
Siang yang cerah dengan dengan sedikit awan yang menghalangi sinar matahari, Di kampus siang itu Jester yang sejak tadi menundukkan kepalanya untuk memohon pada Camilla secara perlahan mulai mengangkat kepala dan menatap punggung Camilla yang terus berjalan meninggalkan Jester. Tiba - tiba saat itu Jester melihat Naomi berlari melewatinya dan mengejar Camilla, begitu dekat Naomi langsung menarik lengan Camilla hingga Camilla berputar menatap wajah Naomi.
Dengan satu ayunan tangan yang cukup keras Naomi menampar pipi Camilla hingga suara tamparannya terasa bergema di koridor kampus yang sepi itu, Jester sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Naomi tepat dihadapannya. Selena yang berjalan mendekati Jester pun tersenyum namun wajah terkejutnya tidak dapat Selena sembunyikan melihat aksi Naomi, sungguh bukan aksi yang akan Jester, Selena dan Camilla prediksi dari Naomi.
"Itu untukmu karena telah merusak persahabatan antara aku dan Selena!!" bentak Naomi, Camilla perlahan menyentuh pipi bekas tamparan Naomi dengan tangannya lalu menatap Naomi dengan tatapan tajam.
"Kamu meminta aku untuk minta maaf padamu?!! atas kesalahan apa aku harus melakukannya?!! kamu yang menghancurkan apa yang aku miliki dan sekarang kamu memintaku untuk minta maaf padamu?!!" bentak Naomi lagi penuh amarah
Tatapan kebencian antar keduanya kental terasa, Naomi yang menyimpan kebencian kepada Camilla meluapkan begitu saja kebenciannya dengan sebuah tamparan pada pipi Camilla setelah mendengar apa yang Camilla ucapkan pada Jester. Sedangkan Camilla hanya bisa menahan rasa sakit akibat tamparan yang dilakukan oleh Naomi tanpa bisa membalasnya dan hanya bisa tersenyum sinis sampai akhirnya mengucapkan kalimat yang membuat Naomi, Jester dan Selena yang juga mendengar terheran.
"Kamu tidak akan pernah memahami rasa sakit hatiku karena saat ini kamu adalah pemenang, kamu akan sadar ketika kamu kalah dariku dan merasakan penderitaan yang sama sepertiku" jawab Camilla datar, perkataan Camilla membuat Jester, Naomi dan Selena bingung.
"Apa... maksudmu...?" tanya Naomi terbata karena bingung dengan apa yang dikatakan oleh Camilla, sempat terjadi kebisuan diantara mereka berempat. Camilla juga hanya terdiam memandangi wajah Naomi, hingga tiba - tiba Camilla tertawa cukup keras.
"Ahahaha... ha... ha.... kamu.... memang menyebalkan" ucap Camilla lalu berbalik dan meninggalkan Jester, Naomi dan Selena di koridor.
"Camilla!! Selena pasti akan mengalahkan mu di kompetisi ini!! aku tidak akan membiarkan kamu menang dan pergi bersama Jester!!" bentak Naomi pada Camilla namun Camilla terlihat tidak mempedulikan kemarahan Naomi sama sekali, Disaat yang bersamaan Jester dan Selena berjalan mendekati Naomi yang masih mengatur nafasnya setelah membentak Camilla.
"Naomi, kenapa kamu la..." belum selesai Jester berkata Naomi berbalik menatap Jester dengan raut wajah yang terlihat marah, namun matanya terlihat berkaca - kaca.
"Kamu tidak harus menundukkan kepalamu didepan siapapun walau itu untuk diriku!!" bentak Naomi pada Jester, bentakan Naomi membuat Jester terdiam karena terkejut.
"Ingat siapa dirimu Jess... ingat kedudukan mu, kamu calon penerus keluarga Gates!! kamu harus paham posisimu itu!! Berhenti bersikap bodoh walau itu untukku!!!" bentak Naomi lagi, bentakan itu sampai membuat Naomi tidak dapat lagi menahan air matanya.
"Na...omi..." terbata Jester mengucapkannya, Jester tidak tahu harus berkata apa saat itu untuk merespon perkataan Naomi.
"Dia yang bersalah padaku... dia yang membuat hubunganku dengan Selena hancur berantakan... dia ingin merebut mu dariku dan kamu menundukkan kepalamu untuknya?!!! Jess!!! aku marah padamu!!!" bentak Naomi lalu memukuli Jester bertubi - tubi untuk melampiaskan seluruh kekesalannya pada Jester yang masih terdiam membatu menatap Naomi yang begitu emosional sampai membuatnya menangis.
Jester memeluk Naomi dengan erat untuk menenangkannya dan membiarkan Naomi menangis dalam pelukannya, kata - kata Naomi membuat Jester sadar jika yang dilakukannya memang sudah keterlaluan dan menyakiti harga diri Naomi. Melihat kekasihnya menundukkan kepala didepan orang yang secara terang - terangan menjadi musuh bagi mereka berdua, namun lebih dari itu Naomi tidak ingin melihat kekasihnya merendahkan diri dihadapan siapapun.
"Memang memalukan saat melihatmu menundukkan kepala, mungkin Naomi lebih dapat menerima jika akhirnya kamu pergi bersama Camilla daripada harus melihatmu menundukkan kepala pada musuh Naomi" celetuk Selena saat itu dibelakang Jester
"Aku tahu... aku cuma membenci diriku yang tidak dapat berbuat apa - apa disaat Naomi membutuhkanku... dan itu cara terakhir yang terlintas didalam otak ku setelah dua usahaku gagal dilakukan" timpal Jester terdengar begitu menyesal, Naomi menggelengkan kepalanya di dada Jester.
"Aku tahu segala usahamu... aku tahu itu Jess... jadi tolong berjanjilah padaku untuk berhenti menundukkan kepalamu untuk siapapun walau itu untukku... kamu terlalu mudah untuk menundukkan kepalamu Jess..." ucap Naomi yang masih menangis dalam pelukan Jester, Jester hanya menganggukkan kepalanya merespon permintaan Naomi.
Beberapa menit pun berlalu, Naomi sudah dapat mengendalikan emosinya dan segera menyeka air mata yang masih tersisa baik di pipi dan kelopak matanya. Jester pun melepaskan pelukannya lalu mengecup mesra dahi Naomi sebagai bentuk permintaan maafnya pada Naomi, dengan senyum manis Naomi merespon kecupan mesra Jester. Disaat bersamaan Selena yang berada dibelakang Jester terlihat kesal melihat Jester dan Naomi yang bermesraan didepannya seperti tidak memiliki empati bagi dia yang jomblo.
Selena mengomel dan memarahi Jester dan Naomi, namun kemarahan Selena malah direspon dengan suara tawa dari keduanya. Selena pun berjalan meninggalkan dua sejoli itu di koridor untuk menuju lobby kampus dimana terdapat layar pengumuman, di sanalah hasil ujian akan segera ditampilkan dan menentukan siapa pendamping Jester yang akan terpilih.
empat puluh menit berlalu dan layar pengumuman pun tiba - tiba menyala, mengetahui layar yang sejak tadi mati dan tiba - tiba menyala membuat Jester, Naomi dan Selena langsung berjalan mendekati layar pengumuman itu. Tidak lama nama Selena pun tertulis dilayar dengan nilai 64/100, terkejut lah Jester dan Naomi menatap layar itu. Selena menghela nafasnya sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali, bagaimana pun itu bukanlah nilai yang bisa dibanggakan.
"Maaf Naomi... kak Jester... sesuai dugaan memang" dengan sedikit suara tawa kecil Selena mengucapkannya, wajah Naomi terlihat sedih dan seakan sudah pasrah untuk membiarkan Jester dan Camilla akan pergi berduaan keluar kota sebagai tim.
__ADS_1
Tidak lama layar tersebut menunjukkan nama Camilla dan memiliki nilai 62/100, melihat nilai Camilla membuat Jester, Naomi dan Selena terkejut. Diluar dugaan mereka bertiga jika Camilla akan mendapatkan nilai yang rendah seperti itu, Naomi dan Selena terlihat bahagia sampai membuat keduanya berpelukan. Disaat bersamaan Jester terlihat mengerutkan dahinya, seakan tidak percaya dengan apa yang tertampilkan dilayar itu.
"Jess!! Selena menang!!" dengan antusias dan penuh kegembiraan Naomi mengucapkannya, tidak kalah bahagia saat itu Selena seperti merasakan jadi juara dunia.
"Makan itu Camilla!! ahahaha..." suara tawa Selena terdengar sangat puas setelah berhasil mengalahkan Camilla dengan skor tipis
"Jess?! kok kamu bengong? kamu gak senang Camilla kalah dari Selena?" tanya Naomi karena Jester hanya terdiam menatap layar itu, perlahan Jester mengalihkan pandangannya melihat Naomi dan Selena yang masih berpelukan begitu eratnya.
"Ada yang aneh... tapi aku tidak tahu apa" agak bergumam Jester saat mengatakannya, suara tawa Naomi dan Selena pun terhenti saat mendengar gumaman Jester.
"Ada apa Jess?" tanya Naomi penasaran
"Ini tentang nilai Camilla, bagaimana mungkin dia mendapatkan nilai segitu. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi aku masih tidak dapat merabanya" jawab Jester menatap Naomi dan Selena dengan wajah penuh kecurigaan, Selena menghela nafasnya mencoba meremehkan kecemasan Jester.
"Kak, sudah aku bilang kan kalau soal tadi itu bukan soal untuk semester muda dan aku yakin Camilla juga kesulitan dalam menjawabnya. Dia mungkin sudah merencanakan untuk menang seleksi babak pertama, namun mungkin dia tidak menyangka akan mengikuti ujian seleksi kedua dan itu adalah kesalahannya karena sudah meremehkan aku" ucap Selena dengan bangganya, Jester tersenyum menatap Selena.
"Yah... bisa jadi, baiklah... selamat datang di tim Selena. Aku mengharapkan yang terbaik darimu, membuat harum nama universitas ini sebagai juara bertahan" dengan senang hati Jester mengatakannya sambil menjulurkan tangannya untuk melakukan fist bump dengan Selena, dengan penuh semangat Selena menempelkan tinjunya ditangan Jester yang mengepal itu.
"Mohon bantuannya kak!" ucap Selena dengan senyuman yang begitu merekah
"Ayo kita rayakan ini, kemenangan yang begitu dramatis dari Selena!" terdengar senang Naomi mengatakannya
"Aku mau ice cream di kedai ice cream yang pernah kita datangi dulu kak" celetuk Selena, mendengar celetukan Selena saat itu membuat hati Naomi mendidih terbakar cemburu.
"Ooh.. kedai ice cream ya? dulu? berduaan?" tanya Naomi sembari menatap Jester dengan penuh kecemburuan, Jester pun mendadak berkeringat dingin mendapatkan tatapan seperti itu.
Jester meminta ampun sambil berlari kesana - kemari dan Selena hanya melihat tingkah mereka sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya beberapa kali, setelah keributan itu dapat diredam oleh Selena yang menengahi akhirnya mereka bertiga pergi menuju kedai ice cream yang diminta oleh Selena.
Di persimpangan koridor dekat dengan lobby kampus, terlihat Camilla datang mendekati layar pengumuman dengan senyum sinis nya. Tidak lama seseorang yang menutupi kepalanya dengan hoodie berjalan mendekati Camilla dan berhenti tepat disebelah Camilla namun pandangannya menatap Jester, Naomi dan Selena dari kejauhan. Tidak lama Camilla mengalihkan pandangannya menatap seseorang itu, lalu Camilla menepuk pundak orang itu dengan cukup keras.
"Panas melihat mereka bahagia?" tanya Camilla pada orang tersebut, perlahan orang itu melepaskan hoodie nya lalu menatap Camilla.
"Dia terlihat bahagia, apa memang perlu aku menghancurkan kebahagiaannya?" tanya Daniel kepada Camilla, mendengar pertanyaan itu membuat Camilla tertawa.
"Pertanyaan macam apa itu? apa kamu serius berkata seperti itu?" tanya balik Camilla dengan suara yang terdengar menyindir, Daniel menghela nafasnya.
"Aku merasa sudah sangat bersalah padanya, aku sempat terfikir kan untuk membiarkannya menemukan kebahagiaannya sendiri... kadang cinta tidak harus saling memiliki kan?" terdengar menyesal Daniel saat mengatakannya, senyum Camilla menghilang dari raut wajahnya ketika Daniel mengatakan kalimatnya tadi.
"Cinta tidak harus saling memiliki adalah kalimat dari seorang pecundang yang tidak berani melakukan apapun untuk merebut cintanya dari orang lain, membiarkannya bahagia bersama orang lain adalah tindakan paling bodoh untuk menghibur diri seorang pecundang" terdengar menekan saat Camilla mengucapkannya, kalimat Camilla membuat Daniel terdiam sembari merenung.
"Kamu boleh memutuskan mana yang harus kamu pilih, membiarkan Naomi lepas dari gengaman mu atau...." Camilla menggantungkan kalimatnya, perlahan jari telunjuk Camilla menyentuh dagu Daniel dan mengarahkan pandangan Daniel untuk menatap matanya.
"...Merebutnya kembali karena memang dia adalah milikmu" suara Camilla begitu menekan dan seakan menantang Daniel untuk segera bertindak, mereka berdua terdiam untuk waktu yang agak lama dengan saling menatap mata satu sama lain.
__ADS_1
"Jangan jadi pengecut Daniel" celetuk Camilla lagi lalu berjalan meninggalkan Daniel di lobby kampus, baru beberapa langkah Camilla berjalan tiba - tiba Daniel menatap Camilla seakan sudah membulatkan tekadnya.
"Aku akan rebut apa yang seharusnya menjadi milikku!!" dengan tegas Daniel mengatakannya, Camilla menghentikan langkahnya dan terus memunggungi Daniel. Senyum licik Camilla terlihat jelas saat mendengar Daniel sudah membulatkan tekadnya, perlahan Camilla menoleh menatap Daniel.
"Aku sudah mengerjakan tugasku untuk mengalah pada Selena, dengan begini baik Jester dan Selena sudah tidak bisa melindungi Naomi lagi selama satu minggu. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan mulai dari sekarang, aku menantikan kabar darimu. Bye Bye Daniel~" dengan suara yang terdengar manja Camilla mengatakannya, Camilla pun kembali berjalan meninggalkan Daniel disana.
Dilain tempat, saat siang hari menjelang sore. Disalah satu kedai ice cream yang menjadi tujuan Jester, Naomi dan Selena saat itu, mereka bertiga duduk disalah satu kursi yang tersedia sembari menikmati ice cream yang sudah mereka pesan masing - masing. Penuh canda tawa diantara mereka dan sesekali baik Naomi dan Selena saling balas sindiran dan juga ejekan, keakraban antara Naomi dan Selena membuat Jester merasakan lega.
Sebelumnya antara Naomi dan Selena terlihat sangat kaku dan penuh dengan perasaan amarah, namun kali ini walaupun keduanya masih terlihat sering bertengkar tapi Jester paham bahwa itu karena mereka berdua sebenarnya sangat akrab. Jester menghela nafasnya dan membuat Naomi dan Selena mengalihkan pandangan menatap Jester dengan wajah heran, dengan ekspresi yang sama Naomi dan Selena menatap Jester.
"Kenapa?" tanya Naomi dan Selena serentak, Jester pun tertawa karena bisa - bisanya Naomi dan Selena mengucapkan hal sama secara bersamaan.
"Berhenti tertawa! itu tadi cuma kebetulan!!" bentak Naomi dan Selena kepada Jester secara serentak, Naomi dan Selena pun saling menatap.
"Berhenti mengatakan hal sama denganku!!" bentak Naomi dan Selena bersamaan, karena tingkah mereka membuat Jester semakin tertawa terbahak - bahak.
"Wahahaha!! kalian ini cocok sebagai sahabat, ayolah berbaikan dan bangun hubungan kalian seperti dulu" terdengar senang saat Jester mengatakannya
"Tidak sudi!!" Naomi dan Selena kembali kompak mengatakan hal yang sama, Jester semakin tertawa terbahak - bahak. Lalu diantara Naomi dan Selena terjadi pertengkaran dan saling balas ejekan, namun ditengah pertengkaran itu handphone Jester berdering.
Jester mengeluarkan handphone miliknya yang dia letakkan didalam saku celana dan melihat siapa yang meneleponnya saat itu, Grece melakukan panggilan namun dilayar tertulis nama "nenek lampir".
***
"Ya halo Grece, ada apa?" tanya Jester begitu mengangkat teleponnya
"Aku yang seharusnya bertanya ada apa, dasar Jester bodoh!!" bentak Grece menjawab pertanyaan Jester
"Lah? kan kamu yang meneleponku, kenapa jadi kamu yang bertanya?" terdengar heran saat Jester mengatakannya, suara helaan nafas Grece terdengar dari balik telepon.
"Kamu ada dimana? aku akan menemui mu sekarang karena ini penting" jawab Grece yang terdengar mulai tenang
"Aku akan kirim kamu lokasi ku" jawab Jester singkat
"Aku tunggu" timpal Grece lalu menutup teleponnya
***
Dengan segera Jester membuka aplikasi ChatMe dan mengirim lokasinya kepada Grece, tidak lama Grece membalas akan segera merapat ke posisi Jester berada. Setelah selesai dengan urusannya, Jester kembali meletakkan handphone miliknya kedalam saku celana. Melihat Jester sudah tidak sibuk, Naomi pun mulai bertanya kepada Jester.
"Grece mau kesini?" tanya Naomi memastikan apa yang baru dia dengan ketika Jester sedang dalam panggilan telepon
"Iya... ini pasti karena tugas papa sudah dilaksanakan dengan baik oleh tuan Turner" jawab Jester
__ADS_1
"Apa kalian berdua butuh waktu? aku akan pergi jika memang kalian membutuhkan tempat khusus, karena sepertinya ini penting" timpal Selena saat mendengar jawaban Jester
"Gak perlu, kamu pergi sekarang pun besok pasti akan tahu apa yang aku dan papa ku sedang kerjakan" jawab Jester dengan tenang sembari menikmati ice cream miliknya yang mulai sedikit mencair.