
"Kamu butuh berapa lama untuk menyadari kalau kamu sedang mengorbankan hati kak Jester demi pilihanmu?" tanya Selena dengan sindiran yang mampu membuat Naomi terdiam mematung menatap mata Selena.
Malam hari yang cerah dengan taburan bintang yang menemani bulan sabit dilangit, malam itu di dalam rumah kaca yang berada di area rumah keluarga Scott terlihat Naomi dan Selena yang sedang mengobrol berdua. Pertanyaan yang Selena katakan saat itu membuat Naomi membatu, didalam pikirannya kini kembali berkecamuk berbagai pertanyaan dan pilihan setelah sebelumnya Naomi terlihat sudah memilih satu dari pilihannya itu.
Tidak lama setelah pertanyaan itu dilontarkan, Naomi kembali menoleh menatap pohon bonsai lalu menundukkan kepalanya. Mendapati Naomi yang seakan menghindari untuk menjawab pertanyaan membuat Selena bingung harus berkata apa lagi, permintaan Naomi saat ini yang membuat Selena bingung antara mau menerimanya atau menolaknya.
"Permintaanmu sulit untuk aku lakukan, ini tidak sama seperti saat Luna memintaku menggantikan dirinya untuk menjadi pacar kak Jester. Semua menjadi rumit karena kak Jester menjadi lebih waspada kepadaku, jadi aku minta kamu pikir lagi tentang permintaanmu padaku" celetuk Selena memecahkan keheningan diantara mereka yang sempat tercipta.
"Aku tidak bisa..." timpal Naomi
"Kenapa?" tanya Selena sedikit menekan
"Karena Jester selalu menuruti apapun yang aku minta dan inginkan..." jawab Naomi, mendengar jawaban Naomi membuat Selena mengenyitkan dahinya.
"Apa itu masalah?" tanya Selena heran
"Sudah aku katakan kalau apapun yang aku inginkan selalu membawa petaka bagi orang lain, aku takut Jester akan menjadi korbanku selanjutnya" jawab Naomi penuh kekhawatiran, Selena tertawa cukup keras mendengar jawaban Naomi saat itu namun Naomi tetap menundukkan kepalanya.
"Ahahaha... ayolah Naomi, itu semua hanya kebe..." belum selesai Selena berkata, Naomi memotong.
"Semua memang hanya kebetulan dan aku tahu itu, tapi apa kamu sudah hitung kembali berapa banyak masalah yang sudah aku buat saat aku meminta atau memutuskan sesuatu?" tanya Naomi menimpali perkataan Selena, saat itu Selena terdiam.
"Aku takut semua kebetulan itu akan menimpa Jester.... mungkin kamu akan mengatakan jika aku berlebihan, tapi aku yakin kalau kamu ada diposisiku maka kamu juga akan berfikiran yang sama. Karena kita sama - sama mencintai Jester" ucap Naomi lagi meneruskan kalimatnya tadi, Selena mengalihkan pandangannya dan menatap bonsai yang sama dengan Naomi.
"Oke.... aku paham ketakutanmu..." timpal Selena, keduanya kini terdiam lagi.
"Cinta itu.... menyiksa ya..." terbata Selena mengucapkannya sesaat setelah mereka berdua terdiam, Naomi tertawa kecil mendengar celetukan Selena yang tiba - tiba itu.
"Selena.... apa kamu masih mencintai Jester?" tanya Naomi dan pertanyaan itu mengejutkan bagi Selena, dengan segera Selena menatap Naomi yang menunduk itu.
"Hah?!" tanya Selena penuh keheranan, Naomi perlahan mengalihkan pandangannya menatap Selena dengan senyumnya.
__ADS_1
"Kamu masih mencintai Jester kan, Selena?" tanya Naomi lagi
"Aku...." jawab Selena menggantungkan kalimatnya, perlahan Selena membuang muka dan menghindari bertatapan mata dengan Naomi.
"Aku tahu kamu masih mencintainya dan karena itu juga aku mempercayakan Jester kepadamu... aku yakin kamu bisa membahagiakannya" celetuk Naomi sembari berjalan hendak keluar dari rumah kaca, namun tangan Selena tiba - tiba menggenggam lengan Naomi untuk menghentikan langkahnya.
"Selena?" tanya Naomi sembari menoleh menatap Selena, namun tatapan mata Selena tetap menunduk.
"Iya, aku masih mencintainya meski Luna bilang aku harus berhenti untuk mencintai kak Jester. Karena semua itu demi kamu" dengan nada yang terdengar tegas Selena mengatakannya, perlahan Selena mengangkat kepalanya dan menatap mata Naomi dengan tajam.
"Tapi kamu juga mencintai kak Jester, begitu pula dengan kak Jester yang mencintaimu. Jika kamu takut keegoisanmu akan menimbulkan masalah bagi kak Jester, bukan sebuah pilihan kamu memilih untuk meninggalkannya dan memberikannya kepadaku! Apa kamu tidak berfikir jika pilihanmu itu egois, Naomi?!" tanya Selena dengan sedikit bentakan, Naomi masih terdiam beberapa saat menatap mata Selena.
"Kemarilah... aku akan beri tahu kamu sesuatu..." celetuk Naomi sembari mengajaknya keluar dari rumah kaca
Naomi dan Selena berjalan bersama meninggalkan rumah kaca tempat Naoko menyimpan semua koleksi bonsainya, mereka berdua pun berjalan sampai masuk kedalam rumah dan didalam rumah itu Naomi terus mengajak Selena untuk masuk kedalam rumah hingga sampai didepan kamar Naoko. Ketika Naomi menggedor pintu lalu meletakkan tangannya diganggang pintu, Selena meremas pundak Naomi dengan kuat.
"Untuk apa ini?" tanya Selena, namun Naomi hanya tersenyum lalu membuka pintu itu.
Malam berganti pagi yang cerah dengan sedikit awan mendung yang menghiasi langit, Jester terbangun dari tidurnya dan menatap langit - langit kamar. Untuk sejenak Jester bengong dan teringat tentang kejadian kemarin ketika mereka tampil diacara festival musik yang diselenggarakan oleh Werner Grup, Jester masih tidak bisa memikirkan apa yang membuat Naomi pergi dari panggung begitu saja.
"Luke!! hentikan!!!" bentak Sarah yang berdiri di belakang Luke namun Luke bergeming dan terus menahan Jester di tombok dengan menarik kerahnya.
"Kenapa kamu memasukkan Camilla dikantor nyonya Jessica?!!" bentak Luke begitu marah, Jester menatap Luke dengan tajam.
"Tahu darimana kamu?" tanya Jester masih dengan nada yang terdengar tenang
"Dia melukai tangan kekasihku yang juga sepupumu, brengsek!!!" jawab Luke dengan penuh emosi, mendengar perkataan Luke membuat Jester terkejut. Jester menatap Sarah yang masih berdiri dibelakang Luke, dengan wajah yang terlihat emosi Sarah menatap balik Jester.
"Tanganmu dilukai Camilla?" tanya Jester sedikit emosi, Sarah menyentuh dahinya dengan tangan yang diperban itu lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan Jester.
"Tidak seperti yang kamu pikirkan Jester, aku sudah menceritakan semuanya pada gorila bodoh ini tapi dia tidak juga mau dengar" terdengar pasrah dan kesal saat Sarah menjawab pertanyaan Jester, wajah Jester pun berubah menjadi kesal lalu menatap Luke yang masih mengangkat kerah bajunya dan mendorongnya ditembok.
__ADS_1
"Kenapa kamu lakukan itu?!! aku tidak terima!" bentak Luke
"Duduklah diruang keluarga dan kita akan bicarakan ini" jawab Jester dengan helaan nafas, Luke dengan begitu emosi melepaskan tangannya dari kerah baju Jester lalu berjalan menuju ruang keluarga. Sarah yang saat itu berjalan masuk kedalam rumah hendak menyusul Luke namun tertahan langkahnya karena Jester memegang lengan Sarah, dengan wajah terkejut Sarah menatap mata Jester.
"Seberapa parah luka itu?" tanya Jester dengan nada yang terdengar khawatir, Sarah menghela nafasnya lalu menunjukkan pada Jester tangan yang diperban itu.
"Sebuah gunting menembus telapak tanganku, apa itu terdengar parah untukmu?" tanya Sarah dengan sindiran, Jester tertawa kecil lalu melepaskan tangannya dari lengan Sarah dan berjalan menuju ruang keluarga.
"Setidaknya aku senang kamu masih bisa menyindir orang dengan pedas, artinya kamu baik - baik saja" celetuk Jester dengan sedikit suara tawa yang terdengar, Sarah kembali berjalan dibelakang Jester menuju ruang keluarga.
Mereka bertiga pun berkumpul diruang keluarga dan duduk di sofa yang saling berhadapan, Luke menatap Jester dengan tajam dan menunggu Jester untuk segera menjelaskan tentang keberadaan Camilla di perusahaan milik ibu Sarah.
"Aku akan jelaskan, tapi sebelum itu.... Sarah, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Jester sembari mengalihkan pandangannya menatap mata Sarah, dengan helaan nafas panjang Sarah memulai untuk menceritakan kejadian malam dimana Camilla hendak bunuh diri.
Beberapa menit berlalu dan cerita Sarah pun selesai, Jester cukup terkejut dengan semua cerita yang dikatakan Sarah. Dalam benaknya kembali mengingat tentang pesan terakhirnya agar Camilla tidak berfikir untuk bunuh diri, namun kejadian yang diceritakan oleh Sarah membuat Jester merasa sedih.
"Luke kamu putuskan sendiri tentang tangan Sarah, aku tidak bisa memintamu untuk menerima itu. Tapi... Camilla sudah sepenuhnya menyesal, aku cuma bisa memintamu untuk membiarkannya untuk memulai hidup baru" ucap Jester ketika cerita Sarah selesai, Luke mengernyitkan dahinya dan menatap Jester dengan tajam namun pukulan tangan Sarah di paha Luke mengalihkan pandangannya.
"Aku yang akan memaksamu untuk melupakan kejadian ini, awas aja kamu melakukan apapun yang bisa menyakiti Camilla!" tegas Sarah mengucapkannya, perkataan Sarah membuat Jester dan Luke terkejut.
"Kamu membela dia sayang?" tanya Luke dengan nada yang terdengar heran, Jester pun terlihat heran dan menunggu jawaban Sarah atas pertanyaan Luke.
"Aku hanya merasakan jika dia tulus, kostum Naomi sudah membuktikan jika Camilla benar - bener menyesali perbuatannya. Dia juga tidak cocok mengambil peran sebagai antagonis di lingkaran kita, aku katakan saja dia hanya serigala tanpa gigi dan cakar saat ini" jawab Sarah dengan tegas, Luke pun semakin kesal mendengar jawaban Sarah.
"Aku harus pergi dulu, ada yang harus aku lakukan" celetuk Jester sembari berbalik hendak meninggalkan ruang keluarga
"Mau kemana km?" tanya Sarah dengan sedikit tekanan, Jester hanya melambaikan tangan dan terus berjalan menuju kamar untuk berganti baju dan celana.
Merasa penampilannya sudah rapih seperti biasa, Jester segera keluar kamar dan berjalan menuju pelataran rumah. Didepan rumah mobil Mercedes Benz S450 sudah terparkir, supir pribadi Jester juga sudah menunggu tuannya di sebuah kursi teras.
"Mau kemana tuan?" tanya supir pribadi Jester
__ADS_1
"Jalan dulu saja, aku mau membuat janji didalam mobil" jawab Jester
"Siap!" timpal supir pribadi Jester lalu sedikit berlari mendekati Mercedes Benz S450 dan membuka pintu penumpang belakang, tidak lama Jester masuk dan mobil pun meninggalkan rumah itu.