Aku Pinjam Dia

Aku Pinjam Dia
Luka Lama Jester


__ADS_3

"Kak Jester!! lama tidak bertemu!!" dengan sedikit teriakan wanita itu mengatakannya sembari memeluk Jester dengan sangat erat, Jester dan Naomi pun terkejut dengan kelakuan sosok wanita yang memeluk Jester secara tiba - tiba.


Senin sore yang cerah, disebuah mall yang ramai oleh pengunjung. Sebuah kehebohan terjadi ketika Jester dan Naomi mengunjungi mall itu, kehadiran Naomi saat itu saja sudah cukup menghebohkan dan sekarang ditambah dengan munculnya sesosok wanita yang tiba - tiba memeluk Jester. Kamera para pengunjung mall mulai mengarah pada Jester, Naomi dan wanita asing itu untuk merekam kejadian yang tidak diduga - duga, ya... baru saja Jester dan Naomi dicap sebagai couple date baru dan saat ini Jester seperti ketahuan selingkuh didepan mata.


"Waa!! kamu siapa?!!" Jester bertanya dengan panik dan berusaha melepaskan pelukan wanita asing itu namun dia tetap memeluk Jester dengan sangat erat, Naomi terlihat mulai emosi melihat kelakuan wanita itu.


"Kamu lupa sama aku? jahatnya~" tanya balik wanita itu sembari menatap Jester dengan raut wajah yang jutek, mendengar perkataannya saat itu membuat emosi Naomi memuncak. Naomi mendorong wanita itu dengan kasar dan kemudian berdiri didepan Jester sembari menatap wanita itu dengan penuh emosi


"Siapa kamu?!!" tanya Naomi dengan bentakan, mendapat perlakuan yang kasar membuat wanita itu terkejut


"Eeh... maaf, aku cuma..." belum selesai wanita itu berbicara, Naomi memotong


"Dia pacarku dan kamu seenaknya main peluk - peluk?!!" masih dengan bentakan Naomi mengatakannya, wanita itu pun terlihat bingung sembari mengalihkan pandangannya menatap Jester.


"Kamu... siapa?" tanya Jester terdengar bingung, wanita itu pun tersentak mendengar pertanyaan Jester


"Kak... kamu lupa.... sama aku?" dengan terbata wanita itu mengatakannya, Naomi menoleh kebelakang menatap wajah Jester dengan perasaan tidak percaya.


"Kamu beneran gak kenal dia?" tanya Naomi dengan nada yang terdengar meragukan Jester, Jester pun menggelengkan kepalanya beberapa kali sembari menatap Naomi.


"Luna!!" terdengar suara teriakan wanita lain dari kejauhan yang ternyata itu adalah suara Selena, Selena berlari kecil mendekati Luna dan segera menariknya menjauhi tempat itu. Jester dan Naomi kembali dikejutkan dengan sikap Selena yang terlihat sangat mengenal Luna


"Selena?" tanya Naomi dan Jester nyaris bersamaan, Selena terlihat khawatir dan tidak ingin menoleh menatap Jester dan Naomi.


"Maaf, temanku ini suka halu.... dia pikir kamu adalah orang lain yang temanku kenal" ucap Selena dengan nada yang terdengar ketakutan, Selena pun kembali berjalan meninggalkan Jester dan Naomi. Namun mendapat jawaban seperti itu membuat Naomi tidak puas


"Tunggu!! aku tidak percaya kata..." belum selesai kalimat Naomi, Luna menahan tarikan tangan Selena dan memotong perkataan Naomi.


"Aah... iya maaf, aku agak sering berhalusinasi. Kamu Naomi dan Jester kan? maaf ya, tadi aku pikir dia seseorang yang aku kenal" ucap Luna dengan suara yang terdengar penuh penyesalan, Luna lalu mengikuti arah tarikan tangan Selena untuk pergi menjauh dari tempat itu.


Seketika suasana menjadi hening, pengunjung mall yang sedari tadi menyaksikan kejadian yang terlihat aneh bagi mereka pun hanya bisa membatu. Beberapa dari mereka ada yang mulai menerka - nerka sambil berbisik satu sama lain, tidak terkecuali Jester yang juga masih membatu melihat Selena dan Luna pergi melewati kerumunan pengunjung mall. Dahinya pun mengerut mencoba mengingat sosok wanita yang tiba - tiba datang itu, tidak lama berfikir Naomi berbalik menatap Jester dengan jutek, Naomi berjalan mendekati Jester dan mencubit perutnya.


"AAAAAA!! duuh apa sih?!" teriak Jester menahan sakitnya cubitan Naomi, namun Naomi tetap terlihat jutek menatap Jester.


"Kamu harus jelaskan saat kita sampai rumah!!" pinta Naomi dengan sedikit bentakan, Naomi langsung pergi meninggalkan Jester. Tidak lama Jester pun mengejar Naomi namun Naomi masih terlihat jutek hingga sepanjang perjalanan mereka menuju rumah.


Disisi lain pada saat bersamaan dengan Jester dan Naomi yang sedang melakukan perjalanan pulang, Selena dan Luna terlihat duduk bersama disalah satu cafe didalam mall itu. Sembari menunggu pesanan mereka selesai disiapkan, keduanya saling menatap dengan tatapan yang terlihat sedih. Sesekali Luna menghela nafasnya seakan menunggu penjelasan dari Selena, namun Selena masih terdiam membisu dihadapan Luna.


"Tidak ada yang bisa kamu katakan sekarang?" tanya Luna dengan nada yang terdengar sedih, Selena pun menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk merespon pertanyaan Luna.


"Aku tahu, kamu bingung untuk memulainya darimana.... tidak apa, setidaknya aku sedikit paham bahwa luka itu sangat membekas bagi kak Jester. Itu salahku dan bukan salahmu" Luna mengatakannya dengan suara yang terdengar ingin menangis, Selena pun membuang muka ketika Luna mengatakannya.


"Ini salahku, aku gagal memenuhi janjiku" celetuk Selena, Luna menghela nafas dan tersenyum menatap Selena.


"gapapa, aku paham itu sangat sulit untukmu yang dulu sangat membenci anak laki - laki dan janji kita seakan menyuruhmu untuk menyukai sesuatu yang kamu benci. Aku wanita yang sangat jahat ya" timpal Luna


"Kamu jangan ngomong seperti itu!" ucap Selena sedikit membentak dan menatap mata Luna dengan tajam, Luna pun tersenyum melihat respon Selena.


"Kamu bekerja sama dengan wanita yang bernama Camilla itu saja sudah merasa jahat, apa lagi kamu menjadi aku? tidak salahkan aku mengatakannya" dengan sindiran Luna berkata, Selena kembali membuang muka mendengar sindiran Luna.


"Aku... melakukan kesalahan yang fatal, sekarang efek dominonya pun sudah terasa. Hubunganku dengan Naomi hancur, kak Jester akan melihat aku sebagai sosok yang jahat, kak Luke dan kak Harry juga sudah mengancamku agar aku berhenti dekat dengan kak Jester, lalu janjiku padamu.... aku sudah sangat pesimis bisa memenuhinya" Selena mengatakannya dengan penuh penyesalan, namun tiba - tiba tangan Selena digenggam oleh Luna.

__ADS_1


"Heii ceritakan lebih lanjut, aku tadi agak gak fokus karena diskonan" ucap Luna dengan antusias, Selena kembali menatap Luna.


"Baiklah... semua sudah aku ceritakan sejak aku bekerja sama dengan Camilla, jadi aku akan teruskan sisanya hingga sampai dititik ini" Selena mengatakannya dengan helaan nafas, Selena pun menceritakan semuanya kepada Luna tentang yang terjadi padanya, Naomi, Jester, Luke dan Harry.


Sementara itu pada sore hari menjelang senja, disebuah cluster perumahan yang terlihat sedikit ramai oleh warga yang sedang beraktifitas dilingkungan cluster. Sebuah Mercedes Benz V260 terlihat melaju dan masuk kedalam car port sebuah rumah minimalis yang terlihat mewah dengan sedikit aksen khas budaya jepang, setelah mobil terparkir sempurna terlihat Naomi turun dan membanting pintu dengan penuh emosi dan segera berjalan masuk kedalam rumah. Jester yang bingung harus melakukan apa hanya bisa ikut turun dan mengambil barang belanjaan dibagasi mobil, langkah kakinya pun berat saat ingin masuk kedalam rumah sembari membayangkan wajah cemburu dan marah Naomi pada dirinya.


"Duuh, gimana ya cara meredakan cemburunya wanita?" tanya Jester pada dirinya sendiri


Jester pun melangkahkan kakinya menuju dapur, didalam dapur itu Jester melihat Naomi yang sedang bersiap untuk memasak. Perlahan langkah kaki Jester mendekati Naomi dan menaruh seluruh barang belanjaan yang dia bawa kesebuah counter dekat dengan lemari pendingin, setelah meletakkan semua belanjaan Jester berjalan menuju meja makan dan duduk disana sembari menatap Naomi.


"Naomi, kamu masih ma..." belum selesai Jester berbicara, Naomi menghentakkan pisau dipapan talenan dengan sangat keras.


"Siapa dia?!" tanya Naomi dengan bentakan, nyali Jester menciut melihat tatapan penuh amarah Naomi kepada dirinya.


"Kalau aku bilang aku gak tahu, apa kamu akan percaya?" tanya Jester terdengar ketakutan, Naomi kembali menghentakkan pisau kepapan talenan


"Gimana aku bisa percaya!!" bentak Naomi kembali


"Tapi aku beneran gak tahu!!! aah iya, ada orang yang bisa menjelaskannya!" ucap Jester dengan semangat, Naomi terlihat penasaran dengan ucapan Jester.


"Siapa?" tanya Naomi singkat, tanpa menjawab Jester langsung mengeluarkan handphonenya dari saku celana dan segera melakukan panggilan telepon.


***


"Hei Gorilla, aku punya masalah yang gawat!" ucap Jester ketika telepon terangkat


"Kamu selalu dalam masalah, apa kamu sudah melakukan apa yang aku dan Harry sarankan? bagaimana hasilnya?" tanya Luke terdengar penasaran, saat itu Naomi berjalan mendekati Jester dan menarik kursi lalu duduk didekat Jester berusaha menguping.


"Luna, kenapa kamu tiba - tiba menyebut nama dia?" tanya balik Luke dengan nada yang terdengar penasaran, raut wajah Jester pun mendadak berubah menjadi terkejut.


"Dia... kamu yakin Luna yang aku sebut adalah dia...?" tanya Jester terbata, perubahan ekspresi wajah Jester membuat Naomi heran dan bingung.


"Iya... Luna Lincoln, cinta pertamamu. Emang kenapa?" tanya Luke yang masih terdengar sangat penasaran


***


Perlahan Jester yang terkejut itu seperti melamun, tanpa mematikan saluran teleponnya Jester pun menaruh handphonenya dimeja makan dan kemudian berjalan menuju ruang keluarga terlihat linglung. Dengan perasaan khawatir Naomi menatap Jester yang berjalan meninggalkan dapur, Naomi pun mengambil handphone Jester dan melanjutkan pembicaraan dengan Luke


***


"Hai Luke, ini aku Naomi" sapa Naomi dengan suara yang terdengar khawatir


"Ooh hai Naomi, ada apa lagi dengan sibodoh itu?" ucap Luke terdengar kesal


"Begini Luke, aku akan cerita sedikit tentang kejadian yang baru saja terjadi pada kami" jawab Naomi masih dengan suara yang terdengar khawatir, Naomi pun mulai bercerita tentang kejadian saat mereka bertemu dengan Luna dan Selena di mall. Setelah beberapa menit bercerita, Luke masih terdiam beberapa saat.


"Begitu lah Luke, bagaimana menurutmu? apa Jester akan baik - baik saja? dia terlihat melamun saat meninggalkan handphonenya di dapur" tanya Naomi masih dengan nada yang terdengar khawatir


"Hmm... dia tidak baik - baik saja, aku dan Harry akan segera kesana. Hati Jester itu sangat rapuh, jadi aku mau minta tolong sama kamu. Sampai kami datang, coba ajak dia bicara tentang hatinya saat ini" jawab Luke


"Aku mengerti" Naomi pun menerima permintaan Luke

__ADS_1


"Naomi aku minta tolong padamu, sebagai sahabatnya... apapun yang akan dia katakan tentang Luna, itu hanyalah masa lalunya. Hatinya..." belum selesai Luke meneruskan kalimatnya, Naomi memotong.


"Dia sudah bilang kalau dia akan berpaling hati..." ucap Naomi terdengar malu - malu


"Hah? serius?" tanya Luke terdengar senang namun masih ada keraguan yang terbesit


"Iya... kali ini aku akan lebih berusaha, jadi masalah hati Jester serahkan saja padaku" jawab Naomi dengan tegas, Luke tertawa mendengarnya


"Oke Naomi, aku titipkan si bodoh itu sama kamu. Aku akan mencari tahu apa motif Selena membawa Luna kembali menemui Jester, bisa jadi ini adalah rencana lain Camilla dan Selena" ucap Luke terdengar senang


"Serahkan padaku Luke, kamu juga jangan terlalu keras sama Selena. Mau seperti apapun dia, aku masih menganggap dia adalah sahabatku" pinta Naomi


"Dimengerti" timpal Luke singkat dan saluran telepon pun terputus


***


Naomi menatap layar handphone Jester dengan wallpaper foto Jester, Luke dan Harry yang tersenyum, melihat senyum Jester saat itu membuat Naomi kembali berfikir keras tentang masa lalu Jester dan Luna. Banyak pertanyaan dikepalanya tentang hubungan yang pernah Jester lalui bersama Luna, Naomi berjalan menuju ruang keluarga mencari Jester.


Sesampainya didepan pintu ruang keluarga yang tertutup, perlahan tangan Naomi membuka pintu itu dan mencari Jester namun Jester tidak berada disana. Sebuah pintu yang menghubungkan ruang keluarga dan kolam renang dalam rumah terlihat terbuka, Naomi pun berjalan menuju kolam renang dan melihat Jester duduk di pinggiran kolam sembari memainkan air dengan kakinya.


"Kaget ya... cinta pertamamu, seseorang yang pernah menyakitimu.... tiba - tiba muncul kembali" celetuk Naomi mencari perhatian Jester


"Aku berusaha untuk melupakannya sekeras mungkin, bahkan menanamkan dalam otakku kalau dia tidak pernah ada dalam hidupku. Saat aku berhasil, dia tiba - tiba datang kembali..." timpal Jester terdengar sedih, Naomi berjalan mendekati Jester dan duduk disebelahnya sembari memainkan air kolam dengan kakinya.


"Cara terbaik untuk melupakan seseorang sebenarnya dengan cara menutupinya dengan kenangan lain, karena semakin keras kamu berusaha melupakannya maka semakin ingat kamu tentangnya" ucap Naomi berusaha menenangkan Jester, tiba - tiba Jester memukul air dan membuat basah Jester dan Naomi saat itu.


"Aku sudah berhasil melupakannya!! tidak ada kenangan apapun lagi dengannya!! bahkan aku sudah melupakan wajahnya!! kenapa dia harus datang lagi?!!" Jester begitu emosional saat mengatakannya, Naomi menyeka air kolam yang mengenai wajahnya.


"Boleh aku tahu kenapa kamu semarah ini padanya?" tanya Naomi dengan lembut, Jester membuang muka dengan helaan nafas yang terdengar berat menahan emosi.


"Karena dia menolakku saat aku menembaknya di festival perpisahan sekolah! aku kan sudah pernah katakan padamu!" jawab Jester masih terdengar emosi, Naomi menghela nafas saat mendengar jawaban ketus Jester.


"Jester, aku tahu kamu bukan tiper pria seperti itu, hei... apa yang kamu sembunyikan dariku? Apa yang kamu pendam sendiri dari masa lalumu dan menjadikannya bebanmu sendiri?" suara lembut Naomi dan sentuhan lembut tangannya pada bahu Jester membuat Jester terkejut atas perkataan dan respon Naomi


"Aku siap menjadi pendengar yang baik, kamu ingatkan aku pernah bilang kalau aku akan selalu ada untukmu? jadi sini cerita sama aku, bukan untuk mengungkit lagi luka masa lalumu, hanya saja aku tidak bisa membiarkan kamu seperti ini. Ijinkan aku untuk memahamimu Jester" dengan tatapan yang menenangkan Naomi mencoba memberikan rasa nyaman pada Jester untuk bercerita.


"Itu bukan kisah yang menyenangkan untuk aku ceritakan, aku merasa seperti keledai bodoh kalau mengingatnya kembali" ucap Jester dengan suara yang terdengar sedih, Naomi menepuk pipi Jester dengan lembut mencoba memberi rasa nyaman untuknya.


"Kamu bukan keledai bodoh, cinta memang sering menarik kita untuk berbuat hal bodoh yang mungkin kita akan sesali dikemudian hari" Naomi menatap tajam mata Jester saat mengucapkannya, Jester mengalihkan pandangannya menatap langit cerah sore itu.


"Semua bermula ketika aku kelas dua SMA dan Luna menjadi adik kelasku, Luna terpilih menjadi anggota osis dan saat itu aku merasa getaran dalam hatiku yang aku anggap itu adalah cinta" Jester mulai menceritakan kisahnya dengan nada yang terdengar sedih


"Bagaimana respon dia saat kamu mendekatinya?" tanya Naomi penasaran, Jester menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


"Semua berjalan sangat baik, aku dan dia sudah seperti berpacaran walaupun status kami masih PDKT" Jester menjawab dengan suara yang terdengar sedikit serak, Naomi pun heran mendengar jawaban Jester.


"Bisa kamu ceritakan lebih detail?" tanya Naomi dengan rasa penasaran, Jester menatap Naomi dan terdiam beberapa saat.


"Aku akan ceritakan semuanya dan aku ingin kamu carikan jawaban untukku tentang sikap dia kepadaku atau carikan jawaban untukku apa itu sebenarnya cinta" jawab Jester dengan tegas dan sorot matanya terlihat sangat sedih, Naomi menganggukkan kepalanya beberapa kali merespon ucapan Jester.


"Semua bermula saat aku naik kelas dua SMA dan aku melihatnya disaat aku ditunjuk menjadi pengawas siswa baru untuk pengenalan kehidupan sekolah, ya... tidak salah lagi, itu lah pertama kali aku bertemu dengannya" Jester pun memejamkan mata mengingat masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2