
Pagi hari menjelang siang disaat bersamaan dengan Jester dan Luna yang berada di festival squere, disebuah mall yang terlihat cukup ramai oleh pengunjung pada siang itu. Sebuah mobil Mercedes Benz C200 terlihat masuk kedalam parkiran mall, setelah mobil terparkir sempurna terlihat Naomi tidak lupa dengan penyamarannya dan Selena turun dari mobil bersamaan. Mereka pun langsung masuk kedalam mall dan mencari barang - barang yang dipesan Luna, dengan sebuah kertas kecil menjadi pengingat barang apa saja yang Luna ingin mereka belikan untuknya.
"Dari bahan - bahan kue ini sepertinya Luna ingin membuat chiffon cake" celetuk Naomi kepada Selena yang terlihat memandangi note pemberian Luna, wajah bingung Selena saat itu membuat Naomi tertawa.
"Sudah serahkan padaku, kamu cukup mengingatkan kalau jumlah item yang aku ambil sama persis dengan item yang Luna minta" agak tertawa Naomi mengatakannya, Selena terlihat kesal karena nada bicara Naomi terkesan mengejeknya.
"Dasar Luna, suka banget ngerepotin diri sendiri" Selena terdengar kesal, dia pun melipat kertas itu lalu memasukkannya kesaku celana jeans yang dia gunakan saat itu. Sesaat Naomi tersadar kalau Selena merubah penampilannya, Selena kembali terlihat tomboi seperti yang pernah dia lakukan saat SMA kelas satu dulu.
"Ada apa dengan penampilanmu? jangan bilang setelah ini kamu mau potong rambut pendek lagi" tanya Naomi dengan heran sambil menduga - duga, mendengar pertanyaan Naomi membuat Selena melihat penampilannya sendiri disebuah cermin yang berada didekat mereka.
"Kenapa? aku seperti biasa kok" tanya balik Selena kebingungan, Naomi menghela nafas sejenak lalu tersenyum kecut menatap Selena.
"Kamu gak bawa tas? setidaknya mini sling bag gitu, bajumu juga kemeja pria yang kekecilan, celana mu itu... jenis tapered fit jeans kan? seingatku sejak kelas dua SMA kamu selalu pakai legging jeans atau mini plisket?" tanya Naomi dengan heran, Selena pun tertawa mendengar perkataan Naomi.
"Hei.. kamu memperhatikanku sampai sedetail itu?" tanya Selena dengan sedikit tawa, Naomi pun tersenyum manis mendengar pertanyaan Selena.
"Aku cuma senang kamu berpenampilan feminim, jika seperti ini kamu akan kesulitan untuk dapat pacar" jawab Naomi lalu mengalihkan perhatiannya memilih bahan - bahan yang dipesan Luna
"Aku gak peduli, aku memang membenci cowok" timpal Selena dengan tegas, sesaat Naomi tertegun memandangi barang yang dia pegang. Dalam benaknya kembali teringat tentang pembicaraan antara dirinya, Luke dan Harry tentang Selena.
"Kalau begitu... kenapa mendadak kamu menyukai Jester? kamu merubah penampilanmu bertepatan saat Luna menolak Jester kan? kalau aku gak salah ingat... kamu juga meminta pendapatku untuk merubah penampilanmu saat itu, kamu yang tidak suka dikeramaian tiba - tiba suka ke festival squere juga bersamaan dengan kejadian itu...." Naomi mengatakannya dengan penuh kecurigaan, Selena terlihat tidak peduli mendengar analisa Naomi dan hanya terdiam. Perlahan Naomi mengalihkan pandangannya menatap Selena, tatapan yang penuh kecurigaan padanya.
"Kalau benar analisaku.... kamu mulai berubah saat Luna menolak Jester dan dugaanku.... kamu dan Luna...." belum selesai Naomi berkata, Selena pun memotong.
"Kamu benar... aku dan Luna punya perjanjian" timpal Selena dengan helaan nafas, Naomi pun terkejut mendengar perkataan Selena.
"Apa isi perjanjiannya?" tanya Naomi penasaran, wajah terkejutnya pun dia tampakkan dengan sangat jelas dihadapan Selena.
"Isi perjanjiannya dia memintaku untuk menjadi pacar kak Jester karena alasan Luna yang sudah kamu ketahui sendiri darinya, aku yang saat itu tidak punya pengalaman sama sekali dalam hal mendekati cowok jadi cuma bisa meniru Luna bersikap sama kak Jester. Berharap kak Jester akan langsung menerimaku disisinya, yaah.... itu bekerja dengan baik" jelas Selena
"Kenapa sampai seperti itu? gini... aku juga wanita yang mencintai Jester, tapi saat aku diposisi Luna aku tidak akan sampai melakukan hal itu" terdengar kebingungan Naomi bertanya, namun pertanyaan Naomi dibalas senyuman sinis Selena.
"Kamu kurang memahami kak Jester, kalau boleh dikatakan cintamu pada kak Jester masih kalah jauh dari cinta Luna untuk kak Jester" dengan sindiran Selena mengatakannya, sindiran itu menyulut emosi Naomi yang sangat mencintai Jester bahkan dirinya pun rela untuk berkorban demi kebahagiaan Jester.
"Kamu gak bisa menyimpulkan seperti itu hanya karena Luna seakan lebih memahami hati Jester!! nyatanya aku yang dia pilih dan bukan kamu yang berusaha mati - matian meniru Luna!!" bentak Naomi
__ADS_1
"Yang kamu katakan ada benarnya.... tapi kamu harus akui aku kalah darimu karena parasmu yang lebih cantik dan jika kita punya paras yang sama mungkin hasilnya akan berbeda" dengan nada yang terdengar mengejek Selena mengatakannya, perkataan itu membuat Naomi semakin naik pitam.
"Selena! aku gak suka kata - katamu! aku..." belum selesai Naomi berbicara, Selena memotong.
"Saat Luna menolak kak Jester, Luna sudah menduga kalau selamanya kak Jester gak akan melupakannya walau kak Jester sangat marah padanya. Bahkan kotak pandora yang kamu dengar dari kak Jester juga sudah diprediksi Luna jauh sebelum dia menolaknya" timpal Selena, Naomi pun bingung mendengar perkataan Selena.
"Maksudmu?" tanya Naomi terdengar bingung.
"Saat hubungan kak Jester dan Luna masih baik - baik saja, Luna pernah bilang kalau hati kak Jester sebenarnya sangat rapuh dan sekali dia tersakiti maka akan membuatnya terpuruk hingga depresi" jawab Selena, dia pun menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Luna juga bilang kalau didalam hati kak Jester terdapat ruang tersendiri untuk mengunci kenangan - kenangan buruk jika sewaktu - waktu dirinya tersakiti oleh seseorang, mungkin penjelasanku lebih mudah kamu pahami kalau aku katakan saja dihati kak Jester ada kotak pandora" Selena melanjutkan penjelasannya yang sempat dia potong tadi, raut wajahnya mendadak menjadi sedih sembari menghela nafas. Sejenak dia terdiam terlihat berfikir, sorot matanya pun terlihat semakin sedih menatap Naomi.
"Saat itu Luna harus memilih pilihan yang berat dan kamu sudah tahu pilihannya, jadi salah satu cara agar kak Jester tidak terpuruk adalah... mencarikan wanita yang bisa mengisi hatinya secepat mungkin dan mengorbankan diri agar kak Jester membencinya. Itu awal mula perjanjianku dengan Luna ketika dia tiba - tiba datang kesekolah saat acara malam perpisahan kelas tiga" lanjut Selena sembari menatap Naomi masih terlihat sedih, Naomi pun tertegun mendengar perkataan Selena.
"Itu alasan Luna tiba - tiba muncul lagi disekolah setelah sekian lama menghilang... tapi buat apa membuat Jester membenci?" tanya Naomi masih terdengar bingung dengan cara Luna, Selena pun sedikit tertawa mendengar kebingungan Naomi.
"Naomi... Naomi.... kak Jester itu tipe pria setia, dia tidak akan pernah bisa perpaling hati kalau wanita yang dicintai tidak menyakiti hatinya sangat parah. Ingatlah perjuangan kita merebut kak Jester dari Camilla, walau jujur saja aku terkejut dia berpaling hati dari Camilla secepat itu untukmu" jawab Selena dengan sedikit tertawa
"Lalu kenapa sekarang dia kembali?! dia mau merebut Jester dari aku?! itu yang kalian rencanakan?!!" bentak Naomi, pikirannya pun dikacaukan kembali dengan kemungkinan ini adalah rencana Selena dan Luna untuk merebut Jester darinya.
"Kalau cuma itu aku bisa belikan dia tiket pulang pergi, dengan fasilitasku... aku akan pastikan dia hadir dipernikahanku dengan Jester" ucap Naomi dengan yakin, namun Selena tersenyum sinis menatap Naomi.
"Kamu hanya mengenal namanya tapi tidak dengan ceritanya, kamu sudah lihat apa yang sedang dia lakukan tapi kamu sama sekali tidak merasakan apa yang sedang dia pikul. Jujur saja kalau kamu ada diposisinya... aku yakin kamu sudah menyerah, jangan memastikan sesuatu yang tidak benar - benar kamu ketahui" celetuk Selena terdengar mengejek Naomi, mendengar ejekan itu membuat Naomi menundukkan pandangannya dan terlihat sangat emosi.
"Kamu boleh mengejek dan meremehkanku... tapi aku bangga pada diriku sendiri..." timpal Naomi lalu berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya
"Sakit mana yang belum pernah aku rasakan? tentang keluarga, percintaan, pertemanan, pengkhianatan, kekecewaan... semua sudah pernah aku rasakan... walau aku pernah sesekali merasa lelah, tapi aku masih kuat berdiri hingga sekarang. Apa kamu masih merasa pantas untuk meremehkanku seperti itu?!" agak emosi Naomi mengatakannya, perkataan Naomi saat itu membuat Selena terdiam untuk beberapa saat.
"mungkin kamu benar, lupakan saja yang sudah kita bicarakan. Yuk lanjut cari bahan - bahan lainnya" tanpa bebanĀ Selena mengatakannya lalu kembali berjalan meninggalkan Naomi yang masih terlihat emosi, didalam benak Naomi perkataan Selena saat itu membuatnya penasaran dan bingung tentang apa yang masih mereka sembunyikan. Namun Naomi memilih untuk memikirkannya nanti, Naomi pun berjalan mengikuti Selena.
Disaat yang bersamaan dengan Naomi dan Selena yang sedang berbelanja, difestival squere yang terlihat ramai oleh pengunjung saat itu. Terlihat Jester sedang meremas kedua pundak Luna dengan wajah yang terlihat marah menatapnya, namun saat itu Luna tersenyum menatap Jester walau terlihat kesedihan dari sorot matanya. Sejenak Jester tersadar dia telah bertindak kasar kepada Luna, perlahan Jester melepaskan tangannya dari pundak Luna lalu menundukkan kepalanya.
"Maaf Luna... pemikiran Luke dan Harry masih sering mengganggu emosiku, aku masih berfikir kamu melakukan seusatu dibelakangku untuk memisahkan Naomi dariku" terdengar menyesal Jester mengatakannya
"Kak Luke dan kak Harry bilang apa tentangku? apa mereka sangat membenciku?" tanya Luna dengan nada yang terdengar sedih
__ADS_1
"Lupakan saja" jawab Jester singkat sembari berjalan hendak masuk kedalam festival squere, namun saat itu Luna menahan langkah Jester dengan menarik bagian belakang baju Jester.
"Hei... katakan saja, dengan begitu aku bisa tahu apa yang harus aku lakukan untuk membantah tuduhan mereka padaku dan bukannya kamu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi? disini aku akan ceritakan semuanya padamu" ucap Luna yang saat itu menatap punggung Jester, perkataan Luna membuat Jester terdiam dan berfikir keras tentang semua yang masih menjadi misteri baginya.
"Kamu sudah tahu apa yang mereka pikirkan tentangmu, saat dirumah semua sudah Selena bantah dengan argumen yang bagus. Tidak ada lagi alasan bagiku mempercayai kata - kata Luke dan Harry" jawab Jester menyesal, namun tawa kecil Luna saat itu sedikit mengejutkan Jester.
"Kak... aku akan ceritakan semuanya, tapi aku punya syarat untuk itu" terdengar senang Luna mengatakannya, Jester pun menoleh menatap Luna yang tersenyum kepadanya.
"Apa?" tanya Jester singkat, garis senyum manis Luna semakin merekah saat Jester bertanya.
"Turuti semua keinginanku disini dengan senyuman, saat senja kita ketaman labirin... baik kita bertemu ditengah taman atau tidak, aku akan tetap ceritakan yang mungkin kamu ingin tahu" jawab Luna, mendengar permintaan Luna membuat Jester menghela nafasnya dan kembali teringat tentang Selena yang juga pernah meminta hal yang sama pada dirinya.
"Baik, asal kamu mau berjanji menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi" Jester pun menerima permintaan Luna, tiba - tiba Luna menarik Jester sambil berlari untuk masuk kedalam festival squere.
Didalam festival squere Luna membeli tiket terusan untuk dirinya dan Jester, disaat Luna hendak mengambil uang didalam tas tiba - tiba Jester sudah memberikan uangnya kepada kasir. Jester pun mengambil gelag tiket yang langsung dia pasangkan dipergelangan tangannya lalu memasangkan tiket lainnya dipergelangan tangan Luna, melihat sikap gentle Jester kepadanya membuat Luna tersipu malu dan wajahnya pun memerah.
Dengan tiket terusan itu Luna dan Jester menaiki semua wahanya yang ada disana bersama - sama, sesekali wajah murung Jester nampak saat Luna tidak memperhatikannya namun ketika Luna kembali menatap Jester maka senyum Jester kembali merekah. Jester benar - benar berusaha keras menepati janji agar Luna tidak memiliki alasan untuk tidak menjelaskan semua yang telah terjadi, juga tentang Selena, dan tentang kedatangan Luna kembali dikehidupan Jester.
Tidak terasa siang pun berganti senja, Jester dan Luna berpisah dan memasuki taman labirin bersama dengan pengunjung lainnya. Jester sebenarnya enggan jika dirinya harus bertemu dengan Luna ditengah taman, jadi Jester hanya berjalan tanpa arah dan berharap dirinya tidak menemukan taman tengah labirin. Namun saat Jester melihat pintu keluar, dia tersadar kalau ternyata dia sudah sampai ditaman tengah labirin.
"Sial... kenapa bisa ada ditaman tengah? haah... semoga Luna tidak pernah sampai disini" celetuk Jester pada dirinya sendiri, Jester terus berjalan hingga sampai didekat air mancur lalu menatap langit cerah sore itu. Pikirannya larut dalam lamunan, dia teringat kejadian saat pertemuannya dengan Naomi disana.
"Mitosnya siapapun yang sampai ditaman tengah labirin festival squere saat senja dan menunggu disini sampai lonceng berbunyi tanpa ada gangguan dari siapapun, maka mereka akan berjodoh" celetuk Luna sambil berjalan mendekati Jester, Jester yang saat itu melamun sambil menatap langit pun terkejut karena Luna sudah tepat berada didepannya tanpa dia sadari.
"Mitos yang tidak berdasar, aku tidak pernah mempercaiyai mitos seperti itu" ucap Jester dengan nada yang terdengar meremehkan dan sedikit tertawa, Luna pun tertawa mendengar tawa Jester yang sejak tadi tidak dia dengar.
Sejenak Jester terdiam dan mengingat kembali tentang perkataan Naomi dan Selena tentang mitos ditempat itu. Jester pun tertawa kecil merasa geli, jika memang mitos itu benar maka dia dan Naomi akan menikah dan sekaligus berfikir apakah Luna juga akan menjadi istrinya. Namun tawa itu mendadak hilang ketika dia mengingat Selena yang begitu marah mengetahui dia bertemu Naomi ditaman tengah ini, Jester tetap berfikir bahwa mitos hanyalah mitos yang tidak ada dasarnya untuk dipercayai.
"Hei hei... sudah berapa kali kak Jester sampai taman tengah?" tanya Luna terdengar penasaran, Jester menggaruk dahinya sebelum menjawab pertanyaan Luna.
"Terhitung sama hari ini, aku sudah dua kali sampai ditaman ini" jawab Jester tanpa beban, namun jawaban Jester membuat Luna tertawa.
"Tidak.. tidak... kamu salah menghitungnya kak" timpal Luna dengan sedikit tawa, Jester pun dibuat heran dengan perkataan Luna.
"Apa maksudmu?" tanya Jester terlihat kebingungan, dahinya mengerut mencoba kembali mengingat berapa kali dia sampai ditaman tengah selama ini.
__ADS_1
"Jika dihitung dengan sekarang... maka total kamu sudah tiga kali sampai disini, saat kencan pertama kita, saat kamu bertemu Naomi secara mengejutkan, dan sekarang" jawab Luna mengingatkan Jester, terkejutlah Jester dibuatnya saat mendengar perkataan Luna. Jester pun kembali mencoba mengingat kejadian saat kencan pertama mereka, namun semua kejadian saat kencan pertama antara Jester dan Luna menjadi samar - samar didalam pikirannya.