Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Sikap Manis Jester


__ADS_3

Kamis pagi yang cerah, Naomi masih terlihat duduk dipinggiran kasur didalam kamar dengan tangan yang menggenggam handphone milik Jester. Sesekali dia menghela nafasnya seakan ada beban berat yang sedang dia pikirkan, tidak lama setelahnya Jester pun masuk kedalam kamar. Melihat Naomi yang duduk termenung dipojokan kasur menatap jendela kamar membuat Jester penasaran, perlahan Jester mendekati Naomi dan menaiki kasur lalu memeluk Naomi dari belakang.


"Ada apa? kok kamu murung?" tanya Jester dengan lembut, mata Jester pun tertuju pada handphonenya yang digenggam Naomi.


"Apa ada yang kamu temukan dihandphone itu sampai membuatmu murung?" tanya lagi Jester karena Naomi hanya terdiam, perlahan Naomi menoleh menatap Jester dengan raut wajah yang sedih sembari memberikan handphone kepada Jester. Perlahan Jester melepaskan pelukannya dan membaca pesan yang masuk dari Luke, Jester melempar handphonenya kekasur dan kembali memeluk Naomi dengan erat.


"Aku mengerti... tapi maaf, aku tidak bisa menurutimu lagi kali ini" tegas namun terdengar lembut saat Jester mengatakannya, Naomi pun kembali menghela nafasnya.


"Jess... Daniel tidak ada ditempat, aku cuma akan bertemu dengan Becca Beccy dan kedua orangtuanya... apa itu juga tetap tidak boleh?" tanya Naomi memaksa, Jester mencium pipi Naomi beberapa kali.


"Aku selalu menurutimu... tapi tidak bisakah kali ini kamu menurutiku? aku sudah muak melihatmu berhubungan dengan Daniel dan orang - orang disekitarnya" jawab Jester masih dengan ketegasannya, namun Naomi seakan tidak mau menerima permintaan Jester. Dia melepaskan pelukan Jester lalu beranjak dari kasur dan keluar dari kamar, Jester yang melihat Naomi menunjukkan kekecewaannya seperti itu hanya bisa menghela nafasnya.


Tidak lama Jester pun keluar kamar menuju dapur karena terdengar suara seseorang sedang beraktifitas didapur, disana Jester melihat Naomi dengan wajah yang murung sedang mempersiapkan sarapan. Jester berjalan mendekati Naomi lalu kembali memeluknya dari belakang, begitu erat pelukan Jester saat itu sampai Naomi menghentikan aktifitasnya sejenak.


"Apa kamu sudah tidak percaya padaku kalau aku tidak akan kembali lagi berhubungan dengan Daniel?" tanya Naomi terdengar kecewa, Jester pun menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Naomi.


"Aku percaya padamu... cuma aku tidak ingin lagi membuka pintu apapun untuknya, kejadian kemarin sudah cukup buatku hampir kehilangan dirimu"  jawab Jester dengan lembut, perlahan Naomi kembali melepaskan pelukan Jester.


"Naomi.... aku tahu kamu kecewa, tapi aku juga harus tegas untuk sesekali... aku harap kamu bisa mengerti" terdengar sedih Jester saat mengatakannya lalu dia beranjak pergi meninggalkan Naomi didapur, perlahan Naomi kembali memegang pisaunya untuk memotong namun tangannya hanya terdiam.


Naomi pun kembali dibuat bimbang dengan pemikirannya, Jester yang terdengar sedih melihat betapa keras kepalanya dia dan disisi lain Naomi pun tetap ingin Jester untuk mengizikannya pergi menjenguk Becca dihari operasinya. Sempat terdiam beberapa saat dan melamun, tiba - tiba Jester masuk kembali kedapur membawa proyektor dan laptop yang dia arahkan kesalah satu sudut paling gelap diruang makan.


Setelah layar proyektor menyala, Jester mulai melakukan setting di laptop. Naomi yang bingung saat itu hanya bisa terdiam sambil terus menatap apa yang sebenarnya Jester ingin lakukan, setelah beberapa saat melakukan setting mulai terdengar suara dan gambar yang terproyeksi ditembok. Proyektor itu menampilkan panggilan video call kepada Sarah dan Luke yang sedang berada dikamar Becca, disana Naomi melihat Sarah, Luke dan Becca.


***


"Hai Jester, kami baru sampai kamar Becca" sapa Sarah dengan antusias


"Ya.. terima kasih Sarah" sapa balik Jester dengan datar


"Kak Naomi mana? kok gak ada?" tanya Becca dengan sedih, Jester pun menatap Naomi yang masih terdiam dengan mata yang berkaca - kaca menatap Jester.


"Dia ada disini, tunggu ya" jawab Jester dengan datar, Jester pun berdiri mendekati Naomi yang berusaha menahan tangisnya.


***


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu, aku harap kamu mau memaafkanku karena sudah menolak permintaanmu" dengan lembut dan terdengar penuh penyesalan Jester mengucapkannya, Naomi hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali kemudian berlari kecil menabrakkan badannya memeluk Jester.


"Terima kasih.... dan maaf...." ucap Naomi terbata, Jester pun tersenyum sambil mengelus kepala Naomi dengan lembut


"Sana, Becca menunggumu" timpal Jester dengan lembut


Naomi melepaskan pelukan lalu menyeka air mata yang sempat mengalir keluar, dengan senyum manis Naomi menatap Jester lalu segera berlari kecil untuk duduk disalah satu kursi makan menghadap webcam. Disana Becca terlihat antusias melihat Naomi, walau terpisah jarak namun Naomi merasa lega bisa melihat dan mengobrol bersama Becca sambil menunggu jadwal operasinya dilaksanakan. Ditengah asyiknya Naomi mengobrol dengan Becca dan Sarah lewat video call, Jester berpamitan kepada Naomi untuk pergi ngampus.

__ADS_1


Jester berangkat ngampus dengan Mercedes Benz V260 miliknya, namun baginya mobil itu terasa begitu besar jika dipakai hanya untuk dirinya saja. Dengan musik yang mengiringi perjalanannya selama empat puluh menit menuju kampus, Jester masih merasakan kesepian dan sesekali matanya memandang kursi sebelah kirinya dimana Naomi selalu menemaninya dalam perjalanan. Parkiran kampus menjadi tujuan utama Jester saat sampai dikampus, begitu memarkirkan mobilnya dia pun segera berjalan menuju kelas dan kebetulan bertemu dengan Harry disalah satu koridor kampus.


Dikampus Jester dan Harry terlihat mengkuti perkulian dengan tenang, hingga sembilan puluh menit berlalu kemudian mereka berdua berjalan menuju taman tengah kampus. Disana Jester dan Harry duduk bersebelahan, Jester menatap langit dalam lamunannya sedangkan Harry terlihat membuka ChatMe di handphone miliknya. Tidak lama Harry memperlihatkan hasil chating antara dia dengan Luke, terlihat penasaran Jester pun mengambil handphone itu dan membaca pesannya.


***


"Hei rubah, apa Jester akan bermasalah kalau aku berpacaran dengan Sarah?" diterima


"sepertinya tidak, kamu mau pacaran sama dia?" dikirim


"Gimana ya, ini Sarah nempel - nempel terus. Kemarin aja seharian dia dikontrakanku tapi aku gak tahu apa keperluannya" diterima


"Hahaha, sepertinya kamu bakal senasib dengan Jester. Berpacaran dengan selebgram" dikirim


"Itu masalahnya, dia bilang akan menjadikanku selebgram. Entah dia serius denganku atau hanya menjadikanku aset perusahan" diterima


***


Jester dan Harry pun saling menatap dengan senyum sinis, seakan mereka memiliki pemikiran yang sama. Tidak lama Jester kembali menatap handphonenya dan membalas pesan Luke, Harry yang penasaran pun segera menempel pada Jester dan membaca apa yang Jester tulis dan kirim untuk Luke.


***


"Kata Jester, Sarah adalah orang yang mementingkan untung dan rugi. Berarti jelas tujuannya adalah mencari keuntungan darimu" dikirim


"Tentu saja, lebih baik sebelum kejadian kamu dimanfaatkan sebaiknya kamu segera memanfaatkannya. Buat dia jatuh cinta padamu sampai klepek - klepek dimabuk kepayang" dikirim


"Yah kamu tahukan aku gak terlalu pintar dalam hal cinta" diterima


"Tenang Luke, menaklukan seorang selebgram adalah keahlian Jester. Kamu bisa meminta sarannya" dikirim


"Nah itu!! kamu benar, aku akan minta sarannya. Apa kamu ada disisinya sekarang?" diterima


"Iya dia didepanku dan katanya kamu kan ada dirumah sakit tuh, berlututlah dan tembak dia sekarang didepan orang - orang. Tunjukkan kejantananmu, seorang selebgram menyukai hal heboh seperti itu" dikirim


"Hah?!! dasar rubah bodoh! mana mungkin aku melakukannya?" diterima


"Jester sudah berkata, maka lakukanlah" dikirim


***


Lama menunggu namun Luke sepertinya tidak membalas lagi pesan dari Jester dan Harry, ada perasaan kecewa saat itu dihati mereka karena Luke tidak masuk dalam jebakannya. Sejenak mereka berdua terdiam saat Jester mengembalikan handphone Harry


"Hei Jester... kalau terdiam begini bersamamu, aku jadi teringat semua kejadian yang sudah pernah kita alami belakangan ini" celetuk Harry memecahkan keheningan

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Jester bingung, Harry menatap Jester dengan senyum tipis digaris wajahnya.


"Kamu yang dulu jomblo abadi kini mendadak sudah mau menikah dengan wanita secantik Naomi, jujur saja aku dan Luke sempat tidak percaya keberuntungan itu kamu dapatkan ditengah insiden tuan William mengacau di parkiran kampus" dengan sedikit tawa Harry mengatakannya, Jester pun ikut tertawa geli ketika dia mengingat kembali kenangannya dengan Naomi.


"Kamu benar, cintaku pada Camilla mendadak menguap saat kalian menyadarkanku.... tapi hasilnya aku merasa sangat bersalah pada Camilla, aku pernah berjanji akan menunggunya" celetuk Jester ditengah tawa mereka, Harry menghela nafas mendengar perkataan Jester.


"Bagaimana kondisi Naomi?" tanya Harry terdengar khawatir, Jester pun tersenyum senang terlihat lega


"Dia baik - baik saja" jawab Jester dengan singkat, tawa kecil Jester pun terdengar dan membuat Harry pun sejenak ikut tertawa.


"Camilla punya dendam sama Naomi" tiba - tiba Harry mengucapkan sesuatu yang membuat Jester terkejut


"Apa maksudmu?" tanya Jester terkejut, tangan Harry langsung meraba tasnya mencari sesuatu dan ketika ketemu dia langsung memberikannya pada Jester. Sebuah foto selfie dimana Camilla terlihat duduk didepan Daniel yang melingkarkan tangannya diantara bahu Camilla, keduanya terlihat tersenyum bahagia.


"Aku tidak tahu apa memang ada hubungannya atau tidak, tapi Camilla yang mendadak menyerang ketika video mu bersama Naomi viral sungguh membuat aku dan Luke akhirnya menyimpulkan seperti itu" jawab Harry, Jester memperhatikan foto itu dengan seksama.


"Tapi Naomi tidak pernah cerita apapun tentang ini" masih dengan nada yang seakan tidak percaya Jester mengatakannya


"Itu foto yang membuat Camilla tidak berani mendekatimu sampai empat bulan kedepan dan sampai detik ini hanya tersisa tiga bulan lagi" terdengar khawatir Harry mengatakannya, namun Jester seakan tidak peduli dan mengembalikan foto itu kepada Harry.


"Tidak ada masalah, aku sudah punya Naomi sekarang dan sikapku kepada Camilla juga tidak akan seperti dulu" timpal Jester datar, mendengar ucapan Jester yang mengentengkan membuat Harry kesal lalu memukul pundak Jester cukup keras.


"Bodoh! Camilla itu rubah, dia akan melakukan sesuatu untuk menghancurkan hubunganmu dengan Naomi!" dengan bentakan Harry mengatakannya, Jester pun tertawa sinis mendengar kekhawatiran Harry saat itu.


"Aku dan Naomi itu saling mencintai, apa kira - kira rencana Camilla yang bisa menghancurkan hubunganku dengannya?" Jester meremehkan pemikiran panik Harry, dengan wajah kesal Harry menatap Jester.


"Kamu yakin? dulu saja kamu gak bisa merasakan kalau Camilla dan Selena merencanakan sesuatu" tanya Harry menyindir, Jester pun kesal dibuat Harry.


"Itu dulu, aku dibutakan oleh cinta" dengan kesal Jester menjawabnya, Harry tertawa lalu menyerahkan kembali foto Camilla dan Daniel kepada Jester.


"Buat apa aku menyimpan ini?" tanya Jester dengan heran sambil menerima foto itu


"Tanyakan pada Naomi, apa yang dia pikirkan setelah melihat foto itu. Hei Jester, aku cuma merasa perjalananmu dengan Naomi masih menyisakan masalah dengan Camilla. Jadi berhati - hatilah pada rubah itu" jawab Harry dengan serius


Jester dan Harry beranjak dari tempat mereka duduk untuk menuju kelas selanjutnya, disana mereka mengikuti perkuliahan dengan cukup serius karena ada kuis yang dilaksanakan pada hari itu. Dan seperti yang sudah - sudah, Jester menyelesaikannya dengan sangat cepat dan sempurna. Berbeda dengan Harry yang terlihat kesulitan hingga membuatnya frustasi yang dapat dilihat dari raut wajahnya saat menatap lembar soal, Jester menatap Harry dari balik jendela luar kelas sambil tertawa mengejek.


Setelah waktu habis, Harry pun keluar kelas dan mereka berdua berjalan bersama menuju parkiran kampus. Dipersimpangan koridor kampus, Jester dan Harry berpisah. Jester melangkahkan kaki menuju parkiran kampus dan saat itu dia berharap bertemu dengan Selena, sudah seharian ini dia tidak mendapatkan kabar apapun dari Selena dan Luna. Rasa penasarannya saat itu membuatnya sedikit melamun sampai tidak sadar dia melewati mobilnya, begitu tersadar Jester pun tertawa geli karena melakukan hal bodoh seperti itu.


Empat puluh menit perjalanan yang dibutuhkan Jester untuk kembali kerumah, disepanjang perjalanan tiba - tiba Jester teringat kembali kata - kata Harry tentang Camilla dan pemikiran tentang itu mengganggu Jester. Beberapa pertanyaan pun muncul dalam benaknya, ada rasa cemas terhadap Camilla jika tiba - tiba dia merencanakan cara liciknya. Tentu saja Jester tidak mencemaskan dirinya, namun dia lebih mencemaskan bila yang menjadi sasaran Camilla adalah Naomi. Keadaan Naomi yang baru pulih pasca kejadian dengan Daniel membuat Jester takut Naomi akan mengalami hal berat lagi jika Camilla melancarkan apapun aksinya.


Taman cluster perumahan mewah yang mulai terlihat menandakan Jester sudah dekat dengan kediamannya, karena sudah dekat dengan rumah dan akan segera bertemu dengan Naomi maka Jester mulai membuang semua pemikirannya tentang Camilla untuk menghindari wajah cemasnya didepan Naomi. Sesampainya dirumah dengan segera Jester segera memarkirkan Mercedes Benz V260 dengan sempurna digarasi rumahnya. Dengan semangat dan penuh rasa bahagia Jester berusaha menampilkan ekspresi wajah itu saat akan bertemu dengan Naomi, Saat Jester baru turun dari mobil dan melangkahkan kakinya dipelataran rumah... Naomi tiba - tiba membuka pintu rumah lalu berlari dan menabrakkan badannya ke badan Jester. Pelukan Naomi begitu erat, suara tangisnya pun terdengar ditelinga Jester.


"Na... Naomi, kamu... kenapa?" tanya Jester saat itu terbata, dalam pikirannya pun merasa Becca tidak baik - baik saja.

__ADS_1


"Bec... Becca Jess..." terbata Naomi mengatakannya, Jester pun membalas pelukan Naomi dan mengelus kepalanya dengan lembut untuk menenangkan Naomi.


__ADS_2