Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Lembaran Baru


__ADS_3

Pagi hari menjelang siang disebuah ruangan dalam kediaman besar Gates, di ruangan itu terdapat meja bundar besar yang dikelilingi oleh Jester, Naomi, Sarah, William, Andrews, Phillips, dan Arthur. Pertemuan yang terlihat begitu formal dengan suasana sedikit kaku begitu terasa disana. Beberapa dokumen terlihat menumpuk didepan Jester, ekspresi wajah Jester terlihat kesal saat Julius terus menumpuk dokumen - dokumen itu tepat didepannya.


Naomi yang mengetahui inti pertemuan siang itu adalah untuk pengalihan kepemimpinan Gates Family Corp dari Arthur kepada Jester, membuatnya kesulitan untuk menahan tawa karena melihat wajah Jester yang tidak mampu untuk menutupi perasaan yang dihadapinya. Naomi bisa merasakan Jester sedikit keberatan dengan tugas yang akan Jester emban kedepannya, terlebih lagi dengan banyaknya dokumen yang terlihat diatas meja itu membuat Naomi yakin Jester akan kesulitan mengatur waktunya untuk menjalani hidup selayaknya remaja pada umumnya.


Pemandangan berbeda terlihat antara Arthur dan Sarah yang terus saling menatap tanpa kata, namun tatapan Arthur terlihat hangat saat menatap Sarah. Mendapatkan tatapan hangat itu membuat Sarah semakin bimbang harus bersikap seperti apa disaat seperti ini, akhirnya tidak lama Sarah pun membuang muka untuk menghindari terus bertatapan mata dengan Arthur.


Pertemuan pertama bagi sarah bersama sang kakek membuatnya bingung mengatur ekspresi yang harus dia tampakkan dihadapan Arthur, degup jantungnya begitu keras namun keadaan yang terlihat formal ini memaksanya untuk mencoba setenang mungkin. Keheningan ditempat itu pecah setelah dokumen terakhir selesai ditumpuk oleh Julius, dengan tenang Arthur memulai pembicaraan setelah sebelumnya mereka semua hanya terdiam.


"Itu semua dokumen penyerahan kekuasaan keluarga Gates, aku berharap banyak padamu Jester" celetuk Arthur dengan senyuman yang terlihat digaris bibirnya, Jester membenturkan dahinya dimeja cukup keras.


"Kenapa banyak sekali? bagaimana dengan kehidupan remajaku yang menyenangkan?" dengan nada yang terdengar kesal Jester bertanya, Arthur dan Julius tertawa hampir bersamaan.


Suasana yang sempat menegangkan menimbulkan sedikit tawa karena ulah spontanitas yang ditunjukkan oleh Jester, tidak bisa dipungkiri perusahaan yang akan Jester kelola sangatlah besar dan menjadi nomer satu di negaranya. Dengan statusnya yang seorang mahasiswa dengan usia yang belum begitu dewasa serta kehidupannya yang selalu santai membuatnya memiliki kecemasan akan masa mudanya akan terasa membosankan dengan status barunya.


"Tuan besar Jester, itulah gunanya seseorang yang akan menggantikan posisiku. Aku akan merekomendasikan beberapa orang yang pasti akan meringankan tugas - tugas anda, aku harap itu sedikit membantu tuan besar" jawab Julius dengan sedikit tawa, Jester mengangkat kepalanya menatap Julius.


"Bukankah lebih baik jika pak Julius saja yang membantuku? sekalian saja menjadi mentor untukku" dengan nada yang terdengar kesal Jester mengatakannya, Julius hanya tersenyum merespon perkataan Jester.


"Julius akan menemaniku melewati sisa - sisa hidup kami, setidaknya hanya itu yang akan tersisa dari Arthur tua ini melewati masa - masa pensiunnya yang membosankan" jawab Arthur dengan helaan nafas, Jester mengalihkan pandangannya menatap Arthur.


"Kakek dan pak Julius akan berada disini kan? jadi tidak masalah jika..." belum selesai Jester berkata, Arthur memotong.


"Kami akan beristirahat di pulau pribadi yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sudah lama kami menginginkan kehidupan yang damai seperti itu" timpal Arthur, mendengar perkataan Arthur saat itu membuat Jester, Naomi dan Sarah terkejut.


Tiba - tiba Sarah mengalihkan pandangannya menatap sosok Arthur dengan begitu teliti, hal itu membuatnya sadar bahwa kakeknya begitu tua dan memang sudah saatnya untuk beristirahat dan bersantai untuk masa tuanya. Entah perasaan apa yang sedang dirasakan oleh Sarah melihat Arthur, namun pernyataan Arthur membuat sebagian hati Sarah seperti iba dan ingin sekali untuk bisa berada didekat sang kakek.


Tidak pernah ada sosok lelaki dari keluarganya yang mendampingi Sarah, timbul perasaan dalam hati Sarah untuk ingin dekat dengan kakeknya karena Sarah merasa akan sulit dekat dengan Ayahnya yang sudah memiliki keluarga baru. Namun kenyataan yang dia alami bersama Jessica ibunya membuat Sarah kembali mengingat kemarahannya dan menguatkan hati untuk tetap membenci Arthur.


"Bagiamana dengan rumah ini?" tanya Jester heran


"Tuan besar Jester akan tinggal disini menggantikan kami, sedangkan tuan Andrews, tuan William, dan tuan Phillips akan keluar juga bersama dengan kami" jawab Julius dengan tegas


"Aah.. Eeh... tapi tidak mungkin kan rumah sebesar ini hanya akan dihuni oleh kami? walau disini banyak pekerja namun kami tetap saja akan merasa kesepian" celetuk Naomi


"Apa pulau itu jauh?" tanya Sarah tiba - tiba, semua yang berada disana terkejut mendengar pertanyaan Sarah lalu serentak Jester, Naomi, William, Andrews, Phillips, Arthur dan Julius menatap Sarah.


"Kenapa? kenapa menatapku bersamaan seperti itu?" tanya Sarah lagi sembari matanya menatap mereka semua secara bergantian.


"Aku tidak menyangka kamu akan bertanya disaat seperti ini, kedatangan mu juga sudah membuatku terkejut walau sebenarnya aku yang meminta Jester untuk mengatur jadwalku bertemu denganmu nona muda Gates" jawab Arthur


"Namaku Sarah Arielle dan aku tidak ingin nama Gates itu melekat pada diriku" ucap Sarah dengan nada yang terdengar marah

__ADS_1


"Apa itu buruk untukmu?" tanya Arthur


"Ya! itu buruk untukku!! kamu kan yang menyuruh dia untuk meninggalkanku?!! kamu juga yang menyuruh semua orang untuk menghancurkan ku! lalu apa itu tidak buruk untukku?!!" Sarah pun berdiri dari duduknya dan mengatakan itu dengan begitu emosional, semuanya terdiam dan terpaku menatap Sarah.


"Kenapa...? kenapa kamu lakukan itu padaku? apa yang salah dariku sampai kamu harus melakukan hal sejahat itu padaku?" tanya Sarah dengan suara yang mulai terdengar serak, Arthur dan Julius terdengar menghela nafasnya hampir bersamaan.


Lama memendam semua perasaannya, akhirnya membuat Sarah tidak mampu lagi untuk menahan emosi dan pertanyaan - pertanyaan yang selama ini mengganggu hidupnya kembali mencuat begitu saja dalam pikirannya. Sarah dengan membawa luka hati meluapkan semuanya dihadapan orang - orang yang berada disana.


"Apa Jessica merawat mu dengan baik?" tanya Arthur dengan nada datarnya seakan tidak terpancing emosi Sarah, pertanyaan Arthur membuat Sarah sedikit bingung.


"Tentu.... mama merawat ku dengan baik dan penuh kasih sayang, kamu tidak menja..." belum selesai Sarah berkata, Arthur memotong.


"Aku meminta Julius untuk menjauhkan mu dari keluarga Gates agar kamu tidak terkontaminasi pemikiran kami berdua, aku ingin kamu dapat tumbuh dan berkembang selayaknya orang biasa namun demi dirimu juga aku terus memantau dan mengintimidasi Jessica agar dia tidak lengah saat mendidik mu" timpal Arthur dengan tegas, Sarah pun kembali dibuat bingung dengan perkataan Arthur.


"Apa... maksudmu?" tanya Sarah sedikit terbata


"Aku dan Julius telah melakukan kesalahan besar yang membuat kami menjadi sulit untuk mempercayai orang, hidup terus dalam ketakutan dan sulit mendapatkan ketenangan. Jika kamu berada disini maka kamu akan tumbuh dengan semua keburukan pemikiran kami, itulah mengapa kandidat pengganti ku hanya ada kamu dan Jester" jawab Arthur dengan tegas, Arthur menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskan perlahan sebelum melanjutkan kembali kalimatnya seakan sedang menguatkan hatinya untuk mengatakan sesuatu.


"Jessica mendidik mu dengan cara yang baik, kamu diajarkan untuk mencari teman dan juga terus berjuang. Saling percaya pada temanmu dan bekerjasama, semua itu tidak akan pernah kamu dapatkan didalam keluarga Gates. Karena itu juga kenapa aku mengakui kekalahan ku, kamu dan Jester telah bekerjasama dengan sangat baik" ucap Arthur lalu menepuk tangannya, tidak lama dua orang masuk kedalam ruangan itu.


Dua orang yang masuk itu adalah Jeremy dan Burgess, dengan kepala yang tertunduk keduanya seperti ketakutan untuk berada didalam ruangan itu namun mereka berdua terus berjalan sampai berada disebelah kanan Arthur lalu menatap Sarah. Jester, Naomi, Sarah, William, Andrews dan Phillips kompak menatap Jeremy dan Burgess, mendapatkan tatapan seperti itu semakin membuat Jeremy dan Burgess berkeringat karena tertekan.


"Mereka adalah ahli ekonomi dan bisnis yang sudah aku tunjuk untuk mengalahkan Jester, namun aku tidak menduga jika kamu memutuskan untuk bekerjasama dengan Jester dan juga tentang pengkhianatan Julius adalah faktor utama sebab dari kekalahan ku" ucap Arthur ketika Jeremy dan Burgess sudah berdiri didekat Arthur


"Tu.. tunggu! kamu tidak bisa melakukan itu padanya!" agak membentak Sarah mengatakannya, perkataan Sarah menarik perhatian Arthur, Julius, Jeremy dan Burgess.


Jeremy dan Burgess terkejut akan permintaan Sarah agar Arthur tidak memecatnya, selama ini mereka memang ditugaskan oleh Arthur untuk memata - matai Arielle Corp agar tidak menjadi perusahaan nomer satu yang mampu menghancurkan Gates Family Grup. Namun Jeremy dan Burgess dengan tulus dan senang hati mengajarkan bisnis yang baik kepada Sarah mengingat Sarah merupakan salah satu cucu dari Arthur Gates.


"Kenapa?" tanya Arthur heran


"Mereka.... mereka adalah mentor ku dalam dunia bisnis, aku sudah menganggap mereka sebagai guruku... jadi mohon untuk membiarkan mereka bekerja untukmu" jawab Sarah


"Orang yang gagal melaksanakan tugas harus disingkirkan, tidak ada toleransi untuk itu" tegas Arthur mengatakannya, namun dengan mengernyitkan dahi Sarah terlihat tidak dapat menerima perkataan Arthur.


"Mereka akan tetap berkerja untuk Gates Family Grup" celetuk Jester tiba - tiba, perkataan Jester membuat semuanya terkejut.


"Jester, apa maksudmu?" tanya Naomi yang terkejut dengan celetukan Jester


"Aku kan presiden direkturnya, jadi pecat atau tidak itu adalah hak ku kan kakek?" tanya Jester sedikit menyindir Arthur


"Untuk apa mempertahankan orang tidak berguna seperti ini?" tanya balik Arthur

__ADS_1


"Kekalahan pak Jeremy dan pak Burgess tidak murni karena ku, tapi ada bantuan dan juga intrik didalamnya. Tidak adil jika menyalahkan mereka lalu mengatakan jika mereka berdua tidak berguna" jawab Jester dengan yakin


"Itulah kenapa aku membuatmu menjauhi kami Sarah... Jester..." celetuk Arthur ketika mendengar perkataan Jester, semuanya kembali dibuat heran dengan perkataan Arthur.


"Apa maksudmu?" tanya Sarah bingung


"Kalian berdua memiliki empati kepada orang lain yang sulit bagi kami untuk merasakannya" jawab Arthur lalu dia pun berdiri dari duduknya hendak meninggalkan tempat itu.


"Aku percayakan keluarga besar ini ditangan kalian berdua" ucap Arthur sembari berjalan terus hendak menuju pintu keluar bersama Julius dibelakangnya


"Bagaimana kalau suatu saat nanti kami mengkhianatimu?" tanya Sarah sebelum Arthur dan Julius keluar dari ruangan, Arthur dan Julius pun menghentikan langkah mereka sejenak.


"Mempercayai kalian adalah keputusanku dan membuktikan jika aku salah adalah pilihan kalian" jawab Arthur dengan tegas lalu kembali berjalan meninggalkan ruangan itu hingga tersisa lah Jester, Naomi, Sarah, William, Andrews, Phillips, Jeremy dan Burgess.


Membiarkan Arthur dan Julius berlalu, semua yang tersisa di ruangan itu memulai meeting mengenai penentuan pengganti Julius. Jester dengan status barunya memulai rapat dengan baik dan sedikit serius yang diperhatikan oleh Naomi dengan tatapan mata yang terlihat bangga.


"Jadi siapa yang akan kamu pilih untuk menggantikan Julius?" tanya Phillips pada Jester


"Aku masih belum tahu paman, bisakah memberiku ide?" tanya balik Jester menjawab pertanyaan Phillips, tiba - tiba Andrews dan Phillips pun tertawa terbahak - bahak sampai membuat Jester dan William heran.


"Kenapa tertawa?" tanya Jester heran, tiba - tiba Andrews dan Phillips berdiri lalu berjalan mendekati Jester kemudian merangkulnya.


"Kenapa masih bingung? selama ini bukankah William yang menemanimu?" tanya Andrews pada Jester


"Pilih saja dia dan bebaskan kami dari sangkar emas ini" timpal Phillips menyetujui perkataan Andrews, mendengar itu membuat William marah.


"Enak aja!! aku juga tidak ingin melakukan pekerjaan ini dan ingin hidup bebas seperti sebelum - sebelumnya!!" bentak William begitu marah, namun tiba - tiba Jester, Andrews dan Phillips menatap William dengan senyum licik mereka masing - masing.


"Hei... kalian tidak serius kan?" tanya William terbata karena ketakutan


"Sudah aku putuskan" tegas Jester mengatakannya


Terjadi keributan karena William tidak terima Jester meminta William mengemban tugas sebagai tangan kanan Jester, namun dukungan Andrews dan Phillips membuat William semakin sulit untuk menolaknya. Mereka berempat pun terlibat adu jotos dan banting untuk meluapkan kekesalan mereka masing - masing, dengan wajah tidak percaya dan senyum berat karena terpaksa Naomi menatap tiga orang paruh baya dan satu orang presiden direktur yang bertingkah seperti anak kecil.


Kedekatan tiga bersaudara yang lama tidak terlihat kembali terjalin dengan penuh keceriaan dan kehangatan walau dibalut dengan sedikit adegan yang tidak indah untuk dilihat bagi sebagian yang berada disana, namun begitulah seharusnya Andrews, Willam dan Philips menjalin keakraban sebelum akhirnya harus berakhir sejak kepergian William dari kediaman keluarga besar Gates.


Sedangkan Sarah tiba - tiba berlari menuju pintu dimana Arthur dan Julius keluar dari ruangan sampai disalah satu koridor rumah, Sarah melihat Arthur dan Julius yang berjalan menyusuri koridor rumah itu. Merasakan ada seseorang mengikuti dibelakang membuat Arthur dan Julius menoleh menatap kebelakang, melihat Sarah yang berlari mengikuti mereka akhirnya keduanya berbalik menunggu Sarah berlari mendekat.


"Ada apa nona muda Gates?" tanya Arthur ketika Sarah sudah berada tepat didepan Arthur dan Julius, Sarah mengatur nafasnya yang terengah - engah karena kelelahan setelah berlari mengejar Arthur dan Julius.


"Jangan panggil dengan nama itu, aku hanya ingin tahu tentang semuanya. Ceritakan padaku tentang apa yang sebenarnya terjadi" jawab Sarah dengan nafas yang terengah - engah itu

__ADS_1


"Tentu, aku akan menceritakan semuanya padamu. Kemari lah, ikuti kami mencari tempat yang nyaman untuk berbicara nona muda Gates" ajak Arthur sembari kembali berbalik hendak berjalan menuju suatu tempat, Sarah pun mengikuti Arthur bersama Julius dibelakang.


__ADS_2