Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Siang hari dirumah Jester dan Naomi, terlihat Jester, Justin, Luke, Harry, Selena dan Grece berkumpul diruang keluarga rumah itu. Mereka semua duduk disofa dengan wajah yang terlihat serius dan penuh dengan kekhawatiran, mereka semua terdiam membisu tanpa ada satupun diantaranya yang ingin memulai pembicaraan. Sebuah suasana yang tidak pernah akan mereka duga ketika sedang berkumpul seperti ini, karena pada dasarnya mereka semua adalah orang - orang yang asyik ketika bersama.


"Eemm... Jester, sepertinya kami lebih baik pulang dulu. Aku kesini sebenarnya cuma mau bertanya tentang band kita" celetuk Grece ketika suasana disana menjadi semakin dingin, Jester seakan tersadar dari lamunannya lalu mengalihkan pandangan menatap Grece.


"Lah iya, aku sampai gak sadar kamu ada disini. Maaf aku gak bisa menyambutmu dengan baik" timpal Jester sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali


"Gak kok gapapa, lagian aku datang tanpa diundang... disaat seperti ini pula... aku turut menyesal dengan yang terjadi pada Naomi" dengan suara yang terdengar penuh kesedihan Grece mengatakannya


"Sebelum pulang aku butuh bantuanmu, aku yakin kamu bisa melakukannya" dengan sedikit memaksa Jester mengatakannya, Grece dan Justin saling menatap sejenak lalu kembali menatap Jester yang masih terlihat berfikir.


"Apa itu? jika aku bisa lakukan, maka akan aku lakukan" ucap Grace terdengar penasaran


"Aku akan mengakhiri karir Daniel dan aku membutuhkanmu untuk melakukannya" jawab Jester dengan tatapan mata penuh dendam, jawaban Jester saat itu mengalihkan perhatian semua orang yang sedang berada disana. Seakan tidak ada satupun yang keberatan dengan perkataan Jester, mereka pun sudah siap mendengarkan rencana Jester.


"Bagaimana caranya?" tanya Grece terlihat antusias, Jester menghela nafasnya.


"Daniel itu punya kontrak dengan Sarah dibawah Arielle Corp. jadi aku hanya perlu memastikan kontrak mereka akan terputus secepat mungkin" jawab Jester dengan tenang


"Aku tidak bisa ikut campur dengan kontrak..." belum selesai Grece menjelaskan, Jester kembali memotong.


"Sarah memiliki keterikatan dengan Werner Grup untuk promosikan?" timpal Jester dengan sebuah pertanyaan memancing Grece untuk memahami maksudnya, saat itu Grece tersadar.


"Ooh iya... dengan menekan Arielle Corp. maka Sarah mau gak mau akan memutuskan kontraknya dengan Daniel!" jawab Grece, Jester pun mengeluarkan handphonenya lalu menelepon Sarah.


***


"Ya Jester, Sarah disini" sapa Sarah ketika telepon terangkat


"Sarah, aku membutuhkanmu. Bisa datang kerumahku? sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini, tapi kali ini aku gak ingin memberimu pilihan" ucap Jester dengan suara yang menekan


"Jester, aku masih ada urusan.... bisa tunda sampai besok?" tanya Sarah dengan suara yang terdengar sedikit ketakutan, Jester pun menghela nafasnya.


"Ya... boleh saja, aku rasa kontrak kitapun akan aku pertimbangkan kembali" ancam Jester saat itu, sempat terdiam sejenak suara helaan nafas Sarah pun terdengar.


"Sepertinya nama Gates sangat mengerikan ya, aku sudah konsultasi dengan ibu dan dia menyarankan aku untuk menunda semua jadwalku" terdengar terpaksa Sarah mengatakannya, namun Jester hanya terdiam saat itu mendengar ucapan Sarah.


"Baik Jester, kirim alamatmu dan aku akan segera meluncur kesana" ucap Sarah


***


Jester langsung menutup teleponnya tanpa mengatakan apapun, setelah itu pandangannya kembali tertuju pada Grece.


"Begitulah, aku minta tolong kamu jangan pulang dulu dan tunggu Sarah sampai kesini" celetuk Jester, lalu kembali menatap handphonenya dan mengirim alamat rumah Jester kepada Sarah.


Satu jam setengah berlalu, mereka masih terdiam diruang keluarga. Tidak lama terdengar suara deru mesin yang terparkir didepan rumah, Selena berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju pintu utama rumah sebelum Sarah mengetuk pintu itu. Sarah pun terkejut saat Selena tiba - tiba membuka pintu untuknya sebelum tangannya mengetuk, keduanya sempat terdiam saling menatap.


"Masuklah" ucap Selena singkat, Sarah hanya mengangguk dan mengikuti Selena masuk kedalam rumah hingga menuju ruang keluarga. Tatapan mata Jester, Luke, Harry, Justin dan Grece saat itu langsung tertuju pada Sarah yang baru masuk kedalam ruang keluarga dibelakang Selena. Seakan hawa mengancam sudah sangat terpancar diruangan itu, Sarah pun merasakan sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Eeeh ada apa ini? aku tidak ada hubungannya dengan Naomi dan Daniel... itu murni hanya kebodohan Daniel" ucap Sarah


"Tidak, aku memaksamu kesini karena ingin meminta bantuanmu" jawab Jester datar, Sarah pun mengerutkan dahinya sembari terus menatap Jester.


"Putuskan kontrakmu dengan Daniel, buat seolah - olah kalian putus di media" ucap Jester dengan tegas


"Tapi aku masih...." belum selesai Sarah berkata, Grece memotong.


"Aku yang akan memutuskan kontrak - kontrakmu dengan papa, aku Werner Grece... anak kesayangan Werner Turner. Aku rasa kamu pasti ingat aku karena kita beberapa kali bertemu dalam satu acara" timpal Grece, Sarah pun terdiam beberapa saat.


"Tidak aku sangka keturunan keluarga Gates akan melakukan ini" sedikit tertawa Sarah mengatakannya, Jester pun terlihat heran mendengar perkataan Sarah.


"Apa maksudmu?" tanya Jester dengan sedikit emosi.


"Tidak... kamu salah sangka, aku tidak bermaksud menyindirmu tapi sebenarnya aku ingin memujimu" jawab Sarah lalu dia sempat menghela nafasnya sebelum memulai untuk melanjutkan perkataannya.


"Aku datang kesini dengan penuh ketakutan akan mendapat tekanan dari keluarga besar Gates, ternyata hanya anak tuan Werner yang mengancamku. Apa kamu merasa aku hanya orang rendahan yang membuatmu tidak ingin membawa - bawa nama besar keluarga Gates?" tanya Sarah sedikit menekan, tatapan matanya pun tertuju pada Grece yang sedikit emosi karena dirinya merasa Sarah agak menghina kuasa ayahnya.


"Jadi kamu gak takut aku akan pengaruhi papa buat memutus kontrakmu?!" bentak Grece saat itu


"Tidak, putusnya hubungan kerja dengan tuan Werner akan berdampak signifikan dengan rencana jangka panjang kami untuk bagian promosi tapi itu bukan berarti tidak ada opsi lain. Media tidak hanya dimiliki keluargamu kan?" dengan nada yang sedikit merendahkan Sarah mengatakannya, Grece pun semakin emosi saat itu hingga Justin harus turun tangan untuk menenangkan Grece.


"Jadi ancaman ini tidak dapat membuatmu bergerak memutuskan kontrak dengan Daniel?" tanya Jester menekan, Sarah pun kembali tertawa kecil.


"Jika ancamanmu hanya seperti ini, maka aku ingin kamu memberikan imbalan yang pantas" dengan senyum sinis Sarah mengatakannya, mendengar perkataan itu membuat Luke, Harry, Justin, Selena dan Grece pun emosi. Serentak mereka berdiri menatap Sarah dengan tatapan penuh amarah.


"Jika aku menjadi kamu, aku tidak akan mengatakan itu" ucap Justin mengingatkan posisi Sarah


"Kamu ingin melindungi si brengsek itu?!!" bentak Luke penuh emosi


"Diam!!!" bentak Jester saat itu, bentakan itu membuat semuanya terdiam dan menatap Jester yang masih duduk dengan tenangnya menatap Sarah yang berdiri dengan tegar tanpa terlihat ketakutan diwajahnya.


"Aku memang sengaja tidak menggunakan nama Gates karena ini harus dirahasiakan dari keluargaku, selain itu aku juga secara langsung melindungi Naomi dari ibu nya karena secara tidak langsung aku yang memberi ijin Naomi untuk bertemu dengan keluarga Daniel sampai hal seperti ini terjadi. Saat ini kamu benar, antara kamu dan aku masih terbuka untuk melakukan negosiasi. Berapa yang kamu minta?" tanya Jester tegas tanpa basa - basi, namun tawaran Jester pun ditertawakan oleh Sarah.


"Jester, permintaanmu membuat aku akan kehilangan aset untuk promosi, tentu itu akan berdampak pada rencana promosi jangka panjang Arielle Corp dan itu akan mengakibatkan kerugian jutaan dollar" jawab Sarah, jawaban Sarah kembali memancing emosi Luke


"Kamu ingin memeras Jester?!!" bentak Luke saat itu, namun bentakan itu malah membuat Sarah tersenyum menatap Luke.


"Jester, serahkan Luke padaku untuk menggantikan Daniel maka aku akan putuskan kontrakku dengan Daniel" tegas Sarah saat mengatakannya, perkataan tegas Sarah saat itu membuat semua yang berada disana terkejut.


"Apa katamu?!! kamu pikir aku ini barang?!!!" bentak Luke dengan penuh amarah


"Iya, aku menargetkanmu sebagai aset perusahaan kedepannya" terdengar senang Sarah saat mengatakannya


"Brengsek!! aku tidak ingin bercanda!!! Jester, dia tidak berniat untuk memenuhi permintaanmu!" ucap Luke dengan penuh emosi


"Ambillah dan aku harap kamu menepati janjimu" datar Jester mengatakannya dan seakan menyetujui permintaan Sarah, Luke yang emosi langsung berjalan mendekati Jester lalu menarik kerah bajunya dengan kasar.

__ADS_1


"Kamu pikir aku ini apa?!!" tanya Luke dengan bentakan, namun Jester membuang muka dengan wajah kesal.


"Daripada kamu membunuh Daniel dan masuk penjara, bukankah pengorbanan seperti ini lebih masuk akal bagimu?" ucap Jester terdengar kesal


"Bodoh!! aku tidak..." belum selesai bentakan Luke, Sarah tiba - tiba berlari mendekati Luke lalu menarik lengannya hingga membuat pandangan Luke teralihkan menatap Sarah.


"Kamu sekarang adalah milikku, kamu harus menuruti semua perkataanku atau aku tidak akan membantu Jester dan Naomi" tegas Sarah mengatakannya, tersirat garis senyum Sarah saat menatap Luke hingga membuat bulu kuduk Luke pun berdiri merinding.


"Jester!!! batalkan perjanjian ini!!!" bentak Luke saat itu, Jester hanya menghela nafasnya merespon bentakan Luke.


"Ayo kita segera bicarakan kontraknya!" ajak Sarah sambil menarik lengan Luke saat itu dengan kuat sampai membuat tangan Luke terlepas dari kerah baju Jester, namun Luke menolak dengan kuat sembari memegang tangan Jester.


"Aku ini sahabatmu kan? masak kamu tega melakukan ini padaku?!! menjadikan sahabatmu menjadi alat transaksi?!!" tanya Luke dengan bentakan, Jester pun akhirnya menoleh menatap Luke dengan wajah yang terlihat iba. Tatapan iba Jester membuat Luke memiliki asa, dia pun tersenyum menatap Jester.


"Jester, dia boleh aku bawa sekarang kan?" tanya Sarah dengan suara yang menekan


"Bawalah, perlakukan sesukamu" jawab Jester sambil melepaskan genggaman tangan Luke dari tangannya, Luke pun membatu menatap Jester dengan tatapan tidak percaya sahabatnya akan merelakannya begitu saja.


"Aku akan ingat dendam ini Jester!!!!" bentak Luke begitu dia terseret tangan Sarah menuju pintu keluar


Saat itu Harry, Justin, Grece dan Selena ingin tertawa namun mereka juga bingung apakah pantas disaat seperti ini untuk mereka tertawa, Jester pun kembali duduk lalu menopang kepalanya dengan kedua tangannya yang dia tekuk diatas lututnya. Hampir bersamaan Harry, Justin, Selena dan Grece pun duduk, mereka semua menatap Jester.


"Dengan ini Daniel tidak akan memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit kan? biarkan dia merasakan bagaimana arti dari kehilangan, aku akan terus menekannya sampai membuatnya ingin mati daripada terus hidup" celetuk Jester dengan tenang, namun semua menyadari kemarahan Jester yang begitu menggebu - gebu itu.


"Ehem.... Jess, aku lebih baik pulang dulu ya. Aku rasa Grece sudah memahami apa yang harus dia lakukan saat ini" ucap Justin, Jester pun menatap Justin lalu menghela nafasnya.


"Aku juga ikut deh, sepertinya urusan kita disini juga sudah selesai" timpal Harry


"Baiklah, maaf aku tidak menjamu kalian dengan baik" ucap Jester, lalu mereka pun berdiri dan berjalan menuju keluar rumah. Dipelataran rumah saat itu Mereka pun bersalaman dan berpisah, tidak lama Jester kembali menuju ruang keluarga dimana Selena masih duduk terdiam ditempatnya.


"Sepertinya saat ini aku yang bertugas merawatmu untuk sementara" celetuk Selena sambil tersenyum menatap Jester yang baru masuk kedalam ruang keluarga, Jester pun heran dengan celetukan Selena saat itu.


"Apa maksudnya merawat?" tanya Jester heran, Selena pun tertawa.


"Kamu sudah makan siang? pasti belum kan? aku akan memasak untukmu, tunggulah disini" jawab Selena dengan senyuman, dia pun berjalan keluar ruangan melewati Jester menuju dapur untuk memasak. Jester hanya memandangi Selena beberapa saat, lalu dia kembali masuk kedalam ruang keluarga untuk rebahan disofa.


Jester yang duduk disofa kembali memikirkan keadaan Naomi, ketenangan didalam hatinya masih tidak dapat dia dapatkan. Terlebih lagi ketika Naomi mencari dan hanya ingin berdua bersama Luna dikamar, saat itu Jester merasa Naomi ingin menjauhinya. Tetapi untuk saat ini Jester merasa tidak mampu berbuat apa - apa dan hanya dapat menunggu kabar dari Luna tentang kondisi Naomi terkini.


Makan siang yang terbilang terlambat karena sudah menjelang sore pun tersaji untuk Jester dan semua penghuni rumah, dihari itu Selena yang dengan kesadaran diri mengambil alih tugas untuk memasak yang biasanya selalu dikerjakan oleh Naomi dan Luna. Selena pun dengan semangat memanggil Jester di ruang keluarga dan mengetok pintu kamar untuk memberitahu Luna dan Naomi kalau makan siang sudah tersaji, namun hanya Jester yang nampak masuk kedalam ruang makan.


Ditengah makan siang Jester dan Selena saat itu, terlihat Luna yang berjalan menuju dapur untuk mengambil beberapa piring lalu mendekat kemeja makan untuk mengambil beberapa lauk yang dia letakkan dipiring yang dia bawa lalu kembali membawanya menuju kamar tanpa sepatah katapun. Saat itu sempat Jester bertanya tentang kabar Naomi, namun Luna hanya tersenyum menatap Jester lalu kembali berjalan tanpa jawaban apapun. Terkesan mengabaikan saat itu sikap yang ditunjukkan Luna kepada Jester, namun lagi - lagi Jester seakan tidak kuasa untuk memaksa Luna menjawab pertanyaannya.


Setelah makan siang Jester kembali berjalan menuju ruang keluarga, sedangkan Selena terlihat mencuci piring lalu berjalan menuju kamar untuk berkumpul bersama Luna dan Naomi. Jester melewati sore itu hanya rebahan disofa sembari termenung menatap langit - langit ruangan, hingga sore hampir menjelang senja pun Jester tetap tidak mendapatkan kabar apa - apa tentang Naomi dan hal itu membuat Jester menjadi sangat gelisah.


Beberapa kali ingatannya kembali pada Daniel yang membuat emosinya kembali tersulut hingga sulit untuknya membendung keinginan untuk segera membalas dendam, namun emosi itu akhirnya teredam ketika dia mengingat tentang rencananya yang akan mengakhiri karir Daniel untuk selamanya. Garis senyum terlihat sedikit merekah diraut wajahnya saat mengingat dia mengorbankan Luke dan menjadikannya sebagai alat transaksi untuk bernegosiasi dengan Sarah.


Tidak terasa Sore pun berganti malam, Jester beranjak dari sofa dan ingin segera mengakhiri senin ini. Jester bergegas menggelar kasur lipatnya, menutup pintu yang menghubungkan ruang keluarga dan area kolam renang, lalu segera merebahkan tubuhnya dikasur untuk mengistirahatkan fisik dan pikirannya. Hari itu Jester benar - benar tidak bisa menemani Naomi dan ditengah usahanya untuk tidur saat itu, dalam pikirannya berharap esok pagi semuanya mulai membaik dan dia berharap ketika membuka mata Naomi akan berada disisinya.

__ADS_1


__ADS_2