
Pagi hari disebuah cluster perumahan mewah, disalah satu rumah dengan aksen khas budaya jepang yang terlihat sepi dari aktifitas penghuninya. Terlihat BMW 740Li baru sampai dan terparkir didepan rumah itu, tidak lama sosok wanita dengan setelan blazer ala wanita karier terlihat keluar dan segera melangkahkan kakinya menuju pelataran rumah. Wanita itu menggedor pintu utama rumah dengan sangat brutal penuh emosi, membuat Jester dengan tergesa - gesa segera membuka pintu utama rumah dengan wajah yang terlihat marah.
"Ini masih pagi!! tolonglah!!" bentak Jester saat pintu terbuka
"Camilla ada disekitar mu!!" bentak balik Sarah dengan penuh emosi
"Hah? mana?!!" tanya Jester dengan panik sembari menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan Camilla
"Bukan ada disini bodoh!!! maksudku dia ada di lingkaran perusahaan mu!!" masih penuh emosi Sarah mengucapkannya, teriakan Sarah memancing Luke berlari menuju ke pintu utama rumah.
Untuk sejenak Sarah merasa jika Jester sangat bodoh, kejadian yang berturut - turut menimpa Jester dan Naomi membuat Sarah merasa jika kecerdasan Jester semakin berkurang karena tingkat stress Jester yang meninggi. Ingin tertawa namun Sarah menahannya karena kemarahannya kini lebih penting bagi Sarah.
"Ada apa sayang?! kenapa kamu marah - marah? apa kamu sedang kedatangan tamu bulanan mu?!" tanya Luke dengan panik sembari meremas bahu Sarah dengan kuat, kebodohan dan kepanikan Luke menambah tingkat emosi Sarah pagi itu
"Lepaskan!!" bentak Sarah mencoba berontak dari remasan tangan Luke
"Sayang! ini aku!! kalau kamu ada masalah, katakan padaku!!" masih terdengar panik Luke saat mengucapkannya
"Aku tahu!!! tapi setidaknya lap dulu air liur dan kotoran matamu itu bodoh!!!" terdengar sangat marah saat Sarah mengucapkannya, Luke yang menyadari betapa berantakan penampilannya saat itu pun langsung berlari masuk kedalam rumah dengan perasaan malu.
Pemandangan yang seharusnya menjadi dramatis dan penuh keromantisan akhirnya gagal karena tingkah Luke yang memalukan.
"Gorila bodoh, hooaamms..." celetuk Jester sembari berbalik dan masuk kedalam rumah, melihat Jester yang tidak bereaksi atas berita yang Sarah sampaikan membuat Sarah pun kembali emosi.
"Jester!! kamu tidak dengar apa yang aku katakan?!!" tanya Sarah dengan bentakan, Jester berbalik dan menatap wajah marah Sarah dengan senyuman.
"Marah - marah terus bisa bikin cepat tua loh" jawab Jester dengan sindiran, meski tersinggung namun Sarah akhirnya terdiam dan ikut masuk kedalam rumah Jester.
Setelah beberapa menit berlalu, terlihat Jester, Luke, Sarah dan Harry duduk bersama sembari menikmati sarapan yang mereka beli sebelumnya lewat online. Wajah marah Sarah masih jelas terlihat dan itu membuat Luke kebingungan, beberapa kali Luke mencoba untuk merayu Sarah agar berhenti marah namun semua percuma dan akhirnya Jester turun tangan.
"Tentang Camilla... biarkan saja dia disana, kita cuma perlu waspada" celetuk Jester, celetukan itu menyulut emosi Sarah.
"Mana bisa begitu!! aku tidak terima!!" bentak Sarah terdengar begitu emosional
__ADS_1
"Luke... Harry..., bisa biarkan kami berdua?" tanya Jester pada Luke, mendengar permintaan Jester saat itu membuat Luke mengernyitkan dahinya sembari menatap Jester dengan tajam.
"Ini tentang masalah keluarga, tidak ada hubungannya dengan Camilla" celetuk Jester sembari memberi gestur tangan agar membiarkan dia dan Sarah berada diruang makan berdua
"Sial, aku pikir sekarang aku salah satu dari keluarga yang kamu sebut" ucap Luke dengan kesal, Jester hanya tertawa menimpali perkataan Luke.
Tidak lama didalam ruangan itu tersisa Jester dan Sarah, dengan pintu yang sudah tertutup rapat nampak Jester memainkan gelas yang berada dihadapannya dengan kedua tangannya. Mata Jester terus menatap gelas itu dan tersirat kesulitan bagi dirinya untuk menyusun kalimat - kalimat yang memenuhi otaknya, Sarah yang sedari tadi menunjukkan wajah marahnya tiba - tiba menunjukkan ekspresi khawatir melihat sikap Jester.
"Apa yang kamu.... pikirkan?" tanya Sarah sedikit terbata
"Banyak dan saat ini pembicaraanku akan berfokus pada.... Camilla" jawab Jester
"Kamu yang memasukkan orang itu ke perusahaan ku?" tanya Sarah dengan sedikit tekanan
"Yap... aku yang meminta bibi Jessica untuk menerimanya bekerja disana" jawab Jester lagi seakan tanpa beban, Sarah menggelengkan kepalanya beberapa kali setelah mendengar perkataan Jester.
"Gila... kamu sedang bermain api disaat tubuhmu berlumur bensin" dengan nada yang terdengar keheranan saat Sarah mengatakannya, Jester mengalihkan pandangannya menatap mata Sarah.
"Setiap orang berhak untuk berubah dan kita tidak berhak untuk menghakimi" celetuk Jester
"Dia tidak punya tempat untuk berlindung" jawab Jester dengan tekanan
"Dan kamu memposisikan diri sebagai pelindungnya?" tanya lagi Sarah semakin menekan
"Dia datang kepadaku meminta pertolongan, apa aku akan tega membiarkannya berjuang sendiri diluar sana?" tanya balik Jester memancing empati Sarah
"Entahlah Jester, serigala berbulu domba memang sulit untuk diketahui sifat aslinya" jawab Sarah dengan sindiran
"Serigala itu telah melepas bulu dombanya dengan keadaan terluka parah" timpal Jester
"Dia akan menerkam mu ketika sembuh" timpal Sarah
"Kalian akan melindungi ku jika itu terjadi" dengan senyum terlihat pasrah Jester mengatakannya, cemberut lah Sarah mendengar perkataan Jester terlebih ekspresi wajahnya yang begitu cuek terhadap kekhawatiran Sarah.
__ADS_1
Tak mampu lagi menimpali perkataan Jester membuat Sarah kesal karena mati gaya dengan jawaban Jester, selama ini dia dan sahabat Jester yang lain memang selalu sepakat untuk saling melindungi sesuai janji yang sudah mereka ucapkan demi Luna. Namun penjelasan Jester tentang Camilla belum bisa membuatnya puas dan mampu menerima begitu saja keputusan Jester.
"Aku sudah pernah ceritakan tentang Camilla padamu kan? aku juga sudah ceritakan itu pada Naomi..." ucap Jester setelah sebelumnya diantara Jester dan Sarah sempat saling terdiam, Sarah terkejut dengan perkataan Jester.
"Hah?!! gila kamu.... apa yang kamu pikirkan?!" tanya Sarah dengan nada yang terdengar kaget
"Naomi memintaku untuk menceritakan semua tentang Camilla, aku rasa dia orang paling berhak tau tentang Camilla karena sejauh ini dia yang paling tersakiti" jawab Jester, mendengar perkataan itu untuk sejenak Sarah terlihat berfikir dan membenarkan perkataan Jester.
Dengan segera Sarah menunjukkan ekspresi dan gestur seakan siap untuk menerima semua penjelasan Jester dengan pikiran yang terbuka dan membuang urusan pribadinya dengan Camilla.
"Setelah mendengar semua ceritanya, dia hanya terdiam menatapku... aku pikir dia akan marah dan semakin membenci Camilla namun itu tidak terjadi... Naomi malah mengatakan jika Camilla adalah wanita paling malang dan dia ingin membantunya untuk bangkit. Apa kamu tahu gimana perasaanku ketika mendengarnya mengatakan itu?" tanya Jester kepada Sarah, namun Sarah hanya diam dan mematung.
"Sarah... aku tidak peduli dengan apapun saat ini kecuali cara untuk membuat Naomi bangkit kembali, apapun akan aku lakukan demi itu. Karena itu... aku tidak ingin membuat kesalahan apapun yang berakibat Naomi menjadi sedih, jadi tolong biarkan Camilla hidup dengan tenang dan berikan dia kesempatan untuk berubah agar Naomi tidak berfikiran buruk tentangku" pinta Jester kepada Sarah, perkataan Jester membuat Sarah semakin membisu dan mematung.
Kalimat demi kalimat yang Jester sampaikan begitu terasa semakin berat untuk tersampaikan, ada kemarahan dan kebencian yang Jester coba kubur demi seorang Naomi. Pengorbanan Jester untuk Naomi memang selalu diluar batas pemikiran banyak sahabat Jester. Sosok yang menjadi budak cinta ketika berhadapan dengan Naomi semakin terlihat dari diri Jester. Setiap penekanan nada yang terdengar dari kalimat Jester berhasil membuat Camilla tidak mampu untuk berkata apa - apa selain mampu merasakan kekuatan cinta yang luar biasa besar dari kedua pasangan itu.
"Aku menyimpan dendam membara ku hanya untuk tujuan itu... akan ada kemungkinan dendam ku ini menjadikan Naomi menangis kembali.... aku tidak akan bisa untuk memaafkan diriku jika itu terjadi... aku harap kamu bisa memahami ku" terdengar sedih Jester saat mengatakannya, Sarah berdiri dari duduknya dan hendak pergi dari ruangan itu namun tepat di depan pintu yang tertutup itu Sarah berhenti melangkah.
"Aku mulai memahami keputusanmu, tapi itu tidak akan merubah tentang kebencian ku kepadanya. Aku akan membiarkan dia bekerja untuk mama, tapi aku tetap akan mengawasinya dengan ketat dan jika suatu saat aku memecatnya itu tidak ada sangkut pautnya dengan amarahku ini" ucap Sarah terdengar emosi, Jester tersenyum menatap punggung Sarah.
"Ya... terima kasih pengertian mu" ucap Jester dengan nada yang terdengar senang
***Bruuaaakk***
Suara pintu yang terbuka dengan keras dari arah luar menimbulkan bunyi yang cukup nyaring seperti mengenai benda dengan sangat keras.
"Jester!" teriak Luke memanggil Jester dari balik pintu yang terbuka tidak sempurna itu, namun yang didapati Luke hanya Jester duduk dengan wajah terkejut menahan tawa.
"Dimana Sarah?" tanya Luke heran, tangan Jester perlahan menunjuk pintu
"Gorila bodoh!!!! aku bunuh kamu!!!!" bentak Sarah dengan mata melotot nya dan terlihat kesakitan karena dirinya terdorong oleh pintu yang dibuka keras oleh Luke hingga membentur dahinya.
Sarah pun memukul Luke bertubi - tubi meskipun berulang kali Luke meminta maaf, mendengar keributan itu menarik perhatian Harry, Justin, dan Grece yang sejak tadi berada diruang keluarga. Jester tertawa terbahak - bahak melihat pertengkaran Luke dan Sarah, berbanding terbalik dengan Grece yang panik dan terlihat begitu khawatir melihat hidung dan dahi Sarah yang memerah karena benturan keras tadi, sedangkan Justin dan Harry berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawa mereka.
__ADS_1
Suara tawa yang terdengar begitu akrab itu terdengar sampai keluar dari rumah, beberapa orang yang lewat depan rumah dengan aksen khas budaya jepang itu pun ikut merasakan hangatnya aura rumah itu. Beberapa diantara mereka ikut tertawa kecil, dunia seakan benar - benar terus berputar dengan kontrasnya setiap kejadian yang mereka semua alami selama ini dari hari ke harinya.