" tanya Evans


"Eeh... jika maksud ayah aku sudah menembaknya... yah... aku sudah katakan itu" jawab Jester dengan sedikit malu - malu


"Aku harap pernyataan cintamu membuat Naomi senang, hanya itu yang ayah inginkan dari Naomi" timpal Evans terdengar lega


"Naomi selalu membuat aku kagum, dia wanita yang kuat dan selalu menopang ku untuk tetap berdiri tegak. Sejujurnya aku merasa aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan tanpanya" ucap Jester, Evans pun tertawa mendengar perkataan Jester.


"Naomi kecilku wanita yang kuat?" dengan suara tawa yang berusaha ditahan saat Evans mengatakannya, Jester pun terkejut dengan perkataan Evans.


"Aku.. benarkan?" tanya Jester terdengar bingung


"Saat dia kecil, dia sangat lengket denganku dan sebenarnya dia sedikit cengeng" jawab Evans

__ADS_1


"Hah?! tidak mungkin, itu tidak seperti yang aku dengar dari Naomi" terkejut Jester saat mengucapkannya, Evans kembali tertawa melihat wajah kaget Jester.


"Sebenarnya aku tidak bisa mengingat berapa kali dia menangis hanya karena ketakutan ketika bertemu serangga, takut akan kegelapan dan hal - hal remeh lainnya... saat malam hari pun seringkali Naomi masuk kedalam kamar untuk meminta tidur bersama denganku dan Naoko karena dia takut untuk tidur sendiri" ucap Evans mengingat masa kecil Naomi


"Kadang kita akan kehilangan, kadang kita akan jatuh. Kita tahu kalau kita ini lemah dan rapuh, namun kita masih bisa bangkit lagi dan lagi untuk mengejar kebahagiaan kita. Itulah kehidupan manusia... potensi kita menjadi seorang manusia itu terletak pada kenyataan itu, kita masih bisa bahagia di titik terendah lalu belajar menerima keadaan" Evans melanjutkan perkataannya dan membuat Jester terdiam sejenak mencerna perkataan Evans, perlahan pandangan Evans menatap jendela kamar yang dapat melihat cerahnya langit pada siang itu.


"Naomi terlihat sedang berusaha menjadi sosok yang bukan dirinya dan aku tidak tahu mengapa dia seperti itu, tapi dia tidak bisa terus bersikap seperti itu selamanya... karena dicintai orang lain dengan topeng yang dia gunakan hanya akan menyakiti diri sendiri. Sebagai ayahnya aku merasa khawatir tentang itu, karena itu...." Evans menggantung kalimatnya lalu berbalik meraih tangan Jester, menggenggam tangan Jester dengan begitu erat lalu menundukkan kepalanya dihadapan Jester.


"... Aku memintamu, kumohon... kumohon untuk selalu menjaga Naomi kita..." pinta Evans dengan terus menggenggam erat tangan Jester, dengan wajah terkejut Jester seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya siang itu.


Mendengar cerita Evans membuat Jester sadar bahwa Evans begitu mencintai Naomi dan ingin yang terbaik untuk Naomi, muncul keraguan dalam hati Jester tentang rencana yang akan dilakukan Naomi. Namun Jester berada didalam posisi dilema yang membuatnya hanya mampu mengutarakan besarnya cinta yang ia miliki untuk Naomi kepada Evans dan berjanji untuk selalu menjaga Naomi.


"Aku... mencintainya..." terbata Jester mengucapkannya, tangan Jester pun menggenggam erat tangan Evans. Perlahan Evans mengangkat kepalanya dan menatap mata Jester dalam - dalam, seketika Evans melihat keseriusan Jester saat mengucapkannya.


"Aku sangat mencintai Naomi melebihi rasa cintaku pada siapapun sebelumnya" tegas Jester mengucapkannya dihadapan Evans, keduanya terdiam beberapa saat sembari saling terus menatap. Setelah beberapa saat, Evans pun tersenyum lega.


"Ucapan itu sudah sangat cukup untukku, sekarang aku merasa tidak memiliki beban lagi ketika waktuku sudah tiba" dengan suara yang terdengar lega Evans mengatakannya, hal itu malah membuat Jester panik.


"Jangan berkata seperti itu ayah!!" dengan nada yang terdengar panik Jester mengucapkannya, Evans pun tertawa melihat kepanikan Jester dan seakan menikmati melihat wajah panik Jester.


Setelah beberapa saat bicara santai berdua, Jester pun keluar dari kamar Evans. Tepat didepan pintu kamar terlihat Naomi yang tertunduk sedang duduk disebelah Naoko, suasana canggung terasa kental sekali saat melihat ibu dan anak perempuannya itu duduk bersama.


Hampir bersamaan Naoko dan Naomi pun mengalihkan pandangannya menatap Jester yang menutup pintu secara perlahan, Naomi dan Naoko berdiri secara bersamaan hendak berjalan menyambut Jester namun Jester lebih dulu berjalan mendekati Naomi dan Naoko.


"Apa yang kamu bicarakan dengan ayah?" tanya Naomi penasaran


"Tidak ada hal penting" jawab Jester singkat


"Apa Evans san masih bangun?" tanya Naoko memastikan kondisi Evans, dengan gelengan kepala Jester merespon pertanyaan Naoko.


"Ayah sedang tidur bu, kata ayah efek obatnya sangat kuat sehingga kadang - kadang membuatnya tertidur secara tidak sengaja" jawab Jester, dengan helaan nafas Naoko merespon jawaban Jester.


"Aku harap kamu sempat untuk mendapatkan jawaban dari Evans san tentang pertanyaan mu" timpal Naoko, Jester pun tersenyum mendengar ucapan Naoko.


"Tentu, bisa kita pulang Naomi?" tanya Jester kepada Naomi, dengan anggukan kepala Naomi menjawab pertanyaan Jester


Keduanya pun berpamitan pada Naoko lalu segera berjalan menuju parkiran rumah sakit hendak pulang, namun diluar rumah sakit tiba - tiba Naomi menghentikan langkahnya. Merasakan Naomi yang menghentikan langkahnya membuat Jester juga berhenti lalu berbalik menatap Naomi yang berdiri dibelakangnya, dengan wajah bingung Jester menatap Naomi yang tertunduk.


"Apa yang kamu katakan pada ayah?" tanya Naomi dengan sedikit tekanan, Jester menghela nafasnya sejenak sebelum merespon pertanyaan Naomi.

__ADS_1


"Tidak banyak dan sebenarnya aku ingin berbicara ini dengan suasana yang lebih santai... tidak bisakah kita hentikan rencana membuka topeng mu minggu depan?" pinta Jester kepada Naomi, permintaan Jester membuat Naomi terkejut.


__ADS_2