Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Labirin


__ADS_3

Suasana riuh para mahasiswa mahasiswi menjadi pemandangan yang biasa dikampus pada pagi yang cerah, kesibukan masing masing dari mereka nampak terlihat. Begitu juga dengan Jester yang mengawali paginya dengan penuh semangat di kampusnya, area parkir selalu menjadi tujuan utama Jester saat baru sampai di lingkungan kampus untuk memarkirkan Porsche 911 merah miliknya. Setelah keluar dari mobil dan berjalan menuju kelas, Jester melihat Justin dan Grece sedang mengobrol berdua dengan raut wajah yang serius saat itu. Dengan rasa penasaran tinggi Jester mendekati mereka berdua, walau tentu saja Jester merasa itu adalah kesalahan.


"Pagii" Sapa Jester saat sudah berada dekat dengan posisi Justin dan Grece yang sedang mengobrol, Justin dengan wajah datar menatap Jester sedangkan Grece menatap Jester seperti sedang bertemu seorang artis.


"Waah panjang umur! Jester kemarilah!!" sapa Grece dengan semangat, Jester mendadak menyesal sudah mendekati mereka karena merasakan aura - aura masalah baru.


"Pasti masalah baru..." Celetuk Jester, Justin tertawa menatap Jester yang terlihat menyesal sudah menyapa mereka. Grece menunjukkan sebuah selebaran tepat di depan wajah Jester, Jester yang kesal langsung mengambil selebaran itu dan membacanya. Di dalam selebaran terdapat informasi akan dilaksanakan festival band yang langsung di selenggarakan oleh salah satu televisi yang tergabung dalam Werner Grup tepat dimana orang tua Grece pemilik saham mayoritasnya.


"Papa ku akan mengadakan festival ini, jadi aku rasa kita bisa segera latihan dan memenangkan festival ini!" Grece mengatakannya dengan antusias tinggi, Jester masih menatap Grece dengan kesal.


"Tapi... bukannya malah jadi seperti nepotisme" tanya Justin sembari menatap Jester mencari dukungan, Jester mengangguk - angguk sembari menatap Justin.


"Kamu benar" Jester menegaskan perkataan Justin, Grece mendadak kesal saat itu karena Justin dan Jester tidak mendukung rencananya.


"Engga donk!! gimana sih? kan kita punya daya tarik Naomi dan walau tidak menarik tapi kemampuan Jester bisa kita andalkan" ucap Grece memberi alasan pada Justin dan Jester kalau mereka bisa menang murni tanpa bantuan dari Turner, namun alasan Grece membuat Jester marah.


"Apa maksudmu aku tidak menarik?!" Jester kesal dengan kata - kata Grece, namun Grece tidak merespon kemarahan Jester dan malah membuang muka.


"Gak salah sih, tapi bagaimana dengan Naomi? apa dia akan setuju bermain sebagai Naomi? menurutku dia akan menolak dan tetap bermain sebagai Aoi" ucap Justin dan Jester pun seperti mengamini pernyataan Justin saat itu dengan mengangguk beberapa kali, Grece terdiam dengan wajah datar beberapa saat sambil tetap menatap Justin tanpa sepatah katapun.


"Aaaaa... aku lupa!! kenapa aku tidak kepiran itu?!" tiba - tiba Grece panik dan berjalan kesana - kemari, Justin tertawa melihat Grece yang tiba - tiba panik namun Jester kesal menatap Grece.


"Kamu ini benar benar modal tabrak tanpa mikir panjang ya" Jester tidak percaya kalau Grece tidak memikirkan sejauh itu, Grece semakin menunjukkan kepanikannya saat itu.


"Bagaimana ini... bagaimana ini... aku ingin bermain dengan Naomi bukan dengan Aoi..." Grece terlihat bingung dan meratap dipojokan tembok kampus, Justin tertawa melihat sikap Grece namun Jester kembali membaca selebaran yang tadi Grece berikan padanya.


"Emang apa bedanya sih?" tanya Jester tidak paham kenapa Grece membutuhkan Naomi, Justin menatap Jester yang terlihat bingung.


"Menurut selebaran itu, penilaian akan dihitung dengan voting di Ingram. memanfaatkan follower Naomi yang banyak itu akan menguntungkan kita" jawab Justin menjelaskan secara singkat kepada Jester, namun Jester terlihat masih tidak mengerti.


"Tapi kalau kita bermain dengan baik, bukannya tetap kita yang akan menang?" tanya Jester, Justin sedikit tertawa mendengar pertanyaan Jester.


"Tidak salah tapi misalkan saja lawan kita ada yang selebgram seperti Naomi, maka mengandalkan jumlah followerku, Grece, Selena dan kamu saja tidak akan mampu melawan satu selebgram. kadang seberapa jelek kamu bermain tapi jika kamu punya pengikut setia, sistem vote ingram begini pasti akan menguntungkan bagi selebgram" jelas Justin lagi, Jester terlihat mulai paham mengapa Grece berharap Naomi tidak menyamar saat mengikuti festival itu.


"Dasar kamu cowok anti medsos, kudet amat sih" sindir Grece menatap Jester dengan tatapan merendahkan Jester, Justin tertawa dengan perkataan Grece.


"Kamu lama lama nyebelin ya" respon Jester kesal, kemudian mereka bertiga terdiam beberapa saat sembari memikirkan cara agar Naomi bisa tampil sebagai Naomi dan bukan Aoi.


"Mungkin aku bisa bicarakan dulu dengan Naomi" Jester mencoba untuk mencari kemungkinan, perkataan Jester membuat Justin dan Grece terlihat senang.


"Benarkah Jester?! tolong ya~" Grece merayu Jester agar mau membujuk Naomi, bagi Grece saat ini yang dapat memengaruhi keputusan Naomi hanya Selena dan Jester.


"Iya iya... tapi sekarang aku ada kelas, aku duluan ya" Jester meninggalkan mereka berdua namun didalam kepalanya Jester masih ragu kalau Naomi akan menerima.


Setelah mengikuti dua mata kuliah yang Jester ikuti pada hari itu, Jester terlihat keluar dari kelas bersamaan dengan Harry dan pacarnya yang terlihat akan pulang lebih dulu. Jester berjalan menuju parkiran kampus sambil menatap handphonenya untuk menelepon Naomi, namun Naomi tidak mengangkat telepon itu dan mendadak Selena mengagetkan Jester dari belakangnya.


"Siang kak!!" Selena agak berteriak saat itu dan membuat Jester terkejut dan hampir saja menjatuhkan Handphonenya, dengan sigap Jester menangkap handphone nya agar tidak terjatuh. Dengan wajah marah Jester berbalik dan menatap Selena yang tertawa dibelakang Jester.


"Selena! jangan seperti itu!" Jester membentak Selena namun Selena hanya tertawa melihat reaksi Jester, Selena lalu tersenyum manis menatap Jester.


"Hehehe... maaf kak... sedang telepon siapa?" tanya Selena, Jester dengan wajah kesal menatap Selena.


"Naomi, tapi karena kamu disini berarti Naomi tidak jauh dari sini kan?" tanya balik Jester, namun Selena menggeleng - gelengkan kepalanya beberapa kali.

__ADS_1


"Eemm... tidak juga, hari ini Naomi titip absen padaku" Selena medadak terlihat sedih, Jester tertawa sinis saat mendengar jawaban Selena.


"Waah selebgram sepertinya pun suka bolos ya" tanpa beban Jester ketakan itu berniat menyindir Naomi didepan Selena sahabatnya, Selena kesal mendengar perkataan Jester.


"Bukan gitu... tadi dia udah sampai sini bersama ku sampai tiba tiba... Daniel meneleponnya" walau wajah Selena terlihat kesal, namun nadanya bicaranya masih menunjukkan kesedihan.


"Ooh gitu, apa mereka ketemu ditaman lagi?" tanya Jester penasaran, Selena kembali menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Tidak. Biasanya kalau mereka bertemu pagi - pagi seperti ini, Daniel mengajak Naomi kerumah orang tuanya di luar kota" jawab Selena menatap wajah Jester, mendengar jawaban itu membuat Jester terlihat bingung.


"Hmmm berarti aku tidak bisa menemuinya dalam waktu dekat, kamu aja deh gapapa" celetuk Jester merespon jawaban Selena, Selena terlihat bingung karena Jester seperti membutuhkan pertolongannya.


"Ada apa?" Selena penasaran dengan celetukan Jester


"Grece mengajak kita untuk ikut festival band, aku agak kurang paham detail pastinya tapi band kita membutuhkan Naomi bukan Aoi" jawab Jester, Selena tertawa mendengar perkataan Jester.


"Itu gak mungkin.... Naomi jelas akan menolaknya tanpa pertimbangan" dengan tegas Selena mengatakannya, Jester terlihat heran sembari menatap langit - langit gedung kampus.


"Kenapa ya Naoko San melarang Naomi bermain band?" tanya Jester dengan penuh rasa penasaran, Selena terdiam sesaat dan hanya menatap Jester dengan tatapan datarnya.


"Hmm... mungkin band tidak mencerminkan sesuatu yang anggun selayaknya putri raja, hanya itu yang bisa aku pikirkan sejak kejadian itu" jawab Selena yang masih menatap Jester dengan datar, Jester terlihat penasaran dan mengalihkan pandangannya menatap Selena.


"Kejadian itu?" tanya Jester, Selena tersenyum melihat wajah penasaran Jester.


"Eeeh kak Jester penasaran, haha. tidak akan aku beritahu" Selena berlari menjauhi Jester, saat itu Jester terkejut karena Selena mendadak berlari. Bagi Jester hal seperti ini sudah tidak lazim dilakukan oleh remaja sepertinya dan Selena, namun entah mengapa ada perasaan senang di hati Jester melihat tingkah Selena yang kekanakan itu.


"Heii!" Jester mengejar Selena, keduanya tertawa bersama saat bermain kejar - kejaran hingga beberapa saat akhirnya Jester berhasil menggenggam lengan Selena dan menghentikan langkahnya. Selena tersenyum saat berbalik menatap Jester, nafas Selena terengah - engah saat itu namun Jester tidak terlihat capek sama sekali.


"Aku penasaran, nanti aku gak bisa tidur semalaman tahu" Jester mengatakannya sembari tertawa menikmati momen itu, Selena pun tertawa namun nafasnya malah semakin tidak beraturan.


"Syarat apa?" tanya Jester masih dengan senyuman yang merekah diwajahnya


"Kita kencan hari ini ke Festival Squere, turuti semua mau ku ditempat itu dan aku akan ceritakan semuanya" sambil tersenyum manis Selena mengatakannya, Jester melepaskan genggamnnya dari lengan Selena dan mendadak senyum Jester menghilang.


"Tapi sebenarnya aku gak terlalu tertarik sih, jadi aku akan menolak" tanpa pikir panjang Jester menolak, Selena terlihat sedih saat Jester mendadak tidak tersenyum dan menolak permintaannya.


"Aaaa~ curang.... jadi kak Jester sebenarnya tidak tertarik?!" dengan nada kesal namun raut wajah yang sedih Selena mengatakannya, Jester mengelus kepala Selena beberapa kali dan membuat Selena terkejut sampai wajahnya memerah.


"Tapi aku akan tetap bersedia menemanimu kesana, hitung hitung sebagai permintaan maafku" Jester berjalan melewati Selena menuju parkiran kampus, mendengar itu Selena kembali terkejut.


"Apa itu termasuk kak Jester akan turuti semua mau ku ditempat itu?" tanya Selena sambil berbalik menatap Jester yang berjalan menjauhi Selena


"Tentu, tunggu apa lagi? ayo berangkat" Jester menoleh dan tersenyum menatap Selena yang ada dibelakangnya, Selena tersenyum lalu berlari mendekati Jester dan merangkul lengannya. Mereka berdua nampak mesra saat itu sampai tidak sadar dari kejauhan terlihat Camilla bersama kedua temannya sedang memperhatikan Jester dan Selena, dari kejauhan itu Camilla mencoba menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi.


"Huh? Jester dan junior yang kemarin itu? bukankah dia yang bersama Naomi? selingkuh?" gumam Camilla sembari terus menatap Jester dan Selena berjalan menuju parkiran kampus


"eeh bukankah itu Jester? kenapa dia bermesraan dengan wanita lain?" tanya teman wanita Camilla yang berada dibelakang Camilla


"Iya ya, dia kan pacar Naomi Scott. Aku kira Jester itu tipe pria yang setia, untung kamu menolaknya Camilla" teman wanitanya yang lain ikut menimpali


"Apa bagi kalian itu seperti berpacaran?" tanya Camilla kepada keduanya


"Kalau tidak punya hubungan semacam itu bagaimana mungkin sampai seperti itu" dengan tegas teman Camilla menjawab

__ADS_1


"Bodoh, kalian itu terlalu polos jadi wanita" gumam Camilla sembari pergi meninggalkan teman temannya yang terlihat bengong melihat Camilla tiba - tiba menunjukkan wajah yang marah.


FESTIVAL SQUERE tulisan berwarna warni seperti pelangi itu dengan font huruf besar yang terpajang pada pintu masuk sebuah wahana dan taman hiburan mengalihkan perhatian Selena. Bianglala yang begitu tinggi, taman labirin, roller coaster, permainan menembak hadiah dan banyak lagi wahana lainnya menjadi tujuan banyak orang untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat hiburan bersama keluarga maupun pasangan. Siang yang cerah di festival squere Jester dan Selena telah berada ditengah kerumunan orang orang yang juga menikmati tempat itu, Selena sangat senang terlihat dari wajahnya yang berseri - seri sampai membuat Jester tersenyum sendiri melihat tingkah Selena. Bagaikan anak kecil yang mendapatkan balon, Selena sangat antusias melihat - lihat sekitaran festival squere


"Wuuaah... sudah lama aku tidak kemari, banyak tempat permainan baru ya" celetuk Selena dengan girang, Selena terlihat berlari agak jauh di depan Jester.


"Benarkah? aku tidak menyadarinya" Jester berusaha mengingat saat Jester terakhir kali mengunjungi festival squere


"Kapan kakak terakhir kesini?" tanya Selena berbalik menatap Jester


"Entahlah, saat masih SMA mungkin bersama Luke dan Harry" jawab Jester masih mencoba mengingat dengan baik kapan terakhir dirinya mengunjungi festival squere, Selena tersenyum mendengar jawaban Jester.


"Baguslah, berarti bukan pengalaman bersama wanita kan. Aku wanita pertama setelah sekian lama sejak kakak tidak kesini" Selena nampak bangga mengatakannya, senyuman manis Selena membuat Jester terpesona


"Eeeh... yah bisa dibilang seperti itu sih tapi sejauh yang aku ingat memang kamu satu - satunya wanita selain ibu yang kemari bersamaku" Jester terbata karena malu sambil menggaruk dahinya, Selena tertegun dan terdiam sesaat mendengar jawaban Jester.


"Baik, sesuai janji. saat ini aku mau bermain itu" Selena menunjuk Roller Coster sembari membuang muka karena tidak ingin wajahnya yang memerah dilihat oleh Jester, tiba - tiba Selena menarik Jester kesana kemari untuk menikmati satu per satu wahana yang ada di tempat itu.


Keduanya terlihat menikmati kebersamaan mereka berdua, Jester juga memenangkan berbagai permaianan ketangkasan sampai mendapatkan banyak hadiah boneka lalu memberikan semuanya pada Selena walau pada akhirnya Jester juga yang membawa hadiah hadiah itu. Makan dan minum bersama di cafetaria sembari tertawa bahagia bersama, suasana itu membuat keduanya lupa waktu sampai - sampai bagi mereka waktu terasa berjalan begitu cepat. Senja pun mulai tampak, Selena benar benar terlihat bahagia sambil memeluk sebuah boneka besar yang Jester dapatkan dari hadiah bermain.


"Aaaa... aku benar benar bahagia hari ini... Terima kasih kak!!" ucap Selena terlihat sangat bahagia menatap Jester, namun Jester terlihat kerepotan membawa semua hadiah yang dia menangkan.


"Bisa kita ke mobil dan menaruh hadiah hadiah ini? tanganku sudah pegal" pinta Jester menatap Selena, namun Selena tiba - tiba berbalik dan memberi gestur teringat sesuatu.


"Tunggu... kita tidak punya waktu untuk itu kak" celetuk Selena saat itu tanpa menatap Jester


"Hah? kenapa?" Jester heran


"Ini sudah menjelang senja, ada satu hal lagi yang aku ingin kak Jester lakukan" pinta Selena sembari menoleh menatap Jester, wajah Selena terlihat memerah saat itu.


"Tentu... apa itu?" tanya Jester heran melihat Selena yang nampak malu - malu untuk meminta, tidak seperti tadi dimana Selena tanpa malu - malu meminta apapun pada Jester.


"Taman labirin...." jawab Selena terlihat malu - malu, Jester memandang langit mengingat dimana taman labirin berada.


"Hmm? ooh iya aku tahu, yang ada di tengah festival squere itu kan?" Jester seperti memastikan letak taman labirin, Selena terkejut mendengar jawaban Jester.


"Apa kak Jester... tidak tahu tentang mitos taman labirin?" tanya Selena terbata, Jester kembali menatap Selena


"Mitos? emang ada mitos apa ditaman itu?" Jester bingung, Selena mendadak tersenyum


"Kita langsung saja kesana, hanya tersisa 15 menit sebelum lonceng akan berbunyi" Selena berlari menuju taman labirin dan di ikuti oleh Jester yang ikut berlari membawa banyak hadiah ditangannya, setelah berlari dengan sangat cepat sampai lah mereka berdua di pintu masuk utara taman labirin itu.


"Aku akan masuk lewat pintu utara dan kak Jester di pintu selatan, kita akan bertemu lagi di tengah taman labirin ini" perintah Selena saat itu, Jester hanya memberi gestur bahwa dia kerepotan membawa hadiah - hadiah itu.


"Oke terserah kamu saja, aku akan menitipkan bawaan ini dulu" ucap Jester, namun Selena sembari memeluk bonekanya hanya terdiam dan masuk kedalam labirin itu lebih dulu. Jester akhirnya menitipkan semua barang barang bawaannya ke tempat penitipan lalu segera memutari labirin dan masuk kedalam pintu selatan. Jester terus berjalan melewati labirin itu menuju tengah taman, namun disana benar benar menipu dan sangat sulit untuk mencapai tengah.


Sebuah mitos menggema diseluruh penduduk kota, saat senja sebelum lonceng berbunyi siapa pun yang memasuki labirin dan bertemu dengan lawan jenisnya di tengah labirin, menunggu berdua ditengah labirin tanpa ada gangguan dari orang lain hingga lonceng berbunyi, maka mereka berdua akan berjodoh. Sudah banyak pasangan yang berbondong bondong kesana dan semuanya telah terbukti saat itu hingga menjadi daya tarik khusus bagi pasangan yang hendak menikah ataupun akan berpacaran, hampir semua penduduk telah membuktikan mitos itu.


Setelah beberapa menit berjalan dengan tujuan tengah labirin, tibalah Jester di ujung labirin. Jester melihat dan membaca sebuah papan bertuliskan 'pintu barat' dan Jester pun tekesan dengan taman labirin itu yang sangat menyesatkan.


"Pintu barat? waah aku masuk dari pintu selatan dan keluar dari pintu barat... labirin yang menyeramkan, apa itu taman tengah labirin yang Selena katakan?" tanya Jester pada dirinya sendiri sembari terus berjalan menuju sebuah air mancur. Namun pandangannya teralihkan pada sebuah kursi taman didekat air mancur itu yang seperti hanya tersedia untuk dua orang dengan hiasan lingkaran bunga berbentuk hati tepat dibelakang kursi itu, sambil terus berjalan menuju air mancur ternyata disana sudah ada seseorang yang menunggu namun Jester yakin itu bukan Selena dari postur tubuh dan pakaian yang dikenakannya.


"Bukan Selena ya? duh canggung kalau begini" celetuk Jester sembari menggaruk - garuk dahinya, disaat bersamaan Jester menginjak sebuah ranting dan membuat wanita didepannya menoleh ke arah Jester. Wanita yang menunggu itu adalah Naomi, Jester dan Naomi saat itu sama - sama terkejut saat saling bertatapan mata.

__ADS_1


"Jes....Jester!!" ucap Naomi kaget


"Haaaa!! Naomi!!" ucap Jester kaget


__ADS_2