Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Pesan Terakhir


__ADS_3

Satu minggu sejak hari pemakaman Luna berlalu, Jester dan Naomi menjalani kehidupannya seakan semua sudah baik - baik saja. Menjalani rutinitasnya dengan berkuliah, berkumpul bersama Luke, Sarah, Harry, Justin, dan Grece untuk latihan band, dan menjalani hari - hari dengan penuh kemesraan. Jester terlihat mulai dapat melupakan Luna, sampai disuatu malam saat Jester membuka lemari dia melihat sebuah surat dan note berwarna pink yang salah satu bagiannya keluar sedikit diantara tumpukan baju. Perlahan Jester menarik surat dan note itu lalu memandanginya untuk beberapa saat sambil melamun, tidak lama Naomi terlihat membuka pintu kamar dan hendak masuk.


"Eemm... Jester... ada apa?" tanya Naomi dengan khawatir, Jester mengalihkan pandangannya menatap Naomi.


"Kamu menyimpan ini didalam tumpukan bajuku?" tanya Jester


"Iya... apa kamu tidak ingin melihat itu lagi? kamu memintaku menyimpannya jadi aku simpan saja disana" jawab Naomi dengan nada yang sedikit takut, Jester pun tersenyum sambil menghela nafasnya.


"Sebenarnya aku baru saja ingin bertanya tentang surat dan note ini, kebetulan besok kita libur jadi aku ingin mengumpulkan teman - teman untuk mengunjungi makam Luna" jawab Jester terdengar ada kesedihan yang tersirat


"Kamu tidak ingin.... bersamaku saja kesana? mungkin kamu membutuhkan waktu untuk sendiri dimakam Luna... kalau bersama teman - teman..." belum selesai Naomi berkata, Jester memotong.


"Surat dan Note ini... tidak ditujukan khusus untukku, aku tidak tahu apa isinya namun aku yakin ada pesan Luna untukmu dan teman - teman yang lainnya" timpal Jester sambil kembali menatap surat dan note yang dia pegang sejak tadi, Naomi pun terdiam sesaat memandangi Jester.


"Ayo kita kunjungi makam Luna bersama - sama, dia pernah bilang jika dia takut akan segera dilupakan ketika dia sudah dikuburkan" ucap Jester lagi sembari menatap Naomi dengan senyuman, Naomi pun tersenyum membalas senyuman Jester.


"Baik, aku akan kabari Grece" terdengar senang Naomi mengatakannya


"Aaa aku baru ingat! aku kan meminta Sarah untuk mencetak foto, apa dia sudah selesai dengan permintaanku ya?" celetuk Jester ketika tersadar akan permintaannya pada Sarah


"Aku bisa tanyakan itu untukmu, ayo kita makan malam dulu. Lagian kamu berniat untuk mandikan?" jawab Naomi


"Mandi bersama?" ajak Jester dengan senyum mesum yang dia tujukan pada Naomi, wajah Naomi pun memerah mendengar ajakan Jester.


"Jester!! berhenti meminta hal mesum dengan senyum mesummu itu!!" bentak Naomi terdengar kesal, Jester tertawa sembari membopong Naomi dan membawanya kekamar mandi. Terjadi keributan dirumah Jester dan Naomi pada malam itu, hubungan Jester dan Naomi berangsur - angsur kembali seperti sediakala.


Malam pun berganti pagi yang terlihat cukup cerah pagi itu, dicluster perumahan terlihat dua mobil terparkir disalah satu rumah yang terlihat datang hampir bersamaan. Didalam BMW 330i saat itu Justin dan Grece terlihat turun bersamaan dengan senyum yang merekah menatap Mercedes Benz E300, tidak lama dari Mercedes Benz E300 turun Luke, Sarah, dan Harry yang langsung berjalan mendekati Justin dan Grece.


Mereka berlima berbasa - basi sejenak sebelum masuk kedalam rumah Jester dan Naomi, tidak lama terlihat Mercedes Benz C300 berhenti dibelakang mobil Mercedes Benz E300. Selena pun turun dengan penampilan baru yang membuat Luke, Harry, Justin, dan Grece terkejut, Selena memotong rambutnya model bob oval dengan belahan samping meninggalkan rambut panjangnya yang dulu dia rawat dengan sangat baik.


"Hai" sapa Selena saat teman - temannya hanya terdiam memandanginya tanpa sepatah katapun


"Aaah ya Hai Selena, kemana... rambut panjang indahmu? kamu memotongnya sampai sependek ini?" tanya Grece yang terdengar syok melihat penampilan baru Selena, sosok feminimnya kini sudah tidak lagi terlihat dan berganti dengan sosok yang terlihat tomboy.


"Bukankah kita berkumpul disini untuk bersama - sama ke makam Luna dan bukan untuk mengomentari penampilanku" dengan sinis Selena mengatakannya, lalu dia berjalan melewati teman - temannya begitu saja dan menuju pelataran rumah Jester dan Naomi.


Selena mengetuk pintu rumah Jester dan Naomi lalu tidak lama Jester membuka pintu rumah dan wajahnya pun terlihat terkejut melihat penampilan baru Selena, melihat Jester yang terkejut dengan penampilan barunya saat itu hanya bisa berwajah masam menatap Jester.


"Kenapa pada kaget dengan penampilanku?" tanya Selena terdengar kesal, Jester pun tertawa mendengar pertanyaan Selena.


"Maaf maaf... ayo masuk dulu" jawab Jester lalu mempersilahkan Selena masuk, tidak lama Luke, Sarah, Harry, Justin dan Grece berjalan mendekati Jester dan masuk kedalam rumah.


Penampilan baru Selena membuat Jester, Justin, Luke, dan Harry mengingat kembali sosok Selena semasa mereka masih duduk dibangku SMA, namun karena tidak ingin membuat Selena merasa tidak nyaman untuk berkumpul bersama membuat mereka akhirnya berusaha untuk bersikap cuek dan biasa saja terhadap perubahan Selena.


Diruang keluarga Jester, Naomi, Selena, Luke, Sarah, Harry, Justin dan Grece berkumpul, Sarah mengeluarkan beberapa lembar foto yang dia cetak atas permintaan Jester dari dalam tas genggamnya. Perlahan Sarah membeberkan foto - foto itu diatas meja, foto - foto Jester dibeberapa spot foto saat berada diperancis sambil memegang bingkai foto Luna membuat Naomi, Selena, Harry, Grece dan Justin penasaran untuk melihatnya. Mereka pun mengambil foto - foto itu dan memperhatikannya dengan seksama, walau tanpa kata namun saat itu kesedihan kental terasa diruang keluarga.


"Dengan kualitas kertas dan tinta terbaik plus... aku sudah melaminating foto - foto itu agar tidak luntur, sesuai permintaanmu Jester" celetuk Luna sembari menatap Jester yang masih terdiam memandangi teman - temannya yang sibuk memperhatian foto - foto itu.


"Terima kasih, aku memang bisa mengandalkanmu" timpal Jester terdengar senang


"Buat apa foto - foto ini?" tanya Luke penasaran, Jester pun menghela nafasnya dan mengeluarkan surat serta note milik Luna.


"Tentang foto nanti juga kamu akan tahu, aku sengaja mengumpulkan kalian disini karena surat dan note ini sepertinya tidak dikhususkan untukku" jawab Jester sambil memandangi surat dan note itu dengan tatapan yang sedih

__ADS_1


"Itu bukan sekedar note, itu catatan harian Luna... kak, Luna ingin kamu membaca catatan hariannya.... semua isi hatinya selama ini dia tuangkan semuanya dalam note itu dan aku rasa.... akan memalukan jika note itu kamu baca didepan kami" timpal Selena, perkataan Selena saat itu mengalihkan perhatian semuanya.


"Begitu ya... baiklah, berarti surat ini yang mungkin harus aku bacakan didepan makam Luna" ucap Jester


"Kenapa kamu yakin surat itu juga untuk kami?" tanya Grece yang terlihat bingung, Jester kembali menatap surat itu dan terdiam beberapa saat.


"Di malam terakhir aku bertemu dengannya.... dia mengatakan kalau dia takut kita akan melupakannya saat dia meninggal, jadi menurutku saat menulis surat ini... pasti ada pesan yang juga dia sampaikan pada kalian" jawab Jester terdengar sedih


"Kamu masih peduli padanya kak?" tanya Selena sedikit menekan Jester, perlahan Jester kembali menatap Selena dengan garis senyum yang terlihat


"Aku... peduli padanya, bagaimana dengan kalian?" tanya Jester sambil menatap Naomi, Luke, Harry, Grece, Justin, dan Sarah bergantian. Sejenak Mereka semua saling menatap bergantian, lalu semua tersenyum hampir bersamaan.


"Aku peduli padanya, dia adalah sahabatku walau tidak lama kami berteman" jawab Naomi dengan senyuman yang merekah


"Aku punya kenangan tersendiri saat SMA dengan Luna, jadi tentu saja aku peduli padanya" jawab Luke sembari menatap Jester


"Kenangan kita bersama Luna saat SMA sangat membekas sekarang, sayang sekali hanya sekejab kita berkumpul. Hei Jester, aku pasti peduli padanya" Harry menimpali perkataan Luke


"Jangan tanya aku, dia sahabatku sejak kami masih bayi dan tentu saja aku peduli" ucap Selena


"Aku peduli aku peduli... aku pernah punya kenangan dengannya sejak di ajang pencarian bakat dan pertemuanku kembali dengannya sangat menyenangkan, benarkan sayang?" dengan semangat Grece mengatakannya sembari menatap Justin, Justin pun hanya tertawa menanggapi perkataan Grece.


Satu per satu dari mereka mengutarakan bagaimana kenangan dan perasaan masing - masing terhadap Luna, saat itu begitu terasa bahwa sosok Luna mampu menempati tempat terbaik dihati mereka. Kepergian Luna untuk selamanya tidak akan membuat mereka melupakan sosok Luna, mereka pun terlihat saling tersenyum memandang satu dengan lainnya.


"Aku tidak mengenalnya, tapi aku merasakan kehilangan kalian... jujur saja aku akan berpura - pura peduli" timpal Sarah, perkataan Sarah membuat semuanya menatap Sarah dengan wajah datar.


"Apa? kalian tidak mengundangku diacara ulang tahun Jester, itu salah kalian sampai aku jadi begini" celetuk Sarah terdengar sebal, Jester dan Naomi pun tertawa mendengar perkataan Sarah karena mereka tiba - tiba teringat saat mereka berseteru direstoran cepat saji.


"Te.. Terima kasih, aku harap aku tidak merepotkan kalian" agak terbata Sarah mengatakannya


"Baiklah... ayo kita berangkat" ucap Jester sembari berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Naomi, Luke, Harry, Selena, Sarah, Grece, dan Justin.


Mereka berangkat menuju pemakaman umum dimana Luna di kebumikan, dua puluh menit perjalanan yang mereka butuhkan untuk sampai di pemakaman umum itu. Setibanya disana, mereka semua berjalan menyusuri jalan setapak untuk sampai di tempat Luna dikubur. Sebuah batu nisan dengan sebuah bingkai foto Luna pun terlihat, mata Selena dan Naomi pun terlihat berkaca menatap foto Luna yang seakan tersenyum atas kedatangan mereka semua.


"Hai Luna" celetuk Jester sambil duduk bersila didepan makam Luna


Saat itu baik Naomi, Selena, Sarah, Grece, Luke, Harry, dan Justin hanya berdiri dibelakang Jester, mereka semua terdiam dengan kesedihannya masing - masing. Hanya Sarah yang terlihat berwajah datar menatap Luna, perlahan Sarah mengelus punggung Luke yang berusaha sekuat tenaga untuk tidak bersedih.


"Maaf aku baru bisa mengunjungimu setelah satu minggu kamu dikuburkan, tapi disini aku ingin menunjukkan kepadamu jika kamu... tidak akan dilupakan" ucap Jester sembari mengeluarkan foto - foto dan note kecil berwarna pink milik Luna, Jester menata foto - foto itu sesuai dengan check list Luna lalu menempelkan foto - foto itu dibatu nisan Luna.


"Semua check list mu sudah aku kerjakan dan ini adalah bukti - buktinya, aku centang semua ya" celetuk Jester sembari mencentang semua list Luna, begitu selesai Jester menutup note itu lalu menghela nafasnya sejenak.


"Teman - teman... ayo kita dengar apa yang Luna sudah tulis dalam suratnya... aku sempat berkata jika surat ini tidak dikhususkan hanya untukku dan semoga itu benar" ucap Jester lalu membuka surat dan mengeluarkan isinya, Jester pun tiba - tiba tertawa kecil dan membuat teman - temannya heran.


"Ada apa Jess?" tanya Naomi penasaran, Jester menoleh kebelakang menatap Naomi


"Aku benar, ini untuk kita semua... dengarkan" jawab Jester lalu kembali menatap surat dan hendak membacanya


Jester terlihat begitu tegar dan mampu berdamai dengan hatinya saat hendak membacakan surat yang Luna tulis dan tinggalkan untuk mereka, dengan wajah yang terlihat sedih namun diantara mereka semua terlihat begitu penasaran dengan isi dari surat yang dibuat Luna di penghujung umurnya.


***


Untuk : Jester dan teman - teman

__ADS_1


Dari : Luna Lincoln


Hai kak Jess, hum... aku berharap saat kamu membacanya, ada teman - teman disana. Jika ada, bacakan yang keras agar mereka juga mendengar apa yang sudah aku tulis ini.


Pertama, aku ucapkan terima kasih khususnya untuk Naomi. Hei... kamu wanita yang tangguh dan hatimu sangat kuat, setelah mendengar cerita tentang percintaanmu, keluargamu, dan penderitaanmu selama ini... aku merasa malu pada diriku. Tidak seperti aku, kamu masih harus mengalami penderitaan untuk kedepannya. Aku harap kamu tetap kuat seperti itu, percayalah pada kak Jester dan jaga komunikasimu dengannya jangan seperti aku. Semangat!


Kedua, Selena.... kamu satu - satunya yang membuatku sulit untuk menerima kenyataan bahwa aku akan pergi begitu cepat meninggalkanmu. Kamu tidak pantas menderita seperti itu, seharusnya kamu tetap hidup bebas tidak terikat cinta rumit yang aku ikatkan secara paksa kepadamu. Maaf, aku harap kamu bisa memaafkanku dan berhenti untuk mencintai kak Jester. AKU BERSUNGGUH - SUNGGUH.


Ketiga, kak Luke dan Kak Harry. Maaf ya aku sudah membuat kak Jester patah hati karenaku, aku tidak ingin melakukannya secara sengaja. Kalian tahukan seberapa cintanya aku pada kak Jester, aku bahkan pernah meminta bantuan kalian untuk memaksa kak Jester agar tidak ragu untuk mendekatiku. Itu kenangan yang lucu dan jika aku ingat kembali... sangat menyenangkan bisa bertemu dengan kalian. Terima kasih.


Keempat, kak Justin. Huh... aku dibuat kerepotan karena ulahmu, tapi syukurlah kamu bisa punya pacar secantik Grece. Aku turut bahagia untukmu, jangan kecewakan dia dan jangan sakiti dia. Aku percaya padamu akan membahagiakan Grece.


Kelima, Hai Grece cantik. Kita bertemu lagi setelah sekian lama, Hahaha... sungguh dunia tidak selebar daun kelor, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan produser ajang pencarian bakatku dulu. Saat bertemu denganmu lagi, aku sempat takut kamu menyadari aku adalah Lunar. Tapi sepertinya perubahan fisikku yang membuatmu lupa denganku, maaf aku mengecewakan kepercayaanmu kepadaku. Aku tidak bermaksud membuatmu kerepotan atas pengunduran diriku yang mendadak, aku hanya tiba - tiba merasa ada hal besar yang harus segera aku kejar disisa waktuku. Sekali lagi, maaf dan terima kasih sempat menjadi penggemarku yang paling antusias.


Keenam, Sarah... aku tidak sempat akrab denganmu tapi aku yakin jika aku mempunyai lebih banyak waktu, kita bisa berteman dengan baik. Maaf, aku tidak memiliki waktu itu untuk aku bagikan bersamamu. Jadi terima kasih dulu sudah mau membantu Naomi mengatasi masalahnya.


Ketujuh dan yang paling penting dalam surat ini, kak Jester.... aku bingung harus menulis apa karena banyak sekali hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Tapi pertama aku ingin minta maaf padamu tentang semua yang telah kita alami, kedua aku ingin berterima kasih padamu sudah mau menemani hari - hari terakhirku. Kamu adalah alasan aku untuk mencoba sembuh dari penyakitku sejak pertama kita bertemu namun takdir sangat kejam padaku, percayalah... saat aku mengetahui penyakit yang aku idap, aku memutuskan untuk hidup sendiri dan tidak ingin berhubungan dengan siapapun itu.


Tapi begitu aneh... aku sudah membulatkan tekad untuk hidup sendiri, namun saat bertemu denganmu untuk pertama kali... aku malah tidak dapat hidup sendirian, pertemuan denganmu membuatku sadar ternyata manusia memang tidak bisa hidup sendiri. Awalnya aku hanya merasa kesepian, aku hanya ingin seseorang menyentuhku, namun lama - lama aku jatuh cinta pada kehangatanmu. Jujur aku tidak ingin berpisah, sampai kapanpun aku ingin kamu untuk tidak melepaskanku... aku ingin mendekapmu dan aku tidak ingin ini berakhir.


Tapi... dihari aku tahu jika aku memang ditakdirkan untuk tidak dapat sembuh, aku pun berfikir bahwa hidup ini bukan hanya melakukan sesuatu untuk diri sendiri namun ada juga hidup untuk kebahagiaan orang lain dan itu akan membuat kita ikut bahagia. Aku ingin orang - orang disekitarku semua bisa tersenyum, aku ingin hidup seperti itu. Mendukung orang kapanpun disaat mereka lelah, aku mencoba untuk hidup seperti itu disisa - sisa hariku.


Aku merasa berhasil dengan keinginan terakhirku untuk membuat orang - orang disekitarku tersenyum lalu menyatukan kalian semua. Heii kalian.... saat menulis surat ini aku tahu aku tidak akan selamat, tapi meski aku mati... tolong ingatlah aku yang akan mati dengan senyuman tanpa penyesalan. Kak Jester, Naomi, Selena, kak Luke, kak Harry, kak Justin, Grece, dan Sarah, kita punya kenangan bersama mulai dari hal sepele sampai hal besar dan rasanya aneh dalam waktu satu bulan semua begitu membekas dihatiku.


Hei kalian.... bagaimana menurut kalian? apa aku berbekas dihati kalian?


Hei kak Jester... apa aku akan terus berbekas dihatimu?


Hei apa kalian akan terus mengingatku? bagaimana denganmu kak Jester?


Jangan lupakan aku ya, kalian harus berjanji untuk itu....


Untunglah kalian orang - orang yang terakhir aku temui... semoga kalian bisa terus berteman sebagai bentuk karya terakhirku di dunia ini, semoga impianku yang sebenarnya bisa tersampaikan dihati kalian masing - masing.


Terakhir.... kak Jester Gates.... Aku mencintaimu


Sangat mencintaimu...


Begitu mencintaimu...


Maaf tidak bisa menemanimu liburan di Paris...


Maaf aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu menemaimu...


Maaf sudah selalu bersikap seenaknya kepadamu...


Aku benar - benar meminta maaf atas semuanya....


Terima kasih.... dan.... Sayonara...


NB: Naomi.... aku sudah menggunakan kata yang tepat kan?


***

__ADS_1


__ADS_2