Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Kegaduhan


__ADS_3

"Kamu istri terburuk!! apa guna mu selain membebaniku?!!" bentak pria paruh baya kepada seorang wanita paruh baya yang berada tepat dihadapannya


"Kamu yang tidak berguna sebagai suami!! sejak kamu terpuruk, aku tidak pernah menuntut apapun darimu!!!" tidak kalah keras bentakan wanita paruh baya itu pada pria paruh baya yang berada dihadapannya


PLAK!!! suara tamparan terdengar begitu keras


"Beraninya kamu membentak ku!!" bentak pria paruh baya itu setelah menampar wanita yang ada dihadapannya


Pertengkaran suami istri itu terjadi diruang tamu sebuah rumah kecil yang terlihat sedikit kumuh, lebih jauh didalam rumah itu terdapat sebuah kamar dengan pintu tertutup rapat. Sebuah kamar kecil dan terlihat berantakan, kamar itu terlihat gelap karena tidak ada lampu yang meneranginya kecuali lampu kecil yang menyala dimeja belajar serta secerca cahaya matahari yang menembus dari jendela tertutup gorden.


"Ha...Haha....AHahahaha...." Camilla tertawa begitu puas setelah dirinya mencoret sebuah buku dengan tulisan yang berantakan dan sulit terbaca


Siang hari menjelang sore di sebuah gedung pencakar langit dengan nama Turner Tower, di salah satu studio yang terdapat didalam Turner tower sedang menampilkan acara secara Live kini terlihat sedang kacau karena para kru terlihat kebingungan. Acara yang seharusnya hanya berhenti sekitar lima menit karena komersial break, kini harus terhenti cukup lama dengan meledaknya sebuah berita tentang foto - foto Naomi dengan Daniel yang tidak layak untuk tersebar di publik.


Sebuah tablet yang dipegang oleh Grece menampilkan breaking news, dengan volume penuh saat itu isi dari berita dapat didengar oleh Jester, Naomi, Luke, Harry, dan Justin. Seorang kru televisi yang sebelumnya membawakan Grece sebuah tablet pun perlahan keluar dari ruangan yang mendadak beku itu, berita itu mampu membuat semua yang berada didalam ruangan terdiam mematung untuk beberapa saat.


Naomi yang jelas paling terdampak dari meledaknya skandal itu kini hanya bisa terdiam dengan tatapan mata kosong, Luke dan Harry yang turut mendengar berita itu terkejut setelah mengetahui fakta jika Naomi pernah tidur dengan pria lain, Grece menoleh perlahan menatap Naomi dengan wajah yang menunjukkan keterkejutannya, Justin hanya mampu terdiam dengan mata yang melotot dan tangan yang menutupi bibirnya.


"Apa... apaan itu...? Grece!!! kenapa berita seperti itu bisa lolos?!!!" bentak Jester


Tentu saja wajar Jester marah dan meluapkan emosinya begitu saja kepada Grece karena lolosnya berita tentang kekasihnya itu, selama sebulan penuh tidak ada tanda - tanda buruk yang Jester rasakan mengenai hubungan Naomi dan Daniel di masalalu. Terlebih lagi dengan hancurnya karir Daniel yang membuat Daniel tidak memiliki tempat lagi di media atas kuasa Jester semakin membuat Jester marah dan juga bingung.


Sementara Grece yang tersentak karena kaget dengan bentakan Jester mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada Jester, Grece dengan tegas mengatakan ketidak tahuannya akan berita yang tersebar kali ini sambil sesekali mengarahkan pandangannya kepada Naomi agar Naomi percaya bahwa itu bukan atas kendali Grece, selain mengarahkan pandangan kepada Naomi, Grace pun beberapa kali menatap Justin seakan ingin meminta dukungan untuk menguatkan penjelasannya karena selama ini Justin lah yang membantu dirinya menyelesaikan pekerjaannya.


"I.. ini bukan dari media dibawah Werner Grup Jester... i.. ini... diluar kendaliku..." jawab Grece dengan terbata, mendapatkan jawaban itu membuat Jester semakin marah. Dengan segera Jester mendekati sebuah meja dimana Jester meletakkan handphone miliknya dan segera melakukan panggilan kepada William dan Marrie, namun tidak satupun yang mengangkat telepon dari Jester.


"Sial!!! apa yang terjadi pada papa dan mama sampai tidak bisa mengangkat teleponku?!!" penuh emosi Jester mengucapkannya

__ADS_1


"Tenang Jess, kita harus tetap bisa berfikir dingin untuk..." belum selesai Justin berkata, Jester memotong dengan bentakan.


"Disaat seperti ini bagaimana bisa tenang?!! aku harus segera meredam berita ini!" timpal Jester, dengan sedikit berlari Jester hendak pergi dari tempat itu namun Luke menahannya dengan menarik lengan Jester.


Kepanikan mulai terasa begitu kuat disana karena luapan kemarahan Jester. Luke, Harry dan Justin sebisa mungkin mencoba tenang agar situasi tidak menjadi semakin buruk. Ditengah ketidak percayaannya akan berita yang tersebar, Luke begitu bersemangat untuk melakukan yang terbaik bagi Jester dan Naomi.


"Mau kemana kamu? Naomi membutuhkanmu disini, biarkan aku yang mewakili mu untuk melakukan sesuatu yang ingin kamu lakukan sekarang" ucap Luke, perlahan Jester menoleh menatap Naomi yang mematung dan tatapan matanya terlihat kosong menatap sebuah lampu di atap ruangan.


"Kamu benar... Luke aku minta kamu dan Sarah untuk segera tutup kasus ini sebisa mungkin, gunakan nama Gates untuk meredamnya" pinta Jester pada Luke


"Aku mengerti" timpal Luke singkat dan tegas


"Kamu tidak bisa melakukannya...." dengan nada yang ketakutan Grece mengatakannya, perkataan Grece mematik emosi Jester.


"Apa maksudmu dengan tidak bisa?!" bentak Jester, mendapatkan bentakan itu membuat Grece pun ketakutan sampai tidak dapat menjawab pertanyaan Jester.


"Mungkin maksud Grece adalah... foto itu tersebar pertama kali di media sosial, dengan meledaknya berita tentang foto itu maka sudah dapat dipastikan foto tersebut sudah sangat beredar luas di akun - akun media sosial. Kamu tidak akan pernah bisa mengendalikan netizen Jess" jawab Justin berusaha untuk terus tenang walau tangannya terlihat bergemetar karena syok dengan apa yang sudah dia dengar


"Naomi! tunggu!!" teriak Jester sembari berlari mengikuti arah lari Naomi


Tersisa lah Luke, Harry, Justin dan Grece di make up room artis, namun mereka berempat seakan kebingungan harus melakukan apa disaat seperti ini. Kehebohan demi kehebohan semakin meluas kini, desas - desus netizen semakin deras mengalir di dunia maya dan berita tentang hubungan Naomi dengan Daniel membuat nama Naomi kini memburuk dimata netizen. Follower Naomi turun drastis seiring berjalannya waktu yang singkat itu, tidak dapat terelakkan juga beberapa broker saham kini menjual sebagian saham Gates Family Grup sebagai antisipasi kejatuhan nama Gates dimata publik.


Kepanikan begitu terasa hebat dialami oleh Grece, saat ini media miliknya sedang melakukan live talk show dengan Naomi sebagai bintang tamu utamanya. Tersebarnya berita ini membuatnya bingung untuk segera mengganti programnya dengan acara yang lain, namun dalam lubuk hati Grece juga memiliki keinginan untuk bisa membantu Naomi menghadapi masalahnya.


Diparkiran Werner Tower Jester menarik lengan Naomi agar dia berhenti untuk terus berlari, Jester pun menarik Naomi agar Naomi berbalik dan melihatnya. Namun ketika kedua mata mereka saling bertemu, Jester melihat air mata Naomi yang deras mengalir dari kedua matanya. Untuk sejenak Jester seakan kehilangan akal sehatnya karena kepanikan dari pemberitaan yang kini tersebar, sampai - sampai Jester lupa jika saat ini Naomi lah yang paling hancur hatinya.


"Maaf Naomi... aku terlalu panik sampai aku lupa seharusnya aku menenangkan mu dulu..." ucap Jester dengan nada yang terdengar penuh penyesalan

__ADS_1


"Ayah Jess.... ayah... ayah pasti menonton televisi sekarang dan... dan berita tentang aku.... ayah pasti..." belum selesai kalimat Naomi, Jester menarik dan memeluk erat Naomi penuh kelembutan.


"Aku mengerti... tenangkan dirimu dulu, setelahnya kita segera menemui ayah" Jester mengatakannya dengan lembut dan terus memeluk Naomi untuk memberikan Naomi rasa tenang, didalam pelukan Jester itulah Naomi menangis sejadi - jadinya.


Tidak lama terdengar suara handphone Jester yang berdering, masih dalam posisi memeluk Naomi saat itu Jester mengeluarkan handphone dari saku celananya dan mengangkat telepon tanpa membaca terlebih dahulu siapa yang meneleponnya disaat seperti ini.


***


"Halo kak! apa kamu sudah dengar beritanya?" tanya Selena dengan nada yang terdengar panik


"Aaa... Selena ya... aku sudah denger berita itu..." terbata Jester mengatakannya


"Kak.... bagaimana kondisi Naomi?" tanya Selena lagi


"Buruk.... maaf Selena... aku tidak punya waktu saat ini untuk membahas ini..." jawab Jester dan ingin segera menutup teleponnya


"Aku mengerti..." timpal Selena lalu menutup teleponnya


***


Jester menaruh kembali handphonenya kedalam saku celana, setelah memastikan Naomi mulai sedikit lebih tenang kini Jester perlahan melepaskan pelukannya. Kedua tangan Jester menggenggam bahu Naomi dan menatap matanya yang sembab itu, hancurnya hati Naomi jelas tergambar dari sorot matanya.


"Ayo kita temui ayah dan beri penjelasan kepadanya..." lembut Jester mengucapkannya, namun Naomi hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara apapun.


Keduanya menaiki Mercedes Benz V260 yang terparkir tidak jauh dari tempat Jester dan Naomi berdiri tadi, melewati jalan perkotaan yang padat untuk menuju rumah sakit Scott semakin menambah kegundahan hati Jester terlebih lagi Naomi. Mengingat kondisi kesehatan Evans yang memburuk beberapa hari belakangan ini, berita yang sangat mengejutkan seperti ini pasti akan terdampak langsung terhadap kesehatan Evans.


Empat puluh menit berlalu, Jester dan Naomi sampai di parkiran rumah sakit Scott. Dengan segera keduanya berlari menuju kamar vvip tempat Evans dirawat, namun Jester dan Naomi tidak menemui siapapun didalam kamar itu. Mengetahui Evans yang sudah tidak ada dikamar membuat Naomi semakin yakin Evans dalam keadaan yang kritis, keduanya kembali berlari menuju tempat informasi dan disana lah Naomi akhirnya mengetahui jika Evans dilarikan ke pelayanan gawat darurat untuk perawatan intensif.

__ADS_1


Dengan segera Jester dan Naomi menuju ruang perawatan intensif, benar saja ketika itu Jester dan Naomi melihat William, Marrie dan Naoko duduk di sebuah kursi tunggu depan pintu ruang perawatan khusus. Menyadari keberadaan Naomi membuat Naoko berdiri dari duduknya, tangan Naoko langsung menampar keras pipi Naomi dan hal itu membuat William, Marrie dan Jester terkejut.


"Kapan kamu puas untuk menyakiti Evans?!" bentak Naoko kepada Naomi.


__ADS_2