Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Mengganti Formasi


__ADS_3

Sore menjelang malam di Werner Tower, semua kru media begitu sibuk mempersiapkan acara yang akan segera mereka gelar sebentar lagi tepat pada pukul 19.00 secara live di studio dalam gedung. Tidak hanya kru media yang sibuk bersiap, para peserta dari berbagai kalangan yang menjadi peserta festival musik juga turut disibukkan dengan persiapan mereka masing - masing.


Begitu pula Naomi, Luke, Harry, Justin dan Grece yang disibukkan untuk mengenakan kostum mereka diruang ganti , sebuah kostum yang dibuatkan langsung oleh Sarah bersama Arielle Corp dengan begitu mendadak dan tergesa - gesa. Ditengah kesibukan Naomi, Luke, Harry, Justin dan Grece saat itu, hanya Jester yang masih diam menatap wajah Sarah dengan ekspresi wajah heran dan bingung.


"Begitulah bagaimana kostum untuk Naomi dibuat dengan sangat tergesa - gesa dan tanpa persiapan apapun, jadi jika Naomi tidak nyaman dengan kostumnya... aku harap kamu bisa memakluminya Jester" pinta Sarah kepada Jester


"Aku tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar ceritamu" celetuk Jester


"Sarah~ pinggul kostum ku kenapa lebar sekali~ Aaaa~ aku jadi terlihat gendut!" ucap Grece saat dia keluar dari ruang ganti, Sarah dan Jester serentak menoleh menatap Grece yang terlihat begitu sedih itu.


"Hei kalian! selesaikan permasalahan Grece!" perintah Sarah pada enam pekerja yang sejak tadi berdiri didekat ruang ganti, keenam orang pegawai Sarah pun mulai berdiskusi dengan Grece untuk menyelesaikan permasalahannya.


Tidak lama setelahnya, terlihat Luke dan Harry keluar dari ruang ganti. Kostum Luke terlihat pas dan tidak seperti kostum Harry yang terlihat longgar, keduanya menatap Sarah dengan sedikit perasaan kecewa.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Sarah


"Sayang, sebenarnya ini bagus karena begitu ketat dan menunjukkan besarnya otot - otot ku, tapi aku ini drummer... aku tidak bisa bergerak bebas jika pakaiannya seketat ini" dengan sedikit kekecewaan Luke menjawab pertanyaan Sarah


"Hei Sarah! apa aku harus menjelaskan apa masalahku?" tanya Harry sedikit menyindir, sindiran Harry mematik emosi Luke.


"Berterima kasihlah karena Sarah sudah membuatkannya untukmu, dasar bodoh!" timpal Luke dengan emosi, Sarah menghela nafasnya sejenak.


Keluhan teman - temannya bahkan kekasihnya pun membuat Sarah tampak sedikit stres, dengan singkatnya waktu yang dimiliki memang tidak mungkin rasanya mampu membuat kostum yang sempurna. Tiba - tiba kecemasan Sarah akan kostum Naomi mulai mengganggu pikirannya. Kekuatan jahitan dari tangan dan sebuah mesin pasti berbeda, Sarah mulai tidak tenang karena khawatir kostum Naomi akan memiliki banyak masalah.


"Lihat Jester.... kostum yang bagus dan sempurna tidak bisa dibuat dengan terburu - buru... bahkan dua hari yang dimiliki untuk membuat kostum selain punya Naomi saja banyak kekurangan, apa lagi kostum Naomi" celetuk Sarah ketika Jester hanya mematung menatap teman - temannya itu

__ADS_1


"Aku berharap kostum Naomi bisa digunakan" timpal Jester terdengar datar nada bicaranya, namun Sarah sangat memahami kegundahan hati Jester.


Ditengah kesibukan enam pegawai Sarah menyelesaikan permasalahan kostum Grece, Luke dan Harry, saat itu Justin keluar dari ruang ganti dan menatap Sarah dengan senyum. Tatapan penuh arti itu membuat Sarah sangat paham jika Justin pun merasa tidak nyaman dengan kostum yang dia gunakan, Sarah menghela nafasnya seakan sedang bersiap menerima komplain Justin.


"Aku sebenarnya tidak ingin cerewet karena waktu yang kamu punya memang tidak banyak, tapi bagian ketiak ku terlalu ketat kalau aku menggunakan blazer ini. Apa mungkin bisa aku lepaskan saja blazer ini Sarah?" tanya Justin mencoba memberi solusi atas permasalahan kostum miliknya


"Kalau kamu lepaskan blazer itu, maka kostummu hanya akan terlihat seperti kemeja putih biasa... biarkan pegawai ku memberikan solusi lain untukmu" terdengar begitu menyesal Sarah mengucapkannya, Justin tertawa sembari mengacungkan jempolnya kearah Sarah kemudian berkumpul bersama teman - temannya yang lain untuk meminta solusi.


"Lihat.... sekarang tinggal Naomi, dia begitu lama berada didalam ruang ganti karena aku yakin Naomi sedang mencari solusinya sendiri didalam sana" ucap Sarah seakan sudah putus asa, mepetnya waktu yang diberikan kepadanya membuat kostum - kostum itu memiliki banyak kekurangan.


Tidak lama setelah Justin keluar, pintu ruang ganti Naomi perlahan terbuka. Jester dan Sarah yang melihat pintu ruang ganti Naomi perlahan terbuka mulai mengalihkan pandangannya menatap pintu itu secara bersamaan. Naomi terlihat keluar dari ruangan itu dengan senyum yang merekah, pipinya terlihat merona dan matanya menyiratkan seberapa sukanya dia dengan kostum yang digunakannya saat itu.


Ekspresi wajah Naomi membuat Jester dan Sarah terkejut, walau Naomi belum mengatakan apapun namun ekspresi wajah Naomi saat itu seakan sudah mengatakan segalanya. Sarah dan Jester berjalan mendekati Naomi, dalam benaknya bertanya - tanya apakah kostum itu langsung cocok begitu saja dengan tubuhnya.


"Bagaimana Naomi? apa ada keluhan seperti teman - teman yang lain?" tanya Sarah ketika mereka sudah berdekatan, Naomi menganggukkan kepalanya merespon pertanyaan Sarah.


"Lenganku akhir - akhir ini mengecil... sejak kejadian itu aku kadang lupa untuk makan sampai - sampai berat badanku menyusut..." dengan sedikit suara tawa kecil penuh kesedihan Naomi mengucapkannya, perkataan Naomi membuat suara Camilla seakan berdengung ditelinga Sarah dan mengucapkan hal yang sama.


"Lingkar dada ini juga...Hihihi... entah kenapa aku merasa ukuran dadaku menyusut... mungkin karena stres yang aku terima beberapa hari belakangan ini..." ucap Naomi meneruskan kalimatnya, perlahan tatapan mata Naomi menatap Jester dan Sarah yang berada didepannya itu.


"Aku merasa lingkar pinggangku mengecil... merawat ibu membuatku kelelahan kadang - kadang, belum lagi aku harus merawat bonsai - bonsai milik ibu... sejak itu rasanya pinggangku pun mengecil bersama dengan pahaku... apa aku sekarang terlihat jelek, Jester?" tanya Naomi dengan wajah yang terlihat sedih menatap wajah Jester, garis senyum Jester merekah dan matanya menunjukkan penuh kelembutan.


"Kamu selalu cantik di mataku...." jawab Jester begitu tulus, senyum Naomi kembali merekah.


"Gombal... tapi terima kasih" celetuk Naomi dengan sedikit suara tawa yang terdengar

__ADS_1


"Benarkah itu sangat nyaman untukmu?" tanya Sarah mencoba memastikan kembali, Naomi menatap wajah Sarah lalu tangannya memeluk tubuhnya sendiri sembari memejamkan kedua matanya.


"Nyaman dan.... hangat... bahan apa yang kamu gunakan Sarah? aku merasakan sebuah pelukan di setiap jahitannya.... aku merasa... ingin menangis setiap merasakan jahitan ini..." jawab Naomi dan tiba - tiba air matanya menetes, Sarah terdiam dan menundukkan kepalanya.


'Andai saja kamu mengetahui siapa yang membuatkan kostum sempurna itu untukmu Naomi?' Sebuah tanya tiba - tiba terbersit dalam benak Sarah. Seakan masih sulit untuk mempercayai apa yang dia lihat dan dengar dari Naomi, Sarah tidak menyangka bahwa sesuatu yang dibuat dengan sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu yang indah pula dan mampu menyampaikan sebuah rasa.


"Naomi~ apa kostum mu nyaman?" tanya Grece, dengan segera Naomi menyeka air matanya dan berbalik menatap Grece.


"Ini nyaman, bagaimana denganmu?" tanya balik Naomi sembari berjalan mendekati Grece


"Aaaa~ aku tidak begitu nyaman, ada beberapa yang harus di modifikasi" jawab Grece, keduanya pun mengobrol agak jauh dari posisi Jester dan Sarah yang masih terdiam.


"Apa yang terjadi setelah itu, Sarah?" tanya Jester


"Camilla menjahitnya dengan tangannya sendiri sesuai dengan yang dia minta, di setiap jahitannya aku mendengarnya bergumam kata maafkan aku Naomi... beberapa kali juga aku mendengarnya merintih kesakitan mungkin karena jarinya tertusuk jarum... semua dia selesaikan hingga tinggal finishing yang dikerjakan oleh bagian jahit" jawab Sarah, Jester perlahan menatap wajah Sarah namun masih terdiam.


"Apa melihatku seperti itu? kamu tidak percaya denganku? apa kamu pikir aku mengada - ada? aku masih membencinya karena apa yang sudah dia lakukan, aku tidak memiliki alasan apapun untuk menyanjung dan memujinya. Jujur saja alasan aku menceritakan kejadian ini semata - mata untuk melindungi ku dari kemarahan mu" ucap Sarah dengan tekanan dan menunjukkan seberapa seriusnya dia


"Papa pernah bilang... sesuatu yang lebih menyakiti dari patah hati adalah kata maaf yang tidak pernah bisa kita sampaikan kepada orang yang pernah kita sakiti..." celetuk Jester sembari berjalan mendekati kostum miliknya, Jester mengambil kostum itu lalu masuk kedalam salah satu ruang ganti.


Beberapa jam pun berlalu, permasalahan kostum berhasil diselesaikan meski tetap jauh dari kata sempurna. Namun baik Jester, Luke, Harry, Grece dan Justin terlihat sudah tidak sabar untuk tampil, menjadi urutan pertama yang akan tampil tentu membuat mereka harus menunjukkan penampilan terbaik untuk menurunkan moralitas lawan - lawannya.


Ditengah persiapan tiba - tiba Naomi berdiri didepan teman - temannya seakan ingin berbicara, melihat tingkah aneh Naomi saat itu membuat Jester, Luke, Harry, Justin, Grece, Sarah dan Selena terdiam lalu menatap Naomi. Sorot mata mereka fokus menatap Naomi dalam diam, sedangkan Naomi seperti sedang mempersiapkan untuk berbicara. Naomi menarik nafasnya dan menghembuskan perlahan.


"Aku ada permintaan.... maaf mungkin ini egois" celetuk Naomi

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Jester penasaran, sedangkan teman - temannya yang lain hanya terdiam.


"Izinkan aku untuk merubah formasi kita, aku ingin menyanyikan satu lagu... dan berharap itu akan menjadi pengingat seseorang agar dia tidak lagi menggangguku apapun yang akan terjadi" pinta Naomi penuh harap


__ADS_2