
Malam hari yang cerah dengan taburan bintang - bintang indah beserta cahaya bulan purnama yang menemani, disebuah gedung pencakar langit yang lebih dikenal sebagai Werner Tower oleh masyarakat. Beberapa kru media sudah berkumpul disalah satu studio dalam ruangan yang akan menayangkan acara festival musik secara live, acara pun dimulai oleh dua artis papan atas yang bertugas menjadi MC.
Tidak jauh dari Werner Tower, lebih tepatnya di Gates Tower pada malam itu. Disalah satu ruangan yang menjadi tempat presiden direktur dari Gates Family Grup, terlihat William duduk di kursi direktur sedang mengerjakan berbagai berkas - berkas yang seharusnya di urus oleh Jester. Disampingnya Marrie terlihat membantu kerjaan William, namun ketika tatapan matanya beralih menatap jam dinding saat itu Marrie berjalan mendekati meja dimana remote TV diletakkan.
"Sekarang waktunya Jester dan Naomi akan tampil, apa kamu ingin melihatnya Will?" tanya Marrie sembari menekan tombol power TV untuk menyalakannya, TV pun menyala dan acara festival musik yang diselenggarakan oleh salah satu media Werner sedang menayangkannya.
"Arrrghh!! tidak bisa sayang, Jester benar - benar tidak mengerjakan apapun dari tugasnya!! sial kau Jester!!" terdengar sangat kesal William mengatakannya, Marrie tertawa kecil mendengar kekesalan William.
Sejak foto - foto Naomi tersebar ke media, saat itulah William dan Marrie memutuskan untuk mengambil alih tugas Jester dan memberikan ruang juga banyak waktu bagi Jester untuk menyelesaikan masalah pribadinya terlebih dahulu.
"Kita sudah sepakat untuk membiarkan Jester menghabiskan masa mudanya kan Will" Marrie mengingatkan perjanjian keduanya ketika Jester ditunjuk menjadi pengganti Arthur mengurusi perusahaan, William menghentikan kegiatannya lalu menatap Marrie.
"Aku hanya berfikir untuk membiarkannya mempertahankan hubungannya dengan nona Naomi..." celetuk William, celetukan itu membuat Marrie bingung.
"Apa maksudnya?" tanya Marrie heran, William mengalihkan pandangannya menatap gelapnya langit malam dari balik jendela kaca lantai tiga puluh.
"Nona Naomi terkesan sedang membangun tembok diantara dirinya dengan Jester.... karena mengetahui hal itulah aku menyuruh Jester untuk memikirkan cara agar dia fokus meruntuhkan tembok yang Naomi bangun" jawab William terdengar sedih
"Darimana kamu mengetahui itu Will?" tanya Marrie lagi semakin heran, William menghela nafasnya sejenak lalu mengalihkan pandangannya menatap Marrie.
"Aku hanya menyimpulkannya dari setiap cerita Jester, semoga penilaian ku salah karena jika tidak.... Jester akan kehilangan Naomi untuk selama - lamanya" jawab William dengan yakin, Marrie hanya bengong menatap mata William dan tidak ingin meneruskan pembicaraan itu.
Kejadian demi kejadian yang menimpa hubungan percintaan Jester dengan Naomi hampir secara keseluruhan diceritakan kepada William oleh Jester, bukan tanpa alasan Jester melakukannya. Hal itu karena sang ayah selalu berhasil memberikan solusi kepada Jester, tidak seperti Marrie yang lebih menggebu - gebu jika merespon cerita Jester.
Disaat yang bersamaan disebuah gedung apartemen mewah tengah kota, disalah satu kamarnya yang menjadi tempat tinggal Camilla saat itu terlihat TV menyala. Camilla keluar dari kamar mandi setelah sebelumnya terlihat sedang merawat lebam - lebam diwajahnya dengan sebuah salep, perlahan Camilla berjalan menuju sebuah sofa depan TV dan menatap layar itu. Raut wajah bahagia tampak dari wajah Camilla yang begitu antusias dengan kembalinya Naomi ke publik. Dalam hatinya berharap momen kali ini akan menjadi titik balik Naomi kembali bersinar di dunia hiburan maya.
"Apa permintaan maaf ku akan tersampaikan padamu Naomi? Semoga kamu bisa merasakan ketulusanku...." gumam Camilla
Lebih jauh lagi dari pusat kota, disebuah rumah dengan nuansa pedesaan pinggir kota. Terlihat rumah kecil yang memiliki pekarangan luas, nampak pekarangan itu diisi dengan berbagai jenis tanaman buah dan sayuran yang tumbuh begitu lebat. Didalam rumah, suara dua anak gadis kecil terdengar begitu bersemangat dan bahagia.
"Kak Daniel kak Daniel!! acaranya sudah mau dimulai loh!" ucap Becca memanggil Daniel
"Cepat kak Daniel! nanti kamu ketinggalan acaranya" agak berteriak Beccy mengucapkannya, Daniel yang saat itu sedang rebahan dengan handphone ditangan pun merespon dengan suara hentakan kaki.
"Iya iya... kakak segera kesana" terdengar kesal Daniel mengucapkannya
Daniel berjalan keluar dari dalam kamar, diruang keluarga rumah itu Daniel melihat Liam dan Blenda sudah duduk didepan televisi yang menampilkan acara live festival musik disalah satu media Werner Grup. Kaki Daniel terasa begitu berat untuk melangkah mendekati kedua orang tuanya, namun tarikan tangan Becca dan Beccy membuat Daniel akhirnya berjalan cepat lalu duduk didekat Liam dan Blenda.
"Gunakan otakmu dan perhatikan dengan pasti apa yang ingin Naomi sampaikan di acara ini" ucap Liam penuh emosi, Daniel hanya menundukkan kepalanya tanpa merespon apapun yang dikatakan oleh Liam.
"Ayah tidak pernah ingat mendidik mu menjadi seorang pengecut seperti itu Daniel... Tapi kamu sudah membuktikan pada ayah kalau kamu bisa memperbaiki apa yang telah kamu lakukan, bagaimanapun... kamu memang tidak pantas untuk Naomi. Derajat kalian terlalu terpaut jauh, sadari itu" masih dengan suara yang terdengar emosi Liam mengucapkannya, Blenda yang sedari tadi sibuk mengupas buah pun memberikan potongan buah kepada Daniel.
Sebelum William dan Marrie, adalah Liam dan Blenda dua sosok orang tua pasangan Naomi yang begitu mencintai Naomi seperti putri kandung mereka sendiri. Tidak heran jika kekecewaan mereka terhadap Daniel terluapkan begitu saja, tindakan Daniel yang begitu pengecut membuat mereka tidak memiliki harapan untuk kembali dekat dan hangat dengan Naomi. Berkali - kali Liam maupun Blenda memperingatkan Daniel agar memperlakukan Naomi dengan baik, tetapi keegoisan Daniel membuat hal itu tidak terjadi. Rasa menyesal pun hadir dalam hati Liam dan Blenda sejak berita buruk Naomi tersebar.
__ADS_1
"Naomi begitu baik padamu dan kamu mengecewakannya, ibu tidak ingin dengar kamu melakukan hal bodoh lagi dengan alasan apapun demi mendapatkan Naomi kembali" ucap Blenda sembari memberikan potongan buah kepada Daniel, perlahan tangan Daniel menerima buah pemberian Blenda dan mereka semua pun menonton acara itu bersama - sama.
Acara pun dimulai.... Riuh suara penonton yang bersorak untuk idola mereka masing - masing terdengar sangat keras di ruangan itu, sebelum akhirnya seorang front director memberi isyarat kepada semua yang hadir disana untuk hening karena MC bersiap memulai acara.
"Selamat malam para penonton dan pemirsa pecinta musik!!" ucap MC pria kepada para penonton di studio, sorak sorai terdengar begitu keras terdengar penuh semangat
"Selamat datang di acara festival musik Werner TV" ucap MC wanita dengan penuh semangat menyambut semangat penonton di studio.
"Waah semangat sekali ya hari ini, bagaimana nih? apa kita panggil saja peserta pertama?" tanya MC wanita dengan nada yang terdengar penuh semangat dan senang
"Tunggu dulu donk..." celetuk MC pria, penonton dalam studio pun meneriaki 'BOOO' mendengar perkataan MC pria.
"Nah looh... kamu sih nunda - nunda...." dengan sedikit suara tawa MC wanita mengucapkannya, kedua MC pun tertawa bersama.
"Gini loh, aku cuma pingin beri tahu ke penonton kalau band pertama yang akan tampil malam ini tuh akan sangat mengejutkan" ucap MC pria
"Waah apa tuh?" tanya MC wanita penasaran dan mencoba memancing penonton ikut penasaran, gumaman penonton begitu terdengar di studio yang sedang menayangkan acara live.
"Seorang wanita cantik yang sudah lama tidak muncul dihadapan publik akan kembali muncul di acara malam ini!" penuh semangat MC pria mengucapkannya, gumaman penonton dalam studio semakin keras terdengar.
"Ooh iya? siapa itu?" tanya MC wanita dengan nada penasaran
"Mari kita sambut band pembuka yang akan memeriahkan festival musik, HOPE Band" ucap MC pria lalu tiba - tiba lampu studio pun mati dan berganti lampu sorot yang menyorot pada seorang wanita ditengah panggung, gumaman para penonton dalam studio pun berhenti seketika.
"Tes..." celetuk Naomi, kemudian dia menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Terima kasih untuk kehadirannya.... boleh aku meminta sesuatu pada kalian semua yang datang di acara ini?" suara lembut Naomi memecahkan keheningan, permintaan Naomi seakan mendapatkan jawaban 'iya' dari semua penonton yang hadir dalam studio itu.
"Terima kasih.... aku ingin kalian merekam penampilan kami di handphone kalian masing - masing dan memposting hasilnya di media sosial kalian.... aku ingin dengan itu lagu yang akan aku nyanyikan malam ini akan sampai ke hatinya agar dia tahu apa yang sangat ingin aku katakan padanya" dengan emosional Naomi mengucapkannya, untuk sejenak Naomi kembali mengatur nafasnya kembali.
"Bantu aku untuk menyampaikannya.... Hero dari Cash Cash feat Christina Perri" ucap Naomi dengan suara yang datar kemudian musik pun dimulai, sorot lampu kini juga menyorot ke semua anggota band.
***
I let my soul fall into you
I never thought I'd fall right through
I fell for every word you said
You made me feel I needed you
And forced my heart to think it's true
__ADS_1
But I found I'm powerless with you
Now I don't need your wings to fly
No, I don't need a hand to hold in mine this time
You held me down, but I broke free
I found the love inside of me
Now I don't need a hero to survive
'Cause I already saved my life
'Cause I already saved my life
I fell into your fantasy
But that's all our love will ever be
I lost hope in saving you and me
You think I'm lost, falling apart
But your lies just made a stronger heart
My life is just about to start
Now I don't need your wings to fly
No, I don't need a hand to hold in mine this time
You held me down, but I broke free
I found the love inside of me
Now I don't need a hero to survive
'Cause I already saved my life
Already saved my life
***
__ADS_1
Dilirik terakhir Naomi bernyanyi dengan teriakan dan keluar dari nada, teriakan Naomi membuat Jester, Luke, Harry, Justin dan Grece pun berhenti memainkan alat musiknya. Mereka berlima kemudian memandangi Naomi yang masih berdiri dengan tubuh yang begitu bergemetar, Jester perlahan hendak mendekati Naomi namun Naomi tiba - tiba berlari pergi meninggalkan panggung begitu saja.