
Tengah malam disebuah gedung perkantoran, disalah satu lantainya terlihat masih ada lampu yang menyala. Tepatnya di lantai tiga dimana sebelumnya ada Camilla yang memilih untuk bekerja lembur demi menyelesaikan kostum perform Jester, Luke, Harry, Justin dan Grece yang akan diselenggarakan esok harinya dan Sarah yang memaksakan kehendaknya kepada Jessica agar memiliki waktu untuk berbicara berdua bersama Camilla, namun kini suasana yang sempat tegang karena obrolan antara Camilla dan Sarah yang sempat memanas seketika berubah menjadi penuh kepanikan karena ada darah yang bercucuran dilantainya.
Darah yang berasal dari tangan Sarah karena tertancap sebuah gunting yang sempat dihunuskan oleh Camilla kearah perutnya, kejadian itu terjadi karena Sarah sempat berlari mendekati Camilla untuk menghentikan aksi bunuh diri Camilla. Bermaksud menangkap tangan Camilla saat itu, namun karena kepanikan yang dialami Sarah membuatnya gagal menggapai tangan Camilla dan malah menjadikan tangannya sebagai penghalang gunting menusuk ke perut Camilla.
Keduanya pun sampai terjatuh karena kerasnya Sarah berlari menabrak Camilla, mengetahui tangan Sarah yang tertancap gunting itu membuat Camilla kini panik karena darah dengan deras mengalir membasahi baju dan roknya.
"Sarah!!! apa yang kamu lakukan?!" dengan panik Camilla mengatakannya
"AAAAaaaa!!! sakiittt!!!!" teriak Sarah karena rasa sakit yang dia derita, dengan segera Camilla meraih ganggang telepon yang berada diatas meja di dekatnya untuk memanggil bantuan.
Tidak lama dua orang yang bekerja sebagai keamanan gedung sampai dilantai tiga dengan membawa kotak pertolongan pertama, dengan sigap kedua orang itu segera menarik gunting yang menancap ditangan Sarah lalu berusaha menutup luka yang diderita Sarah agar pendarahannya berhenti. Setelah berhasil menghentikan pendarahan, kedua orang ini bersama Camilla membawa Sarah menuju lantai dasar kemudian Camilla membawa Sarah ke rumah sakit terdekat dengan mobil milik Camilla.
Camilla yang menyetir mobil untuk membawa Sarah ke rumah sakit saat itu, dengan tangan yang bergemetar namun Camilla dengan baik membawa mobil menuju lobby unit gawat darurat. Sarah langsung mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter yang sedang berjaga dan mendapatkan empat jahitan ditangannya, sedangkan Camilla menunggu Sarah diruang tunggu dengan banyak lumuran darah di baju dan tangannya.
Ditengah paniknya Camilla saat itu, nada dering handphone Camilla terdengar dan mengagetkan Camilla. Tangannya yang bergemetar dengan segera dia arahkan untuk mengambil handphone didalam tas miliknya, tertulis nama "Ibu Jessica" yang sedang memanggilnya. Meski ingin mengangkatnya namun jari - jemari Camilla terlalu bergemetar sampai beberapa kali gagal menyentuh layar untuk mengangkat, tiba - tiba ditengah usahanya untuk menggeser tombol hijau agar telepon terangkat ada tangan yang merebut paksa handphone itu dari tangan Camilla.
Tangan kiri Sarah pun menggeser tombol angkat lalu segera menempelkan handphone itu ke telinganya.
***
"Ya mama" sapa Sarah ketika telepon terangkat
"Loh? Sarah? kenapa handphone Camilla ada padamu?" tanya Jessica heran
"Yah tadi kami memutuskan untuk pulang bersama, lalu dia sedang ke kamar kecil sekarang" jawab Sarah dengan sedikit rintihan kesakitan
"Kamu baik - baik saja? suaramu sedikit berbeda... seperti... sedang merintih kesakitan...." tanya Jessica terdengar khawatir.
"Aku baik - baik saja ma, aku hari ini tidak pulang ke rumah. Aku ingin bertemu kakek" ucap Sarah dengan datar dan berusaha untuk tidak lagi terdengar merintih
"Ooh... gitu... baiklah.. tapi kalau bisa pulanglah kemari... kamu sudah cukup lama tidak pulang, yang kangen bukan cuma kakek mu saja tapi ada mama juga.." terdengar kecewa Jessica saat mengatakannya, Sarah menghela nafasnya sejenak sebelum merespon perkataan Jessica.
__ADS_1
"Aku juga merindukan mama... hanya saja aku sedang ingin berada di kediaman besar Gates, mungkin satu minggu ke depan dan setelahnya aku akan pulang kerumah untuk waktu yang sangat lama" ucap Sarah
"Janji?" tanya Jessica dengan menekan
"Iya janji" jawab Sarah
"Baiklah... sampaikan salam ku pada Camilla dan ingat.... jangan sakiti dia" tegas Jessica saat mengucapkannya
"Iya iya... dadah mama" Sarah pun memutus sambungan teleponnya
***
Setelah terputus, Sarah mengembalikan handphone itu kepada Camilla dengan cara sedikit melemparnya. Karena tangannya masih bergemetar, Camilla gagal menangkap handphone itu sehingga handphonenya terjatuh ke ubin. Dengan segera Camilla bersimpuh dilantai untuk mengambil handphonenya namun tangannya beberapa kali gagal untuk menggenggam, melihat betapa bergemetarnya tangan Camilla saat itu membuat Sarah merasakan seberapa takutnya Camilla setelah kejadian ini.
"Jujur saja aku pikir kamu hanya akan berakting untuk bunuh diri, tapi setelah mendapatkan empat jahitan ini kini aku merasa kalau kamu serius ingin bunuh diri" sindir Sarah kepada Camilla yang tangannya masih berusaha untuk mengambil handphone itu
"Ma... maaf..." dengan suara yang bergemetar Camilla mengatakannya
"Ma... maaf... aku tidak.. bermaksud..." masih dengan nada yang terdengar sama Camilla mengucapkannya
Kata maaf yang berkali - kali Camilla ucapkan tiap kali Sarah mengungkapkan kekesalannya membuat Sarah sedikit emosi, dalam benak Sarah tercetus pikiran bahwa Camilla tidak memiliki kepribadian yang sempat diceritakan oleh Luke dan sahabat lainnya.
"Hei! kamu itu tokoh antagonis di lingkaran kami, kenapa kamu cuma bisa mengatakan maaf maaf maaf" agak membentak Sarah mengucapkannya, Camilla menggelengkan kepalanya beberapa kali dan pada akhirnya dia dapat menggenggam handphone miliknya yang sebelumnya berada dilantai.
"Maaf.... aku tidak tahu harus berkata apa lagi..." ucap Camilla dengan kepala yang masih menunduk dihadapan Sarah, untuk sejenak keduanya terdiam.
"Benarkah kamu Camilla yang dikatakan oleh teman - temanku? kamu terlalu rapuh untuk mengambil peran sebagai penjahatnya... kamu bukan orang suruhan Daniel kan? bahkan Daniel terlihat lebih kuat dan tegar daripada kamu" terdengar bingung Sarah saat mengatakannya
"Aku yang memanfaatkan Daniel untuk mempermalukan Naomi dihadapan publik" walau terdengar tegas tanpa keraguan, namun suara Camilla tersirat dengan jelas bahwa dia sangat menyesali itu.
Tidak ingin terkecoh dengan kelicikan Camilla seperti yang diceritakan Sahabatnya, kembali Sarah menekan Camilla dengan berbagai kalimat yang cukup dapat memberikan tekanan pada Camilla.
__ADS_1
"Jester berkata jika kamu adalah serigala berbulu domba yang sudah membuka bulu dombamu dengan luka yang parah, kamu bisa saja menerkam ku dan teman - teman yang lain saat lukamu sudah pulih. Apa kamu paham seberapa khawatirnya aku kepadamu?" tanya Sarah dengan tekanan, Camilla menganggukkan kepalanya merespon pertanyaan Sarah.
"Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupku, tapi kamu menghalanginya sampai tanganmu yang menjadi korban.... untuk apa kamu lakukan itu?" tanya Camilla, pertanyaan yang membuat Sarah bingung harus menjawab apa. Mereka berdua pun akhirnya terdiam untuk beberapa saat, sampai suara helaan nafas Sarah terdengar begitu keras.
"Aku merasakan ketulusan mu... kedepannya jangan sampai aku dengar kamu mencoba untuk bunuh diri atau berbuat hal bodoh lagi untuk menyakiti teman - temanku" tegas Sarah saat mengucapkannya, Sarah menjulurkan tangannya untuk membantu Camilla berdiri dari bersimpuhnya dilantai rumah sakit itu.
"Apa aku bisa mempercayaimu?" tanya Sarah ketika Camilla terkejut dengan uluran tangan Sarah kepadanya, perlahan Camilla mengalihkan pandangannya menatap wajah Sarah.
"Aku.... akan berusaha untuk tidak mengecewakanmu...." jawab Camilla lalu menerima uluran tangan Sarah
Dua wanita yang beberapa kali terlihat berseteru itu pun akhirnya memutuskan untuk menjalin pertemanan, kemudian membuat Camilla lagi dan lagi merasakan adanya kebaikan dari seseorang walaupun orang itu sempat membencinya.
Keduanya pun berjalan bersama menuju parkiran rumah sakit untuk kembali menuju kantor, di kantor saat itu Sarah memerintahkan dua orang penjaga yang sebelumnya membantu Sarah untuk melakukan pertolongan pertama kepadanya agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun terutama pada Jessica. Dengan ancaman pemecatan Sarah memerintahkannya, kedua penjaga itu pun ketakutan dan berjanji akan tutup mulut.
Didepan lobby kantor Sarah dan Camilla berpisah, keduanya pulang menuju rumahnya masing - masing setelah sebelumnya naik ke lantai tiga untuk mengambil beberapa barang yang mereka tinggalkan sebelumnya dengan menyisakan kenangan yang tidak menyenangkan. Namun bagi Sarah ini adalah pengorbanan yang setimpal mengingat sebelumnya Sarah sangat mewaspadai Camilla, terlebih kelicikannya yang sudah sering dia dengar dari teman - temannya membuat Sarah tidak dapat tenang saat mengetahui Camilla berada disekitarnya.
Malam berganti pagi, matahari mulai muncul dari ufuk timur. Disebuah cluster perumahan mewah, terlihat rumah dengan aksen khas budaya jepang yang terlihat sepi dari aktifitas penghuninya. Tidak seperti rumah - rumah lain yang terlihat ada kesibukan, dirumah dengan aksen khas budaya jepang itu masih terlihat dan terdengar sepi.
Tapi itu tidak berlangsung lama....
Semua dimulai saat sebuah mobil BMW 330i berwarna hitam dengan kecepatan yang cukup tinggi tiba - tiba mengerem dengan keras tepat didepan rumah Jester dan Naomi, kejadian itu sampai menarik perhatian tetangga Jester. Tidak lama turun Grece dari kursi pengemudi BMW 330i, setelah turun Grece segera berlari menuju pelataran rumah kemudian menggedor pintu utama rumah dengan begitu keras secara terus - menerus.
"Iya iya!! ada apa sih?!!" bentak Jester saat membuka pintu rumah itu dengan penuh emosi
"Jester!! Jester!! kamu tidak akan percaya dengan apa yang baru saja aku baca dari aplikasi ChatMe ku!!" dengan nada yang terdengar panik Grece mengatakannya
"Paling hanya hal bodoh yang bisa kamu tunda untuk mengabarkannya kepadaku" dengan kesal dan sedikit nada yang terdengar marah saat Jester mengucapkannya, namun Grece tidak mempedulikannya karena dia sibuk mencari handphone didalam tas genggamnya.
Tidak lama Grece pun menemukan handphone miliknya dan segera mengoperasikan handphone itu, Grece membuka aplikasi ChatMe dan membuka obrolannya dengan Naomi. Setelah terbuka Grece langsung menunjukkan pada Jester tepat didepan wajahnya, dengan wajah yang masih terlihat kesal Jester membaca chat dari Naomi kepada Grece. Ekspresi kesal Jester berubah seiring dengan apa yang dia baca, seakan tidak percaya namun itu benar - benar tertulis dengan jelas di layar handphone Grece.
Tatapan mata Jester menatap Grece dengan wajah yang terkejut, sedangkan Grece tersenyum bahagia saat mengetahui Jester sudah membaca Chat dari Naomi saat itu.
__ADS_1