Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Awal Dari Kejutan Baru


__ADS_3

Pada siang hari di sebuah salon mobil yang dekat dengan rest area, kerumunan orang - orang terlihat sangat antusias karena hadirnya seorang selebgram terkenal diantara mereka. Namun pemandangan itu berubah ketika dilihat lebih dekat lagi, Ya... Jester telah menarik jatuh seorang pria tidak di kenal keluar dari kerumunan penggemar Naomi. Pria itu terlihat ketakutan melihat tatapan Jester kepadanya, tidak kalah seram tatapan para netizen saat itu semakin membuat mental pria itu down.


"Haah.. apa? aku cuma ingin berfoto dengannya" dalam posisi yang masih tersungkur pria itu berusaha mengelak dengan takut, Jester memberikan handphonenya ke Naomi yang menunjukkan hasil vidio rekaman Jester. Di dalam vidio itu terlihat pria yang dijatuhkan oleh Jester hendak mencolek pinggul Naomi, setelah melihat isi vidio itu Naomi terlihat terkejut sembari memandangi wajah pria asing itu.


"Vidio itu tidak akan bisa berbohong brengsek! Aku akan antar kamu kerumah sakit sekarang!" bentak Jester yang terdengar sangat marah sembari bersiap untuk menghajar pria itu, namun Naomi menghalangi Jester mendekati pria yang tersungkur itu.


"Cukup! gapapa Jester... biarkan dia pergi" ucap Naomi, melihat ada kesempatan dengan segera pria itu pergi dan di sorakin oleh orang - orang disana.


"Kenapa? dia akan melakukan hal buruk padamu" tanya Jester dengan nada emosi sembari memadangi kemana pria itu pergi berlari, Naomi menepuk dada Jester dengan kedua tangannya


"Iya aku tahu... terima kasih ya, tapi gak perlu sejauh itu kan" ucap Naomi berusaha menenangkan Jester, mendengar jawaban Naomi saat itu membuat Jester bertambah emosi.


"Kamu harus lebih bisa menghargai dirimu Naomi!" ucap Jester dengan ketus sembari meninggalkan Naomi dan memasuki mobil, Naomi dan penggemarnya yang rata - rata adalah wanita terdiam saat itu karena terhipnotis sikap Cool Jester. Agak lama tertegun Naomi berpamitan pada para penggemarnya sambil membagi - bagikan minuman yang Jester belikan untuknya tadi.


Naomi segera menyusul Jester yang terlihat sangat kesal menunggu Naomi di dalam mobil, begitu Naomi memasuki mobil Jester langsung memacu mobilnya menuju rumah mereka tanpa sepatah katapun. Wajah kesal Jester saat itu benar - benar membuat Naomi bingung untuk memulai obrolan diantara mereka. Naomi menatap Jester dengan tatapan yang memelas, Jester sempat menoleh menatap Naomi dan membuat Jester terpesona sampai memalingkan wajah.


"Kamu... masih marah? apa kamu marah padaku?" tanya Naomi dengan nada yang lembut, Jester yang memalingkan wajahnya terlihat meremas stir mobil karena terpesona mendengar suara lembut Naomi.


"Tidak! aku marah pada pria itu" jawab Jester namun dengan suara yang masih terdengar emosi walau dalam hatinya mulai tidak dapat mengendalikan perasaan gaguk dan kikuknya.


"Tapi raut wajahmu membuatku takut loh, kamu seperti marah padaku" ucap Naomi lembut dan terdengar masih berusaha untuk membuat hati Jester tenang.


"Ya setidaknya aku bisa mendaratkan satu pukulan pada wajahnya, kamu tahu? dia sudah kelewat batas, jika saja tidak kamu halangi..." kata - kata Jester terhenti ketika pipi Jester di cubit oleh Naomi dan memaksa Jester untuk melihat wajah Naomi yang mulai tersenyum menatap Jester.


"Iya iya... lain kali aku akan lebih berhati - hati ya... jangan marah lagi, Oke?" pinta Naomi sembari tersenyum manis menatap Jester, Jester tersipu malu saat itu namun berusaha menutupinya dengan ekspresi kesal. Tetapi Naomi membalasnya dengan tertawa dan membuat Jester semakin kesal.


Di saat bersamaan dengan perjalanan pulang Jester dan Naomi, di kampus mahasiswa dan mahasiswi sudah mulai keluar dari kelasnya masing - masing, Selena terlihat sedang berpamitan dengan beberapa teman - teman kampusnya dan kemudian berjalan untuk pulang sedirian dengan raut wajah sedih. Tidak beberapa lama pundak Selena ada yang menepuk dan berjalan mengiringi langkah kaki Selena, Selena menoleh dan mendapati Camilla sedang berjalan disebelahnya.


"Hai... Selena, senang bertemu denganmu lagi" sapa Camilla sembari tersenyum menatap Selena


"Camilla?!" Selena terkejut karena Camilla menyapanya saat itu setelah apa yang telah mereka alami berdua, namun Selena tidak menampakkan wajah yang bersahabat sama sekali saat menatap Camilla.


"Aku mendengar mu memanggil Jester, Luke dan Harry dengan kata Kak, apa kamu tidak ingin memanggilku dengan kata yang sama biar agak terdengar sopan?" tanya Camilla dengan nada sindiran, Selena kembali memandangi jalan didepannya untuk menghindari kontak mata dengan Camilla.


"Aku tidak punya kewajiban untuk itu" jawab Selena sinis sembari terus berjalan meninggalkan Camilla yang berhenti berjalan


"Aku pernah melihatmu bermesraan dengan Jester dan aku juga dikejutkan Naomi kuliah di kampus dan di fakultas ini" celetuk Camilla saat Selena sudah berjalan agak menjauhi Camilla, Selena terkejut mendengar perkataan Camilla sampai membuatnya berhenti berjalan dan berbalik kembali menatap Camilla.


"Waah~ kamu juga tahu ya tentang Naomi yang kuliah disini?" tanya Camilla sambil tersenyum, Selena mengerutkan dahi dan menatap Camilla dengan marah.


"Tidak... aku terkejut kamu melihatku bermesraan dengan kak Jester" jawab Selena, dari raut wajahnya Camilla dapat memahami bahwa Selena sedang menyimpan kekhawatiran. Camilla tiba - tiba tertawa kecil mendengar jawaban Selena


"Kamu tidak pandai berbohong, katakan padaku apa Jester dan Naomi benar - benar berpacaran?" tanya Camilla sembari terus tersenyum manis menatap Selena


"Apa urusanmu?" tanya balik Selena dengan nada tegas dan berusaha untuk bersikap tenang menghadapi Camilla yang terlihat ingin memancingnya


"Tidak ada~ hihihi... memang apa peduli ku kan? toh Jester bukan siapa - siapa ku" jawab Camilla tenang sembari berjalan dan bersandar ditembok dekat mereka.


"Kalau gak ada, hentikan mencampuri urusan mereka" Selena berbalik dan hendak pergi meninggalkan Camilla, baru beberapa langkah Camilla terlihat tersenyum sebelum mulai berbicara kembali.


"Bagaimana kalau aku katakan saja begini, aku akan bantu kamu mendapatkan Jester" dengan tegas Camilla mengucapkannya, Selena terkejut mendengar perkataan Camilla dan membuatnya berbalik kembali menatap Camilla yang masih bersandar di tembok.


"Kenapa? apa untungnya untukmu?" tanya Selena terbata karena hatinya mendadak galau, Camilla tersenyum menatap Selena yang tertarik dengan tawarannya.


"Untungnya buatku? tidak ada, aku hanya kasihan jika Naomi di manfaatkan oleh Jester. tapi melihat seberapa sukanya kamu pada Jester, aku merasa kamu pasangan yang pantas untuknya. Bukan begitu?" jawab Camilla Sambil berjalan mendekati Selena lalu berhenti tepat disamping Selena yang masih terdiam membatu mendengarkan Camilla.


"Bukankah ini menguntungkanmu? kekuatan satu semut tidak akan mampu melawan gajah, namun jika semut berkumpul maka gajah pun akan tumbang. pilihlah temanmu dan menangkan peperangannya, pikirkanlah baik baik. bye bye Selena~" ucap Camilla dan berjalan meninggalkan Selena di lorong itu, Selena terlihat masih membatu ditempatnya sembari mengolah perkataan Camilla padanya.


"Mengalahkan Naomi memang mustahil untukku, tapi jika aku mendapat dukungan... Tidak tidak!! dia tidak berniat membantuku, dia pasti sedang mempermainkanku" ucap Selena pada dirinya sendiri, namun beberapa saat Selena terbayang beberapa keganjilan hubungan antara Jester dan Naomi yang diketahuinya hanya settingan.


"Mereka terlalu dekat untuk ukuran settingan kan? apa aku terima saja tawaran Camilla" Selena mulai bimbang dan membuatnya melamun dilorong kampus itu, dalam benak Selena semua kejadian antara Jester dan Naomi yang semakin dekat satu sama lain saat itu sangat mengganggu hati dan pikirannya.


Dari kejauhan terlihat Camilla yang bersama dua orang temannya sedang menatap Selena, Camilla tersenyum sinis namun dua temannya hanya memandangi Camilla dengan penuh keheranan karena Camilla bertingkah aneh akhir - akhir ini.


"Kamu.... baik - baik aja Camillla?" tanya salah satu teman Camilla yang berdiri dibelakangnya, Camilla menoleh menatap temannya


"Aku? apa ada yang aneh denganku?" tanya Camilla dengan senyum manis seperti biasanya, kedua teman Camilla saat itu saling memandang mendengar pertanyaan Camilla. Keduanya terlihat ketakutan untuk menjawab pertanyaan Camilla, sembari menundukkan kepala salah satu dari mereka memberanikan diri untuk menjawab.


"Anu... aa.. kamu akhir - akhir ini..." belum selesai kalimatnya, tangannya mendadak diremas oleh teman sebelahnya. Bersamaan dengan itu Camilla menatap keduanya dengan tatapan penuh kemarahan dan kebencian, keduanya kembali menundukkan kepalanya dan terdiam. Tanpa sepatah katapun Camilla beranjak pergi meninggalkan tempat itu, kedua temannya berjalan dibelakang Camilla dan mengikutinya.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, terlihat Grece dan Justin yang sedang berjalan berdua melihat Selena yang masih termenung di lorong kampus. Sejak pertemuannya dengan Camilla, Selena sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. Grece yang melihat Selena langsung bersemangat untuk menyapa orang yang dia kenal sangat bersahabat dan hangat, tanpa ragu Grece berlari dan menepuk pundak Selena agak keras.


"Selena!! lama tidak bertemu!" sapa Grece dengan semangat dan penuh dengan kehangatan


"Menjauhlah" ucap Selena dingin lalu meninggalkan Grece begitu saja tanpa memandangi wajahnya, Grece dan Justin terkejut melihat Selena yang tiba - tiba menjadi dingin kepada mereka. Keduanya hanya terdiam memandangi punggung Selena yang semakin menjauh, setelah beberapa saat Justin mulai mengalihkan pandangannya menatap Grece yang masih syok.


"Ada apa dengannya?" tanya Justin heran, disaat itu wajah syok Grece masih terlihat sembari memandangi wajah Justin


"Aku gak tau, Bagaimana nasib band kita?!!" tanya Grece panik, mendengar jawaban dan pertanyaan Grece membuat Justin mendadak tertawa keras.


"Ahahaha... kamu masih sempat mikirin band ya" ucap Justin, melihat Justin yang menertawainya membuat Grece menjadi kesal.


"Aku ini ingin sekali saja mendapatkan perhatian dunia, walau menjadi anak pemilik jaringan stasiun televisi tapi aku gak punya satupun buat ditampilkan. hidupku jadi hampa Justin!!" jawab Grece agak membentak Justin yang masih tertawa, Justin menahan tawanya sejenak sebelum berbicara kembali.


"Begitu ya, aku jadi mengerti keresahanmu. Tapi... bukankah keadaan Selena saat ini yang lebih perlu perhatian? dia yang paling senang dapat teman baru, tapi sekarang dia berubah sikap padamu" tanya Justin berusaha mengingatkan situasi yang lebih buruk daripada gagalnya keinginan Grece, mendengar penjelasan Justin membuat Grece tersadar bahwa keadaan pertemanan mereka memang tidak baik - baik saja.


"Eeeh iya ya... kamu ada benarnya, ada apa sebenarnya lalu... Waaa!! kamu tahukan Justin?" Grece mendadak panik kembali menatap Justin, masih menahan tawa Justin menatap Grece


"Hemm... sepertinya tidak, aku gak bisa menebak apa yang ada di kepalamu" jawab Justin sedikit tertawa, bagi Justin saat itu wajah Grece terlihat sangat lucu


"Selena, Naomi dan Jester terlibat cinta segitiga!! bukankah ini gawat Justin?!" Grece mengatakannya dengan panik sembari memegang kedua lengan Justin dan mengguncang - guncangkannya beberapa kali, saat itu tawa Justin pecah dan tidak tertahan lagi.


"Aku harus segera menemui Naomi!!" Grece berlari meninggalkan Justin begitu saja, namun Justin masih tidak dapat menahan tawanya dan memilih untuk diam ditempat menatap Grece yang berlari pergi dengan kepanikannya sendiri.


"Emang dia mau mencari Naomi dimana sih?" Tanya Justin sembari tertawa


Disaat bersamaan pada siang hari yang cerah dirumah Naomi dan Jester, Naomi terlihat rebahan di kasur dalam kamar dengan menggunakan tank top dan sebuah hotpants ketat. Sambil mendengarkan musik favoritnya lewat headphone telinga kucing warna pink, Naomi terlihat sangat seksi sekali. Saat itu Jester masuk tanpa ketok pintu dan posisi serta pakaian Naomi membuat Jester terkejut setangah mati sampai membuatnya membatu, keduanya saling memandang namun tanpa kata - kata untuk beberapa saat.


"Waaaa!!!! apa - apaan kamu itu?!!" Jester panik dan segera keluar lalu menutup kembali pintu kamar, Naomi terlihat heran melihat sikap Jester yang berlebihan. Sembari melepaskan headsetnya Naomi duduk di pinggiran kasur, dari celah pintu Naomi melihat bayangan Jester masih berada dibalik pintu.


"Apa sih? aku gak telanjang tahu" jawab Naomi tenang sembari agak berteriak agar Jester mendengar perkataannya dari dalam kamar


"Pakaianmu terlalu terbuka bodoh!" Jester berteriak dari balik pintu, Naomi tersenyum mendengar jawaban Jester.


"Heii.. ini hanya tanktop dan hotpants, aku terbiasa pakai seperti ini setiap kali dirumah" jawab Naomi yang berusaha menenangkan Jester, dari balik pintu Jester terlihat marah mendengar jawaban santai Naomi


"Tidak!! tidak!! ganti baju sana, kamu tidak sendirian dirumah ini bodoh!!" teriak Jester menimpali Naomi dengan bentakan, Naomi tersenyum lalu berjalan mendekati pintu dan membukanya secara tiba - tiba. Saat itu Naomi melihat Jester meringkuk di depan pintu kamar sembari memunggunginya, Jester menoleh kebelakang dan melihat Naomi masih dengan pakaian yang terbuka


"Heee~ kamu terlihat seperti kepiting rebus loh" goda Naomi dengan nada genit, perlahan Naomi mulai berjalan menuju dapur mengejar Jester


"Bodoh!! bodoh!! Ganti baju sana!" teriak Jester yang terdengar semakin marah, namun kemarahan Jester membuat Naomi semakin tertawa.


"Tapi ini sangat nyaman bagiku, kamu berharap aku pakai pakaian apa?" tanya Naomi yang semakin dekat dengan pintu masuk kedalam dapur dan ruang makan dimana Jester menghindari Naomi


"Apa saja asal bukan yang seperti itu!! cepatlah!!" jawab Jester yang suaranya semakin panik, Naomi mendadak muncul lagi didepan Jester yang sedang berada dibalik pintu masuk dapur dan ruang makan. Keduanya saling bertatapan mata dengan ekspresi wajah berbeda, Jester wajahnya memerah menatap Naomi sedangkan Naomi tersenyum manis menatap Jester.


"Kamu sudah gak bisa kemana - mana lagi~" dengan suara yang menggoda Naomi katakan itu, Jester menutup matanya dengan kedua tangan dan memunggungi Naomi secepat mungkin


"Arrrghhh!! bodoh bodoh!! hentikan menggodaku seperti itu!!" Jester terdengar marah, panik dan malu saat Naomi mengatakannya, Naomi tertawa keras melihat Jester yang sampai meringkuk dan menutupi wajahnya agar tidak melihatnya dengan pakaian seperti itu.


"Iyaa iyaa... aku akan ganti bajuku" ucap Naomi setelah puas tertawa, Naomi meninggalkan Jester di dapur dan segera berganti pakaian di kamar. Naomi berganti dengan sebuah dress pendek namun lebih tertutup, lalu kembali mendekati Jester yang masih berada di dapur. Jester terlihat sedang duduk di meja makan memunggungi pintu masuk, saat itu Naomi menatap punggung Jester dan tersenyum.


"Aku sudah ganti baju loh" ucap Naomi dengan lembut, namun Jester tidak mengalihkan pandangannya


"Benarkah?! kamu gak mengerjai ku kan?" tanya Jester agak membentak, Naomi tertawa mendengar pertanyaan Jester.


"Tidak, liat aja sendiri" jawab Naomi agak sedikit tertawa, Jester pun berbalik dan wajahnya kesal saat itu. Naomi terlihat berputar - putar selayaknya model yang memamerkan bajunya, Jester semakin kesal karena Naomi bertingkah seperti semuanya baik - baik saja.


"Bagus, kamu gak boleh pakai baju seperti tadi kalau aku masih ada dirumah" ucap Jester dengan nada terdengar lega, namun wajah marah Jester saat itu membuat Naomi kehilangan senyumannya. Jester berjalan melewati Naomi dan hendak keluar dari dapur, disaat keduanya saling memunggungi Naomi memecahkan keheningan mereka.


"Apa.... aku seburuk itu sampai kamu tidak mau melihatku?" tanya Naomi yang terdengar sedih, Jester menoleh menatap punggung Naomi dengan wajah kesal.


"Hah?! pertanyaan bodoh apa itu?! aku tidak ingin lepas kendali karena tergoda olehmu!" Jester kesal menjawab pertanyaan Naomi. Masih memunggungi Jester, Naomi menundukkan kepalanya.


"Tapi kamu berhasil menahannya selama ini, bukan kah itu hebat?" puji Naomi, Jester kembali hendak berjalan meninggalkan Naomi


"Jangan terlalu percaya pada laki - laki... kamu bisa terkena jebakannya nanti" jawab Jester dengan nada kesal sambil meninggalkan Naomi, Naomi tersenyum mendengar jawaban Jester.


"Kenapa... kenapa bukan kamu...." gumam Naomi, tidak lama setelahnya handphone Naomi yang sedari tadi dia pegang berbunyi, tertulis "Ibu" sedang memanggil

__ADS_1


***


"Halo" sapa Naomi dengan lembut


"Naomi... bagaimana kabarmu?" tanya Naoko


"Baik bu" jawab Naomi


"Apa Jester memperlakukanmu dengan baik?" tanya Naoko


"Iii...iya... dia... baik padaku" jawab Naomi agak terbata


"Ada apa? kamu ragu?" tanya Naoko yang terdengar curiga, mendengar pertanyaan Naoko membuat Naomi sedikit salah tingkah


"Ma.. maaf bu... tapi maksudku...Jester san... dia bersikap sangat baik padaku" jawab Naomi terbata


"Bagus, memang sesuai dugaan ibu... dia adalah orang yang tepat untukmu" ucap Naoko


"Aah Eeh... ibu benar. tapi bagi Jester san aku mungkin tidak..." ucapan Naomi di potong


"Kenapa? apa ibu melewatkan sesuatu tentangmu yang akan membuat Jester akan memandangmu buruk?" tanya Naoko dengan nada menekan


"Ti... tidak... hanya... perasaanku saja..." jawab Naomi masih dengan terbata saat mengatakannya, Naoko terdiam sejenak


"Ada temanmu bernama Grece san, dia memaksaku untuk memberi tahu rumahmu dan ingin menemuimu" ucap Naoko


"Aaah Grece Chan... iya bu, aku akan kesana" ucap Naomi


"Menurut ibu lebih baik Grece san yang kesana. Selain dia teman kuliahmu, dia juga sepertinya tahu kalau Aoi itu adalah kamu dan ini akan baik untuk hubungan kalian berdua" ucap Naoko dengan tegas


"Haah? tapi...." perkataan Naomi yang terdengar panik itu dipotong oleh Naoko


"Kamu harus menutup peluang Camilla untuk mendekat dengan Jester dikampus" ucap Naoko mendadak, Naomi terkejut mendengar perkataan Naoko


"Ii..ibu... darimana ibu tahu tentang Camilla?" tanya Naomi terbata, ekspresi wajahnya jelas menampakkan ketakutan


"Apa kamu pikir ibu tidak memantau hubungan kalian berdua? sudah aku katakan sejak kamu masih kecil, kamu tidak boleh berbohong apapun pada ibu karena cepat atau lambat ibu akan tahu kebohonganmu" tegas Naoko menjawab pertanyaan Naomi


"Maaf kan aku... ibu... aku tidak ada maksud apapun.... Maaf...." ucap Naomi ketakutan dan penuh dengan penyesalan


"Jangan katakan pada Jester aku tahu kebohongan kalian, biarkan skenario ku yang bekerja" perintah Naoko


"Tapi.... kenapa ibu memberitahuku?" dengan ketakutan Naomi bertanya


"Karena kamu adalah anak yang tidak akan melanggar perintah ibu, aku benarkan Naomi?" suara Naoko saat bertanya sangat mengintimidasi Naomi saat itu, tangan Naomi bergemetar dan membuatnya terdiam beberapa saat.


"Naomi.... apa kamu akan melanggar perintah ibu?" tanya Naoko lagi masih dengan tekanan


"Tidak... aku tidak akan melanggar perintah ayah dan ibu lagi" jawab Naomi


"Bagus... aku akan berikan alamatmu pada Grece San" ucap Naoko, lalu menutup teleponnya


***


Naomi melamun sambil memandangi handphonenya, disaat bersamaan Jester yang baru selesai mandi melihat Naomi melamun menatap handphone nya di lorong rumah. Merasa khawatir karena raut wajah Naomi yang terlihat ketakutan, membuat Jester penasaran apa yang terjadi tadi saat dia sedang mandi.


"Heei.. ada apa?" tanya Jester, pertanyaan Jester itu membuat Naomi tersadar dari lamunannya. Terdiam beberapa saat sembari memandangi wajah Jester, Naomi menggelengkan kepalanya beberapa kali merespon pertanyaan Jester.


"tidak ada, Grece mau kesini" jawab Naomi singkat, Jester terkejut dengan jawaban Naomi.


"Haaah!! gawat gawat!! bagaimana kalau dia tahu aku dan kamu tinggal berdua?!!" tanya Jester panik namun Naomi terlihat tenang sembari memandang Jester, melihat ketenangan Naomi itu membuat Jester terkejut.


"Heii!! kenapa kamu tenang begitu? ini gawat kan?!" tanya Jester kembali, namun Naomi menggelengkan kepalanya merespon Jester.


"Tidak... biarkan saja dia tahu kita tinggal satu rumah" jawab Naomi singkat, saat itu Jester merasa Naomi tidak baik - baik saja namun Jester masih tidak paham ada apa dengan Naomi


"Kenapa begitu?" tanya Jester dengan heran, Naomi masih menunjukkan ketenangannya walaupun dia sadar saat ini Jester sangat mengkhawatirkannya


"Ini tentang orang tua kita, semakin menyebar berita kita ini pasangan maka semakin kecil juga kemungkinan mereka mencurigai kita" jawab Naomi mencoba menjelaskan kepada Jester pendapatnya yang membuatnya tenang, namun sebenarnya Naomi saat itu tahu Jester tidak akan mempercayai ucapannya.

__ADS_1


"kamu baik - baik saja Naomi?" tanya Jester, ini adalah pertanyaan yang Naomi ingin hindari keluar dari mulut Jester. Bagi Naomi dengan menyebarnya berita mereka tinggal satu rumah maka akan menjadi tembok yang semakin tinggi untuk hubungan Camilla dan Jester, Naomi kembali tersenyum menatap Jester.


"Aku akan ambil bagianku dan kamu ambil bagianmu dalam sandiwara ini, manfaatkan apapun yang ada didalam diriku. jika ada yang kamu butuhkan dariku apapun itu, tolong.... katakan saja jangan sungkan" ucap Naomi sambil meninggalkan Jester yang masih bengong dengan kata kata Naomi.


__ADS_2