Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Darah Gates


__ADS_3

Disebuah rumah yang terletak ditengah perbukitan dengan pagar menjulang tinggi mengikuti kontur bukit, rumah yang penuh dengan kemewahan dan menjadi kediaman untuk keluarga Gates terlihat dijaga dengan sangat ketat oleh beberapa pria berbadan tegap dengan pakaian tuksedo dan berkacama hitam. Disalah satu ruang kamar yang terletak dilantai tiga, terlihat Naomi berada didalam kamar itu bersama dengan Julius yang berbincang dengan begitu serius.


Wajah Naomi terlihat kaget dan menunjukkan ketidak percayaannya mendengar cerita Julius tentang sejarah Arielle, Scott dan Gates, bahkan yang lebih membuat Naomi terkejut adalah pengakuan Julius yang mengatakan bahwa dia lah yang membunuh seluruh anggota keluarga Arielle dan Scott. Bagaimana pun saat Jester dan Naomi diculik hingga berada dikediaman Gates, hanya Julius yang terlihat hangat dan menerima kehadiran mereka dengan baik.


"Lalu... kamu membunuh seluruh keluargamu hanya karena kata - kata itu?" tanya Naomi yang terdengar syok


"Iya, aku membunuh seluruh keluargaku dan hanya menyisakan keponakanku, anak dari kakak keduaku yaitu Jessica Arielle dengan cara menyabotase rencana pembunuhan mereka terhadap Arthur" jawab Julius datar, Naomi menarik nafasnya dalam - dalam mencoba untuk menenangkan pikirannya.


Seketika sosok hangat pada diri Julius yang Naomi kenal seperti berubah menjadi berdarah dingin dalam pikiran Naomi, setelah kehangatan yang dibangun oleh Julius sampai membuat Naomi bahkan Jester merasa nyaman dan aman bersama dengan Julius tiba - tiba ada sedikit keraguan pada diri Naomi, Naomi takut semua sikap Julius padanya juga Jester hanya palsu dan suatu saat akan membahayakannya juga Jester.


"Apa yang terjadi Julius? benarkah pesawat yang seharusnya membawa keluarga Arielle tidak berisi penumpang dan dengan sengaja dibuat seakan terjadi kecelakaan?" tanya Naomi mencoba mencari kebenaran dari pelakunya langsung dengan sedikit perasaan cemas


"Benar, tanggal sepuluh januari keluarga Gates, Arielle, dan Scott akan mengadakan rapat dengan para pemegang saham di Swiss. Tiga limousine disiapkan untuk masing - masing dari mereka, namun salah satu dari tiga mobil itu diisi oleh pembunuh bayaran yang berperan sebagai sopir. Tanpa diberitahu siapa targetnya, dia hanya diperintahkan untuk membunuh siapapun yang masuk kedalam mobil itu, dengan membayar lebih banyak aku memerintahkannya untuk bertukar posisi dengan limousine yang akan dinaiki oleh Morgan. Begitulah akhirnya Morgan mati didalam mobil yang sebenarnya dipersiapkan untuk Arthur" jawab Julius lalu berjalan menuju jendela yang dapat melihat sebuah air mancur ditengah taman depan rumah.


"Untuk mengaburkan kenyataan pembunuhan menjadi sebuah kecelakaan, maka dibutuhkan sebuah kecelakaan yang memungkinkan membuat tubuh manusia menjadi hancur lebur. Maka terjadilah kecelakaan pesawat yang dikenal dengan tragedi sepuluh januari, walau sebenarnya Arielle tidak berada didalam pesawat itu" ucap Julius melanjutkan ceritanya


"Limousine itu dijatuhkan dari tebing didepan rumah ini dan membuat semua orang didalam mobil mengalami luka - luka parah, kemudian aku memerintahkan beberapa orang - orangku untuk mencari Arielle didasar tebing. Aku mendapati keluargaku masih hidup, jadi aku membawa mereka semua kembali ke kediaman Gates dan membuat mereka berlutut di air mancur yang terletak dihalaman" ucap Julius, sempat terdiam sejenak lalu Julius berbalik dan menatap Naomi kembali. Tatapan itu membuat Naomi khawatir dan sejenak mengalihkan pandangannya sebelum akhirnya kembali mentap Julius dan siap mendengarkan kelanjutan ceritanya.


"Aku menembak kepala mereka satu per satu lalu menguburnya tepat didepan air mancur itu dan menutup sejarah keluarga Arielle untuk selama - lamanya" dengan nada suara yang terdengar datar Julius mengatakannya, dinginnya sikap Julius membuat Naomi kembali terkejut sampai tidak dapat berkata apa - apa lagi.


"Aku menyisakan keponakanku Jessica karena mendapat kabar jika Jessica saat itu sedang mengandung anak dari Andrews Gates, jadi dengan terpaksa..." belum selesai Julius berkata, Naomi memotong


"Kejam!! kenapa kamu bisa - bisanya melakukan itu?!!" bentak Naomi


"Jika aku tidak melakukannya, maka Jester tidak akan ada di dunia ini karena Arthur, Guinevere, Andrews, William dan Phillips yang akan mengisi lubang mayat didepan air mancur itu" jawab Julius dengan nada datar, Naomi pun tersadar pengorbanan Julius ketika itu.


"Tapi... apakah harus sampai seperti itu..?" tanya Naomi lagi terbata


"Untuk kasus Gates dan Arielle aku tidak memiliki pilihan lain dalam waktu yang sempit seperti itu, namun aku menyesali apa yang terjadi pada keluarga Scott" jawab Julius kembali menatap air mancur dari balik kaca jendela dalam kamar itu


Mendengar nama Scott disebut membuat perasaan Naomi berkecamuk, hanya Evans Scott sang ayah lah yang tersisa dan bisa Naomi temui. Dia bahkan tidak tahu bagaimana kakek dan neneknya, paman - paman juga sepupunya. Tidak pernah ada kebenaran tentang kematian keluarga besarnya. Lalu ketika nama Scott disebut Naomi merasa inilah saatnya untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya walau sudah bisa Naomi tebak bahwa ceritanya tidak akan jauh berbeda dengan kematian pada keluarga Arielle.


"Apa yang terjadi.... antara Gates dan Keluarga Scott?" tanya Naomi dengan tubuh yang bergemetar


"Kecelakaan yang melibatkan seluruh keluarga Arielle memicu kecurigaan Anthony Scott...yah kakek mu nona muda Scott, ditambah lima tahun setelahnya aku meminta kepada Arthur untuk mengganti PT GAS menjadi Gates Family Grup lalu memaksa Anthony Scott untuk menandatangani surat persetujuan pergantian nama" jawab Julius datar


"Apa karena... kakekku tidak mau menandatangani surat itu, lalu kamu membunuhnya?" tanya Naomi dengan nada yang sedikit marah sembari menduga - duga apa yang terjadi.


"Tidak sesimpel itu nona muda Scott, Anthony dengan terpaksa menandatangani perjanjian itu dan melakukan manuver untuk mencari dukungan dari perusahaan lain secara diam - diam... dan perintah khusus itu diberikan Anthony kepada... ayahmu, Evans Scott" jawab Julius dan membuat Naomi terkejut kini ayahnya yang disebut


"Apa... yang dilakukan ayah?" tanya Naomi


"Anthony meminta Evans untuk mencari dukungan dari perusahaan - perusahaan kecil untuk melakukan joint venture agar menjadi kekuatan baru untuk melawan dominasi Gates, namun aku terlalu pintar untuk rencana sembrono keluarga Scott. Evans melakukan rencana itu secara sembrono, mata dan telinga keluarga Gates mencium rencana itu dan aku lah yang menghancurkan Evans lalu membuatnya bangkrut" jawab Julius datar, Naomi seketika teringat cerita tentang kebangkrutan Evans yang diceritakan oleh Naoko saat dirinya masih kecil dulu.


"Ditengah kemelut Evans dengan perusahan - perusahaan yang sudah terlanjur memberikan sejumlah uang dalam jumlah yang besar, Anthony dan keluarga Scott lainnya pergi meninggalkan Evans sendiri dengan kemelut nya itu. Anthony dan keluarga paman - pamanmu memutuskan untuk meninggalkan negaranya disaat ayahmu dikejar - kejar oleh para penasehat hukum perusahaan, Mengetahui keluarga Scott yang pengecut itu akan pergi aku memerintahkan orang - orangku untuk mencelakai mereka ditengah perjalanan. Lalu kecelakaan beruntun yang melibatkan seluruh keluarga Scott terjadi pada 23 Mei" Julius melanjutkan ceritanya disaat Naomi masih terlihat syok mendengar cerita yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kenapa... kalian membiarkan ayah?" tanya Naomi dengan suara yang bergemetar


"Nona muda bisa tanyakan langsung kepada Evans kenapa dia bisa selamat sampai anda bisa lahir di dunia ini" jawab Julius, sempat terdiam beberapa saat Naomi kembali mencoba untuk bertanya.


"Kenapa kejadian keluarga Scott menjadi penyesalan mu?" tanya Naomi


"Karena menutup sejarah keluarga Scott adalah keputusanku dan bukan perintah dari Arthur" jawab Julius masih dengan nada suara yang terdengar datar seakan tidak memiliki emosi sama sekali, Naomi kembali dibuat terkejut karena selama ini Naomi menganggap semua pembunuhan itu adalah ide dari Arthur.


"A..apa maksudmu Julius?" tanya Naomi terbata


"Keputusan untuk menutup sejarah keluarga Scott adalah murni keputusanku dan hal itu membuatku mendapatkan dua penyesalan seumur hidup" jawab Julius lalu berbalik kembali menatap Naomi dengan tatapan mata yang memperlihatkan kesedihan dan penyesalan, tatapan mata Julius itu membuat Naomi heran.


"Yang pertama, aku melakukan sesuatu yang seharusnya tidak perlu aku lakukan dan yang kedua... Arthur menjadi sosok yang tidak memiliki empati seperti sekarang karena kematian Guinevere dan dorongan ku" lanjut Julius meneruskan perkataannya


"Dorongan apa?" tanya Naomi penasaran


"Ketika aku menghabisi keluarga Scott tanpa perintah Arthur, dia begitu marah padaku dan menghajar ku sampai membuat satu tulang rusukku patah. Aku memahami kesedihannya yang masih belum mereda pasca kematian istrinya, namun karena aku memahami kondisi Arthur yang masih lemah itulah aku berusaha untuk terus melindungi keluarga Gates dari semua bahaya dengan caraku" jawab Julius sembari berjalan menuju pintu keluar kamar


"Saat itu aku pikir tindakanku benar dengan melenyapkan keluarga Scott dan akan mendapat dukungan dari Arthur, tetapi ternyata aku salah. Yang ku dapati malah sebaliknya, aku menorehkan perasaan bersalah didiri Arthur pada keluarga Scott" lanjut Julius menceritakan semuanya


"Arthur berkata padaku 'kamu ingin melihat Arthur berdarah dingin? baik, sekarang aku akan penuhi permintaanmu' lalu Arthur yang dulu adalah sosok periang dan baik hati seakan menguap menjadi Arthur yang sekarang kamu kenal" lanjut Julius sembari membuka pintu kamar hendak keluar dari kamar itu


"Aku berkorban untuk melakukan pembunuhan dan Arthur berkorban menjadi sosok yang kejam, berdarah dingin, dan tidak kenal ampun walau semua itu adalah kesalahanku, karena pengorbanan kami berdua nona muda Scott dan tuan muda Jester bisa menikmati indahnya hidup" ucapnya lagi sembari menutup pintu secara perlahan


Ditempat lain pada saat bersamaan, terlihat sebuah Mercedes Benz S 450 melaju dengan kecepatan sedang menuju pelataran rumah mewah bernuansa khas budaya jepang. Dari dalam mobil turun Marrie, Jester dan William sedangkan di pelataran rumah telihat Naoko sedang berdiri dibelakang kursi roda dimana Evans sedang duduk menunggu untuk menyambut kedatangan keluarga Gates.


"Selamat datang dirumah Scott, keluarga Gates" ucap Evans dengan suara yang terdengar senang


"Maaf bro, aku datang dengan kabar yang tidak baik" timpal William dengan nada yang terdengar sedih, perkataan William membuat Evans dan Naoko heran.


"Ada apa?" tanya Evans penasaran


"Ini tentang Naomi bro... papa Arthur... menyekap Naomi di kediaman besar Gates" jawab William dengan penuh penyesalan


Mendengar jawaban William membuat Evans dan Naoko terkejut, perasaan khawatir terhadap kondisi Naomi yang disekap oleh Arthur membuat mereka berdua sebagai orang tua Naomi merasa sedih dan takut akan terjadi sesuatu. Bagaimana pun reputasi Arthur Gates dimata Evans dan Naoko sangatlah buruk dengan kekejaman dan darah dinginnya dalam menghadapi sesuatu, dendam masa lalu yang mungkin masih ada didalam hati Arthur membuat Evans dan Naoko merasa dendam lama itu akan dilimpahkan pada Naomi.


"Jester bagaimana kondisi Naomi saat kamu dan Naomi terpisah?" tanya Naoko terdengar kepanikan dan kesedihannya di setiap kata yang Naoko ucapkan, Jester menundukkan kepalanya terlihat begitu menyesal.


"Dia terlihat... baik walau sempat menangis, tapi Naomi berkata jika ini adalah salah satu bentuk untuk mendukung rencana ku... aku menyesal dengan apa yang terjadi ibu... aku gagal membuat Naomi untuk tetap... aman.." jawab Jester terdengar sangat menyesal


"Jika begitu dia akan baik - baik saja" timpal Naoko terdengar lega, perkataan Naoko membuat Jester, William, Marrie dan Evans terkejut.


"Apa maksudmu Naoko?!" tanya Marrie dengan nada yang terdengar marah


"Jika memang itu keinginannya berarti tidak apa - apa, Naomi pasti sudah mempersiapkan hatinya untuk tetap tegar" jawab Naoko datar, jawaban Naoko membuat Marrie bertambah marah.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu bagaimana cara Arthur memperlakukan tawanannya!! tidak akan ada kesempatan bagi Naomi untuk..." belum selesai Marrie berbicara, Naoko memotong.


"Untuk mendukung pria yang sudah kita cintai, kita sebagai wanita memang harus rela untuk berkorban. Bukankah begitu Marrie chan?" tanya Naoko pada Marrie dengan nada sinis, walau kesal namun Marrie setuju dengan perkataan Naoko dan tidak dapat membantahnya.


"Tapi disana bukan tempat yang menyenangkan, aku khawatir nona Naomi akan..." belum selesai William berkata, Evans memotong.


"Biarkan Naomi dengan perjuangannya, kita hanya perlu mempercepat apa yang sedang kita kerjakan. Bukan begitu Jester?" timpal Evans sembari mengalihkan pandangan menatap Jester yang masih terlihat merasa bersalah dari raut wajahnya, dengan helaan nafas Jester menganggukkan kepalanya merespon perkataan Evans.


"Maaf ayah... aku tidak bisa.... menjaga Naomi dengan baik.." celetuk Jester setelah menganggukkan kepalanya, Evans tersenyum melihat Jester yang begitu menyesal.


"Tidak apa, seperti kata Naoko... biarkan Naomi dengan pertarungannya sendiri, dia melakukan itu untuk membantumu. Fokus saja pada rencana mu agar Naomi segera bisa keluar dari sekapan Arthur, aah maksudku... kakek mu" ucap Evans mencoba membuat Jester tegar dan tidak terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Ayo kita segera masuk dan bahas tentang langkah - langkah kita" ajak Evans untuk masuk kedalam rumah, Naoko memutar kursi roda Evans hendak masuk kedalam rumah diikuti oleh Jester, William dan Marrie.


Perbincangan singkat yang terjadi di pelataran rumah itu segera diakhiri oleh Naoko dan Evans untuk melanjutkan didalam rumah, hubungan yang terjalin karena persahabatan antara William dan Evans begitu kuat terasa. Bagi Marrie dan Naoko yang dulunya sempat perang dingin pun kini terlihat kompak karena perjodohan yang mereka lakukan untuk kedua anak mereka. Bersiap untuk segala rencana yang akan dibahas, mereka semua semangat untuk menjalankan rencana yang akan dilakukan.


Didalam ruangan yang terhampar tatami dengan sebuah meja yang berada ditengahnya, Jester merasakan nostalgia saat berada disana. Ruangan yang seakan menjadi titik awal Jester dan Naomi menjadi sepasang kekasih, membuat kenangan - kenangan awal mula Jester disidang oleh Naoko terputar kembali. Di ruangan itu Jester, Marrie, William dan Naoko duduk di tatami sedangkan Evans masih berada di atas kursi rodanya, raut wajah mereka terlihat serius untuk menentukan langkah percepatan rencana Jester.


"Ayah dan papa bisa percepat penjualan saham?" tanya Jester pada William dan Evans


"Pelepasan saham akan terbit dalam empat hari kedepan, jaringan Scott hospital sudah bisa dibilang siap" jawab Naoko merespon pertanyaan Jester


"Gates hotels juga sudah lepas besok, tapi apa itu akan bisa dengan cepat terjual?" tanya William heran


"Tidak mungkin bisa cepat jika kita mengharapkan masyarakat biasa, tapi dari informasi yang aku dengar mengatakan bahwa kakek akan selalu menaruh mata - matanya di setiap perusahaan yang berdiri. Kakek juga bilang hanya ada dua perusahaan yang belum dia kuasai karena kepemilikan saham dikuasai oleh pemilik, yaitu Gates Hotel dan Scott Hospital" jawab Jester mencoba menduga - duga


"Berarti memang rencananya adalah memancing Arthur untuk membeli saham sebanyak - banyaknya dari semua saham yang kami lempar?" tanya Evans mencoba mempertegas rencana Jester


"Benar, kita akan pancing kakek untuk membeli saham Gates Hotel dan Scott Hospital. Dari uang yang ada, aku menginginkan sebelum orang - orang kakek masuk ke perusahaan maka uang dari pemegang saham langsung lempar untuk membeli saham Exo Fashion and Style, dengan begitu Exo akan memiliki uang untuk membeli saham Arielle yang akan dilepas oleh nyonya Jessica secara mayoritas" jawab Jester menjelaskan detail rencananya pada William dan Evans, sejenak mereka semua terdiam.


"Didalam tubuh Arielle Corp ada Burgess dan Jeremy, bagaimana mungkin mereka mau melepaskannya?" tanya William masih bingung


"Karena itulah aku ingin meminta Grece yang merupakan anak tuan Werner untuk membesar - besarkan pemberitaan pernikahanku dengan Naomi dan menunjuk Arielle Corp menjadi Wedding Planner pernikahan kami. Lewat Nyonya Jessica dan Sarah, Arielle Corp akan melakukan mark up biaya serta membeli bahan - bahan mentah penunjang Wedding Planner dari Exo" jawab Jester dengan tegas, jawaban Jester membuat William dan Marrie terkejut.


"Artinya secara tidak langsung Arielle akan membangkrutkan dirinya dengan cara membeli barang - barang yang tidak diperlukan, dengan begitu maka akan ada alasan untuk melepas saham dan pelepasan saham secara besar - besaran akan membuat harga saham itu sendiri akan turun" William mulai memahami rencana Jester, dengan anggukan kepala Jester membenarkan kesimpulan William.


"Benar, efek domino akan tercipta dan Exo akan menjadi pemilik saham mayoritas dari Arielle Corp. Aku memenangkan pertaruhan ku dengan kakek jika itu berjalan dengan lancar, aku benarkan?" tanya Jester sembari menatap William, Marrie, Evans dan Naoko secara bergantian, disaat bersamaan para orang tua yang merasa dirinya sebagai orang yang berpengalaman dalam hal bisnis menjadi merasa bodoh.


"Hei... apa kamu tidak merasa jika Jester adalah sosok papa mu saat muda?" celetuk Evans kepada William, walau matanya masih terpaku menatap Jester.


"Entahlah... aku juga tidak tahu bagaimana papa saat muda, tapi jika ditilik dari sejarah maka memang seperti inilah Arthur muda yang menyatukan Gates, Arielle dan Scott dimasa jayanya" jawab William masih terdengar terkejut sembari menatap Jester, disaat bersamaan Marrie tiba - tiba menunjukkan wajah kesalnya.


"Darah memang tidak bisa dipungkiri, aku sangat membenci mertuaku dan sekarang anakku seperti sosok mertuaku" kesal Marrie saat mengatakannya, Naoko hanya tersenyum merespon perkataan William, Evans, dan Marrie.


"Apa - apaan? jangan samakan aku dengan pria tua berdarah dingin itu!" tolak Jester dengan sedikit membentak, secara bersamaan William, Marrie, Evans dan Naoko pun tertawa.

__ADS_1


__ADS_2