
Beberapa jam yang lalu, sebelum Sarah sampai di Werner Tower untuk mengantarkan kostum panggung Jester dan teman - temannya. Disebuah ruangan dalam gedung kantor Arielle Corp, terlihat Jessica, Sarah dan Camilla berkumpul dalam ruangan itu. Camilla terlihat masih menutupi lebam - lebam yang dia derita akibat perlakuan kasar ayahnya dengan foundation milik Sarah, setelah beberapa menit Camilla terlihat sudah menutup bekas - bekas lebamnya dan mengembalikan set make up milik Sarah.
"Apa kamu tahu akibat yang kamu perbuat itu terhadap Naomi?" tanya Sarah dengan nada yang datar tanpa tekanan sedikit pun, Camilla hanya menganggukkan kepalanya merespon pertanyaan Sarah.
"Naomi memutuskan untuk keluar dari rumah setelah lebih dari satu bulan dia mengurung diri" ucap Sarah dan kali ini perkataannya membuat Camilla terkejut.
"Yap... sesuai dugaan kamu akan terkejut mendengar ini, aku pun juga sama. Tapi yang lebih membuatku kaget sebenarnya adalah.... dia akan langsung tampil dihadapan publik lewat acara festival musik yang akan diselenggarakan oleh media Werner Grup" ucap Sarah lagi melanjutkan kalimat sebelumnya, kali ini tidak hanya Camilla yang terkejut karena Jessica pun nampak kaget sampai Jessica berdiri dari duduknya.
"Hah?! serius kamu? Naomi akan tampil di acara besar itu?!" tanya Jessica dengan nada yang terdengar tidak mempercayai perkataan Sarah, dengan sedikit menoleh Sarah menatap mata Jessica.
"Mama, buat apa juga aku mengada - ada" jawab Sarah
"Kalau begitu kostum kita kurang satu, apa kamu sudah dapat data ukuran tubuh Naomi? dia tentu akan semakin kurus kan setelah kemalangan menimpanya?!" agak panik Jessica mengucapkannya, Sarah kembali menatap Camilla sembari menggelengkan kepalanya.
"Maaf Camilla bukan maksud ku untuk menyinggung perasaanmu!" ucap Jessica tiba - tiba ketika tidak sadar dirinya menyebut tentang kemalangan Naomi dihadapan Camilla, Bagaimanapun Camilla merupakan aktor utama dibalik penderitaan yang Naomi alami.
Anggukan kepala Camilla dengan wajahnya yang menunjukkan penyesalan sangat mewakili betapa Camilla merasa bersalah akan tindakannya, hal itu mampu dirasakan oleh Sarah maupun Jessica. Tidak ingin membuat suasana menjadi canggung, dengan segera Sarah melanjutkan pembicaraannya.
"Itu masalahnya mama, aku gak punya data itu dan Naomi pun masih menjaga ibunya saat ini jadi dia tidak bisa memenuhi undangan ku. Saat aku menawarkan diri untuk kesana, Naomi menolaknya dan mengatakan dia tidak punya muka jika aku datang kerumahnya karena alasan ibunya" jawab Sarah terdengar sedih dan bingung, Jessica pun terlihat berfikir keras dengan kondisi yang ada.
"Kita tidak akan tahu apakah Naomi akan mengalami penyusutan berat badan, seberapa kurus dia sekarang, atau hal - hal lainnya. Apa Naomi memberikan solusi?" tanya Jessica, lagi - lagi gelengan kepala Sarah yang merespon perkataan Jessica sebelum bibirnya kembali berbicara.
"Naomi hanya tertawa mendengar kepanikan ku dan mengatakan.... aku tidak keberatan jika menggunakan pakaian seadanya" jawab Sarah dengan nada yang terdengar sedih, Jessica pun terdiam sembari terus berfikir.
Ditengah bingungnya Jessica dan Sarah tiba - tiba Camilla mengatakan sesuatu dengan nada yang pelan namun cukup mengejutkan bagi Jessica juga Sarah.
"Maaf.... boleh aku berbicara untuk memberi ide?" tanya Camilla, dengan gestur tangan Sarah memperbolehkan Camilla untuk berpendapat.
"Aku dengar Jester dan Naomi akan menggunakan Wedding Planner dari Arielle Corp, apa mungkin kita memiliki data ukuran tubuh Naomi saat fitting baju pengantin?" tanya Camilla mencoba memastikan dulu sebelum memberikan pendapatnya
"Kita punya data itu, tapi seperti yang mama katakan tadi kalau Naomi pasti akan bertambah kurus karena kasus yang menimpanya" jawab Sarah sedikit kesal, wajah Camilla menunjukkan penyesalannya mendengar jawaban Sarah saat itu.
"Apa aku boleh.... yang membuat kostum Naomi..." dengan terbata Camilla mengatakannya
"Apa kamu bisa membayangkan bentuk tubuh Naomi sekarang?" tanya Sarah menekan, Camilla menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Terus gimana caramu mau membuat kostum itu?" semakin terdengar kesal Sarah saat mengucapkannya
"Instingku.... aku hanya memerlukan data ukuran tubuh Naomi lalu jika boleh.... percayakan kostum itu kepadaku.... aku yang akan bertanggungjawab" pinta Camilla dengan sedikit terbata, Sarah pun menggebrak meja karena begitu kesal mendengar perkataan Camilla.
__ADS_1
Kalimat Camilla menyulut emosi Sarah ditengah paniknya Sarah dengan permasalahan kostum untuk Naomi, walau mulai memutuskan untuk mempercayai Camilla namun permintaan Camilla untuk membuat kostum bagi Naomi tidak bisa diterima begitu saja, untuk sejenak Sarah mulai waspada akan sikap Camilla. Sarah hanya tidak ingin terkecoh sehingga Naomi kembali menjadi korban kejahatan Camilla.
"Apa maksudmu dengan insting?!! kamu pikir baju yang baik bisa dibangun secepat itu hanya dengan insting?!! apa kamu ingin mempermalukan Naomi dengan kostum asal - asalan yang akan kamu buat untuknya?!" begitu marah Sarah saat mengucapkannya, namun Camilla hanya menundukkan kepalanya tanpa merespon apapun.
Sikap berbeda justru ditampakkan oleh Jessica. Seakan ingin menerima permintaan Camilla, dengan wajah yang seperti menaruh harap Jessica mulai memastikan sesuatu terhadap Camilla.
"Camilla... kamu yakin?" tanya Jessica, pertanyaan Jessica membuat Sarah dan Camilla terkejut sampai keduanya hampir bersamaan menatap wajah Jessica.
"Mama...?" gumam Sarah tidak percaya dengan pertanyaan Jessica, sedangkan Camilla hanya membatu menatap mata Jessica.
"Kalau kamu yakin, aku akan memberimu izin untuk membuatnya" tegas Jessica mengatakannya
"Mama! jangan bercanda! kalau sampai ada sesuatu dengan kostum Naomi saat manggung, bagaimana perasaannya?!" tanya Sarah dengan bentakan
"Mama yang akan bertanggungjawab, apa itu cukup?" timpal Jessica penuh keyakinan
"Mama! Duuh!! aku kesal sekali hari ini!!!" dengan penuh emosi Sarah mengucapkannya sembari berjalan mendekati sofa didalam ruangan itu lalu duduk disana
"Kamu ini marah - marah mulu, cepat tua loh" Jessica sedikit tertawa saat mengucapkannya, lalu Jessica berjalan mendekati Camilla dengan sebuah map yang dia ambil diatas mejanya.
"Semua yang kamu butuhkan ada disini, aku percayakan padamu" ucap Jessica sembari memberikan map itu, Camilla menerimanya lalu menganggukkan kepalanya.
"Aku akan kerjakan dengan sungguh - sungguh" penuh keyakinan Camilla mengucapkannya
"Benarkah?" tanya Sarah pasrah, Jessica tertawa lalu duduk kembali di mejanya.
"Temani Camilla dan kamu akan paham kenapa mama mempercayakan ini padanya" terdengar menenangkan Jessica mengucapkannya, Sarah dengan berat hati pun berdiri dari duduknya dan hendak menemani Camilla untuk melihat cara kerjanya.
"Aku gak mau tanggung jawab kalau ada apa - apa" terdengar kesal Sarah mengucapkannya sembari keluar dari ruangan Jessica, dengan sedikit suara tawa Jessica merespon perkataan Sarah.
Diluar ruangan yang luas itu, Sarah berjalan mendekati meja kerja Camilla. Pendaran cahaya lampu berwarna putih yang terang menemani Camilla memulai tugasnya untuk membuatkan kostum bagi Naomi. Diatas sebuah meja besar dengan beberapa peralatan menjahit yang berada disana Camilla sudah membentangkan kain yang akan dia gunakan sebagai bahan utama pembuatan kostum untuk Naomi, ditemani oleh Sarah yang hanya berdiri dan melihat Camilla penuh dengan perasaan curiga dan tidak percaya.
Namun Camilla seakan tidak ingin menghiraukan Sarah, Camilla tetap fokus pada pekerjaannya. Tangannya kini membuka map yang tadi diberikan oleh Jessica, dengan penuh ketelitian Camilla membaca setiap detail ukuran tubuh Naomi yang tertera di lembaran dalam map itu, matanya tajam tampak fokus untuk mengamati, kerutan di keningnya terlihat seperti pertanda dia sedang berfikir keras memainkan imajinasinya akan tubuh Naomi saat ini. Sesekali nafasnya terlihat ditariknya cukup lama seakan Camilla merasakan sesuatu yang berat bagi pikirannya.
Sebuah kertas dan ballpoint diambilnya, dengan tekanan yang tampak yakin pada setiap gerakan tangannya Camilla mulai menulis ulang perkiraannya pada data ukuran tubuh Naomi. Entah dari mana semua angka itu muncul, namun tampak seakan Camilla sedang mengarang bebas bagi Sarah yang sejak awal memusatkan pandangannya pada pekerjaan Camilla.
"Darimana kamu dapat ukuran itu?!" tanya Sarah dengan sedikit bentakan
Suara bentakan Sarah membuyarkan konsentrasi Camilla, sejenak Camilla menatap Sarah yang terlihat marah kemudian Camilla kembali melanjutkan pekerjaannya dan menjawab pertanyaan Sarah dengan tenang. Ketenangan yang sangat terasa dari nada bicaranya yang menunjukkan memang benar dirinya serius dan sepenuh hati melakukan tugasnya.
__ADS_1
Sebuah sketsa Camilla gambar di kertas dengan perkiraan ukuran terbaru yang dia tentukan untuk kostum Naomi, diperhatikannya contoh desain kostum yang diberikan oleh Sarah kepadanya. Kemudian lembar kain yang cukup panjang dia bentangkan diatas meja datar yang luas, tangannya mulai mengukir dengan penuh keyakinan membentuk sebuah pola yang semakin tampak jelas bagi Sarah, keringatnya sesekali terlihat Camilla usap dari keningnya walau ruangan itu sudah dingin karena memang ber AC.
Lembaran kain yang awalnya bersih itu kini sudah tergambar dengan pola membentuk baju sesuai dengan sketsa yang Camilla buat. Ada sebuah senyum kecil yang terlihat dari wajah Camilla dan diiringi tarikan nafasnya yang kembali dalam, sementara Sarah memperhatikan pola itu dengan serius dan tampak penuh tanya dalam benak Sarah.
"Lingkar lengan Naomi pasti semakin mengecil, kejahatan ku kemarin akan membuatnya malas makan atau mungkin lupa untuk makan. Berat badannya akan susut drastis dan lengan yang paling mendapatkan dampaknya" ucap Camilla tiba - tiba seakan menjawab segala pertanyaan yang Sarah pendam, Sarah tampak sabar mendengarkan penjelasan Camilla
Baru saja ingin melemparkan sebuah tanya, namun Sarah batalkan karena Camilla kembali membuat penjelasan untuk setiap perubahan ukuran yang dia buat dalam kostum Naomi. Senyum yang sempat terlihat sejenak pada bibirnya menghilang dan berganti dengan ekspresi sedih dan penuh penyesalan, kata demi kata yang Camilla ucapkan terdengar mulai sedikit terbata.
"Lingkar dada Naomi ku buat lebih kecil karena aku yakin pasti mengecil, yang ku lakukan padanya kemarin adalah tindakan yang begitu merusak mental Naomi, dia tentu saja sering menangis dalam kesepiannya karena beban yang harus dia tanggung. Aku dengar ayahnya meninggal bersamaan dengan kejahatan ku kepadanya.... aku bisa merasakan seberapa sering dia menangis setiap harinya, itu.... akan menyusutkan lingkar dadanya..." ucap Camilla sedikit terbata, Camilla meletakkan penggaris dan ballpoint yang dia pegang untuk mengusap air mata yang mengalir dari kedua matanya.
Sarah yang hanya terdiam tampak tidak bisa berkata apapun, keheranan dia rasakan karena bagaimana bisa Camilla dengan yakinnya membuatkan kostum bagi Naomi dengan ukuran yang dia rubah sesuai dengan kesalahannya sementara Camilla tidak pernah bertemu dengan Naomi pasca berita buruk tentang Naomi tersebar.
Membiarkan Camilla meneruskan penjelasannya, Sarah sengaja tidak memotong apapun penjelasan yang diucapkan oleh Camilla. Seakan memberi ruang bagi Camilla untuk mengungkapkan penyesalannya melalui sebuah tindakan yang dia lampiaskan melalui kostum Naomi.
"Lingkar pinggang Naomi akan menyusut.... kesedihan, sakit hatinya, amarahnya, dendamnya kepadaku yang dia simpan.... akan membuatnya sering melupakan rasa laparnya dan terus melakukan kegiatan yang melelahkan agar jam demi jam dan hari demi hari berlalu dengan cepat...." ucap Camilla sembari menatap langit - langit gedung dan air matanya kembali menetes dengan derasnya, perlahan tangan Camilla menyeka air matanya kemudian melanjutkan mencocokkan kembali desain dari Sarah dengan pola miliknya
"Baik, aku paham. Mungkin memang bisa aku pasrahkan pola itu padamu" celetuk Sarah
Satu setengah jam berlalu, sebuah pola tampak telah diselesaikan dengan penuh konsentrasi dan serius oleh Camilla, meletakkan polanya di dalam keranjang kecil Camilla segera membawa lembaran kain itu keruang divisi pemotongan.
"Maaf.... bisakah untuk memotong kan kain ini?" tanya Camilla kepada salah satu pekerja wanita yang berada di ruangan itu, wanita itu menatap pola yang dibuat oleh Camilla.
"Kami masih sibuk, bisa menung..." belum selesai petugas wanita itu berbicara, dibelakang Camilla saat itu Sarah memelototi pegawai wanita yang bertugas di divisi memotong.
"Eeeh... tunggu ya!!" dengan panik pegawai itu mengucapkannya sembari berlari masuk kedalam ruang potong, Camilla terlihat bingung namun dia memilih untuk diam seperti Sarah yang hanya diam berdiri dibelakang Camilla.
Camilla berbalik dan berjalan menuju meja kerjanya diikuti oleh Sarah dibelakangnya, di meja kerjanya saat itu Camilla mengerjakan detail - detail kecil dari kostum Naomi sedangkan Sarah kembali duduk dibelakang Camilla. Satu jam lebih berlalu dan tiba - tiba Camilla berdiri untuk kembali keruang divisi memotong, Sarah mengikutinya hingga sampailah mereka di divisi memotong. Pegawai wanita yang menerima permintaan Camilla memberikan keranjang yang berisi kain - kain yang sudah terpotong sesuai pola, Camilla menerimanya kemudian kembali berbalik.
"Terima kasih" celetuk Camilla sembari berjalan keluar dari ruang divisi potong, Camilla kembali berjalan menuju meja kerjanya dan membuat Sarah heran.
"Hei! divisi jahit ada disebelah sana, kamu berjalan ketempat yang salah" ucap Sarah dengan sedikit bentakan
"Maaf.... tapi ada beberapa detail kecil yang tidak akan bisa dijahit dengan mesin... ini demi kesempurnaan" timpal Camilla datar, Sarah menatap jam tangannya.
"Kita tidak punya waktu! kostum itu akan digunakan lima jam lagi dari sekarang dan aku harus segera pergi ke Werner Tower tiga jam lagi!" kembali dengan bentakan Sarah mengucapkannya, Camilla berhenti berjalan dan menatap Sarah dengan senyuman.
"Tolong ijinkan aku membuat kostum Naomi dengan jahitan tanganku, hanya dengan ini kata maaf ku mungkin bisa tersampaikan..hanya dengan ini bisa ku ungkapkan setiap penyesalan yang ada di hatiku.." ucap Camilla dan senyuman Camilla yang tersirat penyesalan itu mampu membuat Sarah terdiam.
"Aku janji akan memberikan yang terbaik untuk Naomi!" ucap Camilla kembali dengan penuh keyakinan
__ADS_1
Camilla kembali berjalan hendak menuju tempat kerjanya membawa keranjang berisi pola kain kostum Naomi, sedangkan Sarah hanya terdiam berjalan mengikuti Camilla dibelakangnya.
Sebuah jarum dengan benang yang sudah siap digunakan Camilla pegang dengan kuat, matanya tampak berkaca - kaca karena air mata yang tertahan. Senyumnya sesekali terlihat walau tampak pedih. Begitulah Camilla memulai menjahit kostum untuk Naomi dengan sepenuh hati.