
Siang yang cukup cerah dengan sedikit awan gelap yang menutupi matahari, di lobby kampus nampak beberapa mahasiswa dan mahasiswi peserta seleksi lomba berkumpul sembari menatap sebuah layar yang menampilkan nilai mereka masing - masing setelah mengikuti tes seleksi untuk mengikuti lomba antar universitas yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Diantara mahasiswa dan mahasiswi itu terlihat juga Jester dan Naomi yang bergenggaman tangan dengan tatapan penuh harap dan kecemasan, dibelakang mereka pun Luke, Harry, Justin dan Grece tidak kalah cemas dan khawatir.
Beberapa nilai dan nama mahasiswa dan mahasiswi mulai terlihat dari urutan yang paling bawah, adalah Luke dengan skor 21/100 yang menjadi skor terendah. Mendadak wajah Luke memerah karena malu, nilai Luke mendadak menjadi pemadam kecemasan teman - temannya yang lain. Nampak Jester, Naomi, Harry, Justin dan Grece berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa, mereka masih berusaha memahami situasi dan kondisi Naomi yang begitu mengkhawatirkan Jester akan pergi keluar kota bersama Selena atau Camilla.
Lalu nama mahasiswa lain mulai terlihat di atas Luke, sampai pada posisi ke lima belas dari dua puluh mahasiswa yang mengikuti ujian itu... nama Justin tertulis dengan skor 55/100, disusul posisi sebelas dengan nama Grece dengan skor 60/100, lalu Harry pada posisi delapan dengan skor 76/100, dan tiba - tiba nama Aoi tertulis pada posisi tujuh dengan skor 78/100 dan membuat Jester tidak dapat mempercayai apa yang dia lihat.
Genggaman tangan Naomi yang sejak awal meremas kuat tangan Jester mendadak melemah, Jester pun menatap wajah Naomi yang masih tertegun memandangi layar itu dengan perasaan cemas akan kondisi hati Naomi. Begitu pula dengan Luke, Harry, Justin dan Grece yang langsung mengalihkan pandangannya menatap Naomi, mereka begitu sedih melihat Naomi tidak berhasil menembus posisi teratas.
"Aoi...." celetuk Grece dengan pelan dan mendekati Naomi
"Kita berharap pada.... Selena..." timpal Naomi terdengar sedikit bergumam, mendengar gumaman Naomi membuat Jester, Luke, Harry, Justin dan Grece kembali menatap layar.
Hingga posisi sudah sampai pada lima besar dan nama Selena masih belum terlihat, posisi empat masih juga tidak terlihat, mereka semakin merasakan kepanikan sampai jantung mereka berdetak sangat kencang. Hingga posisi ketiga nama Selena juga masih belum muncul dan begitu nomor dua hendak ditampilkan, nama Selena pun terlihat pada posisi dua dengan skor 98/100. Sontak Naomi terlihat bergemetar, kakinya seakan tidak kuat lagi untuk menopang berat tubuhnya sampai membuat Jester dan Grece menopang tubuh Naomi.
"Hmp... sayang sekali..." celetuk Selena yang ternyata berdiri dibelakang Harry
"Selena..." ucap Harry sambil menatap Selena dengan tatapan penuh kekhawatiran
"Yaah... mau tidak mau kita harus merelakan Jester akan berduaan dengan Camilla..." tanpa beban Selena mengucapkannya, Grece berbalik dan menatap Selena begitu marah.
"Kamu nih jadi gak punya hati ya, kamu gak pikirin perasaan Aoi?!" bentak Grece pada Selena, namun Selena benar - benar seakan tidak peduli dan hanya merespon kemarahan Grece dengan mengangkat bahunya sejenak.
Tapi suara para mahasiswa lain membuat perhatian Jester, Luke, Harry, Justin, Grece dan Selena teralihkan, mereka pun kembali menatap layar dimana nomor satu dipegang oleh Camilla dengan skor 98/100. Mereka semua dibuat terkejut karena hal itu, para mahasiswa dan mahasiswi kembali berbincang - bincang dan menerka - nerka apa yang akan terjadi selanjutnya ketika ada dua peserta memiliki nilai yang sama.
"Sepertinya keberuntungan masih berpihak padaku...." celetuk Selena dengan sedikit tawa kecil yang menyertainya, Naomi langsung berdiri tegak dan membalikkan badannya menatap Selena.
"Selena! Aku sangat mengharapkan bantuan mu!" pinta Naomi dengan tegas, Selena pun tersenyum sinis mendengar perkataan Naomi.
"Apa?" tanya Selena terdengar mengejek, Naomi meremas kedua pundak Selena dengan kuat.
"Jangan biarkan Camilla menang, aku mohon!" mata Naomi pun terlihat berkaca - kaca saat mengatakannya, perkataan itu membuat Jester, Justin, Luke, Harry dan Grece terkejut bahkan sampai membuat Selena kehilangan senyum sinisnya dan tertegun memandangi wajah Naomi.
"Aoi... kamu..." belum selesai Jester berkata, Naomi memotong sembari menundukkan kepalanya.
"Camilla.... dia begitu jahat.... aku tidak tahu apa yang akan direncanakannya jika berhasil berduaan dengan Jess ku... aku tahu kamu juga sedang mengejar cinta Jess ku... namun jika dibanding dengan merelakan Jess ku bersama Camilla.... aku lebih tenang jika meminjamkan Jess ku padamu..." terbata Naomi mengatakannya, begitu berat hati Naomi saat mengucapkan kalimat itu namun Naomi sadar tidak ada cara lain selain meminta Selena untuk mengalahkan Camilla.
Kebencian Naomi akan Camilla membuatnya tidak ingin Jester mempunyai kesempatan untuk mengikuti lomba dengan Camilla sebagai pendamping. Sikap licik Camilla tidak bisa Naomi remehkan, terlebih Camilla juga merupakan sosok yang membuat persahabatannya dengan Selena merenggang sejak hasutan yang Camilla berikan kepada Selena. Hal itu semakin menguatkan keinginan Naomi agar Jester mengikuti lomba dengan dampingan Selena.
"Lupakan..." celetuk Selena dengan tegas, celetukan Selena membuat Naomi kembali menatap Selena dengan mata yang berkaca - kaca.
"Apa... maksudmu...?" tanya Naomi penasaran
"Aku bisa punya nilai yang sama dengan Camilla hanya karena... aku berhasil menyalin beberapa jawaban dia saat ujian tadi" jawab Selena terdengar penuh penyesalan, jawaban Selena membuat kaget Jester, Naomi, Luke, Harry, Justin dan Grece.
"Maksudmu kamu tadi mencontek?" tanya Jester mencoba mempertegas jawaban Selena, Selena melepaskan genggaman tangan Naomi yang ada di bahunya lalu tertawa kecil.
"Iya, sekarang tahukan? apa kalian masih mengharapkan aku?" tanya Selena dengan sindiran, pertanyaan Selena membuat mereka semua terdiam.
"Sejujurnya aku juga gak tertarik untuk ikut, sudah pernah aku katakan kalau aku hanya mengkhawatirkan kak Jester akan pergi berdua dengan Camilla. Selebihnya aku hanya berusaha semampuku dan jika tidak mampu... ya sudah, aku tidak akan memaksakan diriku" ucap Selena tanpa beban lalu berbalik hendak meninggalkan teman - temannya, namun Naomi tiba - tiba berlari dan menggenggam lengan Selena untuk menghentikan langkahnya.
"Tolong aku.... demi persahabatan kita yang dulu pernah terjalin..." pinta Naomi begitu memelas, Selena pun terdiam.
"Selena, aku akan menjadi mentor mu agar kamu bisa mengalahkan Camilla" timpal Jester dengan tegas
Jester yang mengetahui kecemasan Naomi pun mencoba untuk mengusahakan yang terbaik agar keinginan Naomi bisa terwujud. Jester akan melalukan segala cara agar Selena lah yang menemaninya mengikuti lomba nanti, Jester tidak ingin Naomi sedih dan menjadi overthinking, baginya kebahagiaan Naomi harus dia utamakan. Sayang saja usahanya untuk membantu Naomi berhasil ikut seleksi malah gagal.
__ADS_1
"Kami juga akan mendukungmu Selena, ayolah!" terdengar memaksa Grece saat mengatakannya
"Mungkin kamu akan kalah dari Camilla, tapi masih ada kemungkinan kamu akan menang kan? kenapa tidak kamu coba semaksimal mungkin?" tanya Justin mencoba menekan Selena
"Demi Luna, kau ingat? kita ini sudah saling terikat karena Luna" timpal Luke
"Hei Selena, tidak bisakah kamu menebus kesalahanmu dengan cara seperti ini? apa kamu lupa kalau kamu pernah jahat sama Jester?" tanya Harry yang ikutan menekan Selena, mereka pun terdiam menunggu respon Selena. Tidak lama Selena terdengar menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan, Selena menarik lengannya agar genggaman tangan Naomi terlepas lalu berbalik menatap teman - temannya itu.
Dukungan dari teman - temannya membuat Selena akhirnya cukup berat untuk menolak, terlebih perkataan Luke yang menyebut nama Luna semakin membuatnya sulit untuk menghindar. Janji mereka terhadap Luna begitu mereka laksanakan dengan baik, kekompakan yang terjadi diantara mereka semua sedikit membuat Selena bahagia karena kehadiran Luna begitu berarti bagi mereka bahkan setelah kepergiannya pun mereka masih melaksanakan permintaan Luna dengan baik.
"Terserah kalian, aku akan berusaha semaksimal mungkin namun aku tidak ingin kalian terlalu berharap agar aku tidak terbebani" ucap Selena yang terlihat sedikit tersenyum menatap teman - temannya itu, sontak jawaban Selena membuat Jester, Luke, Harry dan Justin pun tersenyum sedangkan Naomi dan Grece nampak lega karena Selena mau untuk bekerjasama.
"Tapi..." celetuk Selena dan menggantungkan kalimatnya, Jester, Naomi, Grece, Luke, Harry dan Justin pun terdiam menunggu Selena meneruskan kalimatnya.
"Aku jelas sudah kalah dipapan ranking itu, kenapa kalian yakin ada kesempatan lagi untuk mengalahkan Camilla?" tanya Selena, seketika mereka semau tersadar.
"Loh iya, memang ada ujian kedua?" tanya Luke, Jester terlihat berfikir keras untuk mencoba mencari segala kemungkinan. Namun ditengah heningnya mereka, seorang mahasiswa terlihat mendekat.
"Hei kamu Junior Selena kan?" tanya mahasiswa itu kepada Selena
"Aah iya, ada apa?" tanya balik Selena sembari menatap mahasiswa yang bertanya padanya
"Dekan memanggilmu dan juga kamu junior Jester" jawab mahasiswa yang merupakan mahasiswa semester atas.
"Oh ok, terima kasih senior" timpal Jester, lalu mahasiswa itu meninggalkan mereka.
"Ada apa dipanggil tiba - tiba?" tanya Luke penasaran
"Tidak tahu, tapi kita akan segera tahu. Ayo ke ruang dekan" ajak Jester lalu berjalan sambil menggandeng tangan Naomi
"Camilla baru mau masuk... berarti ini tidak ada hubungan dengannya, kali ini kamu harus bisa menyerang balik Jess" celetuk Justin, Jester menganggukkan kepala lalu menatap Selena yang berada dibelakangnya.
"Ayo Selena" ajak Jester, Selena hanya menganggukkan kepalanya merespon ajakan Jester.
Harap - harap cemas mereka menanti keputusan apa yang diambil oleh dekan terhadap Jester, selena maupun Camilla. Rasa penasaran mereka semakin kuat karena pertemuan yang dilakukan cukup memakan waktu yang tidak sebentar, namun diantara mereka semua Naomi lah yang terlihat paling cemas dan seperti tidak mempunyai semangat. Mengingat nilai yang diperoleh Selena adalah hasil dari mencontek jawaban ujian milik Camilla, namun Naomi masih berharap ada keajaiban agar Selena yang akan terpilih nantinya untuk mendampingi Jester mengikuti lomba.
Didalam ruang dekan, Jester dan Selena masuk setelah mengetok pintu itu terlebih dahulu. Didalam ruang itu terlihat Camilla dan dekan yang sedang duduk berhadapan dipisahkan sebuah meja, dekan langsung mempersilahkan Jester dan Selena untuk duduk disebelah Camilla berurutan. Dengan segera Jester duduk ditengah diantara Selena dan Camilla, tidak ingin membuang waktu saat itu dekan langsung berbicara pada pokok intinya mengapa dia memanggil mereka bertiga.
"Selamat siang menjelang sore para mahasiswa terbaikku, aku sengaja mengundang kalian kemari karena aku ingin kalian mendengar pendapat Jester secara langsung tentang hasil ujian" ucap dekan itu terdengar senang, Camilla dan Selena terkejut mendengar perkataan dekan.
"Pendapat yang bagaimana ya pak?" tanya Jester mencoba memastikan apa yang dekan inginkan darinya
"Hasil ujian kedua mahasiswi ini sama, bagaimana menurutmu? apa kamu bisa langsung memilih salah satu diantara mereka?" ucap dekan dengan senyum kegembiraan, sejenak Jester langsung mendapatkan kesempatan untuk langsung memilih Selena namun belum juga mulut Jester terbuka saat itu Camilla langsung memotong.
"Tidak adil pak" celetuk Camilla, celetukan itu membuat dekan dan Jester mengalihkan pandangannya
"Apa.... maksudnya?" tanya Jester sedikit terbata dan tidak menduga Camilla akan begitu keras kepala ingin mendampinginya setelah apa yang terjadi diantara mereka berdua.
"Bagaimana pun ini tidak adil, jika memang aku dan junior Selena memiliki skor yang sama maka akan lebih adil jika aku dan Selena kembali menghadapi ujian" jawab Camilla dengan tegas, jawaban Camilla membuat Selena tersenyum sinis seakan tahu tujuan Camilla.
"Kalau sudah sama ya sudah kita hanya tinggal serahkan pada kak Jester siapa yang dia pilih untuk menjadi pendampingnya kan? toh kita hanya sebagai pendamping bukan tokoh utama" celetuk Selena dengan sinis, celetukan itu membuat Camilla tertawa kecil.
"Meskipun kita hanya pendamping, tapi bukan berarti tidak dipilih dari yang terbaik diantara yang terbaik kan?" tanya balik Camilla dengan sedikit suara tawa
"Ujian dadakan ini saja sudah menentukan siapa yang terbaik, kenapa kamu tidak terima aku mendapatkan nilai yang sama denganmu?" tanya balik Selena dengan sedikit emosi, Camilla mengalihkan pandangannya menatap Selena
__ADS_1
"Takut ujian ulang?" sindir Camilla meremehkan Selena
"Takut gak dipilih kak Jester?" dengan nada yang terdengar mengejek Selena mengatakannya
Perdebatan kecil yang terjadi antara Selena dan Camilla terasa begitu panas dengan membawa emosi mereka masing - masing, lagipula hubungan antar keduanya memang sudah memanas sejak awal. Hal itu cukup menggangu dekan yang melihat perdebatan diantara keduanya.
"Cukup, bapak sudah sangat memahami semangat kalian" jawab dekan menengahi, mereka bertiga mengalihkan pandangannya menatap dekan dan terdiam.
"Begini, seleksi ini memang untuk menentukan pendamping Jester namun tidak dapat dipungkiri kalau selain penilaian secara tim ada juga penilaian secara individu. Jadi tidak mungkin universitas mengirim mahasiswa dengan serampangan" ucap dekan dengan nada yang terdengar menenangkan dan mencoba mendinginkan suasana yang sempat memanas diantara Camilla dan Selena.
"Jester, bagaimana menurutmu?" tanya dekan sembari menatap Jester.
"Saya lebih memilih untuk didampingi Selena..." belum selesai Jester menjawab, Camilla memotong.
"Tidak bisa, aku tidak terima ini!" agak membentak Camilla mengucapkannya, bentakan Camilla membuat dekan, Jester, dan Selena serentak menatap Camilla.
"Ini tidak adil dan terkesan ada nepotisme!" ucap Camilla melanjutkan kalimatnya, Selena tertawa kecil saat melihat betapa marahnya Camilla saat itu.
"Seberapa pentingnya lomba ini untukmu sih?" tanya Selena dengan sedikit menekan
"Sangat penting, bersama Jester tentu kemenangan akan sangat tinggi dan tentu saja ini akan mempengaruhi CV (Curriculum Vitae) kita saat lulus kuliah nanti. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan emas seperti ini!" jawab Camilla dengan penuh emosi, Selena kembali tertawa mendengar jawaban Camilla.
"Pandai sekali bersandiwara" dengan sedikit tawa Selena mengatakannya
"Aku tidak bersandiwara, mungkin bagimu yang memang terlahir dari keluarga kaya hal receh seperti ini tidak penting. Tapi untukku ini sangat berharga!" timpal Camilla masih dengan nada yang terdengar penuh emosi
"Sudah sudah... sekarang bapak putuskan saja. Camilla dan Selena akan mengikuti ujian ulang dalam dua hari kedepan, tim penguji akan mempersiapkan materinya. Jester untuk sementara dibekukan dari tim penguji dan tidak boleh datang ke kampus sampai ujian selesai, bapak mengakomodir keluhan Camilla yang merasa kamu melakukan nepotisme" ucap dekan dengan tegas, Camilla tersenyum sinis mendengar keputusan dekan.
"Tapi pak..." belum selesai Jester berkata, dekan memotong
"Tidak ada tapi tapian Jester, semua demi kepentingan universitas" timpal dekan tanpa kompromi lagi kepada Jester, Camilla pun berdiri dari duduknya.
Keputusan dekan yang menyetujui usulan Camilla membuat Jester kecewa dan marah akan sikap yang Camilla ambil, Jester menjadi pesimis akan bisa mewujudkan keinginan Naomi. Jester merasa Camilla memiliki tujuan lain karena bersikeras untuk jadi pendampingnya, Jester mencurigai Camilla merencanakan sesuatu dengan keberangkatannya bersama Jester akan membuat Naomi cemburu dan tidak tenang.
"Terima kasih pak, saya sangat menghargai kebijaksanaan bapak" dengan lembut dan senyum yang merekah Camilla mengatakannya, lalu Camilla sedikit membungkukkan badannya memberi hormat pada dekan.
"Saya pamit undur diri untuk mempersiapkan ujian seleksi final ini" ucap Camilla lalu segera berbalik hendak meninggalkan ruangan, dengan gestur tangan dekan mempersilahkan Camilla untuk pergi.
"Camilla! tunggu! ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" agak berteriak Jester mengatakannya namun Camilla terlihat tidak menghiraukan Jester, karena Camilla terus berjalan Jester pun berdiri dari duduknya dan memohon pamit pada dekan lalu segera berlari mengejar Camilla yang sudah keluar dari ruangan dekan.
Di koridor depan ruang dekan, Camilla berjalan melewati Naomi, Luke, Harry, Grece, dan Justin dengan begitu tenangnya seakan tidak pernah terjadi apapun diantara mereka. Namun saat melihat Jester keluar ruangan dan mengejar Camilla, barulah Naomi, Luke, Harry, dan Grece bereaksi ingin mengikuti Jester. Sontak Justin langsung menjadi penghalang Naomi, Luke, Harry dan Grece untuk mengikuti Jester.
"Jangan kejar, biarkan Jester berbicara berdua dengan Camilla" ucap Justin dengan tegas namun masih terdengar tenang, walau terlihat berat hati namun mereka akhirnya menuruti saran Justin.
Didepan lift, Camilla terlihat berdiri dan menunggu pintu terbuka. Jester yang sudah dekat dengan Camilla langsung menarik lengan Camilla dengan cukup kuat untuk menahannya, namun Camilla berusaha memberontak untuk melepaskan genggaman tangan Jester dari lengannya.
"Camilla! tunggu dulu!" ucap Jester dengan sedikit bentakan, Camilla akhirnya berhenti memberontak dan langsung mengalihkan pandangannya menatap Jester dengan penuh amarah.
"Apa?!" bentak Camilla
"Kamu tidak harus melakukan ini, kamu tahu kalau Naomi akan sangat cemburu jika kamu yang mendampingiku untuk pergi mewakili kampus. Ayolah Camilla, aku tahu kamu marah padaku karena janji yang aku ingkari. Tapi kamu juga harus akui kalau kamu menggantung ku cukup lama" ucap Jester menekan Camilla
"Jika itu yang kamu khawatirkan, tenang saja dan ingat perkataan ku ini baik - baik Jester. Aku tidak akan mengajakmu untuk berpacaran, kamu juga tidak mencintaiku lagi tapi itu tidak apa - apa. Karena itu... biarkan aku saja yang mencintaimu" dengan nada yang terdengar lembut Camilla mengatakannya, Jester pun terkejut dengan perkataan Camilla sampai membuatnya tertegun memandangi Camilla yang menundukkan kepalanya.
Tidak lama pintu lift terbuka, Camilla menarik lengannya dan melepaskan genggaman tangan Jester. Tanpa kata Camilla langsung meninggalkan Jester begitu saja di koridor depan lift, perlahan pintu pun tertutup dan Jester masih terlihat terpaku didepan lift itu tanpa kata.
__ADS_1